
Diva mulai menyerang satu persatu lawannya.
Namun lagi-lagi sekelompok siswa keluar dari dalam kelas membuat Diva seketika memperhatikan sekelilingnya.
Kini ia dikepung oleh puluhan siswa yang sudah siap membantainya. Diva masih mengepalkan tangannya dan memasangnya di dada.
Ia masih belum bergerak karena masih melihat pergerakan lawan.
Sementara Hara berusaha melepaskan tangannya agar bisa membantu Diva yang mulai kewalahan menghadapi puluhan siswa pria yang mengeroyoknya.
*Buughhh!!
*Brakkk!!
Seketika Dru terbelalak saat melihat Diva terhempas dan menghantam gawang sepakbola.
Seketika tubuhnya terasa panas, wajahnya memerah dengan sorot mata elang yang siap menerkam mangsanya.
Ia mengeratkan giginya sambil mengepalkan tangannya.
Baru kali ini ia melihat Diva terluka hingga membuatnya begitu marah melihat gadis yang dicintainya meringis kesakitan.
"Aarrgghhh!!" ia menjerit keras hingga ikatan tangannya lepas.
Lelaki itu segera melompat dan menghajar semua pria yang mendekati Diva.
Hara yang berhasil melepaskan ikatan tangannya pun segera bergabung dan membantu Dru menghabisi para siswa itu.
Merasa terdesak ketua geng SMA TUNAS MUDA kembali memanggil teman-temannya.
Saat ketiganya kewalahan, sebuah motor melesat menabraki semua siswa yang menyerang Diva.
Ricky datang bersama dengan Gandhi membantu mereka.
Meskipun hanya seorang diri Gandhi mampu melumpuhkan anak-anak SMA itu dengan tangan kosong.
Diva tampak senang melihat kedua sahabatnya selamat ia pun kemudian memeluk Dru dan Hara .
"Terimakasih ya sudah bertahan untukku," ucap Diva
"Iya Div, tapi please jangan lama-lama pelukannya," ucap Dru
"Memangnya kenapa?" tanya Diva
"Gunung kembar mu membuat adikku terbangun," jawab Dru membuat Diva langsung menendangnya
"Dasar cabul!" seru Diva
"Tapi kamu harus berterima kasih sama dia Div," ucap Harra
"Iya sih, thanks Dru,"
"Kok cuma gitu?"
"Memangnya kamu mau apa!" hardik Diva
"Maunya sih kiss, biar kaya di drakor gitu!" seru Dru
"Dih ogah!" seru Diva kemudian meninggalkan Dru dan menghampiri Ricky
"Apa kamu baik-baik saja?"
Ricky seketika murung melihat Diva menghampirinya.
Diva melihat luka di pelipis Ricky, "Pasti sakit ya?" tanyanya sambil mengusap wajah pria itu
"Sakitnya sih gak seberapa, lebih sakit saat melihat mu memeluk Dru dan Harra," jawab Ricky
"Oh itu, tapi kita kan gak boleh berpelukan?" jawab Diva
"Kenapa?" tanya Ricky penasaran
"Karena kau menyukaiku maka aku takut terjadi sesuatu saat kau memelukku," jawab Diva
"Aku Ricky bukan Dru, takan terjadi apapun setelah aku memeluk mu," jawab Ricky
"Trus me," jawab Ricky
Diva kemudian memeluk Ricky membuat Dru pun ikut memeluknya.
Ricky seketika menendang Dru saat melihat pria itu hendak memeluk Diva.
"Jangan ikut-ikutan atau aku akan mengirim mu ke Konoha!" ancam Ricky
"Lakukan saja jika bisa. Ingat ya Sampai kapanpun kau tidak akan pernah mendapatkan Diva karena ia hanya mencintai aku saja," jawab Dru
"Jangan kepedean, kata siapa dia suka sama lo!" saut Ricky
"Kata gue lah, lagian kami sudah berteman cukup lama lebih lama daripada dirimu jadi jangan berharap lebih!" tandas Dru
Melihat percekcokan antara Ricky dan Dru membuat Diva langsung berteriak untuk menghentikan keduanya.
"Sekarang lebih baik kau pilih saja aku atau Ricky!" seru Dru
Diva tampak menarik nafas dalam-dalam mendengar pertanyaan Ricky.
"Bukankah sudah ku bilang, aku butuh waktu untuk menentukan siapa yang aku sukai," jawab Diva
"Memangnya butuh berapa lama lagi, bukankah sekarang sudah semester dua jadi butuh berapa lama lagi. Bukankah cinta itu datang tiba-tiba, dia bahkan tak butuh waktu lama untuk membuat kau jatuh hati pada seseorang. Jadi katakan saja siapa yang kau suka, aku tidak akan marah jika kau tak memilih ku. Setidaknya aku harus tahu perasaan mu padaku agar aku bisa move on darimu," tegas Dru
"Benar Div, katakan saja siapa yang kau suka,"
Lagi-lagi Diva menghela nafas panjang, ia tak tahu harus mengatakan apa kepada kedua pria itu.
"Sebenarnya aku sangat sayang kepada kalian berdua, dan aku tak mau kehilangan kalian hanya karena masalah cinta. Jujur aku menyukai Dru pada awalnya, dia selalu membuat ku tertawa, hingga aku bisa melupakan kesedihan ku. Tapi aku tahu jika perasaan ku sama Dru bukan cinta, aku mengaguminya sebagai teman. Ricky, sebenarnya aku sangat benci padamu karena sikap arogan mu, tapi entah kenapa perasaan benci itu lama-lama berubah menjadi perasaan yang membuat ku selalu ingin bersamamu, aku tidak tahu ini cinta atau bukan yang jelas dari kalian berdua aku lebih menyukai Hara!" seru Diva membuat kedua pria itu langsung jatuh ke tanah
*Gubrakkk!!
Hara hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Diva.
"Sebaiknya kau jujur saja Diva, katakan isi hatimu sebenarnya. Jangan membuat Ricky bersedih, katakan saja kalau kau menyukai dia agar Dru bisa move on. Kasian selama ini menahan diri untuk tidak jatuh cinta lagi demi menunggu jawaban mu," jawab Hara
Diva langsung berlari memeluk Hara.
"Ini lah yang membuat aku menyukai mu Hara. Kau selalu bisa menunjukkan jalan keluar untukku, kau selalu ada untukku kapan pun dimanapun, terima kasih Hara karena sudah menjadi kakakku," ucap Diva
Hara kemudian melepaskan pelukan Diva dan menggandeng gadis itu menghampiri Ricky.
"Sebagai kakaknya aku tahu hanya kau yang bisa membahagiakan Diva, jadi tolong jaga dia, aku tak akan mengampuni mu jika kau sampai membuatnya menangis, karena satu tetes airmata nya maka kau akan menerima seratus pukulan dariku," ucap Hara kemudian menyatukan telapak tangan Diva dan Ricky.
Seketika Dru menangis tersedu-sedu melihat kedua pasangan kekasih itu
"Huaaa, teganya kau Hara!" seru Dru sambil terisak
"Cup, cup, jangan menangis, gue kenalin lo sama teman gue yang gak kalah kawai dari Diva," tukas Ricky
"Beneran ya, tapi aku mau selain cantik dia juga harus pandai ilmu beladiri seperti Diva," ujar Dru
"Gampang lah kalau soal itu," jawab Ricky kemudian menggandeng Diva
Ia kemudian mengajak Diva naik keatas motornya.
"Sorry kita duluan ya, biasalah pasangan baru mau mojok!" ucap Ricky
"Awas jangan diapa-apain Diva gue!" seru Dru
"Sans aman kok, gak bakal lecet dia, paling cuma merah-merah aja," sahut Ricky kemudian berlalu pergi
"Tidak ku sangka dia ternyata cabul juga!" cibir. Dru
"Jangan negatif gitu," sahut Hara
"Kenapa Lo gak terima saja cinta Diva, aku tahu kok sebenarnya kamu suka kan sama dia!"
"Memangnya kalau suka harus jadian?" jawab Hara kemudian segera menuju ke parkiran sepeda motornya.
"Wah lo benar-benar keren Har, lo melepaskan Diva untuk Ricky padahal lo tahu jika Diva juga suka sama lo!" jawab Dru