
Waktu itu matahari sedang menuju tempat dimana dia bisa sedekat mungkin bumi, menandakan waktu siang akan segera tiba, tapi cuaca yang cerah tiba-tiba mendung.Awan mendung itu terus menjatuhi bumi dengan airnya, mengubah suasana hangat menjadi sangat dingin, padahal waktu sudah mendekati siang.
Bersamaan dengan mulai turunya hujan, Andre dan Kaze sampai ke kerajaan.Karena Kaze sudah mengirim burung hantu untuk membawakan pesan hasil dari misi yang baru mereka jalani, mereka memutuskan untuk langsung pergi ke rumah masing-masing karena sudah sangat kelelahan.
Dirumahnya Andre langsung disambut keluarganya lalu makan sebelum akhirnya tertidur pulas, sebelum ia tidur dia meminta kepada ibunya untuk mencuci jubah yang ia temukan, karena ada banyak bercak darah di bagian bawah jubah itu.
Disaat ibunya mencuci bagian lengan dari jubah itu dia seperti pernah melihat lambang yang terdapat di bagian lengan itu, ibunya menanyakan darimana Andre mendapatkan jubah itu, tapi karena Andre yang sudah tertidur pulas dia tidak menjawab dan membuat ibunya mencuci sambil terus berpikir dimana dia pernah melihat lambang seperti itu.
Berkebalikan dengan yang dialami Andre, saat sampai ke rumah langsung mandi, dia hidup sendirian jadi tidak ada yang menyambutnya saat pulang ke rumah, sebenarnya dia pernah hidup bersama orang tuanya, tapi orang tuanya pergi meninggalkan Kaze saat dia berumur sekitar sembilan tahun, tanpa memberi tahu Kaze mereka akan kemana dan kenapa?,orang tuanya hanya meninggalkan sebuah pedang sebelum mereka pergi, alhasil pedang itu menjadi pedang favorit Kaze.
Karena orang tuanya dulu dianggap pahlawan, Kaze selalu mendapatkan uang bulanan dari Kerajaan, tapi dia selalu menyimpan uang itu dan menggunakannya jika memang sedang terpaksa karena Kaze tidak tahu apa yang telah orang tuanya lakukan hingga mendapat gelar pahlawan, setiap kali ditanya kenapa? Kaze hanya menjawab.
"yang menjadi pahlawan orang tuaku, kenapa aku yang harus menerima imbalan"
Karena tak mau terus menggunakan uang itu, Kaze bekerja di sebuah tempat makan di pinggir kota dan kadang-kadang menjalankan misi untuk mendapatkan uang.
Dan juga karena dia bekerja di tempat makan, tim nya selalu menunjuk Kaze untuk memasak sesuatu saat dalam misi, memang masakannya lebih enak daripada dua orang wanita yang ada timnya yaitu Rina dan Alena.
Alena, remaja wanita yang lumayan tinggi, berkaca mata dan mempunyai rambut berwarna ungu itu sebenarnya pintar memasak namun masakannya masih belum bisa mengalahkan Kaze, keahliannya adalah sihir dia yang paling pintar menggunakan sihir di timnya.
Sama seperti Alena, Rina juga tipe petarung jarak jauh dia selalu menggunakan senjata panah dalam misinya, dia bisa menggunakan pedang tapi lebih memilih panah sebagai senjatanya lagipun jika tidak ada pemanah pasti akan sulit berburu hewan saat misi.
Kombinasi tim mereka mungkin sudah hampir sempurna yaitu Andre sebagai ahli petarung jarak dekat, Alena seorang witch dengan kemampuan penyembuhan, Rina sebagai ahli strategi dan pemanah, dan Kaze sebagai seorang peran pembantu, keahlian masak yang dimiliki Kaze membuatnya sedikit berguna saat ada misi
Karena kombinasi tim yang bagus, mereka mendapat posisi pertama di akademi sebagai satuan kelompok bukan per individu, jika per individu mungkin peringkat keempatnya akan berjarak lumayan jauh.Karena itu mereka mendapatkan misi lebih awal dari para siswa akademi lainnya.
Kembali lagi ke keadaan yang dialami Kaze saat ini, dimana dia sedang merasa sangat lelah dan lapar, ingin memasak tapi tubuhnya terlalu lelah untuk bangun, dia hanya berbaring sambil memikirkan keanehan-keanehan yang terjadi beberapa hari ini.Mulai dari kemunculan para goblin dan makhluk lainya, simbol-simbol yang menuntunya untuk kembali ke masa lalu dan makhluk misterius yang melepaskan tekanan yang belum pernah Kaze rasakan.
*tuk tuk tuk..
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk jendela lalu masuk ke kamar Kaze, tanpa melihat pun Kaze sudah tahu siapa yang datang.
"Kenapa kamu nggak pernah masuk dari pintu depan?"
"Pintunya selalu kamu kunci, aku mengetuk pun kau juga nggak akan dengar" jawab Rina yang sedang melepas mantel hujannya
"Tidak ku kunci juga tidak akan ada yang datang, orang terakhir yang datang kesini selain dirimu sekitar dua minggu yang lalu, itupun hanya seorang pelayan istana, apa yang kau bawa itu?"
"Oh.. ini, ini makanan favoritmu, ayo bangun sebentar dan makan dulu!" pinta Rina sambil memberikan kepada Kaze yang sedang mencoba tertidur.
"makanan favoritku?, tahu dari mana?"
"Bagaimana aku nggak tahu,kamu selalu memakannya saat aku datang kemari"
"Apa kau yang membuatkannya untukku?"
"Nggak, aku juga membuatnya untuk Andre dan Alena" jawab Rina yang juga langsung dijawab Kaze dengan helaan nafas.
"Kenapa, kamu nggak suka"
"Nggak kok, aku suka, walaupun masih enak buatanku"
jawab Kaze sambil tertawa
*uhuk uhuk
Kaze tersedak, Rina yang melihatnya langsung membawakan segelas minum untuk Kaze.
"Kalau lagi makan diam, keselek kan jadinya" ucap Rina sambil memasang wajah kesal karena perkataan Kaze tadi.
Selesai makan Kaze kembali tidur. Rina yang masih ada disitu pamit untuk pulang.
*JEDAAR...........
Tiba-tiba saja suara petir yang sangat keras menggema di kota itu.Rina kaget, bukan karena suara petir namun karena tangan Kaze yang memegang tangannya.
"Tetaplah disini sebentar, setidaknya sampai hujan sudah reda!" pinta Kaze sambil menundukkan kepalanya.
Rina yang mendengarnya langsung memutar badannya sehingga berhadapan dengan laki-laki itu.
"Kenapa?, apa kamu sakit?" tanya Rina sambil tangannya memegang dahi Kaze untuk memastikannya
"Ya ampun, dahimu sangat panas, kau pasti sedang sakit.Kalau begitu aku akan menemanimu sebentar"
ucap Rina dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir
Akhirnya Rina menemani Kaze sambil sedikit berbincang-bincang mengenai misi yang Kaze lakukan, Rina merinding mendengar cerita Kaze tentang satu desa yang dibantai habis oleh para goblin.
Hanyut dalam pembicaraan membuat Rina mengantuk dan tertidur di samping Kaze, namun Rina tertidur di kursi yang diambilnya tadi, hanya kepala dan tangannya saja yang berada di kasur.
Hampir tiga jam Rina tertidur, saat dia terbangun matahari sudah hampir tenggelam sepenuhnya, saat dia ingin pergi ada sebuah nasi goreng di atas meja dan terdapat sepucuk surat yang berisi.
" Ini, aku buatkan juga makanan favoritku untukmu, jika rasanya lebih enak dari buatanmu robek saja kertas ini "
Sudah terlambat, Rina sudah menyobek kertas itu saat tahu bahwa Kaze yang menulisnya, dia merasa kesal karena tidak membaca suratnya sampai akhir terlebih dulu.Tapi tidak dapat dipungkiri nasi goreng buatan Kaze memang lebih enak daripada buatanya. Setelah dia selesai makan Rina merapikan kembali piring itu lalu pulang.
_____
"Ahhh.. sial, kenapa tiba-tiba hujan di hari yang cerah ini" Umpat Merlin saat dia tiba di ruangan tempatnya bekerja dengan kondisi basah kuyup kehujanan, Merlin memang seorang laki-laki yang masih muda umurnya sekitar 21 tahun, namun dia mempunyai bakat sihir hebat, yang menjadikannya sebagai salah satu witch terhebat di Kerajaan itu.
Sudah lama dia duduk di kursinya sambil terus melihat buku-buku tua yang berisi tentang sihir, saat sedang sibuk membaca buku-buku nya tiba-tiba kepala Merlin terasa sakit bersamaan dengan suara petir yang sangat keras, setelah merasakan sakit yang luarbiasa di kepalanya entah kenapa otaknya terus memutar memori pikiran yang aneh.
"Kenapa ingatan ini muncul sekarang, tidak mungkin juga kalau dia sudah kembali" kata Merlin yang entah ia tujukan untuk siapa.
_____
Ketiga anak itu sekarang sudah mencapai kota, saat mereka ingin memasuki kota terdengarlah suara petir yang sangat keras membuat Muna terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alan
"Aku baik-baik saja" jawab Muna
"dasar penyihir, dari dulu mereka memang selalu merepotkan" kata Muna dalam hati
Saat mereka ingin masuk ke kota, Muna berhenti sejenak, memejamkan matanya, lalu melanjutkan langkahnya, dan akhirnya sampailah mereka di kota yang merupakan pusat kerajaan Andalas..
.
.
.
.
.
.
.
.