
Setelah berhasil mengalahkan Merlin dan juga membawa Rina, Angela lalu menghilang, sementara Merlin hanya terus memikirkan Angela yang ia kira sudah tiada bertahun-tahun yang lalu sambil menahan rasa sakit yang dialami nya.
Andre dan Alena menghampiri Merlin untuk membantunya, setelah beristirahat sebentar mereka kembali ke tempat Merlin dirawat yang ternyata tempatnya sama dengan Kaze.
Setelah sampai mereka langsung menuju ke kamar Kaze, Merlin juga ikut untuk melihat kondisi anak yang berhasil membuatnya pingsan hanya dengan menyentuh pedangnya.
Ternyata Kaze sudah sadar saat mereka tiba, Kaze terus memegangi kepalanya yang terasa sakit, Andre menanyakan kabarnya dan juga memberi tahu tentang penculikan Rina beberapa saat yang lalu.
Kaze yang mendengarnya tambah pusing, denyutan di kepalanya semakin bertambah, Kaze bertanya siapa orang yang menculik Rina dan kemana orang itu pergi, mereka tidak menjawab, hanya kepala mereka saja yang bergerak untuk menjawab
Andre: Jadi bagaimana cara kita mencari Rina?, sementara kita tidak punya petunjuk apapun.
Merlin: Jika kita tidak tahu orang itu siapa dan kemana, tanyakan saja kepada pemilik cincin itu, mungkin dia tahu.
Andre: Caranya?
Merlin lalu meminta Alena untuk memberikan cincin nya, Alena lalu mengambil cincin dari sakunya, Merlin lalu mengambil dan membawanya pergi.
Merlin: Aku akan membawanya ke kerajaan, jika ada sesuatu kalian akan ku kabari.
Merlin pun pergi meninggalkan satu tim yang kurang satu orang itu, dia membawa cincin itu ke kerajaan untuk diteliti darimana cincin itu berasal.
Sore itu Merlin sudah sampai ke kerajaan, dia harus kembali ke rumahnya dulu untuk mengganti pakaian, dia tidak memberi tahu siapapun tentang cincin itu kecuali para penyihir yang bertugas menyelidiki nya.
Merlin: Mond, tolong periksa cincin ini bersama beberapa penyihir!
Raymond: Siap, tapi apa yang harus ku periksa?
Merlin: Cari tahu energi apa saja yang terdapat pada cincin itu!
Satu malam pun berlalu, dan paginya para penyihir yang memeriksa cincin yang diberikan Merlin kebingungan, mereka tidak tahu apakah hasilnya benar atau tidak, karena Raymond adalah asisten Merlin jadi dia lah yang memberitahukan nya.
Raymond: Merlin!!.. (sambil berlari)
Merlin: Ada apa? apa sudah ketemu?
Raymond: Sudah, di dalam cincin itu terdapat sihir murni dan sedikit energi elf.
Merlin: Elf? kenapa seorang elf memberikan cincin seperti itu kepada Rina? (dalam hati)
Merlin kemudian menyuruh Raymond untuk melacak energi elf yang terdapat di dalam cincin nya, setelah mendapat kabar dari Raymond, Merlin menuju rumah sakit untuk memberi tahu Kaze dan lainnya.
Kebetulan Andre dan Alena sedang berada di rumah sakit waktu itu, disana juga ada Randa, Alan, dan Muna, Merlin lalu menghampiri mereka dan memberi tahu kalau orang yang memberikan cincin itu kepada Rina adalah seorang elf.
Andre: Jadi maksudmu, elf adalah incaran orang itu yang sebenarnya?
Merlin: Untuk saat ini bisa dibilang seperti itu, mungkin dia memberikan cincin itu agar dia terhindar dari sasaran.
Saat mereka sedang mengobrol, salah satu penyihir kerajaan bawahan Merlin datang untuk memberi tahu kalau posisi elf yang mereka cari sudah ketemu, orang yang datang untuk memberi tahu mereka adalah Ray Astra, itulah mengapa Raymond dipanggil "Mond" karena dua duanya tidak mau jika sama-sama dipanggil dengan kata "Ray", dia adalah penyihir paling lemah, bahkan selama beberapa bulan ini dia tidak diberi misi satu kali pun.
Mereka langsung pergi ke kerajaan untuk bersiap Kaze juga memaksa ikut walaupun sudah dilarang karena kondisinya yang belum sembuh total, sebelum Kaze pergi, dia menyuruh ketiga anak kecil tadi untuk kembali ke rumah, karena mereka di kota ini sudah berhari-hari jadi mereka sudah lumayan hafal jalan untuk pulang.
Setelah selesai bersiap-siap mereka langsung menuju lokasi yang berada di pinggir kota yang lumayan sepi, mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk agar menyergap dari empat arah sekaligus untuk meminimalisir kegagalan.
Ternyata elf itu berada di sebuah lumbung tempat penyimpanan gandum, lumbung itu lumayan besar walaupun terbuat dari kayu tapi kemungkinan untuk bocor saat hujan sangatlah kecil, dan lagi karena ada gandum dan padi yang empuk untuk dijadikan alas tidur membuat lumbung seperti ini cocok untuk persembunyian sementara.
Mereka akhirnya sampai, untung saja hari sangat terang membuat pergerakan mereka tidak terhambat, saat mereka sudah siap di posisi masing-masing satu orang maju untuk memeriksa, orang itu menyuruh semuanya untuk mendekat setelah memeriksa ke dalam lumbung.
Saat mereka masuk, terlihat seorang elf perempuan sedang duduk lemas sambil ketakutan karena kedatangan mereka, kondisi elf itu sangat buruk, rambutnya acak-acakan, sekujur tubuhnya sangat kotor begitu juga dengan kuku hitamnya, wajah elf itu penuh dengan tanah kering dan lumpur yang menghitam, mungkin karena itu dia memakai jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.
Raymond: Merlin, bagaimana? kita tidak bisa membawa dia ke kerajaan dengan kondisi yang seperti itu.
Merlin juga bingung, kalau membawanya ke kerajaan dengan kondisi seperti ini pasti tidak akan bisa, alhasil Merlin mengusulkan untuk membawa elf itu ke rumah salah satu dari mereka, tapi setiap yang ditunjuk pasti tidak mau, yang mengusulkan diri pun tidak ada, tiba-tiba Ray mengusulkan diri untuk membawa elf itu pulang kerumahnya, tidak ada yang menolak ataupun keberatan dengan hal itu.
Ray merasa kasihan dengan elf itu, dengan kondisi nya saat ini pasti tidak akan ada yang menerimanya, apalagi jarak antara kerajaan Andalas dengan wilayah elf sangatlah jauh, elf itu pasti sangat kelelahan, pikir Ray.
Misi itu dibubarkan para penyihir beserta Merlin kembali ke istana, Andre, Kaze, dan juga Alena kembali ke rumah sakit untuk mengambil pakaian Kaze sebelum pulang, Ray dan elf itu juga pulang, karena kelelahan elf itu digendong oleh Ray, sebelum pulang Ray ditugaskan untuk menjaga elf itu selama beberapa hari sebelum diinvestigasi.
Elf itu juga tidak menolak saat ingin digendong oleh Ray, sepanjang perjalanan pulang tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut mereka, bahkan Ray merasa tidak nyaman dengan suasana itu.
Dengan berhati-hati Ray masuk kedalam rumahnya sendiri, agar tidak ada orang yang melihatnya, rumah Ray sangat sederhana, tidak ada barang mewah di rumahnya.
Rumah Ray memiliki dua lantai, hanya ada satu kamar untuk tidur dirumahnya yang terletak di lantai atas, karena di lantai atas hanya ada kamarnya jadi
terdapat bagian kosong yang tidak Ray kasih atap atau dinding, tempat itu sering ia gunakan untuk berolahraga, melihat bintang atau bersantai.
Di bagian belakang rumahnya juga terdapat kebun kecil yang ia tanami sayur-sayuran, ada juga bung-bunga yang ia ikat dengan atap agar tidak memakan banyak tempat.
Setelah masuk ke rumah Ray langsung mengantar elf itu ke kamar mandi yang terletak di lantai bawah bersebelahan dengan dapur, Ray juga membawakan pakaian miliknya yang mungkin cocok kalau di pakai seorang wanita, dia juga berpikir kenapa seorang elf perempuan bisa sampai di tempat itu sendirian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.