
Seminggu kemudian...
Acara peluncuran album come back mereka pun datang, jumpa fans dan banyak lagi kegiatan yang lain, seminggu setelah pengakuan Jungkook pada Min-Jeong. Min-Jeong selalu menghidari para member BTS, bukan hanya Jungkook tapi juga pada keenam member yang lain, ia hanya melakukan tugas tanpa percakapan apa-apa, ia hanya diam saja setelah selesai melakukan tugasnya ia akan langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Seperti saat ia harus menyisir rambut J-Hope yang sedikit oleng dari posisi semula, ia hanya memperbaiki rambut J-Hope tanpa berkata apa-apa, hingga membuat J-Hope merasa aneh dengan tingkah laku Min-Jeong yang tak seperti biasanya.
“Kamu sakit?” Tanya J-Hope.
“Tidak...” jawab Min-Jeong datar.
“Lalu kenapa seminggu ini kau selalu diam dihadapan kami? Apa kami melakukan sesuatu yang membuatmu terluka?” Tanya J-Hope lagi.
“Tidak Ho-Seok oppa...” jawab Min-Jeong lalu pergi.
“Dia kenapa?” Tanya Jin.
J-Hope hanya mengangkat kedua bahu karena ia juga tidak tahu mengapa Min-Jeong bersikap seperti itu.
Sekitar lebih dari lima jam berlalu mereka akhirnya selesai dengan acara jumpa fans sekaligus peluncuran album baru mereka itu berlangsung, selain menampilkan lagu come back mereka juga membawakan beberapa lagu lama yang membuat mereka populer sampai sekarang, selesai dengan penampilan terakhir mereka menyampaikan terima kasih pada ARMY yang sudah bersabar menunggu mereka come back, seperti biasa semua member jika sudah menyangkut berbicara dengan ARMY pasti mereka semua akan menangis. Seperti saat ini J-Hope menangis mengucapkan banyak terima kasih karena ARMY yang selalu mendukung dan menjadi penyemangat bagi mereka.
“ARMYYYYYYYYY....” teriak J-Hope mulai menitikan air mata.”Kalian tahu betapa kami bukan apa-apa tanpa kalian? Di saat kami sangat lelah dan merasa sedih hanya kalian yang mengingatkan kami untuk selalu maju ke depan dan menunjukan semua yang terbaik yang kami miliki, terima kasih banyak...kalian jauh lebih setia dari seorang kekasih...terima kasih banyak ARMY...kami mencintai kalian semua...hiks”
Jimin langsung maju memeluk J-Hope, seperti yang kalian tahu jika Jimin diberi julukan “BEST HUGS” karena julukan itu memang pantas disematkan pada pemilik nama lengkap Park Jimin ini karena dia-lah yang selalu memeluk siapa saja member BTS yang menangis.Jimin selalu menjadi sandaran bagi para member lain untuk menangis. So sweet bukan? Gimana apa kalian semakin jatuh cinta pada Jimin, tidak heran member yang satu ini terlihat sangat manis dan menggemaskan karena sikapnya yang selalu hangat dan menghibur.
“Tidak perlu berterima kasih oppa...kami justru yang berterima kasih karena kalian sudah kembali...hiks...” gumam Min-Jeong menangis sesegukan.
“Jangan menangis! Hatiku sakit melihat air matamu” kata Minjun segera mendekap erat Min-Jeong.
“Terima kasih oppa...hiks...aku butuh pelukan saat ini...hiks” Min-Jeong mengeratkan kedua tangan ke belakang pinggang Minjun.
“Sama-sama...aku disini untukmu...andai kau tidak keberatan, jadilah kekasihku...” sahut Minjun Kim.
“Iya...apa???” Min-Jeong langsung menongak.
“Itu...lupakan saja” kata Minjun memblushing lalu pergi.
“Eh...tadi aku salah dengar ya? Masa oppa? Aishhh...” gumam Min-Jeong memerah.
Sementara di Room lain tempat member BTS beristirahat, J-Hope dan Jin masih berbincang mengenai sikap aneh Min-Jeong seminggu belakangan ini, dan ini adalah kali pertama bagi para member tertarik dengan staf wanita, dari banyak staf yang lain hanya Min-Jeong yang lebih ceria dan mempunyai semangat yang tinggi. Yang lain mungkin juga mempunyai semangat yang sama seperti Min-Jeong akan tetapi Min-Jeong memang lain daripada yang lain karena ia tidak sungkan memuji dan memberikan kritikan untuk mereka. Merasa kehilangan sosok staf yang ceria dan yang baru tiga bulan ini mereka kenal dan sudah merasa akrab, membuat J-Hope dan Jin benar-benar penasaran.
“Hyung...menurutmu apa Min-Jeong sudah berpaling dari kita?” Tanya J-Hope.
Tak
Jin menyentil kening J-Hope.
“Apa yang kau pikirkan itu? Sekali ARMY tetap ARMY, ia tidak mungkin berpaling” kata Jin menjawab pertanyaan dari J-Hope.
“Lalu...kenapa dia menghindari kita?” J-Hope berpikir keras sembari mengusap kening yang sedikit memerah karena perbuatan Jin.
“Mungkin karena dia takut jatuh cinta beneran sama kita, hyung” kata Taehyung sembari duduk bersebelahan dengan Jin.
“Hm...kalau dia jatuh cinta pasti dengan Jungkook kan? Kenapa dia harus menghindari kita semua?” RM menimpali sembari memainkan jari di dagu.
“Itu bayi besar kita kenapa?” Gumam Suga.
“Tidak tahu...” sahut Jimin.
Sementara di tempat lain Minjun sedang sibuk membereskan peralatan yang digunakan untuk acara hari ini, di tengah kesibukannya, ia teringat kata-kata saat ia menyatakan cinta pada Min-Jeong, ia langsung malu sendiri begitu mengingat momen itu tidak romantis sama sekali.
“Hahhh...aku memang pria bodoh!” Kata Minjun menghelahkan nafas.
“Oppa....” panggil suara seorang wanita pada Minjun.
“Iya...eh....kamu Min-Jeong” sahut Minjun tersipu malu.
“Ini...” Min-Jeong memberikan sebotol air mineral pada Minjun.
Minjun mengambil botol air mineral itu lalu menenggak habis.
“Padahal aku minta dibukakan tutup botolnya” kata Min-Jeong.
“Maaf...” ucap Minjun malu.
“Hahahaha...aku bercanda oppa” tawa Min-Jeong melihat ekspresi Minjun yang menurutnya sangat lucu.
“Kamu senang mengerjaiku ya...” kata Minjun dengan seringai yang mencurigakan.
“Oppa mau apa?” Tanya Min-Jeong gugup melangkah mundur.
“Tidak ada orang disini, menurutmu apa yang bisa aku lakukan padamu?” Minjun terus melangkah maju hingga menghimpit tubuh mungil Min-Jeong ke dinding.
Glekkk
Min-Jeong menelan kasar slavinanya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya Minjun melihat Min-Jeong menutup mata.
“Tidak ada...” jawab Min-Jeong melambaikan tangan.
“Hahaha...aku hanya ingin mengambil ini...” kata Minjun meraih sehelai benang di kepala Min-Jeong.
“Oh...hehe” Min-Jeong tertawa karena malu.”Memang kau kira ini drama? Sadar Min-Jeong!!!” Kata hati Min-Jeong.
“Kenapa?” Tanya Minjun lagi.
“Tidak ada apa-apa..hehe...” jawab Min-Jeong nyengir kuda.
Brakkkkk
Tiba-tiba pintu terbuka nampak Jungkook dengan raut wajah tak bersahabat, ia lantas menarik paksa Min-Jeong lalu pergi.
To be continued