DETECTIVE

DETECTIVE
Chapter 17 : Pasukan bayangan



Azka sudah membasmi sepuluh anggota *******, dan sisanya tinggal empat puluh lagi. Azka berdiam diri di salah satu bukit yang cukup tinggi sembari menunggu malam tiba.


Azka akan meneruskan aksinya sesudah langit gelap seutuhnya, dan sekarang yang hanya bisa dia lakukan adalah mengawasi tempat kejadian serta tempat sandera dengan menggunakan teropong miliknya.


Azka sudah siap menerkam siapa saja yang berani menyakiti para sandera serta melintas di sekitaran lokasi yang terdapat beberapa mayat anggota *******.


"Satu, dua, tiga, empat, lima. Hmm, mangsa baru, sepertinya para ******* itu akan pergi ke sungai, apakah kalian semua yakin bahwa anda dapat melewati sang pembunuh berantai ini, sayang sekali ya, anda semua memilih jalan dan nasib yang salah," ucap Azka sambil tersenyum jahat seraya mengarahkan bidikan senjata serbunya ke arah kepala para ******* itu.


Senjata serbu yang Azka gunakan itu merupakan senjata serbu yang berjeniskan H&K 416, dan sebenarnya senjata tersebut bukanlah senjata utamanya, melainkan senjata ketiganya.


Azka adalah seorang penembak jitu, namun entah karena alasan apa sekarang dia tidak membawa sniper andalannya yang berjeniskan sniper Barrett M82.


Sedangkan senjata keduanya adalah senjata, Submachine Gun yang bilamana disingkat menjadi, (SMG). Jenis senjata tersebut adalah Kriss Vector.


Diantara kedua senjata tersebut di misi sekarang Azka memilih satu senjata andalannya, yakni H&K 416 saja. Entah dikarenakan alasan apa, namun yang jelas Azka cukup mahir memainkan semua senjata militer.


Syatt ....


Suara senjata Azka terdengar seperti sebuah sayatan pisau, mengapa bisa seperti itu? ya, dikarenakan Azka memasang peredam dimulut senjatanya sehingga suara tersebut tersamarkan dan tak dapat dideteksi keberadaannya oleh para anggota ******* yang lain.


Satu ******* telah tumbang, dan selanjutnya dua, tiga, empat, dan lima, mereka semua telah tumbang ditangan seorang Azka tanpa disadari oleh para anggota ******* yang lainnya.


Semua anggota ******* yang telah tumbang itu ditembak di tempat yang sama, sebenarnya bukan ditembak di tempat yang sama, melainkan mereka terjatuh di tempat yang sama.


Azka memang telah memprediksikan hal itu sebelumnya dan terlebih dia merupakan sosok pembasmi kejahatan yang paling anti bermain kotor, dan kemungkinan arti dari kata kotor itu bukan berarti seorang Azka dikenal sebagai sosok pembunuh, pemberantas, serta pembasmi kejahatan yang suka bermain licik, namun melainkan Azka termasuk ke dalam salah satu orang yang tidak menyukai permandangan yang kurang tertata, atau bisa dibilang kurang rapi.


Maka tak heran, mengapa sampai saat ini Azka selalu disebut-sebut sebagai pembunuh kejahatan profesional, ya alasannya dikarenakan Azka adalah sosok bayangan yang tidak akan pernah meninggalkan bekas jejak pembunuhannya begitu saja.


"Para mayat itu sudah terkumpul di tempat yang sama, dan sekarang tinggal menghapus jejaknya dengan cara dibakar. Maaf, sebenarnya saya tidak berniat membakar kalian, namun bila saya biarkan begitu saja, yang ada permandangan di negri saya ini akan tercemar oleh kejahatan kalian."


Azka membakar sumbu Bom Molotovnya seraya tersenyum jahat pada saat dia akan melemparkan Bom Molotovnya itu. Selanjutnya Azka menembakan sinyal asap berwarna hijau agar para ******* mengira kondisi di pos 1 benar-benar aman.


"Sisanya tinggal tiga puluh lima orang lagi, dan sepertinya tanda sinyal itu takan berpengaruh, saya harus pindah ke lokasi yang lain untuk memastikan apakah mereka akan menyusul rekan-rekannya di sini."


....


Azka mulai mencari tempat yang lebih strategis lagi, tapi sementara itu pada saat Azka sedang menghapus jejak di mana dia bersembunyi, tiba-tiba dia pun mendengar percakapan dari sekumpulan anggota ******* yang melintas tak jauh di sekitaran tempat Azka bersembunyi tadi.


"Apakah sinyal itu dinyalakan oleh pasukan kita? saya takut bila sinyal itu adalah sinyal yang dinyalakan oleh pasukan abdi negara," ucap salah satu anggota ******* yang nampaknya dia sudah menyadari adanya tanda bahaya.


"Mana mungkin pasukan abdi negara datang secara terang-terangan, pastinya mereka akan mengatur strategi yang lebih matang lagi, asal elu ketahui, hanya orang-orang bodoh yang berani menampakan dirinya di hadapan kita secara terang-terangan, apalagi para pasukan elite dari Black Shadow tuh, sebenarnya mereka semua merupakan sekumpulan pasukan terlemah! mereka tidak akan pernah berani betempur dalam situasi sekarang ini, para pasukan itu beraninya cuma bermain petak umpet di tengah kegelapan malam saja."


Hinaan yang cukup lepas sekali, mereka kira Azka tidak mendengarkan pembicaraan mereka, namun sayang! mereka telah menimbulkan masalah yang besar sehingga Azka menyambut sapaan dari mereka secara tatap muka.


Prokk, prokk, prokk ....


Suara tepukan tangan misterius itu membuat kelima anggota ******* itu terkejut. Azka tersenyum jahat di dalam topengnya seraya menatap tajam para pasukan ******* itu.


"Pasukan Black Shadow, habisi dia!" ucap salah satu anggota ******* yang sudah meremehkan pasukan Azka.


Syatt ....


Pisau bambu itu kembali bertindak, sehingga seluruh anggota ******* yang telah meremehkan kekuatan dari pasukan elite Black Shadow itu mati dengan seketika.


Azka benar-benar membuat mereka mati berdiri, dan sekarang dia tak menyayat leher mereka melainkan menusuk leher mereka tanpa sedikit pun dia memutuskan urat nadinya.


Azka hanya memblokir sedikit saja titik kesadaran mereka, bukan melainkan membunuh semua kesadaran mereka, sehingga anggota ******* itu masih sanggup merasakan pedihnya penderitaan.


"Anda tahu rasa sakit dari penderitaan itu seperti apa hah?" ucap Azka sembari mendekatkan telinganya ke arah bibir anggota ******* yang sudah meremehkan kekuatannya itu.


"Kenapa anda hanya menggerutu saja! bukankah saya menyuruh anda untuk menjawab pertanyaan dari saya itu! hmm ... , sudahlah tolong izinkan saya menjawabnya sendiri."


"Inilah rasa sakit dari penderitaan, silahkan ucapkan kata selamat tinggal kepada dunia kegelapan."


Azka mendorong satu-persatu tubuh anggota ******* yang sudah mati rasa itu hingga tubuh mereka berguling-guling dan behenti tepat di arah api yang membara itu.


"Tindakan anda tak sebesar ucapan anda, lain kali sebelum bermain alangkah baiknya anda mengikuti alurnya terlebih dahulu, sangat disayangkan sekali, anda di lahirkan ke dunia ini bukan untuk melakukan upaya seperti ini, percayalah ... , akan ada jalan yang lebih terang untuk anda ikuti dan untuk anda raih bilamana anda berusaha sekeras mungkin, namun usaha itu tidak lain harus mengarah ke arah kebaikan."


"Untuk ibu pertiwi," Azka hormat di atas naungan ibu pertiwi dengan tatapan yang begitu datar.


Lalu setelah itu Azka pun melanjutkan perjalanannya sembari membawa senjata mereka yang berjeniskan senjata serbu AK-47 yang pada umumnya sering digunakan sebagian penjahat, termasuk ******* dan mafia.


Sementara itu para pasukan Azka yang lainnya mulai melakukan pendaratan di semua titik pos, termasuk pos satu yang di sana ada seorang Azka. Orang pertama yang mendarat di pos satu adalah Ariska, dia akan disandingkan dengan Azka.


Sementara Arga, dan Brand di turunkan di pos kedua. Brand adalah salah satu pasukan elite terbaik yang pandai dalam merakit Bom dengan ledakan yang sangat dasyat.


Sementara Jack dan Pandu akan di turunkan di pos ketiga yang di mana pos tersebut memiliki titik yang jangkauannya cukup dekat dengan pos empat.


Jack adalah salah satu pasukan elite yang memiliki kulit hitam, dia merupakan pasukan blasteran antara darah keturunan negara Nigeria dan juga negara Francis.


Jack memiliki seni tempurnya sendiri, dan dia satu-satunya sosok pasukan yang ahli dalam memainkan senjata serbu bejeniskan senjata serbu mesin, diantaranya MG 42, M134, serta senjata serbu PK.


Pandu, dia merupakan salah satu pasukan elite yang sering disebut-sebut sebagai pasukan yang paling senyap, mengapa bisa seperti itu? ya, dikarenakan dia merupakan salah satu pasukan elite pengguna alat panah dan pelempar pisau.


Sementara Alif dan Adam di turunkan di pos 4. Mereka berdua adalah saudara kembar yang memiliki keahlian yang sama juga, di mana kemampuan mereka dalam menggunakan pedang samurai bisa dibilang sudah sama seperti sosok ninja.


Itu adalah salah satu keahlian yang sangat menguntungkan bagi para pasukan elite Black Shadow. Sebenarnya mereka berdua bukan hanya bisa menggunakan senjata itu saja, melainkan mereka berdua juga dapat membuat dan menciptakan senjatanya sendiri.


Sama hal nya dengan ketiga orang yang berbahaya ini, mereka adalah Gibran, Indra, dan Kean. Mereka merupakan sekumpulan orang-orang pintar yang ahli menciptakan senjatanya sendiri.


Republik 45, itu adalah nama dari senjata serbu yang telah mereka ciptakan dan masih mereka gunakan saat melaksanakan tugasnya.


Mereka bertiga di turunkan di salah satu tempat yang akan dijadikan sebagai tempat bertermpurnya nanti, dan lebih tepatnya adalah pos 5.