Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 15:Elf licik



Beberapa tahun setelah menghilangnya Guldar, Leviathan, organisasi bintang fajar, dan para iblis tatanan dunia kembali seperti dulu, sebenarnya tidak begitu aman karena masih ada goblin dan monster" yang masih berkeliaran.


Setelah organisasi Bintang Fajar menghilang, tidak ada lagi pihak yang membasmi kejahatan sebagai tujuan utama, kerajaan yang berdiri kala itu juga masih tidak teratur.


Dan pada akhirnya perpecahan antar ras kembali terjadi, mereka saling berperang hanya untuk sebuah kekuasaan, dunia menjadi sangat kacau, peperangan terjadi di mana-mana meskipun para iblis mulai menghilang.


Ras Elf yang sangat cerdik dan bisa dibilang mempunyai fisik yang sempurna menguasai sebagian besar peperangan kala itu, Ras Elf banyak menggunakan sihir yang mereka ciptakan.


Kebanyakan sihir yang dimiliki para Elf terletak pada suatu benda, misal pada mutiara, tongkat, bahkan senjata seperti pedang dan lainnya, namun yang paling terkenal dari benda sihir yang dimiliki para Elf adalah tongkat mutiara sihir.


Tongkat ini memiliki panjang sekitar dada orang dewasa, kayu yang digunakan adalah kayu biasa yang memiliki bentuk aneh, dan diatas tongkat itu terdapat sebuah mutiara yang selalu bercahaya, mutiara itu memancarkan energi sihir murni besar.


Tongkat itu memberikan sihir ke benda-benda di sekitarnya, itulah mengapa bangsa Elf mempunyai banyak benda yang memiliki sihir murni meskipun tidak terlalu besar.


Mulanya tongkat itu dibuat para kurcaci sebagai hadiah untuk para witch yang selalu bersedia membantu mereka saat ingin membuat sebuah ramuan, karena para kurcaci tidak terlalu menguasai sihir alhasil ada beberapa bahan yang tidak bisa mereka dapatkan, para kurcaci meminta bantuan kepada para witch untuk membantu mereka, para witch menyetujui nya dengan syarat 25% dari ramuan yang di buat adalah milik witch.


Karena itu para kurcaci dan witch mempunyai hubungan yang cukup dekat, bahkan mereka membuat sebuah desa bersama, sebagai rasa terimakasih para kurcaci sepakat membuat tongkat sihir dari mutiara yang paling indah untuk witch yang selalu bersedia membantu mereka.


Mutiara itu kurcaci dapatkan dari salah satu Archangel sebelum pergi, para Archangel tahu bahwa ras kurcaci adalah ras yang keras kepala sekaligus mempunyai hati yang paling lembut, itu sebabnya para kurcaci sangat senang kepada orang yang berbuat baik kepada mereka, karena alasan itu para Archangel mempercayakan sebuah mutiara sihir kepada ras kurcaci.


Karena mereka tidak terlalu pandai menggunakan sihir, mereka memutuskan untuk memberikan mutiara sihir itu kepada temannya yaitu para witch, para witch terkejut mendapatkan sebuah hadiah yang luar biasa dari para kurcaci.


Para witch tidak sepenuhnya menerima tongkat itu, para kurcaci masih bisa menggunakan nya jika memang dibutuhkan. Tongkat itu memberikan kehidupan di sekitarnya, tanah yang tadinya tandus menjadi sangat subur.


Beberapa bulan berlalu desa mereka mulai berkembang, banyak dari ras lain berkunjung ke desa mereka untuk belajar sihir atau membeli ramuan yang kurcaci buat, hingga kabar tentang desa dan tongkat itu terdengar di telinga para Elf, ras Elf tertarik dengan tongkat sihir yang mereka miliki.


Ras Elf mempunyai rencana licik untuk merebut tongkat itu dari tangan para kurcaci dan witch, mulanya para Elf terlihat seperti ingin berteman dengan para kurcaci dengan cara memberikan bahan-bahan yang hanya bisa ditemukan di wilayah kekuasaan para Elf.


Lama kelamaan hubungan mereka menjadi baik, para Elf meminta witch dan para kurcaci untuk menunjukkan rahasia kesuburan tempat itu, witch dan para kurcaci menunjukkan tongkat sihir yang selama ini mereka miliki.


Setelah membuat rencana yang matang, para Elf berusaha mencuri tongkat itu, karena terlalu tergesa-gesa rencana mereka bocor dan diketahui para witch dan kurcaci, akhirnya pertempuran pun pecah antara para witch dan Elf, untung saja organisasi Bintang Fajar sedang berkunjung ke desa itu, mereka bertanya kepada para kurcaci yang sedang bersembunyi mengenai apa yang terjadi.


Setelah mengetahui apa yang menyebabkan kedua kubu itu bertarung, orang-orang yang berasal dari organisasi Bintang Fajar membantu para witch untuk mengalahkan para Elf yang sangat banyak. Naas karena kalah jumlah pihak witch mengalami kekalahan sedangkan orang-orang dari organisasi Bintang Fajar terluka cukup parah.


Pertempuran selama berhari-hari pun akhirnya selesai dengan hasil para Elf yang berhasil merebut tongkat mutiara sihir, dan kekalahan yang didapat para kurcaci dan Elf.


Sejak saat itu para kurcaci dan witch sangat membenci ras Elf, orang-orang yang berasal dari organisasi Bintang Fajar juga sering menyindir anggota organisasi mereka yang berasal dari ras Elf tentang masalah itu.


Para witch memutuskan untuk membalas dendam tentang kejadian itu, tempat tinggal mereka yang dulunya subur menjadi sangat gersang dan tidak bisa ditumbuhi tumbuhan, ras kurcaci yang sudah muak dengan semua kejadian itu memutuskan untuk mengurung diri mereka dengan bantuan para witch untuk membuat kabut tebal di sekitar wilayah mereka.


Para witch dan kurcaci berpisah, sebelum pergi kurcaci memberi nasihat kepada para witch agar tidak terlalu tergesa-gesa, karena bagaimanapun para witch adalah teman mereka yang sangat dekat.


Orang itu bernama Peter, ia diangkat menjadi raja setelah berhasil memimpin beberapa pertempuran dan memenangkan nya, salah satu yang terkenal darinya adalah pedang miliknya yang memancarkan energi yang sangat kuat, pedang itu pernah rusak ataupun tergores.


Raja Peter pun menyatukan seluruh ras manusia untuk melawan bangsa Elf, dengan taktik dan kekuatan yang sudah sangat matang, satu persatu pertempuran pun mulai dimenangkan oleh para manusia, raja Peter menjadi salah satu orang yang paling ditakuti saat itu, karena dia turun langsung dalam medan pertempuran, tidak seperti kebanyakan raja lainnya yang hanya menunggu sambil melihat bala tentaranya dibantai.


Setelah mengalami kekalahan yang sangat banyak ras Elf takut akan kalah dan meminta perjanjian perdamaian dengan ras manusia, perjanjian pun akhirnya ditandatangani oleh kedua belah pihak.


Namun saat perjalanan pulang selesai perjanjian itu, raja Peter dengan pasukannya diserang oleh para Elf, karena itu merupakan perjanjian perdamaian raja Peter tidak membawa senjata apapun, membuatnya harus kabur kembali ke kerajaan.


Raja Peter sampai di Kerajaan sendiri, para prajurit yang mengawalnya menghambat pergerakan para Elf agar sang raja tidak menjadi incaran dan bisa kembali ke istana dengan selamat.


Malam itu terjadi sebuah badai yang sangat hebat, raja Peter memutuskan untuk menyerang balik para Elf yang membunuh para prajuritnya sendirian, dia tidak meninggalkan pesan apapun, bahkan kepergiannya tidak diketahui sama sekali.


Raja Peter mengeluarkan seluruh kekuatannya malam itu untuk membinasakan bangsa Elf, kekuatannya yang sangat besar membuat separuh dari seluruh kerajaan para Elf menghilang hanya dalam satu malam.


Kabar itu menjadi perbincangan seluruh ras, bangsa Elf yang takut senjata terkuatnya yaitu tongkat mutiara sihir jatuh ke tangan raja Peter memutuskan untuk membuat pelindung dan mengurung diri mereka, tapi sebelum mereka melakukannya raja Peter sudah menghilang, tidak ada jejak dia pergi kemana.


Bangsa Elf yang sudah terlanjur ketakutan mengumpulkan seluruh Elf dan membuat wilayah mereka sendiri meskipun wilayah mereka tetap menjadi yang terbesar.


Ras manusia kehilangan salah satu raja terbaiknya, berminggu-minggu mencari yang mereka temukan hanyalah baju zirah milik raja Peter, sedangkan tubuh dan pedangnya hilang, berubah menjadi sebuah kisah legenda yang terus hidup.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.