
Pagi itu pagi yang sangat cerah namun tidak dengan suasananya, tepatnya di istana kerajaan andalas, disana sedang ramai perbincangan suatu penyerangan di sebuah desa di sebelah timur.Kabar itu sampai ketelinga sang raja.
"cepat kumpulkan para penyihir dan ksatria kerajaan!!, suruh mereka ke ruanganku segera"titah raja
"siap paduka" ucap salah satu prajurit yang ada disitu seraya pergi menjalankan titahnya.
_____
"woi,cepat bangun!!"
Teriak seorang gadis remaja sambil mengguncang tubuh temanya yang masih diselimuti mimpi itu, gadis yang sedang membangunkan temannya itu namanya Rina berkulit putih bersih dan rambut hitam agak panjang yang selalu ia ikat ke belakang lalu ia sisakan sedikit rambut didepan, dan satu lagi manusia yang masih hidup dalam mimpinya itu, namanya Kaze seorang remaja laki-laki dengan rambut warna hitam dan tinggi yang sama dengan gadis itu, dia memang tinggal sendirian jadi kalau tidak dibangunkan sampai matahari kembali tenggelam pun dia belum tentu bangun.
"sebentar lagi " ucap Kaze malas
Tidak ingin menunggu laki-laki itu bersiap Rina turun dari jendela tempat ia masuk, baru beberapa saat kemudian Kaze menyusul dengan pakaian khas seorang ninja.
"cepat, kita sudah terlambat" kata Rina dengan nada sedikit jengkel.Lalu mereka pergi menuju ke arah istana di tengah-tengah perjalanan mereka bertemu Andre, ketua dari tim tersebut, walaupun masih remaja tapi postur badan Andre sudah seperti orang dewasa ditambah lagi dengan kemampuan bertarungnya yang sangat jauh di atas rata-rata remaja lainnya.
Di saat perjalanan menuju istana, Kaze bertanya kepada Andre apa yang sebenarnya terjadi agar ia mengerti topik apa yang akan dibicarakan nanti supaya tidak terlihat terlalu bodoh, Andre menjawab "katanya ada sebuah penyerangan di desa sebelah timur kerajaan,tapi seperti penyerangnya bukan dari ras manusia" jawab Andre yang sebenarnya juga tidak mengerti apa yang ia bicarakan.
" Maksudmu?"
"entah kita lihat saja nanti" tanya Kaze yang langsung di
sang ketua.
_____
Di ruangan raja saat itu semua terlihat kebingungan.Saat regu terakhir yang sudah pasti regu itu adalah regu milik Andre,Rina,Kaze dan satu lagi perempuan berkacamata bernama Alena, inilah regu yang terlihat paling lemah diantara yang lainya karena mereka memang masih belajar di Akademi namun karena kemampuan mereka, mereka dapat berbagai latihan khusus dan misi yang cukup sulit.
Saat semuanya sudah datang, sang Raja yang bernama sanjaya itu memulai pembicaraan.
"Jadi semuanya sudah datang, Merlin jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" ucap raja sambil menyuruh Merlin yang merupakan penyihir terhebat di kerajaan itu.
"kalian pasti sudah tahu mengenai penyerangan yang terjadi akhir-akhir ini" tidak ada yang menjawab karena memang mereka sudah tahu mengenai hal itu.
Merlin pun melanjutkan .
"Yang menjadi masalah besar bukan seberapa banyak kerugian yang kita dapat, namun dalang dari penyerangan itu" semua terdiam sambil memasang ekspresi kebingungan.
"Dalang dari penyerangan itu adalah goblin, sebenarnya penyerangan goblin memang bisa terjadi di desa yang wilayahnya jauh dari kerajaan, tapi kalian pasti tahu, goblin tidak menyerang manusia lagi lebih dari ratusan tahun yang lalu karena tindakan para leluhur.Kalau mereka sampai berani menyerang berarti terjadi sesuatu di wilayah mereka atau lebih buruknya mereka dihasut oleh sesuatu" semuanya nampak bingung mendengar penjelasan dari Merlin.
"Jadi untuk mengetahui apa yang terjadi di desa itu, aku akan mengutus beberapa orang untuk menyelidiki ke sana, kau yang sedang melamun"
Kaze yang mendapati ia ditatap oleh semua orang yang ada di situ kaget malah langsung berkata.
"siap akan saya laksanakan" tanpa tahu apa tugas yang diberikan kepadanya.
"Baiklah, jika kau setuju, rapat ini ditutup saja, rapat selanjutnya akan dilakukan ketika regu pengintai sudah kembali".
_____
" Sial, kenapa misi seperti ini bisa ditugaskan kepadaku" maki Kaze dalam hati.
Saat sedang seperti itu ada yang menepuk pundak Kaze dari belakang, dia adalah Andre "kenapa kau terlihat bingung seperti itu" tanya Andre
"Aku tidak tahu kenapa aku yang dipilih, dan lagi aku tidak tahu goblin itu seperti apa"
"Tenang saja aku akan menemanimu,kerajaan sepertinya juga memerintahkan beberapa orang untuk menemanimu ".
Mereka pun bersiap-siap, Kaze memasang katana kesayanganya dan langsung pergi menuju desa yang berada di wilayah timur, sebelum berangkat Merlin mengatakan kepada regu yang akan pergi untuk terus berhati-hati karena mungkin sesuatu yang kuat akan muncul disana dia juga memberikan burung hantu pembawa pesan untuk berjaga-jaga kalau tidak ada yang selamat dari regu itu.
Beberapa hari setelahnya, mereka pun sampai.Mereka melihat pemandangan yang sangat mengerikan, seluruh desa hancur, rumah-rumahnya sudah hangus terbakar dan masih ada sedikit api yang menyala.Banyak sekali mayat yang berserakan, sebagaian besar anggota badannya sudah tidak lengkap ada juga mayat yang gosong terbakar.
"Cepat kita harus ke desa selanjutnya,mungkin para goblin itu akan menyerang desa yang paling dekat" ucap salah seorang utusan Kerajaan .
Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan ke desa yang paling dekat dari sana.Namun hasilnya sama saja desa itu sudah hancur dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dari desa yang sebelumnya.
Saat itu hari sudah mulai gelap,dan mereka memutuskan untuk beristirahat di salah satu bangunan yang belum sepenuhnya hancur.Mereka membuat perapian dan mencoba menerka seperti apa goblin yang akan mereka hadapi dan berapa banyak goblin itu, karena memang di desa itu banyak sekali ditemukan jejak goblin belum lagi yang berada di luar desa dan hutan-hutan sekitar desa.
Saat semuanya mencoba untuk tidur terdengar suara benda yang cukup besar terjatuh dari dinding yang tidak terkena cahaya perapian, alangkah kagetnya mereka mendapati mayat gobli penuh dengan anak panah yang menembus tubuhnya, mungkin itu yang menyebabkan tubuh goblin menempel pada dinding.
Saat semua orang masih dilanda perasaan kaget, Andre memperhatikan goblin itu, " Banyak sekali anak panah yang menancap di tubuh goblin ini, tapi aneh aku tidak melihat ada mayat orang yang membawa busur ataupun alat pemanah" gumam Andre dalam hati.
Kaze yang melihat Andre kebingungan bertanya apa ada keanehan, Andre hanya menjawab "Tidak ada apa-apa, hanya saja apa kau pernah melihat anak panah yang di ukir seperti ini"
"Tidak, aku tidak pernah melihat anak panah yang diukir seperti itu,malah kalau diingat-ingat aku belum pernah melihat anak panah yang diukir" jawab Kaze, yang lainya turut mengiyakan apa yang Kaze katakan.
Andre terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu "Jangan-jangan, ahh.. tidak mungkin, mereka tidak mungkin berjalan terlalu jauh sampai kesini" kata Andre dalam hati.
Mereka pun memindahkan mayat goblin yang semakin banyak mengeluarkan bau itu dan akhirnya bisa tidur dengan lelap.
Keesokan harinya Kaze yang biasanya bangun paling siang malah membangunkan semua orang yang ada di regu itu untuk melihat apa yang Kaze lihat, saat mereka melihatnya, mereka tercengang bahkan ada yang kakinya bergetar hebat melihatnya.....