
Merlin menjadi pusing, entah ingatan siapa yang sedang dimainkan di kepalanya, dia terjatuh lalu pingsan di samping pedang milik Kaze.
Merlin sadar, terbangun dari mimpi anehnya, saat membuka matanya dia sedang tidur di ruangan tempat biasanya merawat orang sakit, ternyata Merlin sudah tertidur di ruangan itu selama satu hari.
Belum sempat bangun, dia sudah merasakan kembali sebuah energi sihir, tidak sekuat kemarin tapi energi terasa sangat berbeda dari kebanyakan energi sihir biasanya.
Segera Merlin turun dari tempat tidurnya, dia langsung keluar dari tempat itu untuk mencari asal dari energi sihir yang ia rasakan.
Sekitar lima menit berjalan dia malah berpapasan dengan Andre dan Alena yang tengah kebingungan seperti sedang mencari sesuatu.
_____
Andre, Rina, dan Alena sedang berjalan menuju rumah sakit tempat Kaze dirawat, sebenarnya mereka ingin mengunjungi Kaze besok, tapi karena kondisi Andre yang sudah membaik mereka jadi memajukan nya.
Mereka mampir ke pasar untuk membeli beberapa makanan, kebetulan jalan untuk ke rumah sakit dan pasar searah jadi tidak akan membuang banyak waktu.
Karena sibuk melihat dagangan yang berjejer di sepanjang jalan membuat mereka tidak fokus melangkah, alhasil Rina menabrak seseorang.
*Buukh...
Yang ditabrak: Maaf..
Rina: Aduh.. harusnya saya yang meminta maaf.
Segera Rina berdiri sambil terus melihat orang yang ia tabrak, pakaian orang itu memang sedikit aneh, dia memakai jubah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, dengan sebuah busur beserta anak panahnya.
Andre: (Sepertinya aku pernah melihat anak panah itu, tapi dimana).
Andre benar-benar lupa dimana ia pernah melihat anak panah yang sama dengan yang orang itu bawa, bahkan Andre sudah lupa kalau Kaze berubah menjadi sosok yang mengerikan beberapa waktu yang lalu.
Orang itu langsung pergi, menghilang dalam kerumunan orang, Rina dan lainnya juga segera pergi untuk mencari makanan, satu hal yang membuat mereka bingung ialah kenapa orang itu yang meminta maaf, padahal sudah jelas kalau Rina yang menabrak.
Tak berselang lama akhirnya makanan yang mereka cari ketemu, saat Rina ingin membayar makanan itu dia mengambil uang di sakunya tapi ia malah menemukan sebuah cincin indah dengan permata yang bersinar.
Rina terkejut begitu pula dengan kedua temannya, mereka terkesan karena Rina memiliki sebuah cincin yang sangat indah, tapi Rina malah kebingungan, rasanya dia tidak pernah memiliki cincin yang seperti itu.
Akhirnya urusan cincin itu mereka kesampingkan dan meneruskan untuk mencari makanan. Setelah semua makanan yang mereka cari berhasil dibeli mereka langsung keluar dari pasar itu, dan melewati sebuah gang kecil untuk mempersingkat perjalanan.
Saat berada di pertengahan gang mereka bertemu dengan orang yang misterius, berpakaian hampir sama dengan yang ditabrak Rina tadi, bedanya yang ini tidak memakai busur dan jubah yang dia pakai berwarna hitam legam.
Tapi orang itu malah berhenti menghadang mereka bertiga, Andre lalu menyuruh kedua temanya untuk mundur.
Andre: Tetap dibelakangku, jika terjadi pertarungan dan aku kalah lari saja, jangan berusaha untuk menyerang!
*Buukh..
Baru saja Andre menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara orang terjatuh terdengar di belakangnya, Andre kaget dan langsung menoleh ke belakang, terlihat Alena jatuh sedangkan Rina sudah tidak ada di tempat itu, Andre kembali mengarahkan pandangan nya ke depan dan orang misterius yang menghadang mereka menghilang.
Alena lalu berdiri dan mendapati cincin yang tadi dibawa oleh Rina terjatuh, dia mengambil cincin itu dan memberi tahu Andre.
Andre: Mungkin cincin ini milik orang yang Rina tabrak tadi, orang itu meminta maaf karena tahu kalau penculikan ini akan terjadi.
Ucap Andre kepada Alena yang hanya mengangguk tanpa berkata apapun, karena mungkin ucapan Andre memang benar adanya.
Segera mereka berdua berlari keluar dari gang itu, Andre mencoba mencari bantuan, karena mengejar orang dengan kecepatan seperti tadi pasti akan sia-sia.
Alena kemudian memperlihatkan cincin yang ia temukan tadi kepada Merlin, Merlin terkejut ternyata energi sihir yang dari tadi ia cari berasal dari cincin itu, Merlin kemudian meminjam cincin itu untuk ia teliti sebentar.
Merlin: Cincin ini milik bangsa elf, kalau yang kalian katakan tadi itu benar, berarti yang menabrak Rina tadi adalah seorang elf.
Alena: Lalu yang menculik Rina siapa?, gerakan nya sangat cepat, dan seperti ada aura hitam yang mengelilingi nya.
Merlin: Orang yang menculik Rina bukan bergerak tapi ber teleportasi, karena gerakan secepat itu pasti akan membuat jubah yang ia pakai terbang. Jangkauan tekhnik teleportasi hanya memiliki radius tidak lebih dari 2 kilometer, jika kita cepat mungkin kita bisa mengejarnya.
Merlin merasakan ada energi sihir yang cukup besar beberapa waktu lalu, dia mengira energi sihir itu efek dari tekhnik teleportasi, mereka bertiga langsung menuju ke lokasi terakhir energi sihir itu karena energinya sekarang sudah hilang.
Benar saja saat mereka sampai di lokasi sihir, mereka melihat ada orang sedang berlari di kejauhan sambil membawa seseorang di pundaknya.
Merlin menutup matanya kemudian berkonsentrasi, memusatkan energi sihir nya ke titik dimana dia akan berpindah tempat.
*Ziiing...
Merlin menghilang dari hadapan Andre dan Alena, menerbangkan beberapa daun yang berguguran di sekitarnya, Andre terkejut dia baru tahu kalau Merlin menguasai tekhnik seperti itu.
Ternyata Merlin saat ini sudah berada di depan orang yang menculik Rina tadi, Merlin masih berada di udara dan langsung memutar tubuhnya sekaligus melayangkan tendangan ke orang itu, orang itu berhasil menghindar dengan menundukkan kepalanya sambil terus memegangi tubuh Rina.
Tendangan Merlin yang kencang membuat angin berhembus mengikuti arah tendangannya, membuat penutup kepala dari jubah yang orang itu kenakan terbuka membuat wajah asli si pemakai ketahuan.
Merlin: Angela..
Angela: Lama tak jumpa, Merlin.
Merlin terkejut karena orang itu ternyata adalah teman masa kecilnya dulu, belum sempat Merlin mencapai tanah, kaki kiri yang seharusnya ia gunakan untuk mendarat malah ditendang Angela membuat Merlin jatuh dengan posisi telentang, belum juga Merlin jatuh sampai ditanah, Angela menggunakan sihirnya untuk menghempaskan tubuh Merlin hingga terpental lumayan jauh.
Angela lalu pergi meninggalkan Merlin yang sedang kesakitan bersama dengan dua orang yang sedang menuju kearahnya, Angela lalu menghilang di rimbunnya pepohonan.
Andre membantu Merlin berdiri sedangkan Alena terus memperhatikan arah kemana Angela pergi, Merlin yang pikirannya kacau karena kejadian beberapa hari yang lalu dibuat tambah kacau dengan kedatangan teman masa lalunya yang sudah lama ia lupakan, jika bukan karena rambut pirang nya yang berwarna unik mungkin Merlin tidak akan mengenalinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.