
Ricky membawa Diva ke rumahnya. Ia mengajak gadis itu turun dan mengajaknya masuk ke kamarnya.
Diva tak bisa menolak ataupun pergi dari tempat itu karena ia merasakan kaki dan tangannya mulai terasa sakit dan nyeri.
Ia hanya pasrah saat Ricky mengobatinya dengan telaten. Pemuda itu bahkan memanggil seorang terapis khusus untuk menyembuhkan kaki dan lengan Diva yang kram karena melakukan pekerjaan kasar selama di tahanan.
Melihat Diva yang tertidur setelah diobati Ricky kemudian membiarkan gadis itu tidur di ranjangnya. Sedangkan ia memilih tidur di sofa menemaninya.
"Selamat malam Diva, semoga mimpi indah," ucap Ricky kemudian menyelimuti gadis itu.
Gandhi yang melihat perlakuan Ricky terhadap putrinya merasa seolah melihat Rachel dan Herly saat masih muda.
"Mereka begitu mirip, semoga kisah cinta kalian tak berakhir tragis seperti kisah cinta kedua orang tua kalian," ujar Gandhi kemudian menutup pintu kamar Ricky dan meninggalkannya
Keesokan harinya, Ricky sengaja menyiapkan menu sarapan spesial untuk Diva. Ia bahkan mengantar sarapan Diva ke kamarnya.
"Selamat pagi Diva?" sapanya begitu sumringah
"Pagi," jawab Diva
"Sekarang saatnya sarapan," ucap Ricky kemudian mengajak Diva menuju ke meja makan yang sudah dipersiapkan di kamarnya.
Diva tampak melotot saat melihat aneka hidangan tersedia di meja makannya.
"Wah banyak sekali menunya?"
"Tentu saja, Pagi ini sengaja aku menyiapkan makanan spesial khusus untukmu. Jadi kamu harus makan yang banyak agar cepat sembuh," tukas Ricky
"Emangnya aku sakit apa?"tanya Diva
"Sebenarnya kamu itu tidak sakit, hanya saja sedikit kelelahan Karena terlalu banyak bekerja saat di lapas. Jadi kamu butuh banyak asupan makanan yang sehat agar kondisimu cepat pulih seperti semula. Dan yang paling penting adalah agar kau bisa membalas perlakuan orang-orang yang sudah mengirim mu ke penjara. Apakah kamu mengerti?"
"Ah, tentu saja aku mengerti, aku bahkan hampir lupa jika kau tidak mengingatkanku. sepertinya Pagi ini aku harus makan yang banyak agar aku bisa membahas tentang kepada pria brengsek yang sudah menjebak ke dalam penjara," ucap Diva berapi-api.
Gadis itu kemudian segera melahap makanan yang ada di depannya tanpa menghiraukan menganga melihatnya.
"Kau benar-benar wanita yang luar biasa. Kau bahkan tidak canggung ataupun malu, saat makan di depan pria tampan sepertiku. Karena biasanya para gadis akan menjaga imagenya saat berada di dekatku," sindir Ricky
Diva hanya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Ricky.
Selesai sarapan Diva langsung berpamitan pulang, Namun Ricky menahannya. Ia sangat mengkhawatirkan Diva hingga tak berniat untuk membiarkan gadis itu pergi dari rumahnya.
Selesai sarapan Ricky mengantar Diva ke sekolah. Tapi sialnya Herly justru memergoki keduanya hingga membuat Ricky begitu panik dan menyembunyikan gadis itu dibelakangnya.
Herly tampak sinis menatap Diva, yang masih bersembunyi di belakang tubuh putranya.
Ia tak mengira jik putranya akan melakukan sesuatu yang membuatnya kesal.
"Aku tidak pernah mengijinkan kamu membawa teman perempuan mu menginap di kamar mu, jadi cepat usir dia pergi, atau aku sendiri yang akan menyeretnya keluar," ujar Herly
Ricky kemudian menggenggam erat jemari Diva, seolah mengisyaratkan jika ia tidak mau menuruti perintah sang ayah.
"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pergi sendiri," sahut Diva kemudian melepaskan lengan Ricky.
Namun pemuda itu tak mau melepaskannya, hingga membuat Diva tak punya pilihan lain selain melepaskan tendangan kearahnya.
*Bruuughhh!!
Ricky terhempas ke lantai dan Diva segera melenggang pergi tanpa mempedulikan pemuda itu yang terus memanggil namanya.
Herly menatap sinis kearah Diva yang begitu dingin saat meninggalkan Ricky.
Tiba-tiba ia teringat bagaimana Rachel meninggalkan dirinya di hari pernikahannya.
Sial, kenapa aku seperti de javu dengan adegan ini,
Herly menatap kembali mengarahkan pandangannya ke Diva. Kali ini Ricky berhasil meraih tangan gadis itu.
"Apapun yang terjadi aku akan selalu ada di sisimu, jadi jangan takut. Meskipun dia adalah ayahku, tapi dia tidak bisa memisahkan kau dan aku," ucap Ricky meyakinkan dia
"Memisahkan kita berdua, memangnya siapa dirimu sampai berani berkata seperti itu padaku," jawab Diva
"Kau tanya siapa aku??" ucap Ricky tampak tak percaya mendengarnya dari Diva.
"Aku adalah Ricky seorang pemuda yang diam-diam menyukaimu. Aku adalah Ricky yang akan selalu menjaga dan melindungi mu mulai detik ini sampai maut memisahkan kita," ucap Ricky membuat Diva tertawa
"Tapi sayangnya aku bukan cewek lemah yang butuh perlindungan darimu, dan satu lagi untuk saat ini aku belum bisa menerima cintamu, jadi maaf?" jawab Diva mengangkat bahunya dan pergi
Melihat cinta putranya ditolak membuat Herly begitu geram.
"Oi!" seru Herly membuat Diva langsung berhenti
Pria paruh baya itu kemudian berjalan menghampiri Diva.
"Meskipun kau tidak menyukai putraku, tapi kau juga tidak perlu bersikap kasar seperti itu kepadanya. Sebagai ayahnya tentu saja aku tak terima saat melihat putra semata wayangku ini di remehkan oleh seorang wanita seperti mu," ujar
"Lalu Om mau apa?" tanya Diva
"Terima dia, jika kau ingin keluar dari sini dengan selamat," ancam Herly
Diva tersenyum mendengar ucapan Herly. Ia menganggap jika pria itu hanya bergurau hingga tak menghiraukan ucapannya.
Diva tetap melenggang pergi tanpa mempedulikan ancaman Herly.
"Kenapa kau begitu keras kepala seperti ibumu, kau bahkan tak bisa melihat seseorang yang tulus mencintaimu,"
Beberapa orang pria bertubuh kekar langsung menghadang Diva dan menyeretnya ke hadapan Herly.
"Sebenarnya aku tidak suka putraku berhubungan denganmu tapi aku juga tak bisa melihatnya bersedih seperti itu. Biarlah cukup aku saja yang merasakan bagaimana perihnya ditinggal oleh wanita yang ku cinta tanpa berusaha mengejar ataupun mencarinya. Aku melihat dia sangat tulus mencintaimu Meskipun aku tidak melihat hal yang sama pada dirimu," tutur Herly
Ia kemudian menyuruh Ricky dan Diva untuk menyelesaikan urusan mereka.
Diva dan Ricky tampak saling menatap tanpa bertegur sapa. Keduanya tampak canggung membuat suasana hening semakin terasa.
"Kenapa aku benci dengan situasi ini," Diva beranjak dari duduknya dan mendekati Ricky.
Ia mendongakkan wajah pria itu dan menanyakan apa yang ia inginkan sekarang.
Ricky hanya menjawab jika ia hanya ingin selalu bersamanya.
"Hanya itu saja?" tanya Diva tak percaya
"Benar, aku hanya ingin selalu bersamamu sepanjang hari. Menjaga dan melindungi mu serta membuat mu tersenyum setiap hari?" jawab Ricky
"Klasik sekali, baiklah kalau begitu mulai hari ini kamu akan jadi bodyguard ku!" sahut Diva
Ricky tersenyum bahagia dan berusaha memeluknya. Namun Diva langsung menolaknya.
"No peluk, ingat ... Kamu hanya seorang bodyguard hadit dilarang memeluk ku kecuali aku yang memelukmu," Jawab Diva
"Deal!" seru Ricky begitu bahagia mendengar jawaban Diva
Sementara itu Herly tampak kecewa saat mengetahui putranya hanya menjadi bodyguard gadis yang di cintainya.
"Dasar payah!!" cibirnya