
Pagi yang sangat sibuk di istana kerajaan, semuanya mondar-mandir dengan urusannya masing-masing, para pelayan kerajaan sibuk membersihkan setiap sudut istana, para prajurit yang sedang berkumpul untuk melaksanakan latihan membuat tambah ramainya suasana istana pagi itu, para koki yang sibuk memasak karena para pelayan kerajaan yang harus bekerja dari pagi dan juga para prajurit yang berlatih lebih banyak dari biasanya, membuat para koki harus membuat makanan ekstra pagi itu.
"Hufft..., pagi yang sibuk ya Alaster" Ucap Adelia, seorang pemimpin salah satu pasukan di kerajaan itu, Adelia adalah seorang wanita berambut merah yang sangat hebat dalam hal memanah, meski usianya yang baru 19 tahun tapi dia sering kali memenangkan pertandingan memanah yang di adakan oleh pihak kerajaan.Keterampilanya itu membuat pihak kerajaan tertarik untuk merekrut nya.
"Ya begitulah, semenjak kejadian itu, kerajaan menambah jadwal latihan" jawab Alaster, seorang pria berambut biru yang sangat mahir dalam berpedang.
Mereka berdua saling mengenal karena dulunya mereka satu kelas saat masih di akademi, mereka baru lulus tahun kemarin, karena hal itu hubungan keduanya menjadi lebih akrab, terlebih lagi mereka juga sama-sama menjadi pemimpin salah satu pasukan.
"Bagaimana kabar gabriel?"
"Dia baik-baik saja, aku sudah memintanya agar tidak terus berlatih, tapi baguslah latihannya membuahkan hasil"
Gabriel yang mereka maksud adalah seorang pria gemuk yang juga teman sekelas mereka saat di akademi, alasan Gabriel ikut menjadi pasukan kerajaan karena dia mau membuktikan kepada mantan kekasihnya, karena dia selalu di katai sebagai manusia yang tidak berguna oleh mantan kekasihnya.
Beberapa hari setelah dia diputus kekasihnya, Gabriel ikut mendaftarkan diri menjadi prajurit kerajaan agar bisa membuktikan kepada kekasihnya kelak dia akan menjadi seseorang yang sangat berguna.Kebetulan Gabriel juga menjadi anggota dari pasukan yang dipimpin Alster, itu membuat Adelia senang karena teman-temanya bisa saling melindungi.
Sebenarnya Alaster dan Adelia kini sedang duduk beristirahat sambil melihat pasukan mereka berlatih, mereka juga heran kenapa hari ini semua orang terlihat sangat sibuk.
Sebenarnya hal itu adalah hal yang lumrah di istana, hanya saja penyerangan goblin baru-baru ini membuat para prajurit harus berlatih lebih banyak daripada biasanya, yang membuat area istana menjadi lebih kotor dan mau tidak para pelayan istana yang bertugas dalam bidang kebersihan juga harus selalu membersihkan nya supaya selalu tampak indah.
Tapi hal itu juga berdampak kepada para koki yang harus memasak ekstra karena jam kerja para pelayan yang bertambah dan juga bertambahnya prajurit yang berlatih.
Saat para penghuni istana sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara lonceng yang sangat keras, dalam sekejap suasana di istana menjadi hening, mereka berharap akan ada suara lonceng lagi yang menyusul, beberapa detik kemudian suasana di istana kembali sangat riuh bahkan dari sebelumnya.
Semua orang berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Alaster, apa yang terjadi? kenapa hanya satu kali?"
"Aku juga tidak tahu, sebaiknya kita mengumpulkan pasukan kita untuk terus bersiaga!"
Alaster dan Adelia pun keluar untuk mencari pasukan mereka masing-masing, tapi saat keluar mereka malah teekejut karena melihat asap yang membumbung tinggi, ternyata terjadi banyak kebakaran di area kota bagian timur.
Alaster lalu melihat Gabriel yang tengah melihat kejadian itu, lalu memanggilnya.Gabriel yang mendengar panggilan Alaster langsung memberi tahu teman-temanya agar kembali ke dalam dan berkumpul.
Saat semua anggota pasukan Alaster sudah berkumpul, Alaster langsung memerintah kan mereka untuk terus bersiap menunggu perintah dari atasan mereka.
_____
Raja Sanjaya telat bangun pagi itu, mungkin karena malamnya terlalu banyak berkas yang harus diselesaikan, membuatnya tidak tidur hingga larut malam, setelah bangun raja sanjaya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Berat memang menjadi seorang raja, selain tugasnya yang sangat banyak dia juga harus menyambut para tamu penting, belum lagi urusan-urusan yang harus dia datangi sendiri sebagai seorang raja.
Seperti kemarin, dia harus pergi ke desa-desa kecil yang berdekatan dengan kota untuk melihat pembangunan jembatan dan bangunan lainnya, hal itu dia lakukan agar pembangunan bangunan tersebut tidak melenceng dari ekspektasinya.
Setelah pulang dari kunjungannya ke proyek pembangunan dia juga harus mengurus dokumen-dokumen administrasi, perizinan dan lain lainnya, saat dia selesai dengan tugasnya baru dia bisa tidur.
"Hanya satu kali, kenapa hanya satu kali?" tanya sang raja pada dirinya sendiri sambil berlari ke balkon yang ada di kamarnya.
Saat itu raja melihat asap tebal yang berasal dari kota sebelah timur, segera raja langsung berganti baju dan keluar, baru saja dia ingin keluar, sudah ada orang berada di ambang pintu sambil berkata.
"Maaf paduka, terjadi penyerangan besar-besaran dari para goblin di kota wilayah timur, apa yang paduka perintahkan?"
"Suruh seluruh prajurit yang sudah siap bertempur untuk ke kota wilayah timur, perintahkan seluruh murid-murid di akademi untuk membantu evakuasi warga, dan juga panggil para petinggi kesini, cepat!!"
"siap paduka"
prajurit itu langsung berlari menuju anak buahnya untuk membantunya menyebarkan informasi, sedangkan raja langsung menuju ke ruangan tempat untuk mengadakan pertemuan dengan para petinggi.
_____
Pagi itu Merlin sudah berada di ruangan tempat dirinya bekerja setiap hari, meski pekerjaannya hanya membaca buku dan meracik ramuan atau yang sering disebut potion, tapi meski terlihat mudah namun nyatanya sulit, karena yang dia baca adalah buku mantra dan sejarah-sejarah dunia yang mungkin belum semua orang tahu.
Potion yang ia racik juga bukan potion biasa, tapi sebagian besar adalah potion sihir yang sangat beracun ada yang berguna untuk menyembuhkan ada juga yang untuk menambah stamina, namun ada juga didalamnya yang terdapat kutukan karena di campur bahan-bahan yang tidak normal dan sulit didapatkan.Salah cara meracik atau salah memasukkan bahan sedikit saja bisa berakibat fatal bagi dirinya.
Saat sedang meracik potion untuk ia gunakan sebagai obat penyembuhan tiba-tiba saja terdengar suara lonceng yang sangat keras.
"Apa yang barusan itu hanya satu kali?ada apa ini?" tanya Merlin kepada dirinya sendiri.
Saat itu juga Merlin langsung membuka buku dan langsung mencari halaman , saat halaman buku yang dia cari sudah ketemu, dia langsung berkata "tidak mungkin" , setelah itu ada seseorang yang membuka pintu ruangan tempat Merlin bekerja dan berkata.
"Tuan, raja memanggil anda untuk menemuinya segera"
Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi, Merlin juga langsung pergi menemui raja setelah bersiap-siap.
.
.
.
.
.
.
.
.