DETECTIVE

DETECTIVE
Chapter 11 : Kisah yang kelam



Clara bertanya dengan tatapan datarnya, mengapa mereka tak mencari pekerjaan yang jauh lebih baik daripada itu. Lantas seorang Samuel pun tersenyum tipis ketika Clara memberikan pertanyaan tersebut kepada dirinya.


Samuel merasa seharusnya orang berpendidikan seperti Clara dapat mengetahui alasan mengapa rekan-rekannya dulu mengambil pekerjaan yang tak patut dicontoh itu.


"Mau itu dulu dan maupun itu sekarang mencari pekerjaan yang meyakinkan tidaklah mudah nona, walaupun memang ada tapi semua tidak luput dari orang dalam dan uang."


"Seharusnya nona muda sudah mengetahuinya dari awal, mengapa rekan-rekan saya bisa memilih mencari pekerjaan yang bisa dibilang tak layak bagi semua orang.


"Anda tahu sendirikan rekan-rekan saya semuanya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bisa dibilang tidak mampu, sementara bekerja membutuhkan ijazah, bahkan orang-orang yang memiliki ijazah sekali pun belum tentu nasibnya akan dijamin oleh pihak perusahaan yang mereka lamar."


"Pokoknya inti dari semua itu pasti akan kembali lagi kepada uang, orang dalam, serta pengalaman nona."


Ucapan dari Samuel memang tidak salah, Clara berpikir rekan-rekannya hanya terpaksa mengambil jalan yang salah demi mempertahankan hidupnya di negri yang segalanya sudah berketergantungan dengan uang.


Lantas Clara pun kembali bertanya kepada Samuel tentang mengapa Samuel bisa mengenal dekat ayahnya hingga mana ayahnya dapat menganggap Samuel seperti anaknya sendiri.


"Apakah saya boleh mengetahui lebih mengapa ayah saya bisa bertemu dengan anda dan semua rekan-rekan kerja anda?" tanya Clara yang masih mempertahankan tatapan datarnya itu, namun sekarang dia sudah mulai menatap Samuel meskipun itu tidak lama dan hanya sesaat saja.


"Mungkin saya tidak akan berbicara panjang lebar kepada anda dikarenakan saya merupakan cerminan orang-orang yang tak suka mengungkit-ungkit sebuah kenangan ataupun masalalu, namun bila anda yang memintanya, maka dengan senang hati saya akan menceritakan semua alasannya kepada anda."


"Cerita singkat dari saya tidak lain karena dulu ayah anda bersahabat baik dengan ayah saya, namun waktu itu ayah saya rela mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melindungi ayah anda, makanya mengapa sampai sekarang beliau menganggap saya seperti anaknya sendiri."


"Mengapa ayah saya tidak pernah menceritakan masalah ini sebelumnya kepada saya bahwa ternyata ayah anda masih memiliki ikatan yang cukup baik dengan keluarga marga aksara. Saya turut berdukacita atas semua teragedi yang sudah menimpa ayah anda," ucap Clara sambil menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa nona, lagipula kejadian itu sudah lama terjadi dan saya sudah mengikhlaskannya," ucap Samuel sembari tersenyum tipis seraya dia pun merasa sangat senang dan bangga sekali melihat bahwa ternyata Clara masih menanamkan rasa empatinya itu kepada semua orang.


"Lantas cerita selanjutnya apa?".


"Rekan-rekan saya memiliki beberapa catatan yang diduga dulunya mengambil pekerjaan gelap, mereka adalah sekumpulan orang yang bekerja sebagai pembunuh bayaran, pengedar narkoba, petarung jalanan, mafia, hingga sampai penyeludup barang ilegal, serta perompak."


"Tunggu! apa bedanya pengedar dan penyeludup?".


"Biar saya jelaskan semuanya detailnya seperti apa nona, jadi begini, sebenarnya pekerjaan para pengedar dan pekerjaan para anggita mafia merupakan salah satu pekerjaan yang bergerak dibidang yang sama, namun yang membedakannya mafia memiliki Bos, sementara pengedar tidak."


"Pengedar merupakan salah satu perantara yang tidak lain tugasnya hanya menjual sebagian kecil atau setengah bagian dari barang seludupan milik mafia ke para pelanggannya saja."


"Sementara tugas bagi para penyeludup tidak lain mereka semua hanya sebatas pengantar barang ilegal yang diproduksi langsung oleh negara asing, dan setelah barang tiba di dalam negri, para penyeludup itu akan menyimpan barang tersebut di dalam gudang tersembunyi yang dimiliki oleh mafia."


....


Clara mengangguk seraya mengernyitkan dahinya setelah dia mendengarkan dan memahami penjelasan yang telah Samuel sampaikan itu kepada dirinya. Namun, pertanyaan Clara tidak berhenti sampai di situ saja, dia masih memiliki beberapa pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Samuel.


"Mungkin hal yang anda jelaskan itu sudah pernah saya pelajari, namun penjelasan yang anda sampaikan bisa dibilang lebih baik dari penjelasan yang pernah dosen saya jelaskan."


"Tapi, saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan lagi, dan saya berharap anda mengetahuinya."


"Apakah anda mengetahui salah satu kata pepatah bayangan yang bergerak diantara kegelapan malam? bila anda mengetahauinya apakah anda bisa memberitahukan hal tersebut kepada saya?" tanya Clara yang terlihat begitu penasaran sekali dikarenakan dia ingin mengungkapkan sebuah teka-teki yang pernah Azka berikan kepadanya.


"Sebenarnya itu bukan kata pepatah, melainkan sebuah julukan bagi para Detective tingkat kelas atas."


"Detective tersebut memiliki dua tugas, yakni mengungkapkan dan memusnahkan kejahatan pada saat kejahatan itu sedang berada dititik terendah, bisa dibilang saat lengah."


Clara berhenti bertanya, dan sekarang dia berpikir apakah Azka merupakan salah satu Detective yang berada di tingkatan teratas, bila pemikirannya benar, berarti sosok yang telah menyelamatkan ayahnya itu adalah Azka.


Di sana Samuel pun mulai dibuat penasaran oleh Clara, sebenarnya nona mudanya tengah memikirkan hal apa sampai-sampai dia menanyakan hal yang tak pernah ingin Clara ketahui sebelumnya.


"Mengapa anda menyakan hal tersebut kepada saya? apakah ada masalah yang menghambat pemikiran anda, bila ucapan saya benar, maka saya pun harus mengetahuinya juga."


"Tidak apa-apa, lebih baik sekarang anda melanjutkan cerita anda itu lagi, soalnya anda juga belum membahas mengapa ayah saya dulu ingin sekali mengambil para anak muda yang memiliki catatan sebagai pekerja gelap."


Samuel sudah sudah menyadari bahwa nona mudanya tengah menyembunyikan sesuatu darinya, namun saat itu Samuel tidak ingin menanyakan hal yang lain dan lebih memilih untuk diam saja sebelum Clara mengubah pandangannya kembali.


"Sebenarnya masih ada yang ingin saya sampaikan kepada anda bahwa mafia memiliki dua tingkatan dan salah satunya ada di tingkatan paling tinggi."


"Mafia yang berada di tingkatan paling tinggi merupakan salah satu mafia yang memiliki banyak sekali pengikutnya, dan para pengikut itu bukan merupakan orang biasa, melainkan orang yang memiliki catatan penjahat paling ditakuti oleh seluruh dunia."


"Bukan hanya itu saja nona, para mafia tersebut merupakan salah satu pebisnis yang memiliki banyak sekali cabang usaha di dunia gelap, mereka pun bisa disebut sebagai pembajak aset-aset milik perusahaan-perusahaan besar di dunia ini."


"Mereka membajak semua aset-aset milik perusahaan tersebut dan setelah itu mereka mengabil alih dan menjadikan perusahaan yang mereka bajak sebagai tempat pembuatan narkoba."


"Saya kira para mafia hanya mengedarkan barang ilegal kepada perantara saja, tapi ternyata mereka pun dapat menciptakan narkoba buatan mereka sendiri."


"Itu tugas mafia yang berada di tingkat kelas atas, sementara mafia yang tugasnya hanya mengembunyikan dan mengedarkan barang ilegal merupakan mafia yang berada ditingkat menengah."


"Tapi, mafia yang berada di tingkat menengah itu pun memiliki beberapa cabang pemberontakan juga nona, namun pemberontakan itu hanya merupakan sebuah permainan bisni saja."


"Maksudnya?".


"Mereka hanya menjadikan salah satu toko, cafe, dan mall yang berada di sekitaran wilayah mereka sebagai tempat untuk menghasilkan uang lebih, bisa diibartkan sama seperti preman yang sering kali meminta uang keamanan."


"Mengapa mereka tak mengambil alih tempat itu?".


"Bila mereka semua mengambil tempat-tempat itu, maka yang ada para mafia yang berada di tingkatan paling atas pasti akan mengambilnya begitu saja nona."


"Para mafia yang berada di kasta paling tinggi bukan sekumpulan orang-orang bodoh nona, mereka semua sudah mengatur strategi, dan pastinya mereka akan mengirimkan beberapa orang suruhannya untuk mengawasi para mafia yang berada di tingkat menengah."


"Mau bagaimana pun semuanya akan bernasib sama nona, bagi orang-orang yang lemah, dialah yang akan kalah dalam persaingan, lantas setelah itu mereka semua akan ditendang, dan yang lebih parahnya lagi bahkan bisa sampai dibunuh tanpa alasan."


"Sementara teruntuk siapa saja yang berani menjadi pembangkang, pengkhianat, bermuka dua di dalam komplotan mafia, maka pada saat itu juga mereka semua akan disiksa terlebih dahulu sebelum dimusnahkan."