Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 07:Lonceng



Satu hari sudah berlalu semenjak Andre dan Kaze pulang setelah menyelesaikan misinya, mereka menghabiskan satu hari hanya untuk beristirahat, waktu itu pihak kerajaan masih belum mengetahui kalau regu pengintai yang mereka kirim sudah kembali dari misinya.


Baru setelah satu hari ada yang mengetahui kalau regu pengintai sudah kembali karena melihat Kaze yang sedang bekerja di sebuah tempat makan, sore harinya Kaze dan Andre di panggil untuk menghadiri pertemuan di istana juga orang-orang yang juga mengikuti misi tersebut.


Merlin yang meminta mereka semua untuk datang merasa bingung, kenapa yang datang hanya dua orang yaitu Kaze dan Andre, Merlin menanyakan kepada mereka berdua kenapa yang lainnya tidak datang. Andre juga terkejut, dia pikir Merlin sudah mengetahuinya.Kaze menjawab


"Mereka semua mati, hanya kita berdua yang selamat"


" APA!!, bagaimana bisa?"


"Memang yang melakukan penyerangan di desa-desa itu hanyalah goblin, tapi jumlahnya sangat banyak dan ternyata mereka juga mempunyai beast hybrid jenis serigala yang larinya jauh lebih cepat dari kuda kami"


"Tapi kenapa kalian tidak menulis tentang itu di surat yang kalian berikan?"


"Aku ingin menulisnya tapi tidak sempat, dan lagi yang menyerang desa kala itu bukan hanya dari goblin saja"


jawab Kaze


"Maksudmu?" tanya Merlin dan Andre bersamaan


Kaze akhirnya menjelaskan tentang kejadian yang dialami olehnya saat berusaha kabur dari para goblin, kejadian yang membuat dua prajurit kerajaan terpilih mati kurang dari sepuluh detik.


Jadi saat itu Kaze bersama dua prajurit dari kerajaan kabur karena goblin yang terus berdatangan, saat itu posisi Kaze berada di belakang dari dua prajurit kerajaan, saat jarak antara keduanya lumayan jauh, Kaze melihat ada makhluk besar sedang menyerang salah satu prajurit dari samping, mungkin prajurit itu tidak menyadarinya, makhluk itu menabraknya hingga terpental belasan meter sebelum akhirnya mati.


Menyadari apa yang sedang terjadi, satu prajurit lainnya mencoba untuk kabur, namun gerakannya terlalu lambat hingga terkena hantaman sebuah kapak ganda yang membuat tubuhnya terbelah menjadi dua.


Kaze yang melihatnya langsung beringsut ke semak-semak yang lumayan lebat, kakinya gemetar melihat dua prajurit itu dibunuh dengan sangat cepat.Kaze teringat akan burung pembawa pesan


, dia segera menulis surat untuk di bawa burung menuju kerajaan, untungnya burung itu selalu terbang rendah di dekatnya.


Sialnya makhluk yang menyerang prajurit tadi berjalan menuju arah Kaze, mungkin dia melihat tangan Kaze saat mencoba memanggil burung itu, tak sempat menulis banyak Kaze hanya memberitahu bahwa benar yang menyerang desa-desa itu adalah para goblin.


Kaze segera merangkak menjauh dari tempat persembunyian nya,untung waktunya tepat, jika dia telat beberapa saat saja mungkin tubuhnya juga akan terbelah menjadi dua.


"Makhluk itu adalah seekor minotaur, aku tidak tahu kenapa ada minotaur di situ, karena setahuku makhluk seperti minotaur hanya berkeliaran di sekitar Dark Arda"


"Benar, jika makhluk itu sampai kemari, pasti ada yang menyuruhnya, dan orang itu pasti bukan sembarang orang" tambah Andre.


"Kenapa keadaan menjadi semakin rumit seperti ini, beberapa waktu yang lalu pelindung sihir yang kupasang di kota ini juga mendeteksi suatu energi yang besar, tapi tiba-tiba energi itu menghilang, dan tidak mengarah Kemanapun" keluh Merlin.


"Sampai sini dulu saja ya, sepertinya kalian juga butuh istirahat, masalah keluarga prajurit yang ditinggal mati biar menjadi urusan istana" usul Merlin yang melihat Kaze yang masih terlihat lelah dia juga baru saja sembuh dari sakitnya, membuat matanya sayu, jadi terlihat seperti orang yang mengantuk.


______


Setelah pertemuan itu Kaze dan Andre memutuskan untuk makan di tempat Kaze bekerja, mereka sudah sangat lapar karena belum makan sebelum pertemuan, pertemuan itu juga mendadak, jadi mereka tidak bisa makan sebelumnya.


Saat perjalanan pulang mereka melihat tiga anak kecil yang sedang duduk di pinggiran jalan, merasa mengenal salah satunya Andre pun menghampiri anak-anak itu, ternyata ketiganya adalah Alan, Randa,dan Muna.


Andre langsung menanyakan kenapa mereka ada disini. Alan yang disematkannya menjawab


"Sebenarnya orang tua kami tidak ada yang selamat saat penyerangan di desa, kami kesini karena mungkin disini lebih aman daripada diluar area kerajaan."


Andre yang mendengarnya langsung bertanya mereka sekarang tinggal dimana, Randa menjawab sebenarnya mereka sedang mencari seseorang, tapi mereka tidak mempunyai petunjuk apapun mengenai orang itu, disaat Andre melihat tas bawaan mereka Andre melihat sesuatu seperti pin yang menempel pada tas itu.


Andre langsung memanggil Kaze, saat Kaze melihatnya ternyata pin itu memiliki gambar yang sama dengan lambang yang ada di lengan jubah milik Andre dan beberapa barang di rumah Kaze.


"Lihat dia mempunyai lambang yang sama dengan lambang di benda-benda milik ayahmu, mungkin orang tua kalian saling mengenal" kata Andre.


"Apa tidak merepotkan?" jawab Randa.


"Tidak sama sekali, lagipula aku juga tinggal sendirian"


Mereka pun setuju dan berterimakasih kepada Kaze dan Andre yang sudah menolong mereka, Andre juga senang karena tidak perlu memaksa Kaze untuk membantu anak-anak itu.


Karena waktu yang sudah malam, mereka bergegas kembali kerumah masing-masing, sesampainya Kaze dan tiga teman kecilnya itu dirumah, anak-anak itu langsung tertidur, Kaze membiarkan mereka tidur di ranjang sedangkan Kaze tidur di kursi panjang miliknya.


Keesokan harinya terjadi kebisingan di rumah Kaze, saat dia bangun sudah ada tiga teman setimnya berada disitu, Rina dan Alena terlihat sibuk memainkan pipi tiga anak kecil yang berada di situ sambil berkata.


"Wah... imut sekali..." ucap Rina dan Alena.


Randa juga bingung kenapa dua wanita itu menyebutnya imut padahal umurnya sudah sekitar 13 tahun tapi memang badanya masih terlihat kecil, mungkin karena pertumbuhannya belum pesat membuatnya masih terlihat kecil.


Sementara itu sang ketua terlihat sedang makan makanan yang tadi malam Kaze buat sebelum tidur, kini rumah yang selalu terlihat sepi itu tiba-tiba menjadi ramai, penuh dengan keceriaan, tapi tidak dengan si pemilik rumah, yang Kaze rasakan hanyalah kebisingan yang terus melanda hatinya.


"Kenapa aku tidak bisa istirahat dengan tenang yang ku inginkan hanyalah tidur, apakah salah?" kata Kaze dalam hati sambil menutup kepalanya dengan selimut.Tapi tiba-tiba saja terdengar suara lonceng


sangat keras dari sebuah menara yang ada di tengah-tengah kota.


Lonceng itu berbunyi hanya satu kali yang menandakan kalau kerajaan sedang berada dalam fase bahaya level 3, setiap berapa kali lonceng dibunyikan memiliki arti, jika lonceng


-berbunyi 6 kali: waspada level satu


-berbunyi 5 kali: waspada level dua


-berbunyi 4 kali: waspada level tiga


-berbunyi 3 kali: bahaya level satu


-berbunyi 2 kali: bahaya level dua


-berbunyi 1 kali: bahaya level tiga


setiap naik level maka keadaan yang sedang terjadi lebih bahaya dari level yang lebih kecil.


Andre yang menyadari kalau bunyi lonceng itu hanya satu kali, langsung pergi ke istana, dua gadis yang juga menyadarinya juga langsung pergi ke istana dan meminta Kaze untuk menyusul karena Kaze belum bersiap waktu itu.


Saat itu juga Kaze langsung bersiap-siap.Selesai bersiap dia membuka jendela dan melihat keadaan kota yang sangat kacau, Kaze langsung menyuruh ketiga anak kecil yang beberapa waktu ini bersamanya untuk pergi ke area kota bagian barat, karena jendela Kaze menghadap ke arah timur dimana Kaze melihat bagian kota yang kacau diselimuti asap yang terus membumbung tinggi.


Saat Kaze memastikan mereka bertiga ke arah yang benar, dia langsung pergi ke arah istana sambil melihat para penduduk yang berlari dengan panik ke arah yang sama dengan ketiga anak kecil itu pergi.


.


.


.


.


.


.