
"Bagaimana pecundang sepertimu berusaha untuk mempermalukan aku!" seru Ricky menarik dasi Didi
"Kau pikir siapa dirimu, hah!" seru Ricky dengan suara lantang hingga membuat semua siswa di kelas seketika terdiam.
Hara perlahan membuka matanya karena terkejut mendengar teriakan Ricky. Ia segera mengangkat kepalanya dan melihat apa yang dilakukan oleh Ricky.
"Lakukan sesuatu atau dia akan memukuli Didi," ujar Dru
Hara segera beranjak dari duduknya dan berdiri.
"Jangan berbuat macam-macam di wilayah kekuasaan ku!" ucap Hara membuat Ricky menyeringai dan menurunkan tinjunya
Ia kemudian melepaskan Didi dan menoleh kearah Hara.
"Jadi kau yang bernama Hara, pahlawan kesiangan yang selalu membantu para pecundang!" tukas Ricky mengolok-oloknya
"Selama ini kelas ini selalu aman dan nyaman sebelum kehadiran mu. Kau tahu aku paling suka jika ada anak baru berusaha mengacak-acak wilayah ku,"
"Lalu apa yang ingin kau lakukan padaku?" tantang Ricky
Ia berjalan mendekatinya, "Apa kau ingin menghajar ku!" serunya kemudian memasang wajah takut
"Uh takuut!!" ucapnya lagi
"Dasar brengsek beraninya kau mengejeknya!" seru Dru langsung menarik bahu Ricky
*Buughhh!!
Sebuah pukulan melesat kearah Dru hingga membuatnya sempoyongan.
"Ayam sayur sepertimu sebaiknya menyingkir dariku, karena kau bukan lawanku!" hardik Ricky
Melihat Ricky menghajar Dru membuat Hara langsung melepaskan tinjunya hingga membuatnya sempoyongan.
"Wah pukulanmu boleh juga," tukas Ricky kemudian memasang kuda-kuda bersiap menyerang Hara
Dasar pria, kenapa selalu menyelesaikan sesuatu dengan berkelahi, tidak bisakah memakai cara lain yang lebih lembut,
Diva segera bangkit dari duduknya dan berdiri ditengah-tengah kedua pria yang mulai bersitegang itu.
"Daripada berkelahi, bagaimana jika kalian adu panco saja, bukankah itu lebih membuktikan jika kalian adalah pria sejati?" ucap Diva
"Dasar gadis bodoh, apa kau lupa kalau tanganku terkilir karena dirimu," hardik Ricky
"Untuk Itulah aku melarang mu berkelahi karena kau bisa saja terluka dan lenganmu bisa semakin parah jika terkena pukulan tanpa bayangan Hara," tandas Diva
"Karena kau tak bisa adu panco, bagaimana jika lomba lari saja. Aku yakin kau masih sanggup berlari kan?" tanya Diva
"Kau pikir siapa dirimu, sampai ingin mengaturku!" jawab Ricky kemudian menoyor kepala Diva
*Braakkk!!
Semua siswa menjerit ketakutan saat Ricky menendang meja di depannya.
"Selamat siang anak-anak!" seru Haris tiba-tiba masuk lagi ke ruangan itu
Ricky begitu kesal saat melihat kedatangan pria itu lagi di kelasnya.
"Sekarang apalagi yang tertinggal Pak!" serunya dengan wajah dongkol
"Sebenarnya tidak ada yang tertinggal, hanya saja aku ingin membagikan hasil ulangan kalian," jawab Haris
"Cepat sekali pak, biasanya butuh waktu satu bulan untuk mengoreksinya pak!" celetuk salah seorang siswa
"Alhamdulillah hari ini bapak termotivasi oleh Diva. Bila biasanya bapak malas mengoreksi pekerjaan kalian, tapi karena penasaran dengan nilai ulangan Diva membuat bapak semangat mengoreksi hari ini. Selain itu Bapak begitu bangga kepada kalian yang ternyata begitu menyayangi ku hingga semuanya mendapatkan nilai yang bagus kecuali dua orang," tutur Haris
"Siapa yang nilainya paling bagus Pak!" tanya seorang siswa
"Itu dia, aku sampai sujud syukur saat mengetahuinya. Aku bahkan sampai 10 kali mengoreksinya agar tak salah memberikan nilai. Jika biasanya ia selalu berada di urutan bawah saat ulangan, sepertinya ia sudah berubah sehingga membuat nilainya juga berubah. Aku tidak tahu apa yang membuatnya sampai semangat belajar hingga mendapatkan nilai sempurna. Selamat kepada Diva yang mendapatkan nilai 100!" seru Haris membuat semua siswa langsung tercengang Mendengarnya
"Mana mungkin, dia dapat nilai 100. Aku yakin itu hanya kebetulan saja. Soalnya yang aku tahu Diva selalu ngasal saat menjawab soal ulangan!"
"Bener tuh, pasti dia nyontek!" sahut yang lainnya
"Apapun caranya yang penting hasil akhirnya, jadi sekali lagi selamat kepada Diva!"
Diva langsung tepuk tangan untuk dirinya sendiri.
"Yeaay!!" seru Diva kemudian memeluk Dru dan Hara
aku pasti nyesel karena telah menolak contekan dari lo!" seru Dru menyindir Ricky
Setelah mengumumkan peraih nilai ulangan terbaik, Haris juga mengumumkan dua orang siswa yang mendapat nilai terendah.
"Yang pertama adalah Prahara Putra Wijaya!"
Dru langsung menoleh kearah Hara yang langsung menutupi wajahnya.
"Bagaimana lo bisa mendapatkan nilai jelek, padahal kau biasanya selalu mendapatkan nilai bagus??" tanya Dru kemudian berusaha membuka telapak tangan Hara yang menutupi wajahnya
Bukan hanya Dru, Nina juga menanyakan hal yang sama. Ia bahkan memarahinya setelah tahu Hara tak menjawab soal-soalnya.
"Aish, pantas saja kau mendapatkan nilai no ternyata kau tak mengerjakannya!" pekik Diva
"Maafkan aku, aku tak mau lebih menonjol dari kalian makanya aku tak mengisinya," jawab Hara
"Uunnchh so sweat," ucap Diva kembali memeluknya
"Aku juga mau peluk!" seru Dru segera bergabung memeluknya
"Dasar norak!" cibir Ricky
"Baiklah sekarang bapak umumkan nama siswa yang mendapatkan nilai terendah ke dua. Dia adalah!"
"Jeng...jeng...jeng!!" seru semua siswa berusaha membuat suasana menjadi dramatis
"Ricky si anak baru!"
"What??, gue!!" pekik Ricky tak percaya
Seketika Dru langsung tertawa terbahak-bahak Mendengarnya.
"Ikan hiu makan bakwan!" celetuk Dru
"Cakep!!!" sahut semua siswa
"Ikan ****** makan mendoan!"
"Cakep!!"
"Tampangnya sih gagah dan tampan, tapi sayang nilai ulangannya sosis batangan eaaaa!" seru Dru begitu puas mengolok-oloknya
Ricky menatap nyalang kearah Dru yang begitu puas mengolok-oloknya.
Ia bahkan mengacungkan jari tengahnya sebagai isyarat melawannya.
"Katanya jagoan, tapi ternyata seorang pecundang!" imbuh Dru membuat Ricky langsung bergegas menghampirinya dan berusaha menghajarnya
Beruntung Haris langsung menahannya.
"Ayolah jangan menjadi seorang pecundang hanya karena nilai ulangan. Lebih baik kau tunjukkan jika dirimu bukan seorang pecundang dengan mengikuti remidial!" tutur Haris
Haris kemudian meminta Hara dan Ricky untuk lomba lari. Siapapun yang akan menjadi pemenangnya maka ia akan dianggap telah lulus melakukan remidial. Sedangkan yang kalah harus menjadi asisten Haris selama satu minggu agar bisa mendapatkan nilai sesuai ketentuan sekolah.
"Bagaimana, apa kalian setuju?" tanya Haris
"Deal!" seru Hara dan Ricky
Semua siswa kelas XI IPS kemudian keluar menuju lapangan. Mereka sengaja ingin menyaksikan pertandingan lari antara Hara dan Ricky.
"Aku harap kali ini kau bisa mengalahkan si brengsek itu. Jangan biarkan ia menjadi semakin belagu karena bisa mengalahkan mu hari ini," bisik Dru
"Tentu saja, aku harus menunjukan kepadanya siapa Hara sesungguhnya!" sahut Hara
"Semangat!" seru Diva
"Terimakasih Div," jawab Hara kemudian segera menuju garis start.
Ricky sudah berdiri di belakang garis sart dengan penuh percaya diri.
"Sebaiknya kau menyerah saja, sebelum aku mempermalukan dirimu. Asal kau tahu, aku adalah seorang atlet basket, jadi sudah tentu aku memiliki stamina lebih darimu," ucap Ricky memamerkan kemapuannya
"Meskipun aku bukan atlet sekalipun, tapi tetap saja aku akan berusaha mengalahkan mu," jawab Hara
"Baiklah, jika kau berhasil mengalahkan aku maka aku akan menjadi jongosmu selama satu Minggu, tapi sebaliknya jika kau kalah maka bersiaplah menjadi jongosku selama satu bulan!" tantang Ricky
"Deal!" sahut Hara kemudian menjabat tangan Ricky