DETECTIVE

DETECTIVE
Chapter 10 : Sebuah peringatan



"Tuan Azka, sebenarnya nona muda kenapa? apakah anda juga bisa membantu saya mengecek kondisi kesehatan dia yang sekarang seperti apa, saya hanya takut Bos besar akan marah besar jika beliau melihat kondisi anaknya seperti ini, dan terlebih beliau pasti akan selalu menanyakan sejumlah pertanyaan yang dapat membuat hati saya merasa bimbang."


Azka berpikir Tuan Julian merupakan orang yang sangat beruntung karena dia dapat memiliki salah satu Bodyguard yang begitu memperhatikan putrinya.


"Detakan denyut nandi ditangannya ini bisa dibilang sudah termasuk ke dalam golongan normal. Hmm ... syukurlah, ternyata anda hanya kelelahan saja nona, tadinya saya sempat mengira bahwa anda memiliki beberapa penyakit turunan yang dapat menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun begitu saja, tapi ternyata saya salah," ucap Azka tanpa memberikan reaksi apa pun selain memberikan pandangan datarnya.


"Mengapa anda terlalu memaksakan diri anda sendiri, padahal anda masih bisa mundur dan menyerahkan mereka semua kepada saya, namun saya lupa, bahwa anda adalah wanita yang sangat ceroboh! mau sampai kapan pun anda takan pernah mau mendengarkan ucapan dari saya selagi keangkuhanmu itu masih tertanam di dalam diri anda sendiri," ucap Azka dalam hati sembari tersenyum tipis melihat kondisi Clara sudah mulai siuman.


Berhubung Samuel telah tiba di sana, di mana sekarang dia tak perlu mengkhawatirkan Clara lagi dikarenakan Samuel dengan senang hati mau menggantikan tugasnya yang sekarang.


Azka memegang kepala Clara seraya mengangkat kepala Clara dengan hati-hati. Lantas setelah itu Azka pun pergi meninggalkan mereka berdua.


Tapi, sebelum Azka benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua di sana, dia sempat memberikan beberapa patah kata untuk Clara, dan kata-kata tersebut merupakan sebuah peringatan yang tidak lain harus mereka waspadai.


"Sebaiknya lain kali anda tidak perlu berbuat sampai sejauh ini yang seolah-olah dengan cara mengalahkan mereka semua anda dapat menjadi wanita yang lebih kuat lagi."


"Mau bagaimanapun anda tidak akan pernah bisa menjadi wanita seperti yang anda harapkan sebelum anda mengerti arti dari kata patuh dan belajar bagaimana caranya menghargai keperdulian dari seseorang."


"Dan satuhal lagi, bahwa masalah ini belum berakhir nona, anda harus lebih berhati-hati lagi sebelum semuanya terlambat


Mereka berdua terdiam cukup lama hingga saat mereka sadar ternyata Azka telah menghilang bagaikan kilatan cahaya tembus pandang.


"Apakah dia selalu bersikap sedingin itu kepada semua orang? tapi saya rasa dia juga memiliki beberapa sisi kepribadian yang bisa dibilang tergolong sama."


"Maaf, saya tidak begitu mengerti, maksud anda sama dalam rangka apa?" tanya Clara dengan tatapan datarnya itu.


"Sama seperti anda nona, namun yang membedakannya aura dia lebih menawan, tidak salah lagi, dia pasti salah satu pria yang banyak sekali diincar oleh para wanita-wanita cantik, sepertinya saya harus segera mendapatkannya sebelum dia dimiliki oleh orang lain," ucap Samuel yang tak sadar bahwa dia telah memuji seorang Azka dan berkata seperti itu tepat berada di hadapan Clara.


"Hmm, ternyata selama ini anda sudah banyak menyembunyikan sisi gelap anda kepada semua orang, dan saya baru tahu bahwa anda menyukai sesama je ... ," ucapan Clara dipotong begitu saja oleh Samuel dikarenakan Samuel tidak bermaksud memikirkan hal itu, melainkan dia ingin mendekatkan Azka dengan Clara.


"Bukan saya, tapi untuk anda nona."


Setelah Clara mendengarkan alasan yang sebenarnya itu, Clara pun merasa bahwa tak perlu ada yang harus dipertanyakan lagi dikarenakan alasan Samuel memuji Azka tidak lain agar Clara dapat membuka hatinya dan dengan senang hati memberikan hatinya itu kepada Azka.


Hingga pada akhirnya mereka berdua pun tertawa lepas bersama-sama, sejujurnya semenjak masalah datang tiada henti di keluarga Tuan Julian mereka jarang sekali merasakan tertawa selepas itu.


Namun Azka tidak lain telah membuat Clara tersadar bahwa suatu saat nanti akan ada saatnya Clara membutuhkan sosok pelindung seperti Samuel.


"Maaf," ucap Clara yang telah membuat Samuel tak berhenti tersenyum bangga kepadanya.


"Apakah anda tahu mengapa saya lebih senang menghabiskan waktu bersama dengan anda? dan apakah anda tahu mengapa saya terlihat begitu berani walaupun pada dasarnya saya takut bila anda menyuruh saya untuk membohongi ayah anda."


"Saya selalu menganggap anda sebagai adik saya sendiri, mau bagaimanapun saya harus selalu ada di samping anda meski sekali pun saya dalam keadaan terluka."


"Bukannya saya mau meremehkan, namun akan tetapi sejarahnya telah membuktikan bahwa ayah anda cukup memiliki banyak pengalaman, jadi untuk apa saya berada di sampingnya, bahkan sepertinya beliau pun tak membutuhkan saya."


"Maka dari itu saya lebih memilih untuk tetap menjaga anda dikarenakan pengalaman anda belum bisa dibilang berada dititik teratas, bahkan berada dititik setengah pun sepertinya masih jauh."


Mungkin itu memang merupakan tegasan yang harus Samuel ungkapkan agar Clara mengetahui mengapa sampai sekarang ini dia masih memperhatikan nona mudanya.


Berdasarkan dari pengalaman yang dimiliki oleh Tuan Julian, beliau memang tak membutuhkan pengawalan dari siapa pun itu orangnya, mau dari Samuel ataupun dari para Bodyguardnya yang lain.


Setelah itu Samuel pun membawa Clara pergi dan mulai mengendarai salah satu mobil pribadi yang diberikan langsung oleh Tuan Julian untuk dirinya.


Mobil tersebut merupakan sebuah mobil yang Samuel impikan dari dulu, dan mobil tersebut adalah mobil Nissan GTR r35. Semenjak Samuel berkerja dengan Tuan Julian sebenarnya dia dapat membeli mobil impiannya dengan uangnya sendiri, namun tak disangka-sangka Tuan Julian malah memberikan secara gratis.


Setelah itu Samuel pun mulai mengendarai mobilnya sembari melanjutkan percakapan yang belum usai dia bicarakan bersama dengan Clara.


"Sebagaimana sikap rendah hati yang tertanam di dalam diri ayah anda itu, di mana sebenarnya beliau tak pernah mengharapkan saya ataupun mereka menjadi para pengawalnya."


"Alasan beliau mengangkat kita menjadi para Bodyguardnya tidak lain karena beliau ingin mencari orang-orang berbakat untuk dia jadikan sebagai orang-orang sukses."


"Anda tahu sendirikan nona, saya adalah anak yatim piatu, bila saya tak bertemu dengan ayah anda, mungkin saya tidak akan pernah bisa menamatkan sekolah saya."


"Anda harus mengetahui hal ini nona, para Bodyguarad yang sekarang bekerja bersama dengan ayah anda, sebenarnya mereka itu merupakan sekumpulan orang-orang yang bisa dibilang begitu mencintai kriminal."


"Bagaimana bisa? ya, dikarenakan dari kriminal mereka bisa mendapatkan sejumlah uang untuk mereka berikan kepada orang tuanya dan juga adik-adiknya, bahkan mereka semua rela dicap sebagai sampah masyarakat demi mempertahankan hidupnya di dunia yang selalu menganggap penting uang ketimbang menganggap pentingnya nyawa seseorang."


Itu hanya sebagian cerita kelam yang ingin Samuel ceritakan dari dulu kepada Clara, namun setelah Clara bertumbuh menjadi wanita dewasa hubungan diantara mereka menjadi semakin jauh.


Samuel berpikir, mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi dirinya menceritakan seberapa hebat sosok Tuan Julian dimata semua orang, dan Samuel berharap Clara pun dapat mewarisi sisi terhebat yang dimiliki oleh ayahnya itu.