DIVA AND THE BRANDALS

DIVA AND THE BRANDALS
DIVA Thirty Five



"Jangan bohong, bagaimana bisa seorang ayah tidak memiliki golongan darah yang sama dengan putrinya, bukankah seharusnya golongan darahnya sama dengan ayahnya jika putrimu tidak memiliki golongan darah yang sama denganmu," ujar Gandhi seketika membuat Rachel terdiam


Kedatangan seorang dokter membuat keduanya seketika terdiam.


"Bagaimana Tuan Gandhi, apa anda sudah mendapatkan donor untuk putri anda?" tanya seorang dokter


"Biar saya saja yang akan menjadi pendonor untuk putriku," jawab Gandhi


"Baiklah kalau begitu, mari ikut saya,"


Gandhi kemudian mengikuti dokter menuju ruang transfusi darah.


Rachel tampak menatap sendu melihat Gandhi mendonorkan darahnya kepada putrinya.


"Meskipun aku sekuat tenaga menutupinya, tapi aku tak bisa berkata apa-apa jika Tuhan yang membuka tabir yang selama ini ku tutup rapat-rapat,"


*Flashback off


"Aku curiga kenapa kau mati-matian melindungi bocah itu, apa dia putrimu??" tanya Herly


"Aku harus melindunginya karena Rachel menitipkannya kepada ku," jawab Gandhi


Herly tak bisa menyalahkan Gandhi meskipun ia tahu Gandhi menyembunyikan sesuatu darinya. Namun ia enggan bertanya lagi apalagi jika berhubungan dengan Rachel. Baginya itu adalah masa lalu yang membuat dirinya dan Gandhi terluka.


"Sebaiknya kau segera mengurus polisi itu sebelum menyelamatkan bocah itu," ucap Gandhi memberikan surat penyegelan kepada Gandhi


Gandhi menarik sudut bibirnya saat membaca surat itu.


"Sebenarnya siapa dia??"


Gandhi kemudian menyuruh seorang hacker untuk mencari informasi tentang Harisman Satrowijoyo.


Setelah lima menit berlalu Gandhi mendapatkan semua informasi tentang Harisman..


"Jadi dia melakukan semua ini untuk membalas dendam karena Ricky, Diva, dan teman-temannya sudah mencelakai putranya.


Gandhi kemudian mengerahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga di lokasi proyek mereka.


Ia bahkan tak segan-segan membantai para polisi yang berusaha menyegel proyek mereka.


Gandhi bahkan membawa anak buahnya untuk menyerang Harisman di kediamannya.


"Apa yang kau inginkan?" tanyanya sinis


"Aku tahu kau kau sengaja ingin menunjukkan kekuasaanmu dengan menyegel proyek kami hingga menangkap anak-anak hanya untuk di jadikan sebagai budak,"


"Lalu kenapa, apa urusanmu hingga ikut campur dalam urusan kami?" tanya Harisman


"Karena kau sudah menyakiti putriku, dan aku tidak bisa tinggal diam melihat kau menyiksanya,"


"Baiklah kalau begitu aku akan membebaskan mereka jika kau juga melepaskan aku?" ujar Harisman


Gandhi menyeringai mendengar ucapan Haris.


Ia kemudian menurunkan pistolnya kemudian menghajar pria itu hingga babak belur .


"Jangan lupa tarik anak buahmu dari proyek kami jika tak mereka aku habisi," tukas Gandhi


Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk pergi meninggalkan kediaman Harisman.


Ia segera menuju ke kantor polisi tempat Diva dan kawan-kawannya di tahan.


Gandhi segera turun dan menghampiri Diva yang berjalan gontai menuju pintu keluar.


"Maafkan aku yang telat menjemput...." Baru saja Gandhi akan mengulurkan tangannya, tiba-tiba Ricky langsung menggandeng gadis itu dan membawanya pergi.


"Dasar anak muda, selalu saja mau enaknya saja!" cibir Gandhi


Sementara itu Diva mencoba melepaskan diri dari Ricky.


"Apa-apaan sih, lepasin gue!" seru Diva


"Gak bisa, gara-gara gue lo jadi masuk tempat ini. Jadi biarkan aku menebus kesalahanku kali ini," jawab Ricky


Ia kemudian membukakan pintu mobilnya dan menyuruh gadis itu masuk.


"Terus temen-temen gue gimana?" tanya Diva


"Tenang, ada Om Gandhi yang akan mengurus mereka jadi sans aja!" seru Ricky kemudian melesatkan mobilnya