Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 12:Akhirnya muncul



Merlin berlari menuju ruangan tempat raja dan para petinggi kerajaan berada, sambil terus berlari dia terus menggenggam erat buku yang kini di peluknya agar tidak jatuh, karena situasi yang sangat ramai, sesekali dia bertubrukan dengan seseorang.


Setelah berlari cukup lama, akhirnya Merlin sampai di depan pintu tempat ruangan yang ia tuju, pintu itu cukup besar, berwarna coklat dengan beberapa pahatan berwarna emas yang menghiasinya.


Merlin membuka pintu itu, lalu nampak lah para petinggi kerajaan dan raja, para petinggi itu duduk di samping meja panjang, sedangkan raja berada di salah satu ujungnya.


Begitu masuk, Merlin langsung menempati tempat duduk yang sudah disediakan untuknya. Kursi dan meja di tempat itu nampak sedikit mewah, mungkin ruangan itu memang dikhususkan untuk para petinggi kerajaan.


Ketika sudah duduk, Merlin meletakkan buku yang dia bawa, semua orang yang ada disitu melihat buku yang Merlin letakkan, mereka belum pernah melihat buku itu sebelumnya.


Setelah semuanya duduk, raja Sanjaya memulai pembicaraan dengan menanyakan siapa dalang dibalik penyerangan saat ini. Salah satu petinggi kerajaan yang merupakan salah satu jendral di situ menjawab, kalau penyebabnya adalah para goblin.


Raja kaget sekaligus bingung, kenapa goblin berani menyerang mereka sampai membuat keributan sebesar ini, tentang penyerangan desa-desa kecil baru-baru ini beritanya juga sudah sampai ke kerajaan lain di sekitar Andalas.


Salah satu petinggi yang berada di sebelah raja bertanya kepada Merlin tentang pelindung yang dia buat bersama para penyihir kerajaan lainnya, karena seharusnya pelindung itu melindungi kota dari energi jahat, bahkan seorang witch yang tidak mempunyai darah keturunan Andalas juga akan kesulitan jika mencoba masuk.


Kalau seseorang mencoba merusak pelindung itu pasti membutuhkan banyak waktu dan juga pasti terdeteksi jika orang itu menggunakan sihir. Lalu bagaimana cara para goblin itu menerobos pelindung itu? Tanya orang itu panjang.


"Pelindung itu bukan diterobos atau dirusak, tapi hilang seluruhnya" jawab Merlin singkat.


Semua orang yang ada si situ memasang ekspresi kaget, kecuali Merlin tentunya. Merlin lalu membuka buku yang tadi dia letakkan, dia membuka buku itu lembar demi lembar hingga sampai pada suatu halaman dengan sedikit tulisan dan banyak yang kosong.


Merlin lalu menjelaskan kepada semua orang yang ada disitu kenapa banyak bagian yang kosong dari halaman itu.


"Sebenarnya di halaman ini ada gambar sebuah segel lingkaran, segel itu adalah segel pelindung yang selama ini melindungi kota, jika ada seseorang yang merusak pelindung itu, segel ini akan sedikit memudar dan jika ada yang menerobos nya maka bagian dalam gambar segel ini akan hilang. Tapi lihat tidak ada gambar apapun di halaman ini!" jelas Merlin


Semuanya paham akan maksud dari Merlin, jika tidak ada gambar segel apapun di halaman itu, sudah pasti pelindung itu memang sudah hilang, tidak ada yang menghalangi kota dari energi atau makhluk berenergi jahat yang akan masuk.


"Beberapa hari yang lalu segel ini melemah, tapi aku tidak tahu kalau segel nya akan menghilang, hanya ada beberapa orang yang mampu melakukanya dengan waktu singkat" tambah Merlin.


Yang Merlin maksud dengan beberapa orang adalah para penyihir dengan kemampuan tinggi atau seseorang yang mempunyai kekuatan yang sangat besar.


Saat semua orang yang berada di ruangan itu sibuk berdiskusi tiba-tiba saja terdengar suara ledakan tapi seperti tertahan oleh sesuatu, Merlin dan yang menyadarinya langsung melihat ke luar jendela dan terlihatlah sebuah ledakan sihir besar berwarna hitam keunguan.


Merlin terkejut melihat nya, sebuah ledakan sihir sebesar itu belum pernah ia lihat, dia lalu bergegas keluar dari ruangan itu, meninggalkan para petinggi dan raja yang masih terkejut melihat ledakan sihir tadi.


Setelah sampai diluar istana, Merlin juga melihat para penyihir lainnya juga sedang bersiap menuju tempat ledakan sihir tadi, Merlin menghampiri mereka dan langsung pergi bersama-sama menuju tempat itu.


Setelah mereka sampai disana, mereka melihat banyak sekali mayat goblin dan prajurit yang tergeletak di sana namun terjadi lagi ledakan yang cukup besar, ledakan kali ini bukan ledakan sihir. Mereka langsung menghampiri tempat ledakan, disana sudah ada orang yang tidak lain adalah Alaster, Adelia, dan satu temannya yang sudah menjadi mayat.


Merlin menghampiri salah satu prajurit yang ada di sekitar situ dan bertanya, apa yang sudah terjadi, lalu dengan terengah-engah karena kelelahan prajurit itu menceritakan segalanya.


Selesai mendengar cerita dari prajurit itu, dia mendekati Alaster yang masih memeluk mayat temannya. Merlin dan Alaster saling mengenal, mereka bertemu karena Alaster sering mengunjungi Merlin untuk belajar sihir, yang membuat mereka menjadi lebih akrab.


"Sudahlah, tak ada yang perlu ditangisi, seseorang yang datang pasti akan pergi, dan bukannya seseorang yang dilahirkan juga sudah ditakdirkan untuk mati" kata Merlin sambil menepuk pundak Alaster.


Adelia sudah pergi dari tempat itu, menurutnya menolong yang masih ada kemungkinan untuk hidup lebih penting.


Setelah lama mencari akhirnya dia menemukannya, seseorang yang menyebabkan ledakan sihir sebesar tadi, orang itu tidak lain adalah Kaze yang kini sedang pingsan, disebelah Kaze terlihat Andre yang sedang beristirahat sambil diobati oleh seseorang.


Merlin menghampiri mereka, Andre yang mengetahui datangnya Merlin hanya diam karena memang dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai di tempat mereka, Merlin berjongkok untuk melihat keadaan Kaze, saat itu Kaze menderita luka yang cukup parah, banyak sekali darah ditubuh nya.


Merlin bertanya kepada Andre, kenapa Kaze bisa membuat ledakan sihir sebesar itu. Andre yang ditanya bingung karena tidak tahu kenapa Kaze bisa mempunyai sihir sebesar itu, yang dia tahu Kaze hanya bisa menguasai sihir-sihir dasar.


Mendengar jawaban Andre, Merlin juga bingung kenapa orang yang sedang pingsan didepannya bisa menggunakan sihir yang sangat besar, energi yang dipancarkan ledakan tadi juga bukan sihir yang biasanya, rasanya sangat beda jauh dengan energi sihir yang biasanya Merlin jumpai.


Lama berpikir, perhatian Merlin tertuju pada pedang yang dari tadi tergeletak disana, memang hanya pedang jenis katana biasa, warnanya juga tidak terlalu menarik, tapi ada sesuatu yang aneh, Merlin menyadarinya dan langsung mengambil pedang itu.


_____


Alan, Randa, dan Muna tengah beristirahat setelah berlari cukup jauh, sekarang mereka berada di kota bagian barat, tempat orang-orang yang mengungsi berada.


Mereka khawatir pasukan dari istana tidak berhasil mengalahkan para goblin yang menyerang kota, mereka tahu para goblin yang sedang menyerang kota karena mendengar percakapan beberapa orang yang rumahnya berada di dekat perbatasan.


Saat ketiganya diam tidak tahu harus berkata apa, terdengar suara ledakan yang samar-samar tapi mereka bertiga mendengar suara ledakan itu, suasana di tempat itu sunyi beberapa saat, sebelum mereka kembali meributkan yang baru saja terjadi.


"hufft.. akhirnya muncul juga" ucap salah satu tiga anak itu.


_____


Awalnya Merlin menyangka energi yang dari tadi terpancar berasal dari dari tubuh Kaze yang baru saja mengeluarkan sihir, tapi dugaannya salah, energi yang dari tadi terpancar ternyata berasal dari pedang milik Kaze.


Saat Merlin menyentuhnya munculah ingatan-ingatan aneh yang membuat pikiranya sangat kacau, sebuah ingatan yang sangat mengerikan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


,