Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 01:Awal dari segalanya



Malam itu suasana begitu menyedihkan untuk seorang anak kecil,awan terus menjatuhkan air yang tidak tahu kapan akan berhenti, sedangkan petir terus saja memamerkan tubuhnya. Di bawah derasnya tetesan hujan nampak seorang anak kecil berjalan tertatih tanpa arah tujuan,dia terus berjalan mengikuti arah ia jatuh.


Tak terasa dia sudah berjalan semalaman tanpa istirahat, saat tahu bahwa fajar akan segera datang dia beristirahat ,duduk dibawah sebuah pohon yang sangat rindang,untung saja hujan sudah berhenti waktu itu.


Di bawah pohon yang rindang itu, sambil menahan rasa lapar dia terus membayangkan kejadian-kejadian yang menimpanya beberapa hari terakhir.Lemas mengantuk dan pikirannya yang terus melayang membuatnya tertidur sangal lelap.Saat ia bangun sudah ada dua orang yang berada di dekat sana sambil mencoba membuat perapian.


Anak kecil itu terlihat waspada, tapi melihat keduanya yang seakan tidak peduli akhirnya anak kecil itu bertanya "siapa kalian?"


tanya anak tersebut kepada dua anak laki-laki orang yang masih terlihat seumuran dengannya.


Satu anak yang terlihat sedikit lebih tua menjawab "ooh.. kau sudah bangun.Kami menemukanmu tergeletak disana,kelihatannya kamu sangat lelah.Apa kamu lapar kami punya makanan disini jika kau mau?"


Anak kecil itu berkata "kalian belum menjawab pertanyaanku" lalu anak kecil yang menawarkan makanan tadi menjawab"Tenang tidak usah menunjukkan ekspresi muka seperti itu,perkenalkan namaku Randa itu temanku Muna"ucap Randa sambil menunjuk ke arah Muna yang sedang menjaga api agar tetap hidup"Lalu namamu?" anak kecil itu menjawab "Namaku Alan,dan apa yang kalian berdua lakukan disini?"


Randa pun mulai berkisah tentang kejadian yang membuat mereka berdua bisa sampai di tempat ini.Di mulai dari beberapa hari yang lalu di saat dia sedang bermain dengan temannya yang tidak lain adalah Muna.


Tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara bel yang menggema di desa, sontak semua orang mulai panik dan mencoba untuk melarikan diri dari desa tersebut Alan yang tidak tahu apa-apa hanya bingung melihat warga desa berlari ketakutan.


Di saat suasana seperti itu dia dikagetkan dengan munculnya makhluk aneh berkulit hijau dan berbadan besar yang sedang menyerang penduduk desa, beberapa pemuda di desa itu mencoba menghentikan mahkluk itu namun hasilnya sia-sia makhluk hijau itu terus berdatangan hingga para pemuda akhirnya tewas satu persatu.


Randa bengong melihat adegan pembantaian yang terjadi di depan matanya, dia di sadarkan Muna yang menarik bajunya dari belakang sambil berkata "Cepat kita harus kerumahmu" Muna mengatakannya karena memang di rumah Muna tidak ada siapapun dia hidup sendirian dan selalu di urus tetangganya.


Mereka pun berlari menuju kerumah Randa, di saat mereka sudah sampai kerumahnya mereka melihat kedua orang tua Randa yang sedang berdebat di suasan sepanik ini,ketika melihat Randa datang ibunya langsung berkata "Randa,kita harus keluar dari desa ini secepat mungkin, sekarang cepat ambil ransel mu dan kemasi barang yang bisa dibawa"


Randa menuruti kata ibunya dan langsung mengemasi barang"nya,Muna juga diberi ransel untuk membawa persediaan makanan.Saat semuanya sudah siap mereka dikejutkan dengan datangnya makhluk hijau yang langsung masuk kedalam rumah dengan menghancurkan pintu dan langsung menyerang ibu Randa yang berada paling dekat dari mahkluk itu di bagian perut hingga ibu Randa terpental beberap meter dan langsung tewas ditempat dengan mulut yang mengeluarkan banyak darah.


Ayah randa yang melihatnya langsung balik menyerang makhluk hijau itu dengan golok yang selalu ia gunakan untuk membelah kayu, namun apa daya tubuh makhluk itu lebih besar dan terlihat lebih kuat, ayah Randa kewalahan menghadapi makhluk itu, hingga akhirnya ayah Randa terjatuh, makhluk itu langsung menusuk perut ayah Randa, seketika mulutnya memuncratkan darah, di saat seperti itu dia berkata kepada Randa dan Muna "Pergilah kalian ke kerajaan Andalas, cari seorang ahli pedang, katakan padanya kau anak ayah, cepat pergi dari sini" itu adalah kata-kata terakhirnya sebelum makhluk itu mengangkat pedangnya lalu menusukkanya ke perut ayah Randa hingga akhirnya tewas, setelah membunuh ayah Randa makhluk itu terlihat marah karena dua anak kecil yang tadi ada di situ sudah menghilang.


Randa dan Muna sudah berlari ketika ayah Randa mengatakan kata-kata terakhirnya, saat itu Randa bingung harus berbuat apa ketika melihat ayahnya yang akan mati, tapi lagi-lagi Muna menariknya tanpa berkata apa-apa, Randa menurut tapi saat berlari dia terus melihat ke arah belakang tempat ibunya yang sudah menjadi mayat dan ayahnya yang sudah tak berdaya.


Tapi mau bagaimana mana lagi jika mereka tetap disana mereka hanya akan bernasib sama dengan kedua orang tuanya, Randa hanya berlari sambil menangis membayangkan pemandangan yang sangat tragis di depan matanya, dalam hatinya ia menguatkan tekad untuk menjadi orang yang kuat agar bisa melindungi orang-orang yang ia sayangi.


"Ya Kira-kira begitulah perjalanan kami hingga akhirnya bisa sampai disini, lalu ceritamu?apa yang membuatmu bisa sampai disini"


Lalu Alan menceritakan kisahnya mengapa ia bisa sampai disini dengan kondisi yang seperti.Itu semua bermula beberapa hari yang lalu saat berita tentang penyerangan sebuah desa tersebar ke beberapa wilayah.



Malam itu Alan tidak bisa tidur karena keributan di desa nya, para penduduk desa khawatir akan ada penyerangan di desa mereka, mereka pun sepakat untuk berjaga-jaga di sepanjang perbatasan desa, tidak luput orang tua Alan juga ikut untuk berjaga di perbatasan.Malam itu tidak terjadi apa-apa hingga fajar yang membuat penduduk lengah, tiba-tiba mereka mendengar suara gemuruh dan keributan di luar desa.



Saat itu Alan sedang berada di depan rumah menunggu kedua orang tuanya pulang, tiba-tiba ada seorang warga lari menuju ke kerumunan orang-orang yang sedang membicarakan masalah penyerangan iit.


Orang yang berlari itu berkata "lari!! kita harus lari!!!, semua orang yang berjaga di perbatasan sudah mati" semua orang yang mendengarnya kaget dan langsung beranjak dari tempatnya untuk melarikan diri.


Alan yang mendengarnya langsung berlari menuju ke perbatasan untuk memastikannya tapi dia dicegah oleh seseorang, orang itu berkata "Kau mau kemana nak?semua orang di perbatasan sudah mati" kata orang itu dengan mulu yang bergetar.


Orang itu langsung menggendong Alan dan lari menjauh, tapi naasnya orang itu terjatuh dengan kondisi mata yang sudah berlubang oleh tombak.Ternyata makhluk itu sudah sampai di desa, Alan yang terjatuh dengan posisi yang tidak tepat membuat kakinya terkilir dan sulit berjalan,tiba-tiba makhluk yang melemparkan tombak tadi berlari ke arah Alan, Alan yang melihatnya mencoba berdiri namun tidak bisa karena kakinya yang terkilir terasa sangat sakit, tapi dari arah belakang muncul seseorang yang mengenakan jubah hitam berlari dengan sangat cepat ke arah makhluk itu, makhluk itu langsung mengayunkan pedangnya pria berjubah itu langsung menghindar ke arah bawah melewati ke dua kaki makhluk itu ia langsung berdiri namun si makhluk hijau itu langsung berputar arah pria, berjubah itu melompat dan menebas leher makhluk itu dengan sekali tebasan.


Pria itu menghampiri Alan dan membawanya ke luar desa.Saat posisi mereka sudah aman pria itu meninggalkan Aln dan berkata"cepat menjauh dari sini! jika kau tidak tau arah ikuti saja kata hatimu, karena hati tidak akan pernah menipumu " pria itu pun pergi kembali ke desa sedangkan Alan terus berjalan hingga akhirnya sampai di tempat itu.


"Jadi sekarang kau mau kemana?" kata Randa " tidak tahu"jawab Alan dengan nada datar.


Muna yang dari tadi diam mengusulkan "Bagaimana kalau kau ikut dengan kami ke kerajaan, kita bisa menjaga satu sama lain, dan setidaknya saat kita sudah sampai disana keselamatan kita lebih terjaga"


"Ide yang bagus" tambah Randa, "baiklah, aku akan ikut bersama kalian, tapi apa kalian masih punya makanan?, aku lapar"



Randa memberinya makanan dia juga memetik beberapa buah saat di perjalanan jadi tidak ada salahnya jika berbagi" begitulah awal dari sebuah perjalanan yang sangat seru ini dan satu hal yang harus kalian ingat bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini semuanya sudah ditakdirkan....


.


.


.


.


.


.


.


mungkin nama tokohnya kurang pas y??