Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
10



Sinar matahari menjulang tinggi menandakan hari baru sudah harus kembali dilalui. Suga terbangun dari mimpi indahnya, ia tersenyum menatap layar ponsel miliknya, ada foto Min-Jeong yang sengaja ia jadikan wallpaper. Suga beranjak dari atas king bad lalu berjalan menuju kamar mandi, setelah mandi dan memakai baju santai ia keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Di ruang tamu nampak para member yang lain masih menggunakan piyama. Disana ada Taehyung yang asik memainkan ponsel walaupun masih dengan wajah bantal karena baru saja bangun tidur, Jin masih memejamkan mata bersandar pada kepala Sofa, dibarisan Jin, ada J-Hope dan RM, sedangkan Jungkook dan Jimin menyandarkan kepala mereka di sisi kiri dan kanan Taehyung.


“Ck...dasar anak kembar” oceh Suga sembari berjalan menuju dapur.


“Hyung...” panggil Jungkook setengah sadar.


“Astaga!” Pekik Suga terkejut.


“Apa aku seperti hantu?” Tanya Jungkook lebih tepat dikatakan merengek daripada bertanya.


“Cuci muka dan sikat gigi sana, bantu aku menyiapkan sarapan pagi” kata Suga memberi perintah.


“Baik hyung...” sahut Jungkook.”Oh ya....semalam Min-Jeong bersamamu, hyung...”


“Iya....” kata Suga.


“Apa kalian membicarakan aku?” Tanya Jungkook.


“Tidak....” jawab Suga datar.


“Ohhh...huuuwaaaahhhhhh...” Jungkook menguap lalu pergi.


Suga tersenyum mengingat kejadian semalam, ia memenangkan taruhan, ia sangat senang karena berhasil mengalahkan Min-Jeong.


Semalam...


FLASHBACK ON


Min-Jeong menatap senduh Suga dengan menongakan kepala ia bertanya.”Suga oppa...suka sama aku???”


“Hmm...” Suga mengangguk memberikan jawaban.


“Oh...eh...tunggu...serius?” Min-Jeong langsung berdiri, tersentak ia membulatkan kedua bola matanya.


“Aishhhh...kau sungguh tidak tahu?” Tanya Suga kesal.


“Tahu apa?” Tanya balik Min-Jeong bingung.


“Aku menyukaimu sudah sejak awal kedatanganmu...” jawab Suga menutup kedua matanya dengan satu tangan.


“Jangan bercanda oppa!” Rengek Min-Jeong.


“Aku serius!” Kata Suga.


“Serius??? Hehehehe...” tawa Min-Jeong sudah mulai mabuk.


“Apa menurutmu aku bercanda?” Suga menarik lengan Min-Jeong sampai jarak mereka sangat-sangat dekat.


“Iyaaa...oppa pasti bercanda...hehehe” Min-Jeong tersenyum lebar.


“Kenapa kau berpikir aku bercanda???” Tanya Suga geram.


“Entahlah...aku merasa oppa pasti bercanda” jawab Min-Jeong.


“Bagaimana caranya agar kau percaya aku serius dengan pernyataan cintaku?” Tanya Suga.


“Suga oppa tidak pernah memandang gadis yang hadir di Acara Melon Music Awards, lantas mengapa oppa justru memandang diriku yang jelas hanya seorang fans? Hehehe” Min-Jeong tertawa kecil.


“Aku menang Min-Jeong...kau harus mengabulkan permintaanku” kata Suga.


“Hehehe...apapun itu...aku akan mengabulkannya, tenang saja oppa...” kata Min-Jeong lalu tak sadarkan diri.


“Dasar gadis aneh! Ck...hehehe” Suga tertawa kecil lalu menggendong Min-Jeong yang sudah benar-benar hilang kesadaran karena terlalu mabuk.


FLASHBACK OFF


Kembali pada Suga yang masih berkutat di dapur memasak sarapan pagi, ia menyiapkan masakan sederhana hanya telur mata sapi dan beberapa roti panggang dan susu juga ada jus mangga dan juga buah-buahan, ia menaruh rapih semua menu ke meja makan lalu kembali ke kamarnya.


“Suga hyung kemana Jimin?” Tanya Taehyung sembari duduk di kursinya.


“Entahlah...aku tidak tahu” jawab Jimin lalu memakan roti panggang miliknya.


“Apa yang ia kerjakan pagi ini?” Tanya J-Hope sembari mengunyah roti.


“Entahlah...mengapa kalian bertanya padaku???” Jawab Jimin kesal.


“Ck...aku harap dia tidak berbuat yang tidak-tidak...” gumam RM.


Di tempat lain, tepat di sebuah MALL, Suga sedang menunggu seseorang di dalam bioskop yang ada di dalam MALL, ia melihat jam tangan sesekali seakan tak sabar untuk bertemu dengan seseorang, begitu lampu bioskop padam, Suga tertunduk sedih, ia memakan popcorn sembari menunduk.


“Maaf terlambat...” bisik suara gadis pada telinga kanan Suga.


“Kau sudah datang....” bisik Suga tersenyum.


“Maaf oppa...” ucap gadis cantik berwajah mungil pada Suga.


“Tidak apa-apa...yang terpenting kau sudah datang...” kata Suga.


“Iya...ini kencan pertamaku setelah sekian lama, aku sudah melakukannya dengan benar kan?” Kata Suga.


“Iya...” sahut gadis mungil itu yang tak lain adalah Min-Jeong.


Min-Jeong sangat antusias dengan film yang diputar di layar Bioskop lain hal dengan Suga yang justru asik menonton wajah Min-Jeong, sesekali ia tersenyum di balik masker yang ia kenakan. Aneh memang bagi dirinya setelah sekian lama ia mulai merasa tertarik dengan lawan jenis. Ini kali pertama Suga berani melakukan pendekatan dengan seorang gadis.


“Hahhh...film nya sangat bagus ya oppa...” kata Min-Jeong menoleh pada Suga.


“Hm...iya...” sahut Suga sekena nya saja.


“Oppa...aku lapar...” kata Min-Jeong sembari mengusap perutnya yang datar.


“Ayo kita makan enak...” sahut Suga seraya meraih tangan kanan Min-Jeong lalu menggengam erat.


Tiba mereka di sebuah Restoran, Suga sengaja menyewa VIP ROOM agar terhindar dari paparazi, ia menarik kursi lalu Min-Jeong pun duduk di sana.


“Terima kasih oppa” ucap Min-jeong tersenyum manis.


“Sama-sama...” sahut Suga.”Kamu mau makan apa?” Tanya Suga kemudian.


“Hm...aku mau daging...daging sapi ya...aku tidak suka daging babi” jawab Min-Jeong.


“Okay...” kata Suga lalu memanggil pelayan.


Menu yang mereka pesan adalah steak wagyu yang menjadi menu andalan Restoran tersebut, Min-Jeong makan dengan lahap, ia tidak mempedulikan penampilannya saat makan seperti orang yang kelaparan, melihat kelakuan Min-Jeong yang seperti itu justru membuat Suga semakin tertarik ddengan gadis yang bernama lanegkap Kim Min Jeong ini, ia merasa jika gadis biasa seperti Min-Jeong selalu menjadi diri sendiri tanpa mempedulikan pendapat orang lain, ia lebih suka dengan gadis yang apa adanya sehingga ia tidak perlu menyembunyikan kejelekan yang ia miliki jika berada dekat dengan gadis itu.


“Apa seenak itu?” Tanya Suga sembari mengunyah.


“Hm...sangat enak...apa oppa mau coba?” Jawab Min-Jeong dengan mulut penuh.


“Tidak usah...kita memesan menu yang sama, pasti rasanya juga sama” kata Suga tersenyum.


“Hm...makan dari tangan orang lain akan terasa berbeda oppa, oppa mau coba? Ayolah...” kata Min-Jeong menyodorkan garpu miliknya.


“Ini...tidak usah...” kata Suga memblushing malu.


“Ayo makan! Tanganku sudah kebas nih...” rengek Min-Jeong.


Hap...


Suga melahap steak daging yang diberikan Min-Jeong.


“Bagaimana? Enak kan???” Tanya Min-Jeong tersenyum lebar.


“Hmm...” Suga mengangguk.


“Benar kan...apa yang kau bilang” kata Min-Jeong.


“Iya...kamu benar...” Suga tersenyum menatap Min-Jeong lalu menyeka sedikit saus steak yang menempel di sudut kanan bibir Min-Jeong.


Deg


Suga berhenti sejenak saat ia merasakan detak jantungnya seakan hendak berhenti berdetak.


“Ehem...lanjutkan oppa...” kata Min-Jeong memajukan wajahnya ke hadapan wajah Suga.


“Sudah...” kata Suga menunduk karena malu.


“Hm...aku merasa kau menjadi orang yang berbeda oppa” kata Min-Jeong dengan senyuman manis ia beranjak dari tempat ia duduk lalu berjalan sedikit memutar menghampiri Suga, ia berlutut lalu meraih tangan kanan Suga kemudian berkata.”Suga oppa yang aku kenal tidak pernah malu-malu seperti ini...ini sangat menggemaskan oppa...sikapmu terlalu manis...”


“Jangan menggodaku Min-Jeong...” desis Suga.


“Aku tidak menggodamu...kau memang sangat-sangat menggemaskan saat ini...” Min-Jeong mencubit gemas kedua pipi Suga sampai si empunya pipi tertegun.


“Permisi...apa anda ingin membutuhkan sesuatu?” Tanya pelayan pria yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ROOM.”Astaga! Maafkan saya...” ucapnya lalu berlari pergi.


“Hahahahahahaha...” suga dan Min-Jeong tertawa bersama.


Setelah menghabiskan makanan mereka, Suga dan Min-Jeong kembali ke Apartemen, Min-Jeong memandangi Suga yang tampak sangat tampan ketika menyetir mobil. Sementara yang dipandangi tidak menyadari jika saat ini gadis yang membuat ia jatuh cinta tengah memandangi dirinya. Sesampainya mereka di Apartemen, mereka berdua berpisah, Suga kembali ke kamarnya dengan perasaan bahagia, tanpa mengetahui badai apa yang kana terjadi nanti, ya...tanpa mereka berdua sadari, mereka diikuti oleh paparazi yang berhasil mengambil beberapa gambar mereka berdua, dan mereka menjadi tranding toipik karena yang seperti kebanyakan orang tahu, jika Suga memang terkenal dengan gayanya yang cool dan sikapnya yang pendiam, pak Direktur yang mendapati kabar jika salah satu murid asuhannya berkecan segera mendatangi Apartemen, semua member BTS berkumpul kecuali Suga, RM hanya bisa terdiam karena ia sebagai leader tidak ada hak ikut campur dalam urusan preibadi anggotanya.


“Ada apa ini?” Tanya Suga begitu datang ke ruang tamu.


“Ini...” pak Direktur memberikan beberapa lebar foto pada Suga.


Suga dengan santai ia duduk lalu berkata.”Tidak perlu cemas, aku akan membuat komfirmasi mengenai hal ini di akun media sosial ku”


“Baiklah...aku mengerti kalian pasti ingin memulai hubungan dengan lawan jenis tapi berhati-hatilah...karena kalian bukan selebriti biasa, kalian luar biasa apapun gerak-gerik kalian pasti menjadi perbincangan, hal sekecil apapun yang kalian lakukan pasti akan berdampak dengan karier kalian, mengerti!” Kata pak Direktur tersenyum getir lalu pergi.


“Aigoo...siapa gadis itu hyung?” Tanya Taehyung dengan senyuman menggoda.


“Kau tidak perlu tahu” jawab Suga datar.


“Cih...” decih Jin lalu berdiri dari tempat ia duduk, ia berjalan keluar ruang tamu.


...to be continued...