Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 04:Mencari



Setelah Andre menjauhkan anak kecil tadi dari desanya, Andre pun kembali ke desa, berharap masih ada nyawa yang bisa diselamatkan.


Saat Andre sudah mulai memasuki kawasan pedesaan suasananya malah semakin sepi, hanya ada suara jangkrik dan katak yang saling bersautan, menandatangani bahwa hari sudah mulai memasuki waktu senja.


Akhirnya Andre tiba di pedesaan, tidak ada lagi goblin disana, mereka semuanya sudah pergi karena waktu sudah semakin malam, hujan pun mulai bertambah lebat, para goblin itu memiliki masalah penglihatan jika di malam mungkin itu yang menyebabkan mereka hanya melakukan penyerangan atau perburuan di siang hari.


Suara petir mulai terdengar menyambar bumi, tapi Andre masih di tempat itu, mencari seseorang yang masih hidup untuk diselamatkan, dengan menggunakan mantra sihir yang sama seperti yang tadi dia gunakan untuk melawan goblin sehingga membuat tangannya bersinar agar memudahkannya untuk mencari korban, dan juga dia berharap Kaze ataupun prajurit dari Kerajaan yang melihat sinarnya.Mungkin dengan melihat sinar yang dihasilkan Andre seseorang akan tahu bahwa masih ada yang hidup di daerah itu.


Lama mencari, namun apa yang Andre cari tak kunjung ia temukan, Kaze ataupun prajurit kerajaan juga tidak ada yang mendekat.


Karena lelah kaki Andre sebelah kanan mulai merasakan nyeri, mungkin karena pertarungannya dengan goblin tadi siang, saat menahan rasa nyeri di kakinya dia teringat anak kecil yang ditinggalkan oleh nya di luar desa, dia merasa dirinya bodoh meninggalkan seorang anak kecil sendirian di tengah hutan.


Karena rasa cemasnya dia mengabaikan rasa nyeri di kakinya dan langsung pergi menuju tempat dia meninggalkan tadi.


Saat perjalanannya menuju tempat yang ia tuju Andre seperti mendengar suara langkah kaki yang juga sedang berlari ke arahnya, walaupun hujan dan sesekali ada suara petir tapi indra pendengaran Andre masih peka terhadap suara-suara seperti itu, dia pun mencoba mendengarkannya dengan lebih seksam, dan ternyata benar ada orang yang sedang mengikutinya di belakang.


Andre pun mencoba cara untuk menyerangnya secara diam-diam, karena dia tahu menyerang musuh yang belum dia ketahui kemampuan dan kecerdasannya hanya akan menyulitkannya malah bisa jadi Andre yang akan kalah.


Saat sedang berpikir cara untuk menyerangnya Andre melihat sebuah pohon besar didepanya, ia pun langsung bersembunyi di belakang pohon itu dengan cepat agar orang yang mengikutinya tidak tahu.Benar saja, orang itu terus berlari ke arah Andre.


Andre diam menunggu waktu yang tepat untuk menjatuhkannya, saat orang itu berlari untung saja jarak antara pohon denganya tidak terlalu jauh, Andre tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia memajukan kaki kirinya untuk membuat orang itu tersandung, Andre tidak menggunakan kaki kanannya karena takut rasa nyeri yang dirasakannya akan semakin parah.


Tak berselang lama kaki keduanya pun bertubrukan membuat orang yang mengikuti Andre terjatuh, sebenarnya hanya tersandung tapi karena keadaan orang itu sedang berlari membuatnya terjatuh dengan keras.


Andre langsung mengunci pergerakan orang itu agar tidak melawan, saat Andre berhasil menguncinya dia pun menanyakan siapa orang itu dan mengapa orang itu mengikutinya, karena tidak juga menjawab Andre menggunakan sihirnya lagi untuk mengeluarkan cahaya dari tanganya.


Kaze mengambil posisi duduk dan batuk beberapa saat setelah Andre melepaskanya, Andre terkejut karena orang yang dari tadi mengikutinya adalah Kaze, pepohonan yang lebat disana membuat sinar petir tidak bisa masuk sehingga Andre tidak menyadari kalau yang mengikutinya adalah Kaze.


Setelah Kaze berhenti batuk, Andre menanyainya kenapa dia tidak memberikan tanda kalau dirinya adalah Kaze atau setidaknya memanggil Andre.


Kaze mulai menjelaskan kenapa dia mengikutinya dari tadi.


"Saat aku sudah keluar dari desa, kukira yang selamat hanyalah aku, lalu aku berniat kembali ke desa untuk mengeceknya, tapi aku malah melihatmu keluar dari desa.Lalu aku mengikutimu, aku curiga kau adalah dalang dari semua pembantaian ini.Huuft... sial, aku beberapa kali hampir mati hari ini" ucal kaze sambil sesekali batuk.


"Tapi kenapa kau tidak menyadari kalau orang itu aku,padahal di luar desa masih ada lahan yang belum ditumbuhi pohon"


"Aku akan menyadarinya jika kau tidak menggunakan jubah aneh itu"


Andre baru sadar kalau selama ini dia menggunakan sebuah jubah dengan hiasan lembang yang memang sedikit aneh.Setelah mereka berbincang sedikit mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon itu untuk malam ini, karena terlalu bahaya jika begerak di malam hari, apalagi setelah mereka teringat perkataan Merlin.Sebenarnya Kaze menyembunyikan sesuatu tapi dia enggan mengatakanya, takut jika Andre ketakutan dan malah mengajaknya pergi dari tempat itu.


Karena terlalu lelah, tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat mereka tertidur.Saat keesokan harinya cuaca sudah cerah, tidak terlihat lagi awan hitam yang menggantung di atas mereka.


Saat Andre mengajak Kaze untuk kembali ke kerajaan Andalas Kaze malah menolak.


"Kau kembali duluan saja, aku akan kembali ke desa-desa sebelumnya untuk menemukan teman ayahku.Aku harus mencari tahu apa yang menyebabkan ayah selalu memintaku untuk mencari temanya kalau sesuatu yang mengerikan terjadi, karena itu adalah permintaan terakhir ayahku"


begitulah kata kaze, walaupun sudah belasan tahun namun dia masih ingat wajah teman ayahnya itu.


Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan Andre menemukan untuk menemaninya, lagipula Kaze sudah mengirimkan burung hantu untuk membawa surat ke kerajaan kemarin.


Beberapa desa yang kini hancur berantakan sudah dilalui mereka berdua namun, tetap saja belum menemukan hasil, hingga akhirnya mereka sampai di desa pertama yang diserang para goblin.


Saat sedang sibuk mencari, Kaze melihat sebuah rumah, rumah itu tidak terlihat spesial, pintunya juga sudah hancur, namun yang membuat Kaze terus memperhatikan nya adalah sebuah lambang aneh di atas pintu yang sudah hancur.


Kaze berusaha mengingat tentang lambang itu, sepertinya lambang itu agak familiar di ingatanya, lama berfikir Kaze akhirnya ingat.


"Lambang itu.., aku ingat dengan lambang itu"


"Lambang apa?lambang ini?" tanya Andre yang tiba-tiba sudah disampingnya.


"Darimana kau mendapatkan jubah ini"


"Entahlah, aku mengambilnya dari sebuah rumah di desa yang kemarin, tapi ada yang aneh dengan ruangan tempat aku mengambil jubah ini"


"Apa yang aneh?"


"Ruangan itu, tidak memiliki pintu"


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.Kita periksa saja rumah itu lebih dulu"


Mereka berdua pun menuju rumah yang terdapat lambang tadi, saat mereka masuk terlihat ada 2 mayat yang hampir membusuk namun wajah mereka masih bisa dikenali.


Kaze terlihat sedih, karena 2 mayat itu adalah teman ayahnya dulu, dia tambah yakin kalau dia benar setelah menemukan sebuah lukisan, jelas sekali kalau lukisan itu bergambar lambang yang sama seperti di lengan jubah yang di temukan Andre dan yang ada di atas pintu, di bawah gambar lambang itu juga terdapat banyak gambar tangan berwarna hitam yang mencoba meraih gambar lambang.


"Aneh" kata Andre


"Apa lagi yang aneh?" tanya Kaze


"Kau bilang, mereka akan melanjutkan hidup ke timur jika anaknya sudah lahir, tapi.."


"Tapi apa?"


"Tapi dimana anak itu sekarang"


Mereka bingung dan langsung mencari ke setiap sudut rumah itu.


"Bagaimana, ada tanda-tanda?" tanya Andre


"Tidak ada, tapi sepertinya anak itu masih hidup"


"Kenapa?"


"Aku mencari kamar dengan ranjang tidur paling kecil, dan lemarinya kosong, tidak mungkin para goblin itu mengambil pakaian, mereka hanya mengambil benda yang berkilauan"


"Mungkin saja tebakanmu benar, semoga saja anak itu masih hidup"


Setelah mereka menguburkan mayat 2 orang itu, mereka kembali ke kerajaan, tapi mereka melewati jalur yang berbeda dari saat mereka datang, itu adalah usul Kaze, saat ditanya mengapa dia hanya menjawab


"Akan kuceritakan saat kita sudah sampai kerajaan"


.


.


.


.


.


.


.


(NB: Jubah yang author maksud itu yang kayak di assasin creed, bukan jubah yang dipake supreman)