Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
12



Di lain tempat Min-Jeong sedang bersama Minjun, mereka berdua menikmati es cream di cuaca yang cukup hangat, di taman biasa tempat mereka bertemu, Minjun mengetahui jika Min-Jeong berkencan dengan Suga namun apalah daya dirinya yang tak mampu menahan kekasihnya, ia tahu jika ia melarang Min-Jeong tidak akan menutup kemungkinan ia akan menghadapi kenyataan pahit yaitu diputuskan dari hubungan asmara yang baru dimulai beberapa hari. Lagi pula bagi Minjun melihat Min-Jeong bahagia ia juga pasti akanlebih bahagia.


“Apa kamu sudah lihat berita terkini, kau dan Suga sedang diburu media” kata Minjun.


“Biarkan saja oppa, aku sudah katakan padanya jika aku tidak inginmelewati batasan antara fans dan idola, jika ini bisa membuat ia menyerah, biarkan saja” kata Min-Jeong datar.


“Hmm...aku pergi dulu ya...ada yang harus aku kerjakan” pamit Minjun.


“Minjun oppa...aku sayang kamu...” kata Min-Jeong membentuk hati di jari telunjuk dan ibu jari.


“Aku juga...” sahut Minjun tersenyum bahagia.


Selepas kepergian Minjun, Jin datang lalu merebut es cream dari tangan Min-Jeong.


“Jin oppa...itu milikku” rengek Min-Jeong.


“Oh...aku minta ya” kata Jin melahap es cream tanpa rasa bersalah.


“Ada apa oppa? Kau nampak sangat tidak baik...” tanya Min-Jeong.


“Hmm...pria sedatar Suga bisa mendapatkan seorang gadis, kenapa aku tidak bisa mendapatkan gadis, padahal aku pria paling tampan di dunia...benar kan?” Jin menggerutu sembari terus memakan es cream rasa coklat.


“Ck...kau memang tampan oppa” kata Min-Jeong menahan senyum.


“Benar kan? Aku sangat tampan...” Jin mendekat ke arah Min-Jeong.


“Benar...” kata Min-Jeong.


“Hm...aku harus menemukan gadis, aku tidak mau kalah dari adikku itu, lagi pula aku selain tampan aku juga pria yang humoris” kata Jin.


“Iya...carilah gadis yang cantik ya...hehe” kata Min-Jeong lalu meminum air putih dari botol air mineral.


“Sementara ini hanya kau gadis yang aku kenal, bagaimana kalau aku berkencan denganmu saja?” Gumam Jin.


“Hukh...hukhhh...hukhhh...apa???” Min-Jeong batuk lalu melotot menatap Jin.


“Kenapa? Kau tidak mau?” Tanya Jin menunduk sedih.


“Argghhh...apa-apaan sih ini...” Min-Jeong berteriak dalam hati.


“Bukan begitu Jin oppa...aku kan bukan...bukan...” Min-Jeong hendak mengelus kepala Jin.


“Ayolah...kencan denganku yaa...kumohon...hiks” rengek Jin meraih tangan Min-Jeong.


“Astaga Jin oppa! Jangan membuat aku semakin bingung, aku sudah cukup stres dengan adikmu Jungkook dan sekarang kau!” Kata Min-Jeong.


“Apa Jungkook juga mengajakmu berkencan? Jawab!!!” Jin berteriak di akhir kalimat.


“Ups...” Min-Jeong menutup mulutnya dengan kedua tangan.


“Hahahaha...kau memang berbeda Min-Jeong” tawa Jin sembari mengacak-acak rambut depan Min-jeong.


“Kenapa oppa tertawa?” Tanya Min-Jeong bingung.


“Karena pasti kau menolaknya kan? Hahahaa...” jawab Jin.


“Apa Jungkook yang memberitahumu oppa?” Min-Jeong tertegun sejenak.


“Iya...dan dia sangat patah hati karenamu..hehehe” Jin tersenyum.


“Ck...siapa aku bisa berkencan dengan anggota BTS, aishhh...aku hanya rakyat jelata” kata Min-Jeong.


“Jangan berkata seperti itu lagi Min-Jeong, kau istimewah di mataku” kata Jin.


Glekkk


“Aduh...ini ujian atau cobaan Tuhannn...” kata Min-Jeong dalam hati.


“Jadi kapan sebaiknya kita mulai berkencan?” Tanya Jin sembari melepaskan pelukannya.


“Iya...apa??? Ohhh...benar-benar membuatku takut...Jin oppa, jangan bercanda!” Sentak Min-Jeong kesal.


“Apa menurutmu wajah ini tidak serius?” Jin memajukan wajah mendekat ke wajah Min-Jeong.


“Aishhh...sudahlah Jin oppa...” Min-Jeong memundurkan wajah Jin dengan jari telunjuk lalu berlalu meninggalkan Jin.


Min-Jeong berjalan tertatih menuju lift, ia benar-benar dilanda kegusaran yang membuat hati dan pikiran terasa amat sangat lelah, belum cukup pengakuan Suga yang membuat ia terkejut bukan main, sekarang ditambah Jin yang memberikan beban pikiran dan perasaan yang tak kalah mengejutkan bagi dirinya.


“Bagaimana ini??? Aishhh...hiks...” gumam Min-Jeong menyandarkan ujung kepala pada dinding pintu lift.


“Hahhh...Min-Jeong!”


“Iya...Jungkook oppa!” Pekik Min-Jeong melihat siapa yanhg baru saja memanggilnya.


“Cepat ikut aku!” Kata Jungkook menarik pergelangan tangan Min-Jeong.


TING


Lift berhenti di lantai tempat kamar member BTS berada, Min-Jeong masih saja termenung saat Jungkook terus menariknya ke suatu tempat, di depan kamar yang di yakini adalah kamarnya Taehyung, Jungkook masuk bersama Min-Jeong.


“Hyung...Min-Jeong sudah datang” kata Jungkook sedikit berteriak.


Seluruh member BTS kecuali Jin sudah berada di dalam kamar Taehyung, Min-Jeong yang sempat termenung langsung panik melihat wajah pucat pasih Kim Taehyung, ia segera menghampiri Taehyung yang berbaring di atas kasur.


“Ada apa ini?” Tanya Min-jeong panik.


“V hyung tiba-tiba saja demam, ku dengar dari salah satu staf kau adalah calon Dokter, kau mungkin bisa memeriksa V hyung” jawab Jungkook lirih.


“Sebentar, aku akan mengambil peralatanku dulu ya...” kata Min-Jeong segera berlari keluar kamar Taehyung, ia terus berlari sampai ke kamar yang ia tempati, untung saja ia selalu membawa peralatan kedokteran kemanapun ia pergi, seperti jarum infus dan cairan infus pun ada di tas hitam miliknya itu. Setelah menemukan apa yang ia cari, Min-Jeong kembali berlari menuju kamar Taehyung.


“Tunggu sebentar ya...” kata Min-Jeong lalu mulai memakai stetoskop memeriksa keadaan Taehyung.”Apa yang kau makan hari ini oppa?” Tanya Min-Jeong pada Taehyung.


“Oh...aku makan bersama yang lain, seperti biasa tidak ada yang istimewah” jawab Taehyung dengan suara lemah.


“Taehyung, bukankah tadi kau meminum sesuatu?” Kata RM mengingat-ingat apa yang Kim Taehyung minum.


“Ahhh...itu minuman kaleng yang ada di sana” sahut Taehyung sembari menunjuk meja di sebelah kanan Suga duduk.


Min-Jeong langsung mengambil minuman kaleng tersebut, dengan kesal Min-Jeong membuang kasar kaleng minuman itu ke dalam tong sampah.


Brakkkkk


“Aishhh...kau bodoh atau apa sih oppa!!! Argghhhh...” teriak Min-Jeong marah.


“Astaga! Kaget aku!” Pekik J-Hope.


“Ishhh...sudah...sini tanganmu yang sebelah kiri!” Titah Min-Jeong lalu menusukan jarum infus di sana lalu memasang cairan infus untuk Taehyung.


>>>to be continued