
Masih di Sungai Han, Minjun dan Min-Jeong berciuman untuk pertama kalinya, Min-Jeong memutuskan menerima perasaan Minjun karena menurut dia itu jauh lebih masuk akal dibandingkan ia harus menjalin hubungan dengan seorang superstar seperti Jung Jungkook, bagi dia cukup menjadi seorang ARMY yang selalu mendukung BTS dan Jungkook itu sudah cukup membuat dia merasa bahagia, ia tidak ingin masuk terlalu dalam ke jalan yang bisa saja membuat ia menderita.
“Kita pulang sekarang ya...” kata Minjun merangkul mesra pundak Min-Jeong.
“Baik oppa” kata Min-Jeong tersenyum manis.
Dalam perjalanan kembali ke Apartemen, mereka saling merangkul satu sama lain, saat ini hanya kebahagiaan yang dirasakan oleh Minjun dan Min-Jeong, Min-Jeong bersyukur karena ia mengalahkan ego dan juga keserakahan di hatinya untuk menerima perasaan Jungkook, ia sadar betul jika bukan hanya jarak umur mereka yang berbeda juga ada perbedaan paling mencolok, perbedaan itu ialah...dia hanya gadis biasa sedangkan Jungkook adalahg idolanya para gadis di seluruh dunia.
“Masuklah...” titah Minjun begitu sampai di depan pintu kamar Min-Jeong.
“Aku masuk dulu...selamat malam oppa” kata Min-Jeong lalu masuk ke dalam kamar.
“Selamat malam...” gumam Minjun menatap pintu kamar Min-Jeong.
Kesokan paginya, kembali aktifitas padat karena jadwal BTS yang padat berhubung mereka baru saja meluncurkan album come back mereka setelah sekian lama mereka beristirahat. Min-Jeong melakukan tugasnya dengan sangat baik dan juga penuh semangat, ia sudah merasa lebih baik setelah berbicara langsung dengan Jungkook, ia sudah kembali menjadi Min-Jeong yang ceria dan penuh energi di hadapan ketujuh member BTS. Seperti saat ini, ia sedang menyisir rambut Suga, ditemani dengan J-Hope dan kelima member yang lain mereka bersenda gurau sebelum melakukan perform di atas panggung. Seperti yang kita tahu, seorang Suga mampu terlihat cool walaupun ia tertarik dengan gadis yang di hadapannya kini, ia hanya tersenyum tipis menanggapi semua gurauan yang ada.
“Hey...Min-Jeong kita sudah kembali!” Teriak J-Hope kegirangan.
“Aku selalu disini bersama kalian, kembali darimana? Hehehe” kata Min-Jeong.
“Aihhh...kau beberapa hari ini selalu diam saja, lebih tepat dikatakan terlalu diam!” Kata Jin bertolak pinggang menggelengkan kepala.
“Oh ya?” Min-Jeong tertawa mendengar perkataan Jin.
“Kau ini memang gadis yang jahat Min-Jeong” Kata Jimin sembari menaruh kepala di bahu kanan Min-Jeong.
“Aku? Jahat kenapa?” Tanya Min-Jeong tetap mempertahankan senyum yang memperlihatkan barisan gigi yang rapih.
“Kau sadar tidak? Kau mengabaikan kami selama ini?” Sentak RM pura-pura kesal.
“Hm...aku hanya melaksanakan tugasku saja, dan tidak dikatakan di dalam kontrak aku harus ramah terhadap kalian” sahut Min-Jeong menahan tawa.
“Wah...kau benar-benar ingin merasakan pembalasan kami ya...” kata Jungkook berdiri sembari bersedekap.
‘Pembalasan apa? Apa kalian akan mendiami aku juga? Ya sudah...aku pamit...” Min-Jeong menunduk hormat.
Greppp
Suga menahan tangan Min-Jeong lalu berkata.”Kau belum selesai! Jangan pergi sebelum menyelesaikan tugasmu”
“Eh...sudah selesai kok oppa...” kata Min-Jeong tertegun sejenak.
“Kau yakin?” Tanya Suga sarkas.
“Hey hyung...jangan terlalu galak pada Min-Jeong ku...” kata Jungkook merebut tangan Min-Jeong dari tangan Suga.
“Min-Jeong ku???” Suga menyipitkan mata menatap tajam Jungkook yang enggan melepaskan tangan Min-Jeong.
“Sudah...kita mau tampil, jangan buat adegan seperti ini!” Kata RM langsung merebut Min-Jeong dari tangan Suga dan Jungkook.
“Maaf...” ucap Min-Jeong bersembunyi di balik badan RM.
“Jangan takut! Kau aman...ada aku...” kata RM mengenggam erat tangan kiri Min-Jeong.
“Ada apa dengan kalian hari ini hahhhh???!!!!” Teriak pak Direktur marah.
“Kami minta maaf pak...” sahut RM menunduk.
“Di lagu yang kedua ini, aku tidak ingin kalian melakukan sedikit kesalahan apapun, mengerti!!!” Kata pak Direktur geram.
“Mengerti pak!!!” Sahut ketujuh member BTS menunduk hormat.
“Baiklah...aku pamit, ingat jangan melakukan kesalahan lagi!” Kata pak Direktur lalu pergi.
“Hahhh...hyung...tidak biasanya kau begini” kata Taehyung pada Suga.
“Maaf...” ucap Suga menunduk.
Min-Jeong yang menyaksikan sendiri bagaimana grup idolanya dimarahi habis-habisan tak mau tinggal diam, ia menghampiri ketujuh pangeran itu lalu meraih tangan Suga.
“Jangan khawatir oppa, bagi kami...kalian adalah yang terpenting, bisa melihat kalian tampil di atas panggung tanpa cedera itu sudah membuat kami para ARMY bahagia, jadi kumohon...jangan bersedih ya...” kata Min-Jeong tersenyum menatap Suga.
“Banyak yang tak ku sadari selama ini, kau bukan hanya gadis yang menarik tapi juga gadis yang penuh energi positif...terima kasih Min-Jeong...” kata Suga tersenyum manis.
“Aigoo...aku jadi malu...ahhh...oppa...hehehe” kata Min-Jeong dengan suara manja.
“Jadi...ayo kita selesaikan penampilan kita di lagu yang kedua ini dengan menampilkan yang terbaik untuk para ARMY...” kata Jin memberi punggung tangan di tengah-tengah para member berdiri.
“Ayo!” Sahut J-Hope menumpuk tangan di bawah punggung tangan Jin.
“Ayo kita buat mereka bangga dan bahagia untuk selalu mengingat momen ini...” kata Taehyung tersenyum memandang wajah Min-Jeong.
“Ya...kita harus menampilkan yang terbaik!” Kata Jungkook tersenyum pada Min-Jeong.
“Ayo!!!” Seru ketujuh member BTS.
Min-Jeong memberikan dua jempol pada ketujuh member BTS sembari tersenyum manis.
“Kami akan membuatmu selalu tersenyum Min-Jeong...” kata hati member BTS sembari berjalan ke atas panggung.
“Aku harap kalian selalu tersenyum...aku mencintai kalian...sangat banyak...” gumam Min-Jeong memandang grup idolanya dari kejauhan.
“Ehem...cintamu bisa habis hanya untuk mereka, lalu...bagaimana denganku?”
“Astaga! Kau mengagetkan aku!” Kata Min-Jeong memegang dadanya terkejut saat Minjun datang secara tiba-tiba.
“Kau sungguh sangat mencintai mereka? Hmmm...” Minjun menunduk sedih.
“Aishhh...dasar tukang cemburu!!!” Min-Jeong menggandeng mesra lengan kanan Minjun.
“ck...sudahlah...” Minjun tersenyum menoleh sekilas pada Min-Jeong lalu kembali memandang BTS yang mulai tampil dengan lagu kedua.
>>>to be continued