Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Akhir Pekan



Pagi akhir pekan Cecil dan Surya pergi jogging bersama di taman. Cuaca pagi yang cerah, udara yg sejuk menemani jogging mereka. Saat sampai di taman Surya turun dari mobilnya dan membuka bagasi belakang. Surya mengeluarkan sepeda lipatnya. Cecil pun kaget melihat itu, mengapa Surya membawa sepeda.


"Mas, kamu membawa sepeda ?" tanya Cecil menghampiri Surya yang sedang menyetel sepedanya.


"Iya Cimut aku membawa sepeda, bisa saja nanti kamu lelah kan. Jadi sepeda ini bisa digunakan dan juga bisa dipakai bergantian, bagaimana ?" jawab Surya yang sudah siap dengan sepedanya.


"Kalau begitu aku lari duluan saja Mas Surya bersepeda dibelakang aku ya," ucap Cecil.


"Baiklah, kalau begitu ayo silahkan kamu duluan berlari aku mengikutimu pelan-pelan dibelakang," jawab Surya mempersilahkan Cecil berlari dan dia pun mengikuti dengan sepedanya.


Satu putaran taman Cecil berlari dan Surya pun bersepeda mengikuti Cecil. Setelah itu di putaran kedua, Cecil bersepeda dan Surya berlari. Setalah dua putaran mereka merasakan lelah dan memutuskan beristirahat sejenak di bangku taman. Saat Cecil duduk di bangku taman tersebut dia tiba-tiba teringat dangan Yudi. Beberapa saat Cecil terdiam melamun dan itu diperhatikan oleh Surya. Sesaat kemudian Surya menyadarkan Cecil dengan memanggilnya.


"Cimut.... kenapa kamu melamun, ada masalah ?" tanya Surya dan Cecil pun menoleh ke arah Surya karena tersadar dari lamunannya.


"Tidak apa-apa Mas, maaf aku haus Mas aku beli minum dulu ya," jawab Cecil mengalihkan pandangannya kembali.


"Kamu tunggu saja di sini, biar aku yang membeli minum untukmu," ucap Surya bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Cecil untuk membeli minuman.


Setelah Surya berlalu dari tempat duduknya, Cecil kemudian kembali teringat akan saat malam itu bersama Yudi. Di taman ini malam itu setelah makan malam, Yudi memakaikan cincin yang sekarang masih melingkar di jari manisnya. Betapa indah malam itu ditemani bulan dan bintang. "Kamulah bintang yang becahaya terang itu, dan aku bulan yang akan menjadi dingin dan gelap jika bintangku tidak muncul dan bercahaya di dekatnya." Kata-kata itu yang diucapkan Yudi kepadanya. Kemudian Cecil mencium cincin yang ada di jari manisnya dan berkata dalam hatinya "Mas Yudi aku rindu padamu, aku akan selalu menjadi bintang yang bercahaya terang untukmu."


Tak lama kemudian Surya datang membawa minuman. "Cimut, ini minumanmu maaf agak lama karena ramai sekali di sana," ucap Surya dengan memberikan botol minuman kepada Cecil.


"Terima kasih Mas Surya," jawab Cecil dan membuka minumannya.


"Bagaimana Cimut apakah kamu masih lelah ?" tanya kembali Surya setelah menghabiskan minumannya dan sudah beberapa menit mereka duduk di taman.


"Tidak Mas, hanya saja aku sudah lapar," jawab Cecil dengan tersenyum malu dan memegang perutnya.


Melihat tingkahnya yang seperti gadis kecil sedang memohon untuk makan Surya pun ikut tersenyum menggelengkan kepalanya pelan dan mencubit hidungnya.


"Aduh, sakit Mas Surya jangan cubit hidungku," teriak Cecil dan memukul tangan Surya yang sedang menempel di hidungnya.


"Iya maaf Cimut, kamu itu bikin gemes sih jadi tidak tahan mau cubit hidungnya tuh, ayo kita pergi makan dulu lalu aku antar pulang ke rumah," ucap Surya. "Sudah jangan cemberut saja mau aku cubit lagi," lanjutnya dan membuat Cecil langsung menutupi hidungnya dengan tangan.


"Mas Surya, aku tidak mau jalan tapi juga tidak mau bersepeda ke tempat parkir, aku lelah dan lapar," ucap Cecil manja.


"Ya sudah ayo duduk di depan sepeda ini biar aku yang mengayuh sepedanya," jawab Surya dengan menyuruh Cecil duduk di depan sepedanya.


"Dasar gadis kecil nakal kalau tadi sampai jatuh bagaimana sepedanya," ucap Surya saat memasukkan sepeda lipatnya ke bagasi.


"Mas Surya, jangan sebut aku gadis kecil," ucap Cecil tiba-tiba kesal dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Cimut maaf, Mas lupa tadi. Aku tidak akan memanggilmu gadis kecil lagi. Senyum donk jangan cemberut lagi mau kucubit hidungnya," perkataan Surya membuat Cecil menutup hidungnya dan akhirnya membuat mereka tertawa lagi.


Mereka pergi meninggalkan taman menuju rumah makan apung sebelum pulang ke rumah. Rumah makan yang tempatnya di atas air membuat pengunjung bisa makan dan sekaligus menikmati kenyamanan tempatnya yang seperti alam langsung.


"Ayo makan yang banyak tadi kamu lapar sekali bukan," ucap Surya saat makanan pesanannya sudah di tata di atas meja.


"Iya aku akan makan dan pasti habis tanpa sisa," jawab Cecil yang langsung mengambil makanannya.


Surya hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah laku Cecil, gadis kecil yang imut tapi akan marah jika dipanggil gadis kecil. Surya hanya memakan sedikit lalu dia selesai duluan dan bersandar menikmati suasana alam sambil melihat gadis kecil yang sedang makan dengan lahapnya.


Setelah selesai makan Cecil tidak melihat Surya, dia menenggok ke kanan dan kiri tapi tidak menemukan Surya. Cecil pun beranjak dari duduknya dan menuju toilet. Saat dia kembali dari toilet, Surya belum kembali juga. Cecil akhirnya bertanya kepada pelayan tenatang keberadaan Surya dan ternyata ada di kolam ikan samping rumah makan.


"Mas Surya sedang apa di sini, mengapa aku ditinggalkan sendirian di sana," ucap Cecil kesal.


"Cimut ke sini ayo lihat, rendam kakimu di sini dan ikan-ikan kecil itu akan datang mendekati kakimu," jawab Surya dengan menunjukkan kakinya di dalam kolam. "Mas tadi lihat kamu sedang makan lahap sekali jadi tidak ingin ganggu," lanjutnya.


"Tapi kan Mas Surya bisa bilang sebentar jadi aku tidak mencari-cari Mas Surya ke sana ke mari," ucap Cecil kesal. "Apa tidak sakit ikan-ikan kecil itu gigit kaki Mas Surya ?" lanjut Cecil bertanya heran.


"Tidak, ayo coba masukkan kakimu, ini bisa membuatmu rileks," ajak Surya dan Cecil pun memassukan kakinya ke dalam air.


Setelah lima belas menit akhirnya mereka pulang. Surya mengantar Cecil dan berpamitan lagi pulang ke rumahnya. Cecil pun akhirnya langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya berendam di bathtub, tidak sadar karena lelah Cecil tertidur di bathtub. Sampai suara dering ponselnya membuat dia bangun.


"Astaga, kenapa aku bisa tertidur di sini, Mas Yudi telepon. Aduh... aw... kaki aku," Cecil terpeleset saat dia mau keluar dari kamar mandi, dia terburu-buru ingin mengangkat teleponnya tapi karena baru terbangun dari tidurnya di bathtub tubuhnya tidak stabil. Pelan-pelan dia bangun dan berjalan keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil ponselnya.


"Mas Yudi........," suara tangis Cecil langsung keluar saat teleponnya tersambung.


***To Be Continue ***


Terima Kasih para pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 , Favorite ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.