
Pagi yang cerah, Yudi sudah menunggu gadis kecilnya keluar. Beberapa menit ditunggu, pujaan hati nya pun keluar.
" Sayangku... cantik sekali hari ini. " goda Yudi saat Cecil menghampirinya.
" Jadi, sebelumnya aku ga cantik donk. " jawab Cecil, sambil menaiki motor Yudi. Dan dengan tersenyum mereka meninggalkan rumah Cecil. Mereka berangkat kerja dengan hati yang senang.
Pekerjaan hari ini lancar seperti biasa. Sekarang, Yudi yang akan mengantar jemput Cecil kerja maupun kuliah.
Di kampus, Cecil terlihat sangat senang. Indra dan Ana pun melihatnya, dan mereka ikut senang sahabatnya selalu ceria bila ke kampus.
" Cie... cie... akhir - akhir ini bahagia banget kayaknya... ada apa gerangan ? " goda Ana yang memegang dagu Cecil dan ada rona merah di pipinya.
" Apa sih... biasa aja." jawab Cecil dengan menepis tangan Ana.
" Ayo kita masuk kelas udah mau di mulai nih mata kuliah nya. " Ucap Indra dengan langsung menarik tangan Cecil dan Ana, itu membuat mereka berjalan bertiga, dengan Indra berada di tengah.
Mereka bertiga berjalan menuju kelas, dan duduk pun berdampingan, sesekali mereka bercanda jika dosen sedang tidak memperhatikan. Mereka berencana untuk pergi hang out bersama. Setelah mata kuliah selesai, mereka menuju kantin.
" Pada mau makan apa ? " tanya Indra pada Cecil dan Ana.
" Sory bentar lagi gw dijemput, jadi kalian berdua aja yang makan." jawab Cecil, dan tidak lama, Yudi pun mengirimkan pesan, bahwa dia sudah sampai di depan kampus.
" Enak deh sekarang yang udah punya pacar... di jemput terus... lain kayak kita yg Jomblo... ha...ha.. " ucap Ana dan Indra berbarengan.
Cecil pun tertawa dengan tingkah laku dua sahabat nya yang kompak meledeknya. Dan kemudian, pamit karena Yudi sudah menunggu.
" Kok sendiri... kemana Indra dan Ana ? " tanya Yudi yang heran karena biasanya mereka selalu bertiga.
" Lagi pada di kantin. " jawab Cecil dan langsung menaiki motor Yudi. " Mas ... aku lapar ... ? lanjut Cecil setelah motornya berjalan meninggalkan kampus.
" Kamu mau makan apa sayang ... ? " tanya Yudi sambil memegang tangan Cecil yang melingkar di pinggangnya.
" Apa aja... " jawab Cecil.
Yudi membawa Cecil makan di sebuah Restaurant. Dan membuat Cecil bingung, saat ingin masuk ke dalam restaurant, " Mas... ngapain makan di sini ?" bisik Cecil, dan Yudi hanya tersenyum, lalu mengajaknya masuk.
Cecil merasa tak nyaman, karena tempat ini terlalu formal, " harus jaim nih, ga bisa makan semaunya, bisa malu sama tamu lain, mana ribet banget pake serbet segala. Hilang deh rasa laparnya. batin Cecil.
" Sayang... kenapa bengong begitu sih ?" tanya Yudi memperhatikan Cecil diam melamun. lalu Cecil hanya menjawab dengan senyum dan menggelengkan kepala nya.
Pesanan makanan mereka pun datang, Cecil hanya menatap makanannya. Dia merasa ribet harus menggunakan pisau dan garpu. Yudi pun tiba - tiba menyuapinya. " Kamu kan lapar... jadi biarin Mas yang nyuapin kamu." ucap Yudi, dan Cecil menurutinya... karena dia memang malas untuk makan secara elegan seperti tamu lainnya.
Mas Yudi lagi kenapa sih, kok ngajak makan di tempat begini, kan jadi ga bebas makannya. batin Cecil.
Setelah makan mereka selesai. Yudi kemudian mengambil sesuatu dari kantong celananya. Dan dia memegang tangan Cecil, memasukan sesuatu di jari nya. Cecil kaget mengerutkan keningnya.
" Mas... ini apa maksudnya ?" tanya Cecil bingung ada sebuah cincin di jari manisnya sekarang.
" Mas mau... kamu selalu pake cincin ini, itu menandakan kalau Mas cinta sama kamu, dan kamu ga boleh melepasnya, selama kamu...juga cinta sama Mas. " ucap Yudi lalu mencium tangan Cecil.
" Makasih Mas... aku pasti pake terus cincinya." jawab Cecil, " Jadi... Mas ngajak makan aku di sini biar kayak di film gitu... romantis ya... he..he... " lanjutnya.
Setelah makan malam, Yudi mengajak Cecil ke taman. Mereka duduk di taman sambil melihat bintang. Yudi memeluknya dan menyenderkan kepala Cecil di dada nya. Mereka berdua sedang jatuh cinta, selalu ingin menghabiskan waktu bersama.
" Mas... lihat deh, bintangnya yang dekat dengan bulan, terang banget." ucap Cecil dengan menunjuk satu bintang yang paling terang dekat dengan bulan.
" Seperti kamu... bintang yang paling terang di hatiku." jawab Yudi dengan mencium tangan Cecil yang menunjuk bintang.
" Gombal... " ucap Cecil.
" Kok gombal sih, bener... hati Mas bakal gelap dan dingin kayak bulan, kalau ga ada kamu,.... bintang yang paling terang menemaninya." ucap Yudi dengan memegang kedua pipi Cecil menghadapnya. " Makanya, kamu jangan tinggalin Mas ya... nanti langit jadi mendung, dan bulan tidak bercahaya lagi kalau bintangnya ga mau muncul." lanjutnya dan ingin mencium bibir Cecil, tapi langsung di tahan dengan telapak tangan Cecil.
" Hayoo.... mau ngapain ? " ucap Cecil dan tertawa karena melihat wajah Yudi kesal. " Gombal... bilang aja modus mau nyium aku... ha...ha..." lanjut Cecil dangan memencet hidung Yudi.
" Dasar.... gadis kecil nakal." ucap Yudi dengan menggelitik perut Cecil.
" Ampun... ampun Mas." mohon Cecil di sela tawa nya. " Iya ... aku ga nakal lagi... Sayang." ucap Cecil setelah Yudi berhenti menggelitiknya, dan akhirnya mereka berpelukan.
" Sayang... maaf ya... Mas belum bisa pisah dari Intan, karena masih menunggu calonnya Intan kembali dari Malaysia." ucap Yudi. " Kalau masalahnya sudah selesai, Mas pasti akan langsung melamar kamu, dan kita menikah." lanjut Yudi semangat.
" Siapa yang mau menikah sama Mas Yudi... Ge - Er..." jawab Cecil dan melepaskan pelukannya, wajah Yudi berubah muram mendengar jawaban gadis kecilnya.
" Sayang... maksud kamu apa ?" tanya Yudi cemas.
" Kuliah aku belum selesai Mas... lagi pula, aku punya Kakak yang juga belum menikah, aku ga mau mendahului Kak Noval." jawab Cecil, dan membuat wajah Yudi begitu sedih. " Mas... mau nunggu aku ga... ?" lanjut Cecil, menggoda Yudi dan langsung memeluk Cecil erat, karena dia tidak mau jauh dari gadis kecilnya.
" Mas pasti nunggu kamu, karena Mas sangat mencintaimu gadis kecil." ucap Yudi." Bulan selalu menunggu bintangnya yang terang, untuk selalu menemani nya." lanjutnya.
" Cecil juga cinta sama Mas Yudi." ucap Cecil, dan mata mereka bertemu, Yudi perlahan menundukkan kepalanya, dan mencium bibir mungil gadis kecilnya dengan lembut, dibawah sinar bulan dan bintang yang sangat indah.
" Mas... pulang yuk... aku ngantuk." ucap Cecil manja, Yudi menurutinya dan mereka pulang.
Di perjalanan pulang, Cecil tertidur di motor, dan membuat Yudi menjalankan motornya pelan, dengan tangan kirinya memegang kedua tangan Cecil, dan tangan kanannya memegang stang motornya. Yudi berjalan berhati - hati, menjaga gadis kecilnya agar tidak terbangun.
Setelah sampai di depan rumah Cecil, Yudi mematikan mesin motornya. Dia mengambil Hp nya dan menelpon Lina. " Lina, apakah orang rumah sudah tidur." ucap Yudi saat telponnya tersambung.
" Sudah Mas, cuma aku yang belum, lagi mengerjakan tugas. Ada apa Mas ?" jawab Lina.
" Tolong buka pintu ya, Mas Yudi sama Kak Cecil di depan. " ucap Yudi, dan mematikan Hp nya.
Dengan pelan, dia turun dan langsung menggendong Cecil. Pintu sudah di buka oleh Lina. Yudi menggendong dan meletakkan Cecil di ranjangnya dengan pelan, agar Cecil tidak terbangun. Lalu menyelimutinya dan mencium kening gadis kecilnya. Tangan Cecil mencari gulingnya, saat Yudi sedang mengambilkan gulingnya, tangan Cecil lebih dulu merangkul leher Yudi, mungkin dikira itu guling. Yudi pun akhirnya jatuh di atas tubuh Cecil. Dengan segera dia ingin bangun, tapi Cecil langsung menarik Yudi yang disangka gulingnya, " CUP" jatuhnya yang kedua, bibir mereka saling bertemu. Akhirnya Yudi hanya mencium sekilas bibir mungil itu.
" Dasar Gadis kecil nakal... tidur pun, kamu masih bisa nakal menggoda ya. " batin Yudi, dan dia meninggalkan kamar Cecil dan pamit pada Lina.
*** **To Be Continue **
Terima kasih sudah membaca cerita ku, mohon maaf jika masih ada kesalahan penulisan dalam kata2,
author mohon dukungannya untuk Like, comment, n vote nya. terima kasih*. 😘👍❤**