Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 05:Lelah



Esok hari yang cerah untuk memulai perjalanan, ketiga anak kecil itu sudah beranjak dari tempat mereka beristirahat sekitar beberapa jam yang lalu, mereka ingin cepat-cepat sampai kerajaan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka takut para goblin yang menyerang desa mereka akan terus bergerak dan menyusul.


Sebenarnya mereka tidak tahu kerajaan Andalas berada di mana, beruntung karena kerajaan Andalas memiliki kota yang dijadikan pusat pemerintahan dan ibu kota kerajaan, maka selalu terdapat penunjuk arah di setiap jalan yang bercabang-cabang.


Sambil terus bercerita tentang kehidupan mereka sedikit demi sedikit mereka mulai saling mengenal.Karena anak-anak ini belum pernah berjalan jauh jadi mereka belum terbiasa dan sering lelah, jadi mereka harus selalu beristirahat beberapa jam sekali untuk makan atau minum, itu yang menyebabkan mereka lama untuk sampai ke wilayah kerajaan.


Hari itu waktu semakin sore dan mereka belum menemukan tampat untuk beristirahat, karena mereka takut saat malam hari dan juga karena tidak memiliki alat pencahayaan mereka selalu berhenti dan mencari tempat beristirahat yang aman saat malam hari.


Biasanya mereka akan menemukan sebuah pohon besar yang memiliki lubang di tengahnya sehingga mereka dapat masuk dan tidur di dalamnya, mungkin karena mereka sudah dekat dengan wilayah perkotaan jadi pohon besar sudah jarang sekali mereka temukan.


Hari itu beruntung tidak ada awan yang menghalangi cahaya bulan, jadi meskipun tidak ada penerangan mereka masih bisa melihat jalan, pohon-pohon di sekitar area itu juga tidak terlalu rimbun memudahkan mereka untuk berjalan di keremangan malam.


Setelah hampir satu jam mereka terus berjalan, tak kunjung juga mereka dapatkan tempat untuk beristirahat.Hingga akhirnya Alan melihat sebuah gua yang lumayan besar, dia menyarankan teman-temanya untuk beristirahat di dalam gua itu, mereka setuju kemudian berjalan dengan hati-hati menuju mulut gua.


Saat mereka ingin masuk tiba-tiba Muna mencegah mereka


"Jangan, jangan masuk" ucapnya sambil menahan langkah kedua temannya


"Kenapa?" tanya Randa yang terheran karena larangan Muna, padahal dia tadi setuju untuk beristirahat di dalam gua


"Aku punya firasat tidak baik jika kita terus masuk kedalam,lagipula di dalam sana gelap kita tidak tahu apa yang ada didalamnya"


"Kalau begitu kita mau istirahat di mana, aku sudah lelah" keluh Alan


"Disana, di atas sana!" ucap Muna sambil menunjuk atas gua itu.


Mereka pun memanjat dinding luar gua yang tidak terlalu curam, dia atas gua itu ternyata terdapat bebatuan, lalu mereka beristirahat di antara bebatuan itu, karena banyak batu yang berukuran besar jadi mereka bisa tidur diantara bebatuan itu.


Akhirnya pagi pun tiba, mereka memetik buah-buahan yang ada di sekitar gua.Sebenarnya mereka masih punya makanan untuk dimakan tapi mereka menghematnya takut di tempat berikutnya tidak ada buah-buahan yang bisa dipetik.


Setelah makan mereka bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju wilayah kerajaan, tapi sebelum pergi mereka ingin melihat keadaan gua yang tidak jadi mereka tempati.


Gua itu terlihat lebih terang saat pagi hari, karena mulut gua yang mengarah ke timur jadi cahaya matahari bisa masuk sampai ke dalam gua, saat mereka masuk Alan melihat sebuah jejak yang mengarah ke salah satu sudut di gua itu.


"Hei teman-teman, lihat ini"


Randa dan Muna langsung menghampiri Alan dan melihatnya, ternyata di tempat itu terdapat bekas perapian tanda bahwa tadi malam ada seseorang yang berada di gua itu.Walaupun sebenarnya menguntungkan bertemu seseorang tapi mereka tidak tahu orang itu baik atau jahat.


Saat mereka sudah masuk ke desa mereka heran karena tidak ada seorang pun di desa itu, tapi keadaan rumah-rumah di desa itu masih sangat baik tidak ada tanda-tanda ada serangan goblin di desa itu.


Karena waktu yang sudah menjelang malam, mereka beristirahat di salah satu rumah penduduk yang terlihat paling aman untuk ditempati, karena mereka sangat lelah mereka langsung tertidur, padahal malam baru saja berganti hari itu.


Saat tengah malam Randa bangun dari tidurnya, dia merasa kalau ada orang lain disekitar mereka, saat dia melihat keluar jendela dia melihat ada dua orang yang berada di jalan utama desa itu, dia langsung menunduk takut jika dia akan ketahuan.Randa mencoba mengintip dua orang itu tapi mereka malah berlari dengan sangat cepat keluar dari desa itu.Randa akhirnya bisa tenang dan melanjutkan tidurnya...


 ______


Saat Kaze sudah selesai dengan urusannya dia dan Andre memutuskan untuk kembali ke kerajaan, sebenarnya Kaze masih penasaran apa alasan ayahnya memintanya untuk mencari taman ayahnya itu.


Perjalanan pulang mereka tidak terlalu banyak bahaya hanya saja mereka sulit mencari tempat yang aman.Sebenarnya mereka beberapa kali menemukan tempat aman tapi...


"Aaaaaaa" teriak Kaze saat melihatmu seekor kelabang sedang berjalan mendekatinya (sungguh teriakan seorang pria sejati)


"Ada apa ze?" tanya Andre kebingungan


"Tolong Ndre ada kelabang!" pinta Kaze sambil menunjuk kelabang yang sedang mendekatinya.


Malam itu mereka berpindah tempat, takut ada kelabang yang muncul lagi, tapi keberuntungan sedang tidak memihak Kaze, pindah tempat bukanya lebih aman malah kelabang yang datang lebih besar, posisinya juga sedang tidak berjalan tapi berputar-putar di pantat Kaze yang sedang tidur tengkurap itu, Andre yang sudah tahu langsung mengadahkan tanganya dan terciptalh sihir api dan langsung melemparkannya ke pantat Kaze, lalu kelabang itu hancur bersamaan dengan terbakarnya pantat orang yang sudah pasrah itu, untung saja Andre menggunakan sihir api tingkat paling rendah jika tidak mungkin Kaze sudah tidak memiliki pantat saat ini.


Hari pun berganti pagi, mereka malnjutkan perjalanan karena mereka hampir sampai jadi mereka tidak tidur malamnya, itu semua juga usul Kaze yang trauma karena malam sebelumnya, saat di ejek Andre (laki-laki kok takut serangga) tapi jawaban semua laki-laki pasti sama (bukannya takut,tapi geli) .


Malamnya dua sahabat itu tidak tidur, mereka sampai ke sebuah desa yang sangat sepi pada tengah malam, saat mereka berdua beristirahat sejenak tiba-tiba kaki mereka merinding.


"Apa kau merasakanya?" tanya Kaze


Andre hanya mengangguk dan detik selanjutnya mereka sudah lari meninggalkan desa itu dengan kecepatan maksimal.Mereka merasakan ada seseorang yang melepaskan tekanan yang sangat besar di dekat mereka, mereka belum pernah merasakan tekanan sebesar itu.


"Siapa yang bisa melepaskan tekanan sebesar itu?" tanya Andre yang sebenarnya tahu temanya pasti tidak bisa menjawab pertanyaan itu.


"Siapapun itu, pasti dia yang dimaksud Merlin"


Dengan kecepatan berlari seperti itu hari berikutnya sekitar jam sembilan pagi mereka sampai di kerajaan, namun tidak ada yang tahu karena mereka langsung pergi ke rumah masing-masing.Lelah.... hanya itu yang bisa mereka rasakan.