DIVA AND THE BRANDALS

DIVA AND THE BRANDALS
DIVA Fourthy



Ricky menghentikan motornya di sebuah taman kota. Ia mengajak Diva masuk dan menyuruhnya untuk menunggunya sebentar.


Sementara itu Ricky bergegas pergi untuk membeli sesuatu.


Tidak lama Ricky menghampiri Diva dengan membawa dua cone ice cream.


"Kamu tahu gak bedanya kamu sama ice cream?" tanya Ricky


"Enggak," jawab Diva


"Kalau ice cream itu sekali hap langsung habis, tapi kalau cintaku padamu tak akan pernah habis hingga ajal menjemput ku eaaa!" sahut Ricky


"Dih gombal," jawab Diva


"Beneran ini Div, swear!" ujar Ricky meyakinkan


"Hmm, sebenarnya aku mau percaya tapi aku belum percaya kalau tidak mengetesnya lebih dulu,"


"Tes Drive maksudnya?" tanya Ricky antusias


"Bisa dibilang begitu," jawab Diva mengangguk-anggukkan kepalanya


"Yes, aku gak nyangka kalau dia ternyata anu juga," ucap Ricky memalingkan wajahnya


"Jangan ngeres otak lo!" cibir Diva


"Siapa yang ngeres sih orang mulus gini muka gue!" sahut Ricky


"Jadi gini maksud gue tuh aku pengin menguji cinta kamu dengan cara, kita break pacaran setelah lulus SMA. Aku akan mempertimbangkan lagi untuk melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius jika kita lima tahun ke depan kau sudah menjadi orang sukses," jawab Diva


"Kok gitu sih Div, tega banget kan aku lagi sayang - sayangnya sama kamu, kalau kita pisah apalagi LDR kan aku bisa mokat (mati )!" seru Ricky


"Siapa bilang kita pisah, kita tetap berhubungan hanya saja mungkin lewat LDR karena aku ingin fokus kuliah setelah lulus SMA agar aku bisa menjadi seorang dokter seperti keinginan Mama. Karena aku tahu jika otakku ini pas-pasan maka aku tak bisa fokus belajar jika masih bersama kamu. So itulah alasanku untuk break sementara agar aku bisa belajar dengan fokus, jadi gimana. Apa kamu masih mau menjalin kasih dengku?" tanya Diva


Diva begitu bahagia hingga langsung memeluk erat Ricky.


"Terimakasih sudah mau mengerti aku," bisik Diva


Keduanya kemudian menghabiskan hari pertama kencan mereka dengan menikmati semua kuliner yang ada di taman tersebut.


Hari kelulusan pun tiba, Diva akhirnya pergi ke luar kota untuk kuliah kedokteran bersama dengan Hara. Sementara Dru memilih untuk menjadi seorang model daripada harus kuliah.


Berbeda dengan yang lain Ricky justru memilih tidak menggunakan kekayaan orang tuanya dan mulai berbisnis sambil kuliah. Tidak di sangka Bisnis Ricky maju pesat dan ia menjelma menjadi seorang enterpreneur muda dengan penghasilan fantastis.


Kebar keberhasilan Ricky menjadi seorang pebisnis membuat Diva bahagia. Ia pun semakin bersemangat untuk segera lulus menjadi seorang dokter.


Lima tahun sudah berlalu Ricky terus menunggu kedatangan Diva. Namun sayangnya gadis itu tak pernah terdengar kabar beritanya. Bahkan ada yang mengatakan jika ia sudah menikah dengan seorang dokter spesialis .


Sore itu Ricky tampak bersiap-siap untuk menemui Diva.


Sore itu Diva tengah mengunjungi rumah seorang pasien dan mengobati sakitnya.


"Jangan percaya dengan Diva, karena ia suka memberi harapan palsu!" cibir Ricky


Diva yang kesal langsung menoleh sambil mencari sumber suara yang mencibirnya dengan kesal.


Ia begitu terkejut saat tahu suar iru adalah Ricky.


Momen pertemuan itu sengaja dimanfaatkan Ricky untuk melamar Diva.


"Diva maukah kamu menjadi istriku?" tanya Ricky


Seketika Diva mengangguk dan memeluk pria di depannya itu.


*Tamat*