Devil's Fault

Devil's Fault
Chapter 10:Mengacau



Langit yang cerah di atas Andalas tiba-tiba menjadi gelap pagi itu, banyak sekali asap hitam berterbangan bersama angin, kericuhan terjadi di seluruh penjuru kota, orang tua berlarian mencari anak nya sedangkan anak-anak hanya berdiri menangis karena tak kunjung menemukan orang tuanya.


Kaze sedang berlari menuju istana dikala kejadian itu berlangsung, sembari menghindari orang-orang yang sedang berlarian, Kaze terus mencari jalan tercepat menuju istana, karena kalau menuju istana dengan jalan utama pasti sangat ramai dan itu hanya akan menghambat perjalanan Kaze.


Karena jika lewat jalan utama pasti ramai, Kaze memutuskan untuk melewati gang kecil yang tidak begitu ramai karena jalanya yang sempit mungkin tidak ada orang yang akan memilih jalan yang kecil sebagai rute pelarian.


Kaze pun mulai berlari menyusuri gang kecil yang langsung berhimpitan dengan rumah para penduduk, saat sudah mencapai setengah perjalanan Kaze malah berpapasan dengan nenek-nenek yang sedang berjalan sambil membawa barang-barang yang lumayan banyak di punggungnya.


Kaze akhirnya tidak bisa berlari lagi, jika dia harus berloncatan di dinding rumah para penduduk pasti akan sulit karena jarak antara satu dinding dan dinding lainnya yang tidak sampai satu setengah meter, alhasil Kaze pun harus membantu nenek itu untuk keluar dari gang.


Karena tak tega melihat nenek itu yang kebingungan tak tahu arah setelah keluar dari gang kecil itu, Kaze pun membantu sang nenek menuju tempat yang lebih aman yang berada di kota bagian barat, Sebelum Kaze berpisah dengan nenek itu Kaze berpesan agar terus mengikuti penduduk lain dan jangan sampai terpisah.


Selesai menolong nenek itu Kaze langsung melanjutkan perjalanannya menuju istana, sesampainya Kaze di depan gerbang istana, terlihat banyak sekali prajurit kerajaan yang sedang berjalan keluar dari istana, mungkin karena menolong nenek itu membutuhkan waktu yang lumayan lama membuat Kaze telat sampai ke istana.


Saat sedang berdiri di depan gerbang istana sambil beristirahat, tiba-tiba Kaze ditabrak seseorang, padahal Kaze sudah berdiri dipinggir jalan saat itu.


Kaze dan orang yang menabraknya terjatuh, saat Kaze mencoba berdiri dia malah dimarahi si penabrak yang ternyata adalah Rina, teman setimnya itu.


"Kalau jalan itu liat-liat dong, lagian kenapa kamu datangnya telat? bukannya udah disuruh nyusul dari tadi?"


Belum sempat Kaze menjawabnya Rina sudah berlari pergi bersama Alena meninggalkan Kaze yang terlihat bingung memikirkan siapa sebenarnya yang salah atas kejadian yang baru saja dia alami. Sebelum berlari meninggalkan Kaze, Rina berpesan untuk langsung menyusulnya dan kali ini jangan sampai terlambat.


Kaze mengedarkan pandangannya dan tidak melihat Andre, Kaze berpikir Andre pasti ikut salah satu pasukan pergi ke timur kota. Kaze pun memutuskan untuk ikut Andre daripada dua teman ceweknya itu.


Kaze berlari menyusul jalan utama menuju kota bagian timur, sesampainya Kaze disana, nampak lah sebuah pertarungan sengit antara para goblin dan prajurit kerajaan.


Lama mencari akhirnya Kaze menemukan posisi Andre dan langsung bergerak mendekati posisinya, saat Kaze mencoba mendekati Andre dia diserang goblin yang membawa gada dengan duri besi yang menempel pada ujungnya.


Beruntung Kaze mampu berhenti tepat waktu jika tidak mungkin dia sudah kehilangan kepalanya, karena gada yang dibawa goblin itu cukup besar dia pun kesulitan menarik kembali gada yang tertancap pada tanah.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu Kaze langsung berlari ke arah goblin yang sedang mencoba mengangkat gada nya itu, Kaze langsung menginjak ujung gada sehingga goblin tidak bisa mengangkatnya, Kaze langsung memotong tangan kiri goblin itu.


Goblin yang tangannya dipotong langsung berteriak kesakitan sambil melepas tangan yang satunya lagi dari gada nya, melihat goblin yang kesakitan Kaze langsung menusuk mulut goblin yang sedang terbuka lebar.


Kaze langsung mencabut pedangnya lalu memotong salah satu kaki goblin untuk memastikan goblin itu sudah mati, kalau belum mati pun goblin itu tidak akan bisa berjalan kembali karena salah satu kakinya sudah dipotong.


Selesai dengan goblin yang menyerangnya Kaze langsung kembali berlari menujukan posisi Andre, saat sampai di posisi Andre, Kaze langsung membantu Andre yang sedang diserang beberapa goblin.


"Kaiten sekkai..."


Andre yang mendengar Kaze mengucapkan kata itu langsung merunduk, Kaze yang mulanya diam langsung berputar sambil membuat gerakan menebas, selang beberapa detik, para goblin yang berada dalam radius lima meter terbelah menjadi dua, sedangkan para goblin yang memakai baju pelindung tergores cukup dalam pada bagian yang sama dengan posisi Kaze menebaskan pedangnya.


Meski ada beberapa goblin yang tidak mati karena serangan Kaze, tapi serangannya terhitung fatal karena beberapa goblin yang tidak memakai baju pelindung tetap mati. Ternyata serangan Kaze memanfaatkan angin, sebelumnya Kaze akan mengalirkan energi ke pedangnya.


Setelah pedangnya dialiri energi, Kaze langsung menebaskanya secara cepat dengan berputar, energi yang tadinya berada di pedang langsung keluar menyerupai angin tapi sangat tajam, sehingga apapun yang terkena angin itu akan mendapatkan efek seperti di tebas dengan kecepatan tinggi.


Untungnya Andre yang pernah melihat jurus itu langsung tiarap agar tidak terkena serangannya, setelah itu Kaze membantu Andre berdiri dari posisi tiarap nya, Andre pun berterimakasih kasih karena Kaze datang di waktu yang sangat tepat.


Tidak jauh dari posisi Andre dan Kaze, terlihat Alaster


Alaster hanya menebas para goblin yang memakai pelindung di bagian sendi tubuh agar goblin yang dia serang sulit bergerak, baru setelah itu Alaster mengeksekusi nya agar menghemat tenaga, karena jika Alaster memaksakan menebas di tubuh goblin yang memakai pelindung dia harus menambah kekuatan tebasanya supaya bisa menembus pelindung yang goblin pakai.


Tidak jauh dari sana juga terlihat Adelia yang berada di atas pohon sambil terus memanah para goblin dengan sisa anak panahnya, dia juga harus terus waspada apabila ada goblin yang berhasil naik ke atas pohon, karena pohon yang Adelia naiki tidak begitu tinggi, besar kemungkinan para goblin itu bisa memanjatnya.


Para goblin itu tidak berhenti datang, setiap ada yang mati pasti ada yang datang ke tempat itu, goblin yang terus datang itu membuat Kaze dan yang lainnya kewalahan.Pasukan yang dipimpin Alaster semakin berkurang, untungnya Gabriel masih selamat, anak panah Adek sudah habis membuatnya harus turun dan mengalahkan para goblin dengan pedang kecilnya.


Sedangkan para goblin yang berada di sekitar Andre dan Kaze sudah mulai berkurang, meski begitu mereka tetap saja tidak tahu bagaimana keadaan di lain wilayah, apa sudah berkurang apa mungkin malah bertambah.


Lama bertarung akhirnya jumlah para goblin hanya menyisakan belasan di sekitar tempat Kaze dan yang lainya tapi sayang, jumlah yang selamat pada pihak kerajaan juga sangat sedikit, diantara puluhan pasukan yang bersama Alaster dan Adelia hanya ada sekitar dua puluh orang yang selamat, beberapa juga mengalami cidera yang cukup parah.


Akhirnya Andre dan Kaze merasa sedikit lega melihat para goblin yang terus berkurang, Kaze lalu memapah Andre yang sulit berjalan karena mungkin kelelahan saat bertarung tadi, mereka juga melihat Alaster yang masih bertarung dengan sisa goblin yang berada disitu, sedangkan Adelia sedang membantu prajurit yang terluka.


Tapi tiba-tiba saja seekor Minotaur datang dengan sangat cepat menuju ke arak Andre dan Kaze.


"Gaia shield"


Andre langsung membuat pelindung sihir berwarna biru transparan dengan satu tangannya begitu menyadari ada seekor Minotaur datang menuju ke arah nya.


Seper sekian detik setelah pelindung itu muncul, Minotaur itu langsung menabraknya, karena posisi Andre yang sedang dipapah membuatnya terpental bersama Kaze karena serudukan Minotaur itu, jika posisi Andre sedang dalam posisi bertahan mungkin Andre masih bisa menahanya meski harus bergeser dari tempatnya berdiri beberapa langkah.


Alaster yang melihatnya juga langsung mengambil tameng yang dia ambil dari goblin yang sudah mati, baru saja dia mengambil tameng itu, Minotaur yang tadi menabrak Andre sudah berlari ke arahnya, dia langsung mengarahkan tameng nya kedepan supaya mengurangi dampak dari serudukan Minotaur itu, Alaster juga akhirnya terpental hingga menabrak rumah penduduk di sekitar situ. Jika dia tidak memakai tameng mungkin seluruh tulang rusuknya sudah hancur saat itu.


Minotaur itu mengacaukan perasaan Andre dan Kaze yang mulanya sudah lega, tapi malah dibuat terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba. Beberapa prajurit berlari meninggalkan tempat itu, karena merasa melawanya hanya akan sia-sia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.