DIVA AND THE BRANDALS

DIVA AND THE BRANDALS
DIVA Fifteen



Mendengar suara gaduh membuat Diva buru-buru keluar dan melihat apa yang terjadi.


"Lepaskan!" seru Diva saat melihat mereka berusaha mengikat kedua sahabatnya tersebut


"Diva??" ucap Dru dan Hara besamaan


"Om tolong lepaskan mereka om, mereka teman-temanku. Mereka orang-orang yang selalu membantu Diva di sekolah jadi tolong lepaskan," ucap Diva mengiba


Lelaki itu tetap tak mendengarkan ucapan Diva dan menyuruh anak buahnya untuk mengikat keduanya, dan menyeretnya menuju ke gudang . Pri itu kemudian menendang keduanya dengan keras hingga Dru dan Harra seketika terhempas di lantai.


"Cukup Om, aku tahu om hanya dendam denganku jadi Hukum saja aku dan lepaskan mereka!" tantang Diva


Ia bahkan melepaskan tendangan keras kepada salah seorang dari mereka yang berusaha menghajar Dru dan Hara.


Diva bahkan tak segan untuk menghabisi siapapun yang berusaha mendekati kedua sahabatnya itu.


Lelaki itu kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk menjauh dari teman-teman Diva.


Ia bahkan membebaskan keduanya dan menyuruh mereka agar segera pergi dari teman itu.


Meskipun pria itu tampak garang namun ia selalu berusaha mengabulkan semua permintaan Diva.


Diva begitu bahagia dan tak henti-hentinya berterima kasih saat ia sudah menyelamatkan kedua temannya tersebut.


Dru dan Hara yang kepo terus bertanya kepada Diva siapa lelaki itu.


Diva menjawabnya jika lelaki itu adalah teman ibunya hingga wajar saja ia menolongnya.


"Apa dia bukan ayahmu, kalian begitu mirip dan aku sangat berharap jika ia adalah ayahmu," ucap Dru


"Jangan suka berharap sesuatu yang tidak mungkin," jawab Diva


******


Sepulang dari menyelamatkan Dru dan Hara, Diva kembali ke kediaman Sammy. Namun ada yang aneh saat ia kembali. Rumah itu tampak sepi dan tak berpenghuni. Bahkan semua benda-benda yang ada di rumah itu menghilang.


ia kemudian masuk ke kamar Rakha ia melihat lemari pakaiannya terbuka seolah seseorang sudah membawa pergi semua pakaiannya.


Diva kemudian duduk bersandar dan menangis' saat menyadari nasib buruknya.


Ia kemudian membereskan pakainya dan memilih pergi meninggalkan rumah itu.


Diva memilih kembali tinggal di rumahnya.


Ia bahkan menangis saat mengingat Rakha pria yang sangat ia sukai.


"Kenapa kau meninggalkan aku tanpa pesan," ujarnya getir


Namun ia berusaha tegar meskipun sebenarnya ia merasa sedih dan kehilangan pria itu.


Pagi harinya Diva berusaha untuk masuk sekolah seperti biasa. Ia tampak ceria dan berusaha menutupi rasa sedihnya.


Namun tak bisa dipungkiri jika diva jadi terlihat pendiam tak seperti biasanya. Tentu saja hal itu membuat Dru dan Hara berusaha menghiburnya.


Saat upacara bendera kepala sekolah mengumumkan jika dirinya akan pensiun dini. Semua guru merasa sedih termasuk para siswa. Mereka tak membayangkan bagaimana sekolah berjalan tanpa pria itu.


Meskipun Sang kepala sekolah sudah mengabdikan seluruh hidupnya demi membangun sekolah tersebut namun kemundurannya dalam mendapatkan peserta didik dua tahun terakhir membuat ketua yayasan memutuskan untuk menggantinya.


Mereka berharap dengan mendatangkan seorang yang kompeten akan membuat sekolah itu berubah dan mendapatkan banyak siswa di tahun ajaran berikutnya.


Hari yang ditunggu tiba, seorang pria paruh baya dengan penampilan cukup gagah terlihat memasuki ruangan kepala sekolah. Ia bahkan sengaja mengumpulkan para guru dan memperkenalkan dirinya.