Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
17



“Ayo cepat jalan V!!!” Seru seseorang dari belakang kursi kemudi.


“Astaga!!! Hyung!!!” Pekik Taehyung.


“Suga oppa...” gumam Min-Jeong lalu membuka pintu mobil.


Greppp


Taehyung menahan pergelangan tangan Min-Jeong.


“Kau mau kemana?” Tanya Taehyung.


“Aku butuh waktu untuk sendiri...aku pamit oppa, Suga oppa jangan mengikutiku lagi!” Jawab Min-Jeong menunduk sedih lalu keluar dari dalam mobil.


Taehyung memandang punggung Min-Jeong yang berlari menjauh, begitu juga Suga, tapi lain dengan Taehyung yang hanya diam saja, Suga ikut keluar dari dalam mobil kemudian mengejar Min-Jeong.


“Hahh...hyung-ku sudah dewasa...ck...eumm...” gumam Taehyung lalu melajukan kendaraannya keluar area parkir.


Suga menoleh ke kanan dan ke kiri, ia tak juga menemukan Min-Jeong, di saat ia kembali berlari, ia seperti melihat Min-Jeong, ia langsung menarik tangan gadis itu.


“Iya...ada apa?” Tanya seorang gadis pada Suga.


“Maaf...” ucap Suga menunduk hormat.


Gadis itu hanya mengangguk lalu pergi.


“Min-Jeooooongggggg!!!!!!” Teriak Suga di tengah-tengah hall Mall.


Min-Jeong yang mendengar panggilan dari Suga segera berlari ke arah sumber suara, ia mengenali suara Suga tanpa melihat, sekitar 10 menit berlari, Min-Jeong mendapati Suga tengah terduduk di papan iklan, dan papan iklan itu gambar Suga sendiri.


“Suga oppa...” desis Min-Jeong pelan. Ia hendak menghampiri Suga namun urung ia lakukan, ia lebih memilih berbalik membelakangi.


Greppp


Brughhhh


“Jangan pergi!” Kata Suga memeluk erat Min-Jeong dari arah belakang.


Grrtttt


Badan Min-Jeong bergetar hebat mendengar suara Suga tepat di telinganya.


“Hiks...oppa...hiks...bagaimana ini??? Hiks....” Min-Jeong menangis sesegukan.


Di sebuah kedai kecil, Min-Jeong dan Suga kini saling memandang satu sama lain. Di hadapan mereka sudah ada kudapan pedas yaitu Tteobokki. Min-Jeong masih memandangi Suga dengan tangan kanan mengangkat sumpit.


“Makanlah...” titah Suga tersenyum manis.


Min-Jeong mulai memakan kudapan khas Korea itu dengan derai air mata, bukan karena makanan ini terlalu pedas, melainkan guncangan hebat yang baru saja terjadi, ia masih tidak menyangka, jika ia mengalami situasi yang memusingkan seperti sekarang.


“Apakah terlalu pedas, kita pesan yaang...” Suga berhenti sejenak ketika Min-Jeong mengenggam tangannya.


“Oppa...berhenti menyukaiku ya...” kata Min-Jeong lirih.


“Tidak akan!” Sahut Suga tegas.


“Argghhh,,,,opppa...sungguh-sungguh membuatku kebingungan!!!” Kata Min-Jeong geram.


Suga hanya tersenyum lalu mengambil selembar tissu.


“Jangan menangis lagi, kau boleh menolak semua memebr BTS kecuali aku, mengerti!?” Kata Suga menyeka air mata Min-Jeong.


“Apa itu masuk akal? Kenapa aku tidak boleh menolakmu? Apa yang membuatmu yakin aku akan memilihmu, lagi pula aku...” Min-Jeong langsung terdiam tak berani melanjutkan apa yang ingin ia katakan.


“Lagi pula, kau sudah punya Minjun hyung, benar?” Tanya Suga datar.


“Suga oppa!” Desis Min-Jeong diam mematung.


“Iya...aku tahu, kau dan hyung berpacaran, tapi aku tidak peduli, kau memberiku warna saat pertama kali melihatmu, saat Jungkook menggendongmu kala itu, aku perasaan aneh disini, aku juga tidak tahu mengapa itu terjadi? Jadi ku putuskan untuk terus mengejarmu, kalau sampai pada akhirnya, kau tak bisa ku miliki, setidaknya aku sudah pernah mencoba dan berjuang untuk mendapatkan hatimu” kata Suga seraya meraih tangan kiri Min-Jeong lalu menaruhnya di dadanya sendiri.


“Oppa...jangan seperti ini! Ku mohon jangan membuat jurang di antara idola dan fans, aku hanya seorang fans, aku bukan siapa-siapa, aku hanya rakyat jelata” kata Min-Jeong berkaca-kaca.


“Min-Jeong” panggil Suga.


“Iya...” sahut Min-Jeong.


“Apa kau membenciku?” Tanya Suga dengan wajah puppy.


Crringggggggg


Seperti silau lampu jalanan, membuat Min-Jeong tak tega melihat raut wajah Suga.


“Astaga! Kenapa bisa pria es ini memperlihatkan wajah puppy seperti ini?” Kata Min-Jeong dalam hati.


“Aishhh...oppa benar-benar membuat aku kesal!” Kata Min-Jeong lalu bangkit dari tempat ia duduk.


Min-Jeong melangkah menghampiri Suga yang duduk berhadapan dengannya, ia sadar jika memang ada perasaan nyaman jika ia mengobrol dengan Suga namun ia juga tidak mau menyakiti Minjun, cinta pertama Min-Jeong adalan Minjun Kim, itu yang membuat ia dalam dilema, tapi kini...setelah melihat Suga yang susah payah mengejarnya dan tatapan polos dari Suga membuat ia semakin tak menentu namun saat ini ia hanya ingin Suga merasa bahagia, walaupun harus mengorbankan cinta pertamanya.


Min-Jeong memeluk Suga lalu berkata.”Suga oppa...banyak yang harus kau pikirkan lagi, bukan hanya karier yang telah susah payah kau bangun akan berantakan jika kita berpacaran, tapi tanggapan para fans dan juga tanggapan publik yang mungkin akan membuat kau merugi, apa kau mengerti?”


“Aku tahu...aku sudah siap dengan kemungkinan buruk, lalu...bagaimana denganmu?” Suga menongak menatap Min-Jeong.


“Hmm...aku akan putus dengan Minjun oppa” jawab Min-Jeong.


“Yang benar?” Tanya Suga kegirangan.


“Hm...kau bahagia?” Jawab Min-Jeong mengangguk pasti.


“Terima kasih!” Kata Suga langsung mengangkat tubuh mungil Min-Jeong.


“Ayo kita pulang!!!” Seru Suga lalu berjalan keluar dari kedai.


Malam ini adalah malam yang bermakna untuk seorang Min Yoongi, ia tipe pria yang sangat cuek dan santai, ia tak pernah merasakan perasaan tertarik dengan lawan jenis selama hidupnya, ia baru merasakan perasaan aneh seperti saat ini, kala ia melihat Min-Jeong yang pingsan di gendongan Jungkook, Suga memperhatikan dari kejauhan namun enggan mendekat karena ia pikir, itu hanya perasaan penasaran sesaat saja, namun ia salah, semakin hari ia semakin ingin mendekat, walaupun ia harus merebut paksa gadis itu dari kekasihnya.


Flashback on


Suga berjalan cepat menuju tempat RUN BTS akan berlangsung untuk minggu depan, Suga terlihat mengkerutkan dahi sampai ia hanya mengangguk saat beberapa staf menyapanya.


“Suga...”


“Hmm...” sahut Suga saat staf pria menyapa.


Suga terus mengambil langkah lebar.


“Minjun hyung!!!” Panggil Suga dengan wajah datar.


“Iya...Suga, ada apa?” Sahut Minjun seraya bertanya ia menghampiri Suga.


“Apa hubunganmu dengan Min-Jeong?” Tanya Suga tanpa basa-basi.


“Kami berpacaran!” Jawab Minjun tegas.


“Baiklah, aku akan merebutnya dari tanganmu” kata Suga datar.


“Suga!!!!” Teriak Minjun tanpa sadar.


Semua staf menoleh ke arah mereka berdua, menyadari hal itu Suga langsung membungkuk hormat pada Minjun.


“Maaf Minjun hyung...” ucap Suga.


“Hahh...ohh...ya...silahkan kau pergi” kata Minjun mengerti jika Suga sengaja mengalihkan perhatian para staf yang lain.


“Baiklah, dan...aku sungguh-sungguh dengan ucapanku tadi” kata Suga seraya berlalu pergi.


Minjun terdiam bersandar di dinginnya dinding ruangan, ia tak menyangka jika seorang Suga mampu mengatakan kata merebut dengan begitu mudahnya, ia juga tahu, jika pasti ia akan kalah, itu yang membuat ia semakin merasa takut kehilangan Min-Jeong. To be continued


Ting


Suara notifikasi masuk ke ponsel milik Minjun, Minjun tersenyum langsung berlari keluar kamar. Notifikasi pesan itu dari Min-Jeong yang mengajaknya bertemu di taman.


“Minjun oppa, aku menunggumu di taman” begitulah isi pesan singkat dari Min-Jeong.


“Min-Jeooongggg!!!!” Teriak Minjun kegirangan.


Min-Jeong tersenyum lirih seraya melambaikan tangan.


“Hahh...hosh...hosh...hosh...maaf, aku sudah berusaha berlari cepat” kata Minjun seraya mengatur napas.


“Minjun oppa” Min-Jeong menatap mata Minjun.


“Iya...apa?” Tanya Minjun.


“Kita putus saja” jawab Min-Jeong menahan air mata yang hampir saja tumpah.


“Oh...iya, aku tahu akan seperti ini akhirnya” kata Minjun menunduk sedih.


“Maaf” ucap Min-Jeong.


“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, jaga dirimu ya” sahut Minjun tersenyum getir.”Aku pergi dulu ya...jangan kwatir, aku baik-baik saja” Minjun menepuk pundak Min-Jeong lalu pergi.


Brugghhhhh


Min-Jeong tersungkur setelah Minjun meninggalkannya, di saat itu sepasang tangan hangat memeluk Min-Jeong dari belakang.


“Maaf...”


“Suga oppa...hiks...maaf...aku juga salah karena pernah ingin menjauhimu, hiks...hiks...hiks” kata Min-Jeong menangis sesegukan.


Sepasang tangan itu milik Suga, ia memeluk erat gadis yang membuat ia gelisah setiap malam. Suga sadar apa yang kini ia lakukan adalah salah, namun ia yakin jika cintanya pada Min-Jeong tidak bertepuk sebelah tangan. Itu keyakinan seorang Suga BTS, ia tidak tahu jika rasa kagum yang di miliki Min-Jeong hanya rasa kagum fans dengan idolanya.


Deg


Deg


Deg


Min-Jeong merasakan detak jantung Suga yang berdegub kencang, ia mengulas senyum manis di bibirnya yang mungil, ia bahagia jika pilihan menyakitkan ini bisa membuat sang idola bahagia, walaupun sakit harus putus dari sang kekasih tapi ia merasa beruntung bisa berpacaran dengan idola alam semesta Suga BTS. Suga merangkul bahu Min-Jeong menyamping, sembari memandang langit mereka berdua mengulum senyum, bukan maksud tersenyum di atas penderitaan Minjun, hanya saja ada perasaan lega di hati mereka masing-masing karena tidak perlu lagi membohongi Minjun setiap kali mereka ingin bertemu atau bersama. Malam yang indah bertabur bintang-bintang dan sinar rembulan nan menenangkan hati, di malam ini perasaan lega bercampur aduk dengan perasaan bersalah menjadi saksi kisah cinta pertama Min-Jeong yang berakhir menyedihkan.


“Maafkan aku Min-Jeong, aku sungguh tidak bermaksud ingin membuatmu bersedih, jika ada orang yang tidak ingin melihatmu menangis, orang itu adalah aku” kata Suga membelai pucuk kepala Min-Jeong.


“Oppa...” Min-Jeong menoleh pada Suga.”Aku memilihmu, jadi jangan bahas lagi ya! Jangan merasa bersalah! Mengerti!” Min-Jeong tersenyum lalu mengecup lembut kening Suga.


“Terima kasih” ucap Suga.


“Yuk kita pulang!” Seru Min-Jeong.


“Ayo!!!” Suga berdiri lalu menggenggam erat tangan Min-Jeong yang hangat.


Dari kejauhan Minjun yang ternyata masih ada di lokasi kejadian, ia menangis meratapi nasib percintaan yang baru seumur jagung harus kandas begitu saja, di tangan grup idola sang kekasih, ia harus merasakan pahitnya ditinggalkan, Minjun merasa ini tidak adil namun rasa cinta yang ia punya untuk Min-Jeong bukan hanya sekedar omong kosong belaka, melangkah sejauh ini, sudah cukup membuat ia bahagia, ia hanya ingin Min-Jeong bahagia, apapun pilihan Min-Jeong, ia Minjun Kim akan selalu mendukungnya.


“Jika ini bisa membuatmu bahagia Min-Jeong, aku akan merelakanmu...hiks...hiks...hiks” Minjun menangis menatap kepergian sang mantan kekasih yang sedang bergandengan tangan dengan idolanya.


To be continued


Bonus nih gambar tujuh babang tampan.