
Ricky berjalan santai menuju ke sel tahanan khusus anak.
Ia begitu berharap agar bisa bertemu dengan Dru dan Hara di sana. Tapi sayangnya ia harus kecewa saat tak menemukan satupun dari mereka di sana. Bahkan saat seluruh napi dikumpulkan untuk makan malam, ia tetap tak bertemu dengan salah seorang dari mereka.
"Dimana mereka, kenapa tak ada di sini. Apa mereka di tahan di tempat lain?"
Karena penasaran Ricky menanyakan kepada seorang sipir tentang keberadaan ketiganya, namun tak seorangpun sipir yang mengetahui dimana keberadaan sel ketiga abg itu.
"Haish sialan, bagaimana mungkin dia tidak ada di sini," gerutu Ricky
Saat semua napi sudah mulai terlelap, terlihat seorang sipir berjalan mengendap-endap membawa tiga porsi makanan turun ke lantai bawah.
Ricky yang curiga membangunkan seorang napi dan menanyakan kepadanya apa yang dilakukan oleh sipir tersebut.
"Mungkin mereka membawa makanan untuk tahanan khusus di lantai bawah?" jawabnya singkat
"Tahanan khusus apa maksudnya?" tanya Ricky lagi
Karenanya aku begitu kepo Ricky bahkan sampai mengeluarkan uang untuk mengorek informasi dari sang napi.
"Tahanan khusus adalah seorang napi yang ditangkap karena kejahatan khusus. Mereka biasanya di letakkan si lantai bawah agar tak seorangpun bisa menemuinya. Selain itu seorang tahanan khusus dilarang untuk melakukan kegiatan apapun selama menjalani hukuman. Mereka bahkan hanya diberi makan sekali dan itupun hanya di malam hari," jawab sang napi
"Oh begitu rupanya, kalau boleh tahu kesalahan apa yang dibuatnya hingga ia harus mendekam menjadi seorang napi tahanan khusus?" tanya Ricky
"Entahlah aku pun tidak tahu," jawab sang napi
"Tapi ada yang bilang mereka yang melakukan kesalahan dengan mencelakai keluarga petinggi polisi akan menjadi tahanan khusus," jawab sang napi
Ricky sengaja tidak tidur untuk menunggu kedatangan sang sipir yang mengantar makanan khusus untuk para nabi khusus.
Pukul 12.00 malam seorang sipir keluar dari lantai bawah dengan langkah terburu-buru dengan menenteng di tangannya.
Meskipun sedikit kecewa karena sang sipir itu tidak banyak memberi informasi tentang napi khusus di lantai bawah.
Sepertinya ia sengaja tak memberikan semua informasi karena ketakutan dengan pemimpin lapas.
Namun Ricky mulai lega saat mengetahui jika napi yang berasal dari lantai khusus adalah benar Diva dan kedua sahabatnya. Ricky menyimpulkan seperti itu berdasarkan ciri-ciri yang disebut oleh sang sipir.
"Seorang perempuan dan dua orang laki-laki yang masih di duduk di bangku SMA."
Tentu saja keterangan itu membuat Ia semakin jika ketiga temannya itu menjadi tahanan khusus di lapas.
Ricky yakin ketiganya adalah Diva dan kedua sahabatnya.
Sang sipir mengatakan jika ketiganya adalah seorang pelajar SMA yang ditangkap pada pagi tadi karena sudah mencoba mencelakai seorang putra dari pemilik tahanan tempat dimana ia tinggal kini.
Selesai memberikan informasi sang sipir pun pergi. Namun siapa sangka Ricky berhasil mendapatkan kunci sel tahanan khusus.
Malam itu, ia mengendap-endap ke lantai bawah untuk melihat keadaan ketiga temannya.
Ricky begitu terkejut saat melihat Dru dan Hara terlihat sedang membersihkan hanya puluhan sepatu milik para sipir.
Bukan hanya itu yang membuatnya semakin kaget saat melihat Diva sedang menyetrika tumpukan pakaian seragam petugas sipir.
Karena kelelahan gadis itu sampai jatuh pingsan membuat Ricky langsung berlari menghampirinya.
"Diva!!"
.