Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 20: Bintang



Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh saat Merlin dan yang lainnya bersiap-siap untuk memulai perjalanan mereka, hanya tingga menunggu 2 orang lagi sebelum mereka berangkat.


Ivan: Sebenarnya siapa yang kita tunggu?.


Merlin: Nah.. itu mereka.


Terlihat dari jalan utama keluar dari kota dua orang yang menuju ke arah mereka, ternyata dua orang itu adalah Kaze dan Andre. Merlin sudah tahu kalau dua orang itu pasti ikut.


Setelah Kaze dan Andre menghampiri kelompok Merlin, mereka pun berangkat.


Kaze: Apa tidak apa-apa membiarkan Alena mengurus tiga bocah itu?.


Andre: ya, tiga bocah itu akan baik-baik saja, kurasa...


Misi penyelamatan Rina pun dimulai, Andre dan Kaze tidak tahu kalau perjalanan ini akan menggunakan kuda alhasil mereka menunggangi satu kuda yang sama yang sebenarnya digunakan untuk membawa barang.


Kuda mereka berjalan pelan, terus menyusuri jalan di sepanjang barat kerajaan, melewati beberapa desa dan hutan kecil, terkadang mereka beristirahat untuk makan atau sekedar duduk, ternyata menunggangi kuda seharian akan sangat melelahkan.


Waktu Sore pun tiba, Ivan menghentikan langkah mereka tepat sebelum menyebrangi sebuah sungai seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah gunung yang seharian ini mereka cari.


Ivan: Tepat setelah sungai ini, jalan yang akan kita lalui tidak bisa dilintasi kuda, jalannya terlalu terjal dan licin, membawa kuda hanya akan menyusahkan kita.


Merlin: Kalau begitu malam ini kita tidur disini!, aku dan Alaster akan berkeliling untuk melihat keadaan, Andre dan Kaze akan pergi mencari kayu bakar, dan Ivan dan Alin akan mencari hewan untuk dimakan!.


Alin: Kenapa harus mencari hewan?, kita punya persediaan makanan yang cukup.


Merlin: Kita harus menghemat makanan, disini masih ada hewan yang bisa dimakan, tapi aku tidak begitu yakin kalau sudah melewati sungai ini, jadi mumpung masih ada kita cari saja.


Alaster: Baiklah, ayo berangkat.


Mereka pun berpencar menjadi tiga kelompok yang beranggotakan dua orang di setiap kelompoknya, selain berkeliling Merlin juga akan mencari air bersih untuk diminum.


Merlin memerintahkan Alin dan Ivan untuk pergi berburu karena yang paling memungkinkan mendapatkan hasil buruan Adalah mereka berdua, karena keduanya adalah lulusan terbaik akademi, mencari hewan pasti bukanlah hal yang sulit.


Tapi pemikiran Merlin sepertinya salah, keduanya malah sedang kesusahan karena tidak ada hewan yang ada di tempat itu, lama mencari akhirnya mereka menemukan sebuah anak rusa yang sedang mencari makan, mungkin rusa itu terpisah dari induknya.


Saat Alin mengarahkan panahnya ke anak rusa itu tiba-tiba Ivan menyenggol tangannya berkali-kali sampai membuat ia jengkel, ternyata Ivan berusaha memberi tahu kalau sudah ada rusa besar di samping mereka yang sudah siap untuk menyerang keduanya.


Alin: (menghela nafas) sial...


Itu kata terakhir Alin sebelum dia dan Ivan lari tunggang langgang menghindari amukan rusa yang mungkin adalah induk dari rusa yang ingin mereka panah tadi.


Kondisi Andre dan Kaze juga tidak berbeda jauh, sulit sekali menemukan kayu bakar di hutan seperti itu, pohon nya besar-besar sangat jarang ada pohon berbatang kecil apalagi ranting-ranting.


Akhirnya mereka memutuskan untuk memanjat sebuah pohon berukuran agak besar lalu memotong bagian pohon yang lebih kecil, tak berselang lama mereka pun turun dan melihat hasil dari apa yang mereka lakukan.


Setelah semua kayu sudah di potong mereka mengikatnya dan membawa kayu-kayu itu, tapi karena susah melihat ke depan Kaze pun tersandung akar pohon dan membuatnya jatuh ke tepi sungai, disaat itulah mereka berdua melihat banyak sekali ranting-ranting pohon yang berserakan, mungkin ranting-ranting itu dibawa oleh berang-berang namun banjir malah merusak rumah mereka sehingga membuat ranting-ranting pohon berserakan.


Saat melihat semua ranting-ranting itu Andre dan Kaze hanya tertunduk lesu sambil sesekali memandangi kayu yang sudah mereka potong.


Saat matahari sudah tenggelam barulah mereka semua berkumpul kembali, Alin dan Ivan kembali dengan sebuah mayat rusa besar dan juga luka di sekujur tubuh mereka, Andre dan Kaze juga kembali membawa ranting-ranting yang bercampur dengan kayu yang susah payah mereka potong. Sedangkan Merlin dan Alaster kembali dengan membawa air dan terlihat segar karena mereka sekalian mandi saat mengambil air tadi.


Karena sudah kelaparan mereka langsung membuat perapian dan memotong rusa itu menjadi beberapa bagian sebelum dipanggang agar lebih cepat matang.


Saat Mereka membakar ruaa itu Alin pergi ke sungai di sebelah mereka untuk membersihkan badannya yang kotor karena terjatuh saat dikejar rusa besar tadi, saat Alin kembali gantian dengan Ivan yang juga pergi untuk membersihkan diri.


Malam pun tiba, mereka memutuskan untuk bergiliran berjaga karena besok mereka akan memulai perjalanan tanpa kuda dan juga jalan yang sulit untuk dilalui pasti akan menguras energi cukup banyak.


Karena Kaze paling susah dibangunkan jadi dia yang mendapat jatah jaga pertama, dilanjutkan dengan Alaster kemudian Merlin lalu Andre, Ivan dan yang terakhir Alin.


Tidak ada hal yang menarik saat Kaze berjaga hanya ada suara jangkrik yang terus bersahutan langit juga sedikit mendung membuat suasana gelap temaram yang sedikit mencekam.


Jatah Kaze pun selesai, dia membangunkan Alaster untuk bergantian, saat Alaster berjaga juga tidak ada hal yang aneh, masih ada sedikit suara jangkrik tapi saat itu mendung sudah sedikit berkurang.


Tiba saatnya Merlin yang berjaga, saat Merlin berjaga waktu sudah memasuki tengah malam, saat itu langit sudah cerah, bulan terlihat bundar sempurna namun bintang masih sedikit yang terlihat.


Merlin pun membangunkan Ivan untuk bergantian, saat itu bintang sudah banyak terlihat bahkan Ivan beberapa kali melihat bintang jatuh.


Ivan lupa membangunkan Alin untuk bergantian, saat Ivan ingin membangunkannya tiba-tiba Alin sudah duduk disampingnya sambil mendongak ke atas melihat bintang.


Alin: Indah ya.


Ivan: Ya, tapi aku pernah melihat yang jauh lebih indah.


Ivan mengatakannya sambil melihat Alin, Alin yang menyadarinya langsung memerah, Ivan yang melihat wajah Alin memerah malah bingung, padahal dia mengatakannya karena dia memang pernah melihat pemandangan bintang yang jauh lebih indah saat dia kecil dulu.


.


.


.


.


.


.


.