Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
13



Kim Taehyung hanya bisa menunduk ketakutan karena Min-Jeong terus memarahinya, Min-Jeong kesal karena Taehyung keracunan minuman kaleng kardaluarsa, ia menjadi sangat marah, bagaimana bisa seorang pria dewasa tidak mengerti harus mengecek label terlebih dulu sebelum menimum atau memakan sesuatu.


Semua member sudah lengkap hanya menunduk saja, saat Min-Jeong terus mengoceh memarahi Taehyung. Tidak ada yang berani buka suara, tak satu orang pun berani, Min-Jeong berubah menjadi orang yang berbeda jika sudah memakai stetoskop dan mengerjakan tugas sebagai seorang Dokter.


“Ck...kau ini adalah publik figur, banyak yang menyayangimu jadi kau harus lebih menyayangi dirimu sendiri, masa seperti anak kecil, sebelum makan atau meminum sesuatu, ada baiknya kau cek label kardaluarsa yang tercantum di sana, jangan main asal minum saja! Min-Jeong menaruh baskom berisi air hangat ke atas nakas.” Aishhh...aku ingin sekali memukul kepalamu!” Kata Min-Jeong sembari mengopres kening Taehyung dengan air hangat.


“Itu...” Taehyung menoleh ke arah Min-Jeong.


“Apa???” Min-Jeong melotot galak.


“Hiks...jangan memarahi ku terus Min-Jeong, aku salah...aku minta maaf...hmm...” kata Taehyung merengek bak seorang bayi.


“Ck...” Min-Jeong tersenyum geleng-geleng kepala melihat ekspresi lucu dari wajah tampan Taehyung.


“Nah...kau cantik saat kau tersenyum Min-Jeong...” kata Taehyung ikut tersenyum menatap Min-Jeong.


“Maafkan aku oppa...aku hanya khawatir, sudah... kau tidurlah ya...” kata Min-Jeong tersenyum sembari menyelimuti tubuh Taehyung.


“Jangan pergi ya...tunggu aku disini...hmmm...” kata Taehyung dengan nada manja.


“Cih...menjijikan!” Kata Jungkook mencibir Taehyung.


“Kau cemburu? Wehhhh...” Taehyung menjulurkan lidah seraya meraih tangan Min-Jeong lalu menaruhnya di pipi sebelah kanan.


“Hahaha...kalian benar-benar menggemaskan...” tawa Min-Jeong.


“Kami juga menggemaskan!!!” Protes Jin,J-Hope,RM, Jimin kecuali Suga yang tetap cool.


“Iya...kalian semua...sangat...sangat...menggemaskan...”  Min-Jeong tersenyum lalu berdiri kemudian ia mencubit pipi satu persatu member BTS kecuali Suga ia hanya termenung di hadapan Suga tanpa berani menyentuh pipi Suga.


“Lakukanlah...” kata Suga memberikan pipi kanan pada Min-Jeong.


“Kau juga Suga oppa...” kata Min-Jeong tersenyum manis.


“Astaga gadis ini...aku sangat ingin memilikinya...” kata hati ketujuh member sembari memandangi wajah mungil Min-Jeong.


“Ahhh...sepertinya aku juga sakit Min-Jeong...tolong aku...” Jin merengek tiba-tiba sembari memegangi perutnya.


“Oh ya...hm...ya sudah, aku akan menyuntik oppa dengan antibiotik, bagaimana?” Min-Jeong tersenyum smirk lalu berjalan ke arah Jin yang duduk bersebelahan dengan Jimin.


“Ahhh...hmmm...aku sudah merasa lebih baik kok...” kata Jin enggan menatap Min-Jeong.


“Namjoon oppa...bisa kau pegangi pasien nakal ini?” Kata Min-Jeong melirik RM.


“Okay!!!” Sahut RM hendak memegang lengan Jin.


“Argghhh...tidak...aku baik-baik saja...benar...aku baik-baik saja...sudah tidak apa-apa...” teriak Jin sembari berlari menjauh dari yang lainnya.


“Sini kau hyung...kau harus di suntik!” Kata RM terkikik geli.


“Arghh...tidak...Min-Jeong aku tidak mau disuntik...aishhhh...arghhhh...” rengek Jin ketakutan.


“Hahahahaha...rasakan kau hyung!” Jimin tertawa lepas melihat Jin ketakutan.


“Ayo sini...Dokter cantik mau mengobatimu...” kata Min-Jeong menahan tawa.


“Tidak...tidak mau...” kata Jin berlindung di balik punggung Suga yang masih stay cool tanpa bergerak dari tempatnya.


“Apa-apaan kau ini...hahaha” Suga tertawa menjauhkan diri dari Jin.


“Haishhhh...jangan pergi Suga, aku mohon....” Jin menahan lengan kiri Suga yang hendak berdiri.


“Hahahahaha...hyung, kau benar-benar lucu...” J-Hope ikut tertawa.


Lupa pada permasalah yang ada, Min-Jeong bercanda mengejar-ngejar Jin, sementara para member yang lain hanya menyaksikan sembari terus menertawai sikap konyol hyung tertua mereka itu, sampai dimana Jin lelah berlari, ia mengangkat tangan tanda menyerah. Min-Jeong langsung duduk bersama dengan Jin, kedua kepala beradu ringan, Min-Jeong dan Jin saling menyandarkan kepala.


“Haha...kau ini seperti anak kecil saja takut jarum suntik...” kata Min-Jeong tertawa kecil.


“Hey...pasienmu haus...bisa berikan aku minum?” Panggil Taehyung pada Min-Jeong.


“Hehehe...baiklah...”  sahut Min-Jeong lalu membantu Taehyung untuk minum.”Bagaimana? Sudah merasa baikkan?” Tanya Min-Jeong.


“Masih terasa pening...” jawab Taehyung memijat lembut kepalanya sendiri.


“Hm...makan dulu ya...dan minum susu sedikit untuk menekan racun, aku akan menyiapkan makanan untukmu...” kata Min-Jeong lalu pergi.


Semalaman Min-Jeong bersama dengan RM menemani Taehyung di kamarnya, Taehyung tertidur pulas setelah makan dan meminum obat dari Min-Jeong, Min-Jeong tetap setia di samping Taehyung yang tertidur, sementara RM asik membaca buku, ia hanya sesekali melirik Min-Jeong yang sedang mengganti kain kompresan.


RM semakin mengagumi Min-Jeong setelah tahu, bahwa Min-Jeong adalah salah satu mahasiswi di fakultas kedokteran ternama di Seoul. Terlebih lagi dengan sumber informasi yang mengatakan jika Min-Jeong mendapatkan beasiswa di kampusnya, membuat RM semakin tertarik untuk mendekati Min-Jeong, seperti yang kalian tahu, jika RM menyukai wanita yang pintar, itu adalah tipe ideal seorang Rap-Monster.


“Sudah cantik...calon Dokter berprestasi...ahhh...dia sangat pintar jadi terlihat sangat seksi” gumam RM tanpa sadar terus menatap Min-Jeong.


“Ehem...apa kau lapar?” Tanya RM dengan berdehem karena canggung.


“Hm...tidak...aku tidak lapar...” jawab Min-Jeong tersenyum hangat.


“Jangan sampai sakit Dokter cantik...” kata RM tersenyum malu-malu.


“Hehehe...terima kasih...” sahut Min-Jeong.


Tanpa terasa hari sudah mau pagi, Min-Jeong tertidur di samping Taehyung dengan menggengam tangan Taehyung, RM terbangun lebih dulu langsung menyelimuti Min-Jeong dengan selimut tipis, RM memperhatikan setiap detail wajah Min-Jeong yang imut tak kalah imut dengan wajah gadis para personil GRILBAND. Tersenyum RM memandangi Min-Jeong tanpa sadar ia mencium pucuk kepala Min-Jeong.


Brakkk


Pintu terbuka membuat RM terkejut bukan kepalang.


“Apa yang kau lakukan Namjoon?” Tanya Suga datar.


“Ahh...aku hanya menyelimuti Min-Jeong....ya...hanya itu...hehe” RM nyengir kuda.


“Ohhh...hmmmm...” Suga manggut-manggut lalu membangunkan Min-Jeong.


“Min-Jeong...sudah pagi, bangunlah...” Suga membelai lembut pucuk kepala Min-Jeong.


“Minjun oppa...lima menit lagi aku akan bangun...lima menit...euhmmm...” Min-Jeong mengigau seraya memeluk pinggang Taehyung.


“Astaga! Kaget!” Pekik Taehyung langsung bangun begitu merasakan ada yang menggelitik pinggangnya.


“Minjun oppa???” Kata RM dan Suga saling memandang satu sama lain.


“Minjun oppa? Apa???” Tanya Taehyung bingung.


“Bukan apa-apa...” jawab RM dan Suga kompak.


“Aku akan membawakanmu makanan, tunggu sebentar!” Kata Suga lalu pergi.


“Aku mau mandi dulu, nanti aku akan datang lagi...” kata RM berlari kecil menyusul Suga.


“Suga hyung!!!” Panggil RM.


“Apa???” Suga berhenti sejenak.


“Kau mau kemana?” Tanya RM.


“Menemui Minjun hyung” jawab Suga.”Kau mandi sana, aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk kalian...” lanjut Suga kemudian berlari.


To be continued