Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Menggodaku



Pelan-pelan Cecil bangun dan berjalan keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil ponselnya.


"Mas Yudi........," suara tangis Cecil langsung keluar saat teleponnya tersambung.


"Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Yudi cemas mendengar suara gadis kecilnya menangis.


"Kaki aku, Mas....," Cecil masih dengan suara tangisnya.


Yudi semakin cemas dan langsung mengganti panggilan teleponnya ke panggilan video. Cecil yang masih menangis pun langsung menjawab panggilan video tersebut tanpa menyadari dia masih memakai handuk selesai mandi.


"Sayang," Yudi kaget melihat di layar ponselnya, kekasihnya yang sedang duduk dipinggir ranjang dengan menggunakan handuk dan masih dengan rambut dan tubuhnya yang agak basah. Seketika Yudi menjadi lupa akan tangisnya Cecil.


Cecil yang sedang menangis heran mengapa Mas Yudi terdiam memperhatikannya tanpa berkata apa-apa. "Mas Yudi... kenapa melihat aku seperti itu," teriak Cecil membuat Yudi sadar.


"Iya sayang."


"Mas... kaki aku sakit barusan terpeleset di kamar mandi," keluh Cecil manja kepada Yudi.


"Astaga, apa yang kamu lakukan di dalam kamar mandi sampai terpeleset sayang ?" tanya Yudi cemas.


"Aku terburu-buru mau keluar angkat telepon dari Mas Yudi dan lupa langsung memakai handuk tanpa aku keringkan dulu tubuh aku," ucap Cecil dan seketika dia sadar ucapannya. "Aaaaa....," teriak melihat tubuhnya yang masih memakai handuk dan tubuhnya masih agak basah. Dengan cepat mengambil selimut yang ada di atas ranjangnya untuk menutupi bagian tubuhnya yang hanya menggunakan handuk.


Yudi hanya tersenyum menahan tawa melihat tingkah gadis kecilnya. Cecil yang melihat kekasihnya sedang tersenyum di layar ponselnya pun tiba-tiba menjadi kesal.


"Mas Yudi... aku tuh sakit, kenapa Mas hanya tertawa melihat aku," ucap Cecil kesal dan masih ditanggapi dengan senyum oleh Yudi.


"Sayang..., Mas tidak menertawakan kamu, hanya senyum sedikit tidak bolehkah ?" Yudi membujuk Cecil yang menjadi cemberut. Melihat tingkahnya seperti anak kecil yang menangis lalu marah membuat Yudi pun akhirnya menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum lagi menahan tawanya.


"Sayang.... maaf, kamu tuh buat Mas gemes lihatnya. Awalnya menangis lalu tiba-tiba marah. Kamu sengaja mau menggoda aku sayang," bujuk Yudi.


"Siapa yang menggoda Mas Yudi."


"Baiklah kamu tidak menggoda tapi tubuhmu tadi yang menggodanya, kalau saja aku disana jangan salahkan jika terjadi sesuatu," ucap Yudi membuat Cecil tambah kesal dan selimutnya pun terlepas.


"Mas Yudi apa-apaan sih."


"Baru dibilang sudah lakukan lagi," ucapan Yudi membuat Cecil sadar selimutnya terlepas dan menutupinya kembali. "Tidak usah ditutupi sayang, Mas sudah melihatnya. Sudah jangan marah lagi, mana kakinya yang sakit, sayang ?" lanjutnya. Cecil mengarahkan ponselnya ke bagian kakinya yang sakit.


Setelah dua jam melakukan panggilan akhirnya Cecil memanggil ibunya dan minta tolong diobati kakinya. Setelah diobati oleh ibu, Cecil pun tertidur pulas sampai sore.


Di tempat berbeda, Yudi yang menjadi sangat rindu ingin bertemu dengan kekasihnya, memutuskan untuk pergi mengunjunginya. Yudi pun tidak membuang waktu, dia langsung berangkat.


Sore itu Yudi sudah sampai di rumah Cecil. Karena hari libur semua anggota keluarga Cecil pun ada di rumah. Mereka kaget melihat kedatangan Yudi. Karena Cecil masih tertidur , Yudi berbincang dengan keluarga di ruang depan.


"Apa kabar Yudi, bukankah kamu di luar kota ?" Tanya Ayah.


"Iya, menggurus perusahaan keluarga di sana," jawab Yudi.


Di kamar Cecil, Yudi duduk disamping kekasihnya yang masih tertidur. Betapa rindunya Yudi, lalu dia membisikkan Cecil dengan suara panggilannya yang biasa dia lakukan jika bertemu dan membuat Cecil langsung merespon.


"Sayang..."


CUP... suara itu langsung membuat Cecil terbangun dan menoleh ke samping, satu kecupan dibibir mereka. Seketika Cecil kaget dan berteriak "Mas Yudi....," suara Cecil membuat anggota keluarga yang lain di depan kaget dan tersenyum.


Karena teriakan Cecil, membuat Yudi akhirnya mencium bibirnya agar diam. Awalnya hanya ingin membuat Cecil diam tapi itu membuat mereka lupa karena rindunya, ciuman itu berlangsung beberapa menit sampai Cecil susah bernafas dan melepaskannya.


"Mas Yudi, serius datang ke sini," ucap Cecil senang.


"Iya sayang, Mas rindu my little girl," jawab Yudi memeluk gadis kecilnya.


Mereka berpelukan melepas rindu, sesekali Yudi mencium kening kekasihnya. "Sampai kapan kamu terus memeluk Mas seperti ini ?" ucap Yudi membuat Cecil lebih mengeratkan pelukannya.


"Aku mau terus peluk kamu Mas, aku rindu," jawab Cecil membuat Yudi akhirnya membalas pelukannya.


"Bagaimana kakinya sayang masih sakit ?" Tanya Yudi sambil menyentuh pelan kaki Cecil yang bengkak.


"Sudah diobati ibu tadi, besok juga sudah hilang bengkaknya," jawab Cecil.


"Besok tidak usah pergi kerja, izin sampai kakimu tidak bengkak lagi," perintah Yudi dan dijawab Cecil dengan menggangukkan kepalanya.


Saat waktu makan malam, Lina masuk ke kamar Cecil dan memanggil Yudi untuk makan bersama. "Mas Yudi, ayo makan malam bersama. Ditunggu di ruang makan," ucap Lina.


"Lina tolong bawakan makanan aku dan Mas Yudi ke sini ya, " pinta Cecil kepada adiknya.


"Tidak usah Lina, biar Mas saja yang ambilkan. Kamu tunggu ya sayang, Mas ambilkan buat kamu," ucap Yudi dan meninggalkan Cecil untuk mengambil makanannya.


Yudi membawa makanan mereka ke kamar. Yudi menyuapi Cecil dan Cecil menyuapi Yudi. Mereka sangat bahagia bisa makan bersama lagi. Setelah makan mereka saling bercerita.


"Mas, malam ini menginap di sini saja," ucap Cecil.


"Tidak bisa sayang, Mas harus kembali malam ini. Besok pagi ada yang harus dikerjakan di kantor. Maaf ya sayang, jika ada waktu luang lagi Mas akan datang mengunjungi my little girl," jawab Yudi dengan memeluk kekasihnya yang menjadi sedih mendengar harus berpisah lagi.


"Mas... bantu aku ke kamar mandi ya," pinta Cecil dan Yudi pun langsung menggendongnya.


Beberapa menit Cecil di dalam kamar mandi Yudi pun memanggilnya dari pintu. "Sayang, sudah selesai belum ?" Tanya Yudi.


"Sebentar Mas, aku cuci muka dulu," jawab Cecil. Karena itu Yudi pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menggendong kembali Cecil, tapi saat masuk Yudi melihat Cecil yang sedang mengangkat tangannya untuk mengikat rambut. Yudi berdiri di belakang Cecil, mereka saling berpandangan lewat cermin di depannya.


"Kamu masih ingatkan sayang, jangan lakukan itu," ucap Yudi membuat Cecil langsung ingin melepas ikatan rambutnya, tapi Yudi mencegah tangan Cecil. "Tadi siang tubuhmu menggoda aku sayang... dan malam ini kamu lakukan lagi, aku tidak akan melepaskanmu," bisik Yudi ditelinga Cecil dan karena kakinya yang tidak bisa bergerak membuat dirinya pun menerima apa yang terjadi saat itu.


*** To Be Continue ***


Terima Kasih pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 , Favorite ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.