
Hara segera menarik Ricky, untuk bersembunyi saat polisi hampir saja menangkapnya.
Mereka bertiga masuk ke sebuah warkop dan bersembunyi di sana.
Merasa khawatir dengan keadaan Diva Ricky segera menghubungi Gandhi.
Hanya menunggu setengah jam sebuah mobil mercy langsung berhenti di depan warkop.
Ricky kemudian meminta Gandhi untuk membawa Diva ke dalam mobilnya. Melihat Diva akan di bawa oleh seorang gengster tentu saja membuat Hara mengikuti mereka.
Gandhi sempat melarang Hara dan Dru saat hendak masuk ke dalam mobilnya. Namun Ricky memberikan ijin kepada mereka.
Gandhi pun segera melesatkan mobilnya menuju ke istananya.
Ricky memang sengaja meminta Gandhi untuk membawanya pulang ke rumahnya dan merahasiakannya dari ayahnya. Ia tak mau sampai orang tuanya tahu jika ayahnya akan ikut campur dalam urusan sekolahnya.
Gandhi tampak gusar melihat luka di kepala Diva. Tak bisa di pungkiri jika ia merasa khawatir hingga buru-buru menelpon dokter pribadinya sebelum Ricky memintanya.
Diva mulai membuka matanya dan seketika tatapannya berhenti kearah Gandhi yang tampak gusar memandanginya.
"Bagaimana keadaannya dok," tanya Ricky begitu dokter selesai memeriksanya
"Semuanya ok, sepertinya dia gadis yang kuat hingga tak mengalami cedera serius," jawab sang dokter
"Alhamdulillah," ujar keempat pria itu bersamaan
Diva segera bangun dan berdiri.
"Mau kemana Div?" tanya Ricky
"Haus, mau minum gue," jawab Diva santai
Seketika Ricky dan Dru langsung bergegas menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Namun keduanya tampak kecewa saat melihat Diva telah terlihat begitu segar.
"Terimakasih Om, " ucap Diva membuat Ricky dan Dru langsung menoleh sinis kearahnya.
Kedua pemuda itu tampak tak suka melihat sikap Gandhi yang dianggap mendahului mereka.
Ia kemudian segera meninggalkan tempat itu dan membiarkan keempat bocah SMA itu untuk menikmati makan siang mereka.
Diva tampak begitu lahap menikmati makan siangnya sementara Dru dan Ricky tampak memperhatikan Diva yang tampak cuek.
Keduanya seolah tersihir dengan sikap cuek namun menggemaskan seorang Diva.
"Ehemmm!" seru Gandhi membuat Dru dan Ricky langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.
"Cepat habiskan makanan kalian sebelum ayah Ricky datang ke sini,"
"Kenapa ayahku ingin datang ke sini?" tanya Ricky
"Seperti biasa ia hanya ingin tahu tentang keadaan mu?" jawab Gandhi
Seketika Diva tersedak membuat Ricky dan Dru seketika bersamaan memberikan segelas minuman kepadanya.
Gandhi hanya menghela nafas melihat kedua Pemuda itu mencari perhatian Diva.
"Sepertinya kau harus lebih hati-hati agar tidak merepotkan orang lain!" seru Gandhi kemudian memberikan segelas air putih kepadanya
Lagi-lagi Dru dan Ricky langsung menoleh kearah Gandhi dengan pandangan mata yang tak bersahabat.
Tiba-tiba anak buah Gandhi menemuinya dan mengatakan jika ayah Ricky sudah tiba di pintu gerbang.
"Sebaiknya kalian segera masuk ke dalam gudang jika tak mau berurusan dengan ayah Ricky,"
Seketika ketiga pemuda itu langsung masuk kedalam gudang. Hingga lupa meninggalkan Diva.
Seketika Gandi langsung menarik Diva dan menyuruhnya masuk kedalam gudang saat mendengar suara derap langkah mendekat kearahnya.
Seorang pria tinggi besar berdiri di depannya.
"Aku dengar Ricky terlibat tawuran pelajar, apa itu benar?" tanyanya dengan wajah sangar..
Seketika semua tercengang mendengar ucapan Pria itu.