
Azka sudah membasmi sepuluh anggota *******, dan sisanya tinggal empat puluh lagi. Azka berdiam diri di salah satu bukit yang cukup tinggi sembari menunggu malam tiba.
Azka akan meneruskan aksinya sesudah langit gelap seutuhnya, dan sekarang yang hanya bisa dia lakukan adalah mengawasi tempat kejadian serta tempat sandera dengan menggunakan teropong miliknya.
Azka sudah siap menerkam siapa saja yang berani menyakiti para sandera serta melintas di sekitaran lokasi yang terdapat beberapa mayat anggota *******.
"Satu, dua, tiga, empat, lima. Hmm, mangsa baru, sepertinya para ******* itu akan pergi ke sungai, apakah kalian semua yakin bahwa anda dapat melewati sang pembunuh berantai ini, sayang sekali ya, anda semua memilih jalan dan nasib yang salah," ucap Azka sambil tersenyum jahat seraya mengarahkan bidikan senjata serbunya ke arah kepala para ******* itu.
Senjata serbu yang Azka gunakan itu merupakan senjata serbu yang berjeniskan H&K 416, dan sebenarnya senjata tersebut bukanlah senjata utamanya, melainkan senjata ketiganya.
Azka adalah seorang penembak jitu, namun entah karena alasan apa sekarang dia tidak membawa sniper andalannya yang berjeniskan sniper Barrett M82.
Sedangkan senjata keduanya adalah senjata, Submachine Gun yang bilamana disingkat menjadi, (SMG). Jenis senjata tersebut adalah Kriss Vector.
Diantara kedua senjata tersebut di misi sekarang Azka memilih satu senjata andalannya, yakni H&K 416 saja. Entah dikarenakan alasan apa, namun yang jelas Azka cukup mahir memainkan semua senjata militer.
Syatt ....
Satu ******* telah tumbang, dan selanjutnya dua, tiga, empat, dan lima, mereka semua telah tumbang ditangan seorang Azka tanpa disadari oleh para anggota ******* yang lainnya.
Semua anggota ******* yang telah tumbang itu ditembak di tempat yang sama, sebenarnya bukan ditembak di tempat yang sama, melainkan mereka terjatuh di tempat yang sama.
Azka memang telah memprediksikan hal itu sebelumnya dan terlebih dia merupakan sosok pembasmi kejahatan yang paling anti bermain kotor, dan kemungkinan arti dari kata kotor itu bukan berarti seorang Azka dikenal sebagai sosok pembunuh, pemberantas, serta pembasmi kejahatan yang suka bermain licik, namun melainkan Azka termasuk ke dalam salah satu orang yang tidak menyukai permandangan yang kurang tertata, atau bisa dibilang kurang rapi.
Maka tak heran, mengapa sampai saat ini Azka selalu disebut-sebut sebagai pembunuh kejahatan profesional, ya alasannya dikarenakan Azka adalah sosok bayangan yang tidak akan pernah meninggalkan bekas jejak pembunuhannya begitu saja.
"Para mayat itu sudah terkumpul di tempat yang sama, dan sekarang tinggal menghapus jejaknya dengan cara dibakar. Maaf, sebenarnya saya tidak berniat membakar kalian, namun bila saya biarkan begitu saja, yang ada permandangan di negri saya ini akan tercemar oleh kejahatan kalian."
Azka membakar sumbu Bom Molotovnya seraya tersenyum jahat pada saat dia akan melemparkan Bom Molotovnya itu. Selanjutnya Azka menembakan sinyal asap berwarna hijau agar para ******* mengira kondisi di pos 1 benar-benar aman.
"Sisanya tinggal tiga puluh lima orang lagi, dan sepertinya tanda sinyal itu takan berpengaruh, saya harus pindah ke lokasi yang lain untuk memastikan apakah mereka akan menyusul rekan-rekannya di sini."