
*Byuur!!!
Setibanya di tempat tujuan, semua siswa langsung menceburkan diri ke kolam renang tak terkecuali Diva yang terlihat seperti seorang putri duyung.
Diva terus berenang sendirian tanpa menghiraukan teman-temannya yang sedang menikmati wahana seluncuran.
"Oi Diva ayo naik keatas!" seru Dru
Diva langsung menggelengkan kepalanya dan memilih kembali berenang bolak-balik sendirian.
"Dih mana asyik sih ke water park tanpa menikmati seluncuran kematian," ucap Dru kemudian menarik Diva keluar dari kolam
"Tapi gue takut Dru, gue phobia ketinggian," jawab Diva
"Sans aja, ada Aa yang bakal jagain Eneng," jawab Dru
"Dasar modus!" celetuk Ricky
"Suka-suka gue kali, ngiri bilang bos!" sahut Dru kemudian mengulurkan tangannya
Diva segera meraihnya dan naik keatas.
Keduanya kemudian naik keatas menuju seluncuran yang paling tinggi.
Diva tampak ragu-ragu saat hendak duduk dan meluncur, hingga membuat para siswa lain yang mengantri tak sabar menunggunya. Sampai seorang siswa dari sekolah lain mendorong Diva hingga ia langsung meluncur dengan cepat sambil berteriak kencang.
Melihat hal itu tentu saja membuat Dru marah, namun saat ia akan menghajar siswa itu, ia lebih dulu meluncur.
Seorang siswa lain yang juga merupakan teman siswa itu kemudian mendorong Dru hingga ia juga meluncur dengan cepat.
Sementara itu Hara yang melihat Diva meluncur ketakutan segera menceburkan diri ke kolam untuk menangkapnya.
*Byuur!
*Bleep!!
Hara segera meluncur dan menarik Diva saat melihat Dru dan beberapa orang pria meluncur kearahnya.
*Byuur!!
Dru dan beberapa orang siswa laki-laki nampak berturut-turut jatuh ke kolam.
Mereka terlihat saling pukul dan serang.. Meskipun sendirian Dru tampak berani melawan mereka.
Hara yang melihatnya langsung menghampirinya dan menghajar mereka satu persatu.
"Oh jadi kau Hara yang terkenal itu, syukurlah aku bisa bertemu denganmu di sini, jadi kita bisa langsung berkelahi di sini tanpa perlu menyerang sekolah mu,"
"Kalau kau memang ingin berkelahi denganku maka sebaiknya jangan di sini. Karena ini adalah fasilitas umum, kalau kau mau mari kita berkelahi di tempat biasa,"
"Kenapa, apa lo takut, atau lo gak punya nyali?"
"Tentu saja karena aku tak mau membuat orang-orang yang tak bersalah terluka karena perkelahian kita," jawab Hara dengan santai
"Bacot lo, bilang aja kalau lo takut!" seru salah seorang dari Mereka kemudian menyerang Hara
Haris segera berlari menghampiri mereka dan meniup peluitnya.
"Sebaiknya anda diam saja pak botak sebelum aku menghajar kepalamu hingga bocor!" sahut pemuda itu
"Ikan hiu beranak dalam kubur, kalau gak inget lo bocah bau kencur udah gue hajar sampai babak belur!" ujar Haris kemudian menyentil pemuda itu hingga ia menjerit kesakitan
"Aarrgghhh, nj*r sakit tahu!"
"Makanya jangan macem-macem sama orang tua, kualat baru tahu," sahut Haris kemudian mengajak Hara pergi
Pemuda itu seketika melepaskan tinjunya kearah Haris, namun dengan sigap Haris segera menghindari serangannya.
Pemuda itu tampak sangat geram saat semua serangannya dipatahkan oleh Haris. Ia kemudian melepaskan tendangannya kearah pria itu hingga membuat Haris seketika membalikkan badannya dan menahan tendangannya dengan telapak tangannya.
Ia kemudian memutar telapak kaki pemuda itu hingga membuatnya menjerit kesakitan.
"Makanya jangan berani-berani lawan Suhu jika kau tak mau menanggung malu!" seru Haris
Hara termangu melihat gerakan tangan Haris. Meskipun ia sedikit curiga dengan Haris namun ia berusaha tenang dan tak banyak bertanya padanya.
Haris kemudian meminta semua siswa untuk berkumpul karena ia akan mengadakan penilaian renang.
"Kalian boleh memakai Gaya renang apa saja yang penting bisa sampai ke garis Finish yang sudah bapak tentukan. Apa kalian mengerti!" seru Hari
"Mengerti!!" jawab semua siswa
"Ok, kalau begitu kita mulai," saru Haris
Semua siswa langsung menunggu giliran di panggil. Satu persatu siswa mulai menceburkan dirinya ke kolam untuk mendapatkan nilai dari Haris.
Dru sengaja naik keatas seluncuran yang Tidak tinggi dan mulai menceburkan dirinya ke kolam. Ia berenang dengan gaya bebas diikuti oleh Hara dibelakangnya.
Setibanya di garis Finish Dru terkejut saat menemukan sebuah celana kolor di belakangnya.
"Sepertinya aku kenal celana ini," ucapnya lirih
Ia kemudian memanggil Hara dan memberikan celana itu padanya.
"Kayaknya kolor ini punya lo deh, soalnya gue sering lihat saat di jemur di rumah lo," tukas Dru
"Bukan, punya gue masih nempel nih," jawab Hara kemudian berenang mendekati Diva
Karena mengetahui celana itu bukan miliknya, Dru sengaja melemparkannya kearah siswi perempuan. Hingga membuat mereka berteriak dan melemparkan celana bergantian.
Dru segera naik ke atas karena merasa kedinginan.
"Kenapa rasanya aneh ya, kok rasanya kaya ada yang ilang," ucap Dru seketika terdiam dan mengamati para siswa yang sedang saling lempar kolor darinya.
"Ya iyalah ada yang aneh, liat aja burung lo kedinginan!" celetuk salah seorang siswa menertawakannya
Dru seketika menoleh ke bawah dan Ia langsung menutupi Mr. P nya saat mengetahui dirinya tak mengenakan boxer.
Terdengar suara para siswa perempuan menertawakannya membuat ia langsung menceburkan diri ke kolam renang.
"Ya ampun ternyata kolor itu punya gue, pantesan kok kaya gak asing gitu," gumam Dru