Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
2



Setelah Konser selesai, Min-Jeong membereskan kostum


panggung yang semeraut karena memang begitulah tugas Min-Jeong, ia melakukan


pekerjaan apapun itu dari mulai membereskan baju menyiapkan apa yang sekiranya


akan dibutuhkan nanti oleh para member, ia juga harus bisa menyiapkan keperluan


mendadak yang mungkin saja dibutuhkan entah itu obat-obatan, vitamin makanan


ringan air mineral atau apapun itu yang berhubungan dengan para member, masih


berpikir keras tentang apa yang dikatakan oleh sang kakak padanya sebelum ia


berangkat bekerja.


Flashback di pagi hari saat Kim Min-Jeong hendak berangkat


bekerja, kakak perempuan Min-Jeong memperingatkan dirinya agar tidak terlalu


mencolok sebagai seorang ARMY jika tidak mau di kira saengsaeng sebutan bagi


fans fanatik di Korea Selatan.


“Ingat! Jauh-jauh dari Jungkook! Kalau kau tidak mau di kira


fans fanatik! Jangan sampai ketahuan kalau kau sangat menyukai Jungkook, kau


hanya boleh berinteraksi dengan para member untuk pekerjaan saja! Tidak untuk


meminta foto atau yang lainnya dan juga...” kakak perempuan Min-Jeong berkata


sembari menyipitkan mata melirik tajam pada sang adik kandung.


“Juga apa on-ni?” Tanya Min-Jeong harap-harap cemas.


“Juga...jangan pernah memotret mereka secara diam-diam!


Mengerti!?” Jawab sang kakak tegas.


“Iya...aku janji...aku tidak akan melakukan apapun yang baru


saja on-ni sebutkan, aku janji!” Kata Min-Jeong membentuk jari telunjuk dan


jari tengah serta memegang dada mengucapkan janji.


“Bagus!” Kata sang kakak tersenyum pada sang adik.


Kembali pada Min-Jeong yang melamun seusai menyelesaikan


tugas-tugasnya, ia duduk di lantai sembari meluruskan kedua kaki yang terasa


pegal akibat mondar-mandir karena pekerjaan, ia meraih ponsel miliknya lalu


membuka galeri musik, ia mendengarkan lagu Dynamite yang menjadi lagu


favoritnya, ia sangat merasa bersemangat setiap kali mendengarkan lagu ini,


Min-Jeong berdiri setelah merasa cukup beristirahat, ia mengikuti gerakan dance


yang sering ditampilkan untuk lagu yang ia dengarkan, ia bergerak dengan sangat


luwes seakan lupa jika ia masih bekerja, ia seperti larut akan lagu yang


memberi ia semangat lagi setelah sebelumnya rasa lelah menerjang menyelusup di


setiap darah yang mengalir di tubuhnya.


Di saat ia melakukan gerakan terakhir di lagu tersebut, ia


membalikan badan dan apa yang ia dapati sungguh sangat membuat ia malu, Suga


memperhatikan Min-Jeong sedari tadi, ia sengaja diam dan hanya memperhatikan


karena Suga memang bukan tipe pria yang senang mengganggu kesenangan orang


lain.


“Oppa...” desis Min-Jeong tanpa sadar memanggil Suga dengan


sebutan oppa.


“Iya...” Suga tersentak memblushing malu.


“Maaf...tuan...” kata Min-Jeong menunduk.


“Pfftt...tidak apa, kau bisa memanggilku dengan sebutan itu,


tidak apa-apa...yaa” kata Suga sembari menahan senyum.


“Ada yang bisa aku bantu oppa?” Tanya Min-Jeong malu-malu.


“Tidak ada, aku hanya ingin memberitahu, jika sekarang kita


sudah waktunya pulang kembali ke rumah” jawab Suga, sebenarnya rumah yang


dimaksud oleh Suga adalah sebuah Apartemen untuk para member BTS dan para kru


yang bertugas melayani para member.


“Baik oppa!” Seru Min-Jeong berjalan mengekori Suga yang


sudah jalan lebih dulu.


“Astaga...gadis ini sangat imut!” Batin Suga tersenyum


tipis.


Setelah sampai di halaman parkir bawah tanah semua member


BTS menaiki sebuah mobil Van yang masuk dalam kategori kelas menegah dengan


kisaran harga 20.903,39 dolar atau setara dengan 270 juta rupiah, sebenarnya


mereka sudah memilki mobil masing-masing seperti Kim Seok Jin, ia memiliki


mobil dengan merk Lamborghini Aventador dengan harga kurang lebih 7,3 milyar


rupiah, Jung Ho Seok ia memilki mpbil sport dengan jenis Porsche 911 yang


ikonik dengan harga 1,6 milyar rupiah, Jeon Jungkook ia memiliki mobil Marcedes


Benz GT 63 S dengan harga 2,3 milyar, Kim Taehyung memiliki mobil Ferrari


dengan harga 3,7 milyar, Park Jimin memilki mobil Lamborghini Countach dengan


harga 3,7 milyar, Kim Namjoon dan Min Yoongi sendiri belum pernah terlihat mengendarai


mobil mewah namun tentu saja hanya masalah wktu mungkinuntuk melihat mereka


dengan mobil masing-masing. Dan apakah kalian tahu jika RM tidak bisa


mengendarai mobil entah hingga saat ini atau tidak? Belum ada artikel baru lagi


tentang mobil RM dan Suga BTS. Nah segitu dulu ya tentang koleksi mobil member


BTS, kita lanjutkan lagi...


Para member BTS tertidur pulas di dalam mobil Van karena


kelelahan setelah menggelar konser comeback mereka, memang sudah lama mereka


berencana mengadakan konser untuk para ARMY yang merindukan penampilan mereka


secara langsung, mereka bertujuh adalah aset bagi BIG HIT ENTERTAIMENT karena


mereka-lah sumber pemasukan pertama yang sukses di tangan agensi ini,


kebanggaan bagi Kim Min Hyuk sebagai pemilik agensi tersebut karena kesuksesan


BTS membuat agensi miliknya itu tak lagi dipandang sebelah mata.


Seperti sekarang ini, masih banyak tawaran menyanyi


ataupun iklan untuk BTS, dan inilah bukti jika usaha tidak mengkhianati hasil,


sebagai seorang ARMY pasti akan bangga pada mereka bertujuh tak terkecuali Kim


Min Jeong yang merasa sangat bangga pada grup idolanya itu, bahkan ia merasa


semakin bangga dan kagum pada BTS setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri


bagaimana menderitanya para member BTS saat mereka di belakang panggung tadi,


sekarang ini ia duduk di kursi paling belakang bersama dengan J-Hope dan Suga,


ia berada ditengah-tengah mereka berdua, walaupun berat menahan kepala J-Hope


dan Suga, ia tetap merasa bahagia karena ia bisa sedekat ini dengan idolanya


yang selama ini hanya bisa ia lihat di balik layar ponsel miliknya.


“Pasti capek ya...tidurlah dua pangeran tampan...” gumam


Min-Jeong dengan suara sangat pelan.


“Kamu baik-baik saja?” Tanya Taehyung melihat ke arah


belakang.


“Iya...” jawab Min-Jeong.


“Bangunkan saja mereka jika kamu sudah lelah...huahhhh...”


kata Taehyung lagi sembari menguap lalu tertidur kembali.


“Huff...telinganya sungguh peka...” gumam Min-Jeong


menghelahkan nafas.


“Tidurlah...perjalanan masih jauh” racau Taehyung.


“Ya Ampun...ia punya telinga kelinci ya?” Batin Min-Jeong


tersenyum memandang Kim Taehyung dari belakang.


Setelah setengah jam perjalan mereka tiba di Apartemen mewah


tempat dorm member BTS beristirahat, setelah melewati kepedihan beberapa tahun


sebelum debut dan sesudah debut mereka kini bisa merasakan kehidupan jauh lebih


layak setelah mereka menjadi Superstar yang mengguncang dunia, Kim Min Jeong


melongo melihat tempat tinggal baru bagi para member BTS, sangat takjub ia


sampai menutup mulutnya sembari terus memandangi pemandangan sekitar, tanpa


sadar ia duduk tegak membuat dua kepala pria yang bersandar pada bahunya itu


terperantuk.


“Astaga! Sakit!” Pekik Suga dan J-Hope.


“Hahh...maaf...” kata Min-Jeong menunduk hormat pada Suga


dan J-Hope.


“Tidak apa-apa...” sahut J-Hope tersenyum ramah.


“Aigooo...meleleh hatiku...” batin Min-Jeong menatap wajah


J-Hope.


“Hey!” Teriak Jimin sembari tertawa renyah melihat Min-Jeong


yang tak henti menatap J-Hope.


“Iya...ada apa oppa?” Tanya Min-Jeong kelagapan.


“Tidak ada apa-apa...kita sudah sampai...hehehe” jawab


Jimin.


“Aish...kamu ini oppa!” Min-Jeong tersenyum mengelengkan


kepala.


Rombongan pun turun berjalan pelan menuju kamar mereka


masing-masing, Min-Jeong menaruh semua barang-barang milik para member ke dalam


kamar mereka satu persatu, tiba saatnya ia menujuu kamar Jungkook, ia mengambil


nafas panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar Jungkook, ia buru-buru


meletakan barang-barang milik Jungkook kemudian ia keluar dari kamar itu.


memberikan sebotol air mineral pada Min-Jeong.


“Iya...terima kasih” sahut Min-Jeong menunduk lalu mengambil


botol air tersebut.


“Hyung...sedang apa kau disini?” Tanya Jeon Jungkook pada


RM.


“Aku...hmm...tidak ada” jawab RM menaikan kedua bahu sembari


berlalu pergi.


“Aku permisi dulu oppa...terima kasih...selamat malam”


Min-Jeong segera berlari kencang meninggalkan RM dan Jungkook.


“Dia kenapa hyung?” Tanya Jungkook mengaruk kepalanya yang


tak gatal.


“Entahlah...” jawab RM yang juga ikut kebingungan akan sikap


aneh Kim Min Jeong.


“Sudahlah...lebih baik kita tidur, selamat malam bayi


besar!” Kata RM mengacak-acak rambut Jungkook lalu pergi ke kamarnya.


“Sudahlah...” gumam Jungkook.


Setelah masuk ke dalam kamar tempat ia beristirahat Jungkook


masuk ke dalam kamar mandi, ia mandi lalu setelah itu ia pun tertidur, lain hal


dengan para member BTS yang terlelap dalam mimpi Kim Min Jeong justru tengah


melamun memandangi satu persatu foto para member BTS, ia masih tidak percaya


jika ia kini bekerja sebagai staf di BIG HIT ENTERTAIMENT bahkan melayani tujuh


pria tampan yang menjadi idolanya, ia tersenyum sesekali ia seperti


menggertakan gigi karena merasa gemas pada ketujuh pangeran tampan yaitu BTS,


ya...siapa sih yang gak mau jika mendapatkan kesempatan melayani tujuh pangeran


sekaligus, lagi pula mendapatkan bonus melihat wajah-wajah tampan setiap hari.


Sedang asik melamun Min-Jeong dikagetkan dengan panggilan


suara dari sang kakak.


“Yaa on-ni...” sahut Min-Jeong saat mengangkat panggilan.


“Kau baik-baik saja?” Tanya sang kakak.


“Iya...bagaimana kandungan on-ni?” Jawab Min-Jeong lalu


balik bertanya.


“Keponakanmu di dalam baik-baik saja, ia sudah sering


menendang” jawab Min Ah.


“Hehehe...aku tak sabar melihat wajahnya” tawa Min-Jeong.


“tinggal 4 bulan lagi kitabisa melihat wajahnya, kau


sabar ya dalam menghadapi tingkah mereka” kata Min-Ah memberi nasihat di akhir


kalimat.


“Iya on ni...aku akan selalu sabar” sahut Min-Jeong.


“Tidurlah...kau pasti sangat lelah” titah Min-Ah.


“Iya...on-ni juga tidur ya...jaga kesehatan dan jaga


keponakan aku” sahut Min-Jeong.


“Selamat malam” ucap Min-Ah.


“Selamat malam on-ni” sahut Min-Jeong lalu tertidur


pulas.


Keseokan paginya, Kim Min Jeong melakukan persiapan untuk


syuting chanel youtube milik BIG HIT ENTERTAIMENT yaitu BANGTANTV. Bersama


dengan staf yang lain, ia menyiapkan ruangan untuk bermain, hari ini member BTS


akan bermain tebak judul lagu tapi bukan lagu-lagu mereka melainkan lagu-lagu


milik grup boyband dan girlband asal negri gingseng. Setelah menyiapkan tempat


duduk untuk masing-masing member, ia kembali sibuk melayani tujuh pangeran


impiannya itu, dari mulai mengambilkan minum, mengipasi dan masih banyak yang


lain tapi ada yang unik disini, ia hanya melayani enam pangeran sedangkan satu


pangeran lagi ia abaikan, itu semua ia lakukan karena janjinya pada kakak


perempuannya agar tidak terlalu mencolok sebagai salah satu ARMY yang menggilai


Jung Jungkook.


“Min-Jeong, tolong ambilkan aku tissu” titah Jungkook.


“Iya...” sahut Min-Jeong lalu memberikan kotak tissu pada


staf yang lain agar memberikannya pada Jungkook.


“Ini...” kata salah satu staf pria pada Jungkook.


“Hyung...aku meminta Min-Jeong yang mengambilnya bukan


kau!” Kata Jungkook protes.


“Sudahlah...sama saja, bayi besar ini banyak sekali mau


nya, hehehe” sahut staf pria itu.


“Apa-apaan dia? Hanya aku saja yang tidak ia layani


sedari tadi...huh...” batin Jungkook sedikit kesal.


Setelah persiapan selesai mereka mulai memainkan


permainan yang sudah disiapkan oleh para staf dan juga kru kreatif BTS,


Min-Jeong tersenyum sepanjang acara dimulai, ia merasa sangat bahagia karena


selama ini ia hanya melihat mereka bertujuh dari balik layar ponsel pintar, di


yooutube atau di aplikasi yang sering member BTS gunakan yaitu Vlive, ia sangat


bahagia juga masih merasa ini semua hanya mimpi, tanpa terasa sudah 1 jam 50


menit acara berlangsung tiba bagi mereka untuk beristirahat untuk sekedar makan


siang bersama, semua member BTS memang dikenal semuanya sangat doyan makan,


ya...itulah yang terjadi saat ini mereka berbagi makanan satu sama lain,


melihat keakraban member BTS Kim Min Jeong semakin cinta pada ketujuh pangeran


tampan BANGTAN ini, bagaimana tidak? Terlihat sekali mereka akrab dari dalam


hati bukan hanya untuk opini publik saja, bahkan saat keakraban mereka saat ini


tidak ada camera yang menyorot mereka hanya sesekali para staf yang iseng


merekam kehangatan dari keluarga BANGTAN.


“Tidak punya alasan lagi untuk membenci


mereka...hmm...aku mencintai kalian...BTS!!!” Batin Min-Jeong tersenyum


memandang wajah satu persatu para member BTS.


“Kamu tidak makan?” Tanya Suga sembari membawakan


sepiring berisi makanan yang mereka makan lalu memberikannya pada Min-Jeong.


“Iya...tidak apa, aku akan makan nanti saja!” Jawab


Min-Jeong.


“Sudahlah...makan saja!” Kata Suga datar.


“Ini orang perhatian abis tapi juga sangat cuek di saat


yang bersamaan, aneh...” batin Min-Jeong.


“Kamu tidak suka daging sapi?” Tanya Suga lagi melihat


Min-Jeong hanya terdiam tanpa menyentuh makanan yang ia berikan.


“Tidak...aku suka...terima kasih Suga oppa...” jawab


Min-Jeong segera berbalik arah menjauh dari Suga.


“Ck...masih ada gadis yang tidak ber-make up


tebal...salut!” Batin Suga tersenyum menatap Min-Jeong dari kejauhan.


“Hyung...aku mau tambahan nasi!” Teriak Jungkook


memanggil Suga.


“Iya...aku datang...” sahut Suga sembari berjalan menuju


meja makan.


Suga mengambilkan nasi untuk adik kesayangannya itu lalu


duduk kembali memakan makanannya.


Sementara para member makan, Min-Jeong justru sibuk


memperhatikan Jungkook dari kejauhan, ia merasa Jungkook sangat imut ketika


mengunyah makanannya, ia terlihat seperti anak kecil yang kelaparan di mata


Min-Jeong, tak sadar ia pun tersenyum. Saat ia tersenyum tiba-tiba saja


Jungkook menoleh ke arahnya, Min-Jrong buru-buru mengalihkan pandangan ke lain


arah.


“Dia terlihat imut ketika malu-malu” gumam Jungkook.


“Siapa yang imut JK?” Tanya Taehyung.


“V hyung yang imut” jawab Jungkook nyengir kuda.


“Cih...” Taehyung tersenyum malu-malu mendengar pujian


dari sang adik.


Sekitar satu jam kemudian, mereka melanjutkan lagi acara


yang belum tuntas, Min-Jeong dan staf yang lainnya sibuk dengan tugas mereka


masing-masing. Setelah acara benar-benar rampung, Min-Jeong diberi tugas untuk


membawa pakaian kotor milik para member ke Binatu atau Laundry, tergopoh-gopoh


ia membawa semua pakaian para member yang ada di dalam kantung plastik hitam,


ia berupaya menekan tombol lift menuju lantai paling bawah, namun karena tak


sampai tangan mungil itu meraih tombol lift, ia meletakan kantong itu di


samping dirinya lalu ia hendak menekan tombol lift, tapi sebuah tangan indah


menekan tombol lift terlebih dahulu.


>>>to be continue