
Baru saja pasukan dari pihak kerajaan, Andre, dan juga Kaze merasa lebih lega karena goblin yang semakin berkurang, tiba-tiba saja datang Minotaur yang langsung mengacaukan segalanya, Andre dan Kaze diseruduk Minotaur itu, untung saja Andre sempat mengucapkan mantra untuk membuat sebuah pelindung.
Tak hanya mereka berdua, Alaster yang berada di dekat posisi Andre juga diseruduk oleh Minotaur itu. Setelah melihat Alaster diseruduk, sebagian besar pasukan kerajaan malah melarikan diri, membuat kekuatan antara kedua belah pihak tidak seimbang.
Minotaur itu walaupun hanya satu, tapi kekuatannya tetap lebih kuat jika dibandingkan dengan Alaster yang menjadi pimpinan satu pasukan.
Setelah Alaster ditabrak, Adelia langsung mendekatinya, dan memastikan Alaster tidak terkena cidera yang cukup besar setelah diseruduk Minotaur itu. Andre dan Kaze segera berdiri dengan susah payah, Andre yang sudah kehilangan banyak energi karena pertarungannya dengan para goblin tidak bisa berbuat banyak.
Minotaur itu langsung mendekati Alaster yang sedang dibantu berdiri oleh Alena, melihatnya Andre langsung mengeluarkan api lalu menembakan nya ke Minotaur dengan sisa tenaganya.
Ketika perhatian Minotaur itu menuju Andre, Adelia lalu membantu Alaster menjauh dari tempat itu. Minotaur itu langsung berlari menuju ke arah Andre yang tengah kelelahan, Andre yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam sebelum Kaze mendorongnya agar tidak terkena serangan Minotaur.
Minotaur itu berhenti di tempat Andre berdiri sebelumnya, belum berhenti sempurna, Minotaur itu langsung menyerang Kaze dengan kapak nya, Kaze berhasil menghindar, dan langsung membawa Andre ke rumah penduduk terdekat agar tidak terkena serangan Minotaur.
Setelah membawa Andre, Kaze langsung kembali untuk melawan Minotaur itu, tenaga Kaze masih tersisa banyak karena dia datang terlambat saat pertempuran tadi.
Minotaur itu berlari kencang ke arah Kaze, dan langsung menyerangnya, Kaze menahan serangan Minotaur tadi dengan pedang nya. Melihat serangannya ditangkis Minotaur itu langsung mengangkut kapak bilah duanya dan menyerang Kaze lagi.
Kaze yang mengetahui kalau serangannya tidak bisa ditangkis lagi langsung menghindar, tapi Minotaur terus menyerang Kaze dengan membabibuta, Kaze hanya bisa menghindari serangan itu.
Ketika jarak antara dia dengan Minotaur lumayan jauh, Kaze langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang.
Ketika keduanya bertemu, Minotaur itu menyerang Kaze dengan mengarahkan kapaknya ke bawah, Kaze yang mulanya berlari langsung berhenti dan langsung berlari di atas kapak Minotaur yang besar, ketika sampai di ujung Kaze menebaskan pedangnya dan berhasil memotong tanduk beserta satu telinga milik Minotaur.
Minotaur itu langsung berteriak dan terlihat akan terjatuh, Kaze yang masih berada di udara di tendang oleh Minotaur itu, sang Minotaur yang menendangnya juga langsung terjatuh sambil kesakitan.
Kaze terlempar dan menabrak sebuah pohon di belakangnya lalu batuk darah. Lalu Kaze mencoba berdiri dengan pedangnya sambil sesekali terbatuk, Minotaur itu juga berdiri, tampang Minotaur itu sangat marah dengan sedikit asap yang keluar dari hidungnya saat bernafas.
Setelah beberapa saat, Minotaur itu kembali berlari untuk menyerang Kaze, saat jaraknya sudah didekat Kaze Minotaur itu ditabrak seseorang lalu terjatuh dengan Keras, ternyata orang itu adalah Alaster, meski Alaster menabraknya dengan sedikit kekuatan, tapi karena posisinya yang tepat membuat Minotaur itu jatuh dibuatnya.
Alaster melompat, mencoba menusuk Minotaur itu, tapi Minotaur yang melihatnya langsung menghantam Alaster dengan tangan kirinya, pukulan yang sangat cepat membuat Alaster tak bisa menghindarinya, belum lagi posisinya yang sedang melompat, membuatnya sulit untuk menghindar.
Para prajurit kerajaan yang masih ada disitu tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan Adelia juga tidak berani menyerang karena tahu kekuatan Minotaur itu lebih besar darinya.
Alaster pingsan karena serangan Minotaur tadi, Minotaur itu kembali mencoba menyerang Kaze, mungkin dia kesal karena tanduk dan telinganya berhasil dipotong oleh Kaze.
Kini Minotaur itu tidak berlari, dia hanya berjalan menuju ke arah Kaze yang sedang berdiri melamun sambil terus melihat pedang peninggalan Ayahnya.
Kaze tidak bisa berfikir saat itu, kedua orang paling hebat di dekatnya kini sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan dia sudah terluka cukup parah. Kaze hanya terus mengingat potongan ingatan tentang orang tuanya dulu.
Pedangnya memang tidak begitu spesial, hanya ada ukiran aneh yang berada di ujung bilah pedang, gagang pedangnya polos berwarna hitam, sedangkan sarung pedangnya juga berwarna hitam tapi ada tulisan aneh berwarna merah yang memenuhi sarung pedangnya.
Sembari memikirkan tentang kedua orang tuanya dia juga terus berfikir tentang keadaan yang dialaminya saat ini, sekarang dia sedang diambang kematian.
"Kenapa hidupku bisa seperti ini? kenapa hidupku tidak bisa seperti yang lainnya?"
Setelah mengatakan itu, air matanya jatuh, Kaze terus menyesali hidupnya yang sungguh menyedihkan, tapi mau bagaimana lagi, takdir sudah ditentukan, kita memang tidak bisa melawanya, tapi kita bisa merubahnya.
Air mata Kaze jatuh mengenai pedangnya bersamaan dengan itu, ternyata ada darah Kaze yang juga jatuh, darah itu berasal dari mulut Kaze yang terus mengeluarkan darah.
Siapa sangka Air mata yang jatuh bersamaan dengan darah sama-sama mengenai pedang milik Kaze, membuat pedangnya menjadi sedikit bercahaya, lalu tulisan yang selama ini menempel pada sarung pedangnya perlahan memudar. Kaze tidak melihat kejadian itu karena sedang menutup matanya.
Para prajurit kerajaan dan Adelia yang melihatnya merasa bingung dengan pedang milik Kaze yang bercahaya, Minotaur itu juga melihatnya, malah Minotaur itu terlihat sangat kaget dengan kejadian yang ada didepan nya.
Minotaur itu langsung berlari dan menyerang Kaze begitu menyadari apa yang sebenarnya terjadi, saat tepat Minotaur mengangkat kapaknya untuk menyerang, tiba-tiba terjadi ledakan sihir pada pedang Kaze, meski radius ledakannya sangat dekat tapi kekuatannya sangat besar, membuat Minotaur itu langsung terlempar beberapa meter.
"IBLIS!!..."
Kata Minotaur itu lirih sambil memasang ekspresi kaget yang luar biasa, Minotaur itu langsung berlari, mencoba kabur dari Kaze yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat menakutkan, bola matanya menjadi hitam dengan pupil kuning menyala.
Saat Minotaur itu berlari menjauh, Kaze langsung melesat cepat dan berdiri menghadang Minotaur yang sedang berlari. Saat Minotaur itu berhenti, Kaze langsung memukul perut Minotaur, Minotaur itu langsung terlempar ke udara.
Tidak sampai disitu, Kaze kembali bergerak ke udara lalu menebas Minotaur itu dengan sangat cepat, membuat Minotaur itu kehilangan tangan dan kakinya. Kaze langsung menendang Minotaur itu ke bawah.
Minotaur itu masih hidup, berteriak kesakitan di tanah yang retak karena jatuhnya tadi, Kaze yang masih berada di udara mengumpulkan energi sihir di tangannya, kemudian menjatuhkan sihir itu tepat ke tubuh Minotaur.
Tiba-tiba sihir itu meledak begitu mengenai tubuh Minotaur, Minotaur itu lenyap bersama sebagian tanah di sekitarnya.
Adelia bersama pasukan yang tersisa ketakutan melihat pertempuran yang tidak seimbang itu, mereka juga kaget melihat Kaze yang memiliki kekuatan yang sangat besar, begitu juga dengan Andre dan Alaster, ternyata mereka sudah bangun semenjak ledakan sihir yang pertama.
Tubuh Kaze seketika melemah lalu jatuh dari udara Adelia yang melihatnya lalu memanjat pohon dan melompat untuk menangkap Kaze yang sedang terjatuh. Ketika sampai di bawah Alaster dan Andre mendekat untuk melihat keadaan Kaze.
Mata Kaze kembali memulih ke warna aslinya. Mereka yang berada disitu beristirahat karena lelah dengan pertempuran yang baru saja terjadi. Saat semuanya sedang beristirahat, tiba-tiba seorang prajurit berteriak sambil menyuruh semua yang berada disitu untuk melihat sebuah gerobak kuda.
Mereka semua kaget karena terlihat gerobak kuda tadi berisi penuh dengan peledak, nampak juga satu goblin sedang menyalakan sumbu untuk meledakkanya,
Gabriel yang berada paling dekat dengan gerobak itu langsung membunuh sang goblin dan mengendarai gerobak kuda berisi peledak yang sumbunya terlanjur dihidupkan goblin tadi.
Alaster dan Adelia yang melihatnya mencoba menghentikan Gabriel, tapi Gabriel sudah terlanjur pergi menjauh dari kota, tak berselang lama, terjadi ledakan besar dari arah Gabriel pergi. Alaster dan Adelia langsung pergi ke tempat ledakan, dan terlihat Gabriel yang sedang sekarat dengan luka bakar yang memenuhi sebagian tubuhnya.
Saat Alaster mencoba menolong Gabriel, Gabriel berkata.
"Apakah aku sudah menjadi orang yang berguna?"
"Kau adalah orang paling berguna yang sudah kutemui"
"Apakah aku akan menjadi terkenal?" tanya Gabriel terbata-bata
"Ya, namamu akan dikenal seluruh penjuru negeri"
"Baguslah, akhirnya tujuanku sudah tercapai" ucap Gabriel sambil menutup matanya.
Alaster dan Adelia menangis mendapati temanya sudah tertidur untuk selamanya. Akhir dari pertempuran ini dihiasi dengan air mata dan kehilangan. Alaster terus menangis sambil memeluk jasad temannya, begitu juga dengan Adelia, dia menangis dan langsung memeluk kedua teman yang selalu mengisi hari-hari nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.