DIVA AND THE BRANDALS

DIVA AND THE BRANDALS
DIVA Seventeen



Seorang teman Ricky mengulurkan tangannya, namun Ricky langsung menepisnya.


Ia berusaha bangun dan kembali bermain. Namun saat hendak melakukan service tiba-tiba ia merasakan lengannya begitu nyeri.


"Sepertinya lengan kamu terkilir!" ucap wasit kemudian menyuruhnya istirahat


Sebenarnya Ricky tak mau mundur karena ia berpikir timnya akan kalah jika tidak ada dirinya.


Benar saja timnya dapat dengan mudah di taklukkan oleh tim Diva.


Ricky begitu kesal dengan Diva, ia bahkan menyimpan dendam padanya apalagi setelah gadis itu berhasil membuat tangannya terkilir hingga ia menjadi seorang pecundang.


Saat jam istirahat Ricky menghampiri Diva yang tampak duduk menyendiri sambil menikmati bekal nasi kotaknya.


Ia tertawa terbahak-bahak melihat isi bekal Diva.


"Udah SMA masih bawa kotak bekal kaya anak Tk aja, udah gitu isi bekalnya mie instan lagi, emangnya lo korban banjir!" celetuk Ricky mengolok-oloknya


"Anggap saja begitu," jawab Diva dengan malas


Ricky mencibir kesal melihat Diva yang selalu mengacuhkannya.


"Karena kau sudah membuat lenganku terkilir maka aku akan memberikan hukuman padamu," tukas Ricky


Diva masih terlihat menikmati makanannya hingga tak bersisa.


"Ish, nyebelin banget sih jadi cewek!" cibir Ricky


ia kemudian memerintahkan Diva untuk membelikan makanan untuknya.


Tanpa banyak bicara Diva langsung mengambil uang Ricky dan bergegas ke kantin.


Ia kemudian membeli semua makanan yang dipesan Ricky. Dru segera mendekati Diva saat melihat gadis itu di kantin.


"Tumben jajan, emangnya gak bawa bekel hari ini?" tanya Dru


"Bawa kok,"


"Terus kenapa jajan, biasanya kamu paling anti ke kantin kalau bawa bekel sendiri?" tanya Dru lagi


"Udah jangan kepo deh, biarkan saja Diva melakukan apa yang dia suka. Yang penting dia bahagia dan gak galau lagi," sahut Hara


"Iya sih, tapi aneh aja. Apalagi jajanannya banyak gitu," tandas Dru


Ia kemudian berusaha membantu Diva membawakan jajanan yang dibelinya dan membawanya ke kelas, akan tetapi Diva melarangnya.


"Gak usah repot-repot, aku bisa kok. Sebaiknya kamu jajan aja, sebelum bel berbunyi," ucap Diva


"Hmm,"


Diva kemudian bergegas kembali ke kelas. Namun Dru yang penasaran diam-diam mengikutinya.


Diva meletakan jajanan itu di depan Ricky yang sudah menunggunya.


Sementara itu Dru merasa kesal saat tahu Ricky lagi-lagi berusaha menjadikan Diva sebagai jongosnya.


"Kenapa sih Diva diam saja dan tak melawan seperti biasanya!" gerutunya


"Mungkin dia punya alasan lain, sebaiknya kita jangan ikut campur, biarkan saja dia,"


"Tapi aku tak bisa membiarkan si brengsek itu mengintimidasi Diva,"


"Memangnya kau bisa apa, jika Diva saja tak mau berurusan dengannya berarti dia tahu kalau Diva saja enggan melawannya," tukas Hara


"Iya juga sih,"


"Jangan khawatir, Diva itu cewek yang strong jadi Ricky tak akan bisa menindasnya,"


"Iya Har, tapi tetep aja gue gak tega lihat dia di suruh-suruh sama Ricky,"


Bell masuk berdering semua siswa segera memasuki kelasnya.


"Selamat pagi anak," sapa seorang guru memasuki ruang kelas


"Pagi Pak,"


"Hari ini bapak mau mengadakan ulangan harian, jadi cepat kumpulkan buku catatan kalian di depan!"


"Ulangan!!" seru semua siswa terkejut


"Kok gak bilang-bilang pak!" seru salah seorang dari mereka


"Kan kemarin bapak sudah bilang kalau setiap ganti chapter bapak akan adakan ulangan,"


Semua siswa seketika riuh mendengar jawaban dati guru mereka.


Ricky langsung menanyakan siapa yang paling pintar di kelas itu.


"Didi, dia anak terpandai di kelas kita," bisik teman sebangku Ricky


"Kalau begitu minta jawabannya," sahut Ricky


"Didi itu anak yang pelit dan tak pernah membagikan jawaban kepada siapapun,"


"Kalau begitu paksa dia, bila perlu ancam dia jika dia tak mau memberikan jawabannya," ucap Ricky


"Kami tak berani,"


"Kenapa??" tanya Ricky terkejut


"Karena dia dilindungi oleh Dru dan Hara," ucap Ahsan menunjuk kearah Dru dan Hara yang duduk di sudut ruangan


"Apakah di kelas ini ada yang lebih hebat dari pada Ricky??" Ia kemudian segera berdiri dan menghampiri Didi yang tampak serius mengerjakan soal-soalnya.


"Berikan jawaban mu," ucap Ricky seketika membuat Didi langsung menutupi jawabnya.


Dengan kesal Ricky menarik lembar jawabannya membuat lembar jawaban Didi sobek.


Kerena kesal Ricky menarik Didi hingga ia jatuh tersungkur ke lantai.


*Bruugghhh!!


Semua siswa langsung menoleh kearah Didi, begitupun dengan guru mereka.


"Kenapa kau bisa terjatuh?" tanya sang guru mengulurkan tangannya dan membantu Didi bangun


"Ricky...Ricky... " ucap Didi tampak pucat saat Melihat Ricky memperlihatkan belati yang dibawanya


"Kenapa dengan Ricky?" tanya sang guru


"Maaf Pak, aku tak sengaja membuatnya terjatuh," jawab Ricky


"Baiklah karena Ia tak sengaja menjatuhkannya maka sebaiknya kalian saling bermaafan," tukas Haris


Pri itu kemudian mengajak Ricky untuk meminta maaf kepada Didi. Namun Ricky seolah enggan menyentuh telapak tangan Didi dan hanya menyentuhnya sedikit.


Ia kemudian segera kembali ke tempat duduknya dengan perasaan kesal.


Haris hanya menghela nafas saat melihat Ricky yang masih mengganggu Didi dengan terus menarik-narik seragamnya dari belakang.


"Dasar anak-anak," keluhnya


Semakin Ricky berusaha menarik bahunya, maka semakin Didi menutupi lembar jawabannya.


"Jangan ganggu dia, kalau kau butuh jawaban salin saja punyaku," ucap Diva kemudian memberikan lembar jawabannya kepada Ricky


Ricky tersenyum mengejek saat melihat jawaban Diva.


"Kau pikir aku ini bodoh apa sampai mau menyalin jawaban siswa terbodoh di sekolah ini," tukas Ricky


"Ya sudah kalau gak mau," Diva kemudian mengambil lembar jawabannya dan mengumpulkannya kepada Haris


"Tumben cepat sekali kamu mengerjakannya?" ucap Haris tampak kaget melihat Diva bisa menyelesaikan soal-soalnya dengan cepat


"Aku bosan terus-terusan jadi anak bodoh pak, sekali-kali aku juga mau jadi anak genius seperti Didi," jawab Diva kemudian mengerlingkan matanya kearah Didi


Seketika semua siswa tertawa melihat aksinya.


"Selain bodoh, dia juga norak, dia memang pantas dengan Didi, sama-sama pecundang!" ujar Ricky


"Ok waktunya habis!" Seru Haris kemudian langsung mengambil jawaban para siswa dan bergegas pergi meninggalkan ruangan kelas


Melihat Haris yang sudah pergi, Ricky langsung menghampiri Didi dan menyeretnya keluar.


Saat ia akan menghajarnya tiba-tiba Haris kembali masuk ke kelas membuat Ia langsung melepaskan Didi dan merapikan penampilannya.


"Sepertinya kalian menjadi akrab setelah insiden tadi, semoga saja kalian akur selamanya," ucap Haris kemudian menuju meja guru dan mengambil pena nya yang tertinggal


"Sebaiknya kau pastikan tak ada yang tertinggal lagi, pak!" seru Ricky


"Sepertinya sudah semua," jawab Haris menoleh kearah Hara


"Baguslah kalau begitu," jawab Ricky


Ia kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengunci ruang kelas.


Kini ia menarik kerah baju Didi dan bersiap menghajarnya.


"Jangan berbuat macam-macam di wilayah kekuasaan ku!" ucap Hara membuat Ricky menurunkan tinjunya