
Min-Jeong hanya bisa pasrah mengikuti langkah lebar Jungkook entah menuju kemana, mereka berdua menaiki lift sampai ke lantai paling atas yaitu atap gedung tempat acara berlangsung. Setelah sampai barulah tangan Min-Jeong dilepaskan oleh Jungkook lalu Jungkook menyandarkan kepalanya di bahu Min-Jeong.
“Aku merindukanmu” kata Jungkook.
“Jungkook oppa...” desis Min-Jeong mulai menitikan air mata.
“Apa kau membenciku?” Jungkook menatap senduh mata Min-Jeong yang berkaca-kaca.
“Tidak...hanya aku tidak mau oppa bersama denganku, nanti oppa akan kehilangan penggemar oppa...hiks” kata Min-Jeong.
“Kamu mengkhawatirkan aku?”
“Iya...” Min-Jeong mengangguk.
“Sini...” Jungkook menarik tangan Min-Jeong lalu memeluknya.”Hahhh...syukurlah...aku pikir kau sudah tidak menyukaiku lagi”
“Oppa...aku menyukaimu sebagai idola itu sudah cukup jadi oppa tidak perlu membalasku hanya karena tidak enak padaku” kata Min-Jeong.
“Kau berpikir begitu?” Tanya Jungkook masih memeluk Min-Jeong.
Min-Jeong mengganguk lalu berkata.”Yang kau suka IU sedangkan aku bukan apa-apa dibandingkan dirinya...”
“Hm...tipe ideal aku memang dia, tapi apakah kau tahu aku dan dia juga beda usia, dia jauh lebih tua dariku dan sama sepertimu aku hanya mengidolakan dia saja” kata Jungkook mencerna perkataan Min-Jeong.
“Tetap saja dibandingkan dengan dia aku bukan apa-apa” kata Min-Jeong.
“Hufff...pelan-pelan saja kita jalani ya...diam-diam...tapi aku akan mengumumkannya jika sudah diperbolehkan oleh pak Direktur” Jungkook menghelahkan nafas lalu melepaskan Min-Jeong dari pelukannya.
“Apa bisa seperti itu?” Tanya Min-Jeong menghapus kasar air matanya.
“Bisa...” jawab Jungkook tersenyum.
“Tapi...Jungkook oppa...aku tidak bisa” kata Min-Jeong.
“Kenapa?” Tanya Jungkook kesal.
“Aku pikir, idola dan fans punya batasannya, aku belum sanggup melewati batasan itu jadi aku hanya akan menjadi fans mu saja tidak lebih dari itu, maaf...” jawab Min-Jeong.
“Baiklah...aku mengerti” kata Jungkook.
“Jungkook oppa...” Min-Jeong memberikan karet gelang yang ada di tangan kanannya.”Ini untukmu...sebagai pengingatmu kalau ada fans wanita yang pernah sangat mencintaimu...”
CUP...
Min-Jeong mencium pipi kiri Jungkook sampai siempunya pipi melamun.
********
********
********
********
Malam haripun tiba...Min-Jeong membuat janji temu dengan Minjun, ia merasa bersalah karena tidak menghiraukan perasaan Minjun, di taman biasa tempat ia ingin sendiri, ia bertemu dengan Minjun, pertama kali bertemu dan bertegur sapa Minjun hanya mengajukan pertanyaan ringan pada Min-Jeong tapi sehabis itu ia selalu memperhatikan gerak-gerik Min-Jeong yang semakin akrab dengan para member BTS. Aneh tapi ia merasa cemburu setiap Min-Jeong bercanda dan terlihat akrab dengan para member.
“Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Minjun.
“Hm...aku sudah merasa lebih baik, terima kasih oppa” jawab Min-Jeong.
“Kamu mau beli es cream?” Kata Minjun.
“Mau!” Sahut Min-Jeong mengandeng lengan kiri Minjun.
Sepanjang perjalanan mereka mengobrol dan tertawa serta bercanda, seakan lupa kecanggungan tadi yang mereka rasakan, saat mereka hendak masuk ke dalam minimarket ada seorang turis yang nampak kebingungan, Min-Jeong menghampiri turis tersebut.
“Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Min-Jeong menggunakan bahasa Inggris.
“Hah...iya...tapi saya tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, apa anda bisa bahasa Spanyol?” Kata turis itu.
“Oh...iya...tentu” sahut Min-Jeong.
“Ini adalah alamat tempat tinggal bibi saya, tapi saya lupa jalan jadi saya kebingungan” kata turis asal Spanyol itu pada Min-Jeong.
“Hahh...ini arahnya sudah dekat, kau hanya perlu berjalan lurus saja sampai ada tiang listrik yang di depan sana lalu kau belok ke kiri terus saja, tiga rumah setelah belok kiri, kau sudah sampai di tujuan” kata Min-Jeong menjelaskan secara detail dengan menggunakan bahasa Spanyol.
“Wahhh...terima kasih banyak...” ucap turis itu membungkuk hormat lalu pergi.
“Kalian membicarakan apa?” Tanya Minjun.
“Dia bilang jatuh cinta padaku, lalu aku menolaknya” jawab Min-Jeong menahan tawa.
“Oh...tapi kenapa kamu mengatakan banyak hal?” Tanya Minjun bingung.
“Hahaha...aku bercanda oppa, dia menanyakan jalan” tawa Min-Jeong senang karena berhasil mengerjai Minjun.
“Dasar kamu ini ya...hahaha...” tawa Minjun mengacak-acak rambut Min-Jeong gemas.
Setelah itu pun mereka pun masuk ke dalam minimarket.
“Dia gadis yang pintar” gumam seorang pria di belakang Minjun dan Min-Jeong.
Kembali pada member BTS yang sedang bersantai di kamar mereka masing-masing, di sini kita menuju Jungkook yang terlihat bahagia dengan gelang pemberian dari Min-Jeong, patah hati karena mendapat penolakan cinta pasti ia merasakannya namun di lain sisi Jungkook merasa memang inilah jalan terbaik bagi ia dan juga Min-Jeong.
“Bisa-bisanya kau menolakku...” gumam Jungkook.
“Iya...oh...kau hyung...” Jungkook langsung bangkit dari tempat ia berbaring.
“Aku tanya, siapa yang berani menolakmu?” Tanya Suga penasaran.
“Hahh...Min-Jeong, hyung...” jawab Jungkook murung.
“Hahahaha...akhirnya ada juga wanita yang menolakmu” tawa Suga.
“Hyung...aku sedang patah hati, haruskah kau meledekku begitu?” Sentak Jungkook kesal.
“Hahaha...mau bagaimana lagi? Seorang idola di tolak mentah-mentah oleh fans nya, bukankah itu lucu? Hahaha...sangat lucu...” kata Suga tertawa terbahak-bahak.
“Wah...kau mau merasakan kekuatanku rupanya!” Kata Jungkook dengan senyuman licik ia mengangkat Suga bak mengangkat karung beras, sesekali ia menampar bok*ng Suga namun bukan merasa kesakitan justru Suga semakin tertawa.
“Hahaha...kau memang nomor satu tapi juga urutan terakhir mengenai wanita, hahahahahaha”
PAAKKKK
Jungkook menampar untuk kesekian kalinya b*k*ng Suga lalu berkata.”Hyung...kau sungguh menyebalkan!”
“Baiklah...turunkan aku...ku mohon...” kata Suga berhenti tertawa.
”Apa yang membuat kalian begitu bahagia hah???” Tanya Jin yang datang bersama Jimin dan juga J-Hope.
“Kau tahu? Adik kita baru saja ditolak!” Kata Suga sembari duduk melipat kaki setelah Jungkook menurunkannya.
“Wah...hebat...siapa wanita itu Jungkook?” Tanya Taehyung ikut nimbrung.
“Ck...aku sungguh-sungguh patah hati hyung...” kata Jungkook memeluk Jimin.
“Hahaha...sudah...nanti aku akan kenalkan dengan gadis yang lebih cantik” Jimin menepuk-nepuk punggung Jungkook.
“Oh ya...siapa gadis yang menolakmu?” Tanya Taehyung sekali lagi.
“Min-Jeong...” RM datang sembari bergumam membuat keenam member menoleh ke arahnya.
“Hahhhhh!!!” Pekik keempat member yaitu Jin,J-Hope,Jimin dan Taehyung.
“Darimana kau tahu hyung?” Tanya Jungkook.
“Hahhh? Tahu apa?” Tanya balik RM bingung.
“Loh...bukankah tadi kau yang menjawab bahwa gadis yang menolak Jungkook itu adalah Min-Jeong” kata Jin menjelaskan pada RM.
“Oh...ehh...aku baru tahu kok...” kata RM tersadar dari lamunannya.
“Hyung...kau menyebut nama Min-Jeong...apa jangan-jangan kau menyukai Min-Jeong?” Taehyung mengajukan pertanyaan yang menyeleneh namun seperti tepat sasaran.
“Hahhh...aku suka dia? Hahaha tidak mungkin...hehehe” jawab RM menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Pesona kau sangat kuat ya Min-Jeong sampai membuat RM juga tertarik denganmu...” kata hati Suga menunduk muram.
“Sudahlah...kita kembali ke kamar masing-masing...” kata Jin lalu keluar kamar Jungkook diikuti dengan kelima member yang lain.
“Dia memang imut...” gumam J-Hope.
“Dia pandai memasak” gumam Jin.
“Dia sederhana” gumam Jimin.
“Dia sangat menggemaskan” gumam Taehyung.
“Dia gadis yang pintar” gumam RM.
“Dia gadis yang menarik” gumam Suga.
“Dia sangat manis” gumam Jungkook.
“Mungkinkah aku bisa bersamanya???” Kata hati ketujuh member BTS sebelum akhirnya mereka terlelap dalam mimpi.
Di lain tempat Min-Jeong sedang berjalan berdua dengan Minjun ke sungai Han, mereka menikmati pemandangan malam hari di sana, Minjun merasa sangat bahagia bisa begitu dekat dengan gadis yang ia cintai, entah sejak kapan perasaan penasaran berubah jadi cinta, karena sebenarnya Minjun adalah junior kakaknya Min-Jeong semasa perkuliahan dulu, ia pernah beberapa kali bertemu dengan Min-Jeong, hanya saja waktu itu Min-Jeong masih duduk di bangku sekolah menengah akhir, saat itu Min-Jeong baru kelas 1 SMA. Minjun sejak dulu sekali sudah memperhatikan Min-Jeong, ia baru menyadari jika Min-Jeong adalah gadis cantik yang selalu membuatnya penarasaran. Gadis yang bernama Min-Jeong ini terkenal di sekolahnya dan di lingkungan tempat ia tinggal sebagai gadis manis yang ceria serta mudah sekali mengakrabkan diri kepada siapapun.
“Aku pernah bertemu denganmu saat aku berkunjung ke rumah orangtua mu” kata Minjun menahan malu.
“Oh...jadi kakak yang sering diam-diam mengikutiku waktu aku SMA dulu?” Min-Jeong bertanya sembari menggoda Minjun.
“Hahh...kau sudah tahu rupanya” kata Minjun tersenyum getir.
“Hehehe...tapi kakak juga salah satu idolaku juga loh” kata Min-Jeong terkikik geli.
“Apa kamu sedang meledekku?” Tanya Minjun tersipu malu.
“Hahaha...aku serius” jawab Min-Jeong.
“Sudahlah...aku sadar aku tidak setampan member BTS” kata Minjun menunduk sedih.
“Minjun oppa...” panggil Min-Jeong.
Cuppp...Min-Jeong mencium bibir Minjun sekilas lalu tersenyum menatap mata Minjun.
To be continued