Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 09:Ditabrak atau menabrak



Pinggiran kota sebelah timur nampak terang saat sinar matahari mulai mengenainya, banyak sekali prajurit kerajaan yang berjaga di seluruh perbatasan, terdapat beberapa pos yang menghiasi tempat itu setiap beberapa meter sekali.


Setiap hari rutinitas mereka selalu sama, tidak ada yang berubah, hanya jumlah personil dan pos nya yang


ditambah.Terlihat beberapa prajurit sedang membersihkan kuda, ada yang sedang memasak makanan, ada yang masih tertidur, ada juga yang sedang duduk sembari berbincang-bincang dengan sahabatnya.


Semuanya terlihat baik-baik saja waktu itu, yang aneh hanyalah tumbukan tong kayu di dekat pagar pembatas, tidak ada yang ingat pernah meletakkan nya disitu, mungkin ada orang yang meletakkannya disitu saat malam hari.


*BOOOMMMM...


Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan di tempat itu, para prajurit yang berada di dekat ledakan langsung terpental dan terluka, ternyata yang meledak adalah tumpukan tong kayu tadi.


Ledakan tadi berakibat pada pagar pembatas yang langsung berlubang dan sedikit terbakar, bukan hanya itu, tong-tong yang belum meledak juga terpental mengenai rumah penduduk yang berada di sekitar situ, sebelum akhirnya juga meledak, ledakannya memang tidak sebesar yang pertama, namun ledakan itu sudah cukup untuk membuat rumah yang terkena ledakan terbakar.


Rumah yang terbakar itu langsung mengeluarkan asap hitam yang membumbung tinggi, para penduduk yang rumahnya di sekitar situ keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Terlihat beberapa prajurit mendekat ke lokasi ledakan untuk membantu temanya yang terluka, salah satu prajurit yang sedang membantu temanya yang terluka tiba-tiba ambruk, ternyata ada anak panah yang melesat dalam asap itu yang langsung mengenai sang prajurit.


Teman-temanya yang melihat kejadian itu langsung waspada, tiba-tiba ledakan terjadi lagi di sekitar lokasi itu, ledakannya membuat pagar kembali berlubang dan mengeluarkan asap, ledakan lainya kembali terdengar disusul ledakan lagi sekitar 3 kali.


Para prajurit yang tadinya waspada menjadi sedikit lengah karena suara ledakan yang beberapa kali mereka dengar, prajurit yang berada di dekat pagar langsung di serang oleh goblin, prajurit yang terkejut masih bisa melawannya hingga membuat goblin itu mati.


Tapi goblin tiba-tiba saja bermunculan, masuk ke dalam kota melewati pagar yang berlubang, para goblin itu semakin banyak sedangkan para prajurit yang ada disitu semakin sedikit karena terbunuh.


Para prajurit itu terus terpukul mundur hingga hanya menyisakan beberapa prajurit yang tersisa, para prajurit itu terus bertahan sambil menyuruh para penduduk yang masih ada disitu untuk cepat pergi.


"Kita juga harus cepat pergi dari sini!" kata salah seorang prajurit.


"Benar, kita harus membunyikan lonceng itu"


"Tapi bagaimana, lonceng itu terlalu jauh di tengah kota"


"Lihat, kita masih punya kuda!" ucap salah satu prajurit sambil menunjuk kuda yang masih selamat di kerumunan goblin.


Para prajurit itu langsung memutuskan salah satu dari mereka harus pergi menggunakan kuda itu untuk membunyikan lonceng peringatan ke seluruh penduduk di kota, saat orang yang membunyikan lonceng sudah disepakati mereka langsung membentuk formasi untuk melindungi nya menuju ke kuda yang akan membawanya ke tengah kota untuk membunyikan lonceng.


"Lari saja, kami akan melindungi mu, saat kau sudah mencapai kuda cepat pergi dari sini.Sampai jumpa"


kata seorang prajurit kepada temanya yang akan pergi.


Saat si penunggang kuda mencapai kudanya, dia langsung pergi untuk membunyikan lonceng sambil, dia pergi meninggalkan tempat itu sambil membalas salam perpisahan yang diucapkan temanya tadi.


Kuda itu berlari sangat cepat, membelah jalan perkotaan yang dipenuhi penduduk yang sedang mengungsi, anginya menerbangkan topi penduduk yang berada di dekatnya, suara tapal kuda terus terngiang-ngiang walaupun kudanya sudah berlalu.


Tak lama kuda dan penunggang nya itu sampai di area tengah kota, dimana berdiri di situ sebuah menara yang tinggi dengan lonceng yang sangat besar di atasnya, menara itu mempunyai beberapa lantai dan dua tangga.


Satu tangga berada di dalam, tangga ini berbentuk lurus ke atas dengan beberapa lantai yang di maksudkan agar si pemanjat dapat beristirahat jika terlalu lelah.


Satu tangga yang satunya berada di luar, berbeda dengan yang di dalam tangga ini berbentuk mengelilingi bangunan, membuatnya tidak terlalu menanjak.


Sesampainya di atas dia langsung membunyikan lonceng nya, cara membunyikan lonceng itu bukan di dorong ataupun di pukul, melainkan dengan cara mengalirkan energi menggunakan sebuah besi yang terdapat pada pinggir lonceng.Tidak perlu menggunakan banyak energi untuk membunyikan nya.


Lonceng itu tidak langsung berbunyi melainkan menunggu beberapa saat dan berbunyi sesuai dengan energi yang di salurkan, saat prajurit itu merasa energi yang disalurkan sudah cukup untuk satu kali berbunyi dia langsung pergi ke bawah agar tidak terkena dampak suara lonceng yang sangat keras.


Sesampainya prajurit itu di tengah tangga, lonceng nya berbunyi hingga membuat menara sedikit bergetar karena bunyi yang di hasilkanya, setelah sampai di bawah dia kembali menaiki kudanya dan langsung pergi ke kerajaan untuk memberi tahu apa yang terjadi.


_____


Andre segera berlari menuju istana saat mendengar lonceng yang hanya satu kali itu, bersama dua teman wanitanya dia berlari sambil menghindari penduduk yang sedang berlarian.


Sesampainya mereka di istana mereka langsung menuju tempat dimana para pasukan sedang berkumpul untuk menunggu perintah dari raja.


Untung saja waktu mereka sangat tepat karena tidak lama menunggu prajurit yang membawa perintah dari raja datang, kata prajurit itu seluruh pasukan yang sudah siap bertempur diminta segera menuju kota bagian timur.


Sedangkan untuk masalah para penduduk diserahkan kepada akademi-akademi yang ada di kota untuk mengatasinya, para pasukan yang sudah siap langsung pergi menuju kota bagian timur, termasuk pasukan yang dipimpin oleh Alaster dan Adelia.


Saat Andre dan lainnya mengetahui perintah dari raja, mereka langsung pergi untuk membantu penduduk yang sedang mengungsi, Andre menyuruh kedua wanita itu untuk pergi membantu penduduk sedangkan dia ikut pergi ke kota bagian timur bersama pasukan yang akan pergi.


Gerbang keluar dari istana saat itu sangat ramai sehingga harus berhati-hati saat berlari di situ, saat Rina dan Alena sedang berusaha keluar dari istana, baru saja mereka keluar dari istana Rina yang berada di depan Alena menabrak seseorang.


Rina langsung memarahi orang itu untuk berjalan dengan hati-hati, selesai memarahi orang itu Rina dan Alena langsung pergi untuk membantu penduduk, sedangkan orang yang Rina tabrak bingung sebenarnya siapa yang ditabrak atau menabrak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.