
Setelah Konser selesai, Min-Jeong membereskan kostum
panggung yang semeraut karena memang begitulah tugas Min-Jeong, ia melakukan
pekerjaan apapun itu dari mulai membereskan baju menyiapkan apa yang sekiranya
akan dibutuhkan nanti oleh para member, ia juga harus bisa menyiapkan keperluan
mendadak yang mungkin saja dibutuhkan entah itu obat-obatan, vitamin makanan
ringan air mineral atau apapun itu yang berhubungan dengan para member, masih
berpikir keras tentang apa yang dikatakan oleh sang kakak padanya sebelum ia
berangkat bekerja.
Flashback di pagi hari saat Kim Min-Jeong hendak berangkat
bekerja, kakak perempuan Min-Jeong memperingatkan dirinya agar tidak terlalu
mencolok sebagai seorang ARMY jika tidak mau di kira saengsaeng sebutan bagi
fans fanatik di Korea Selatan.
“Ingat! Jauh-jauh dari Jungkook! Kalau kau tidak mau di kira
fans fanatik! Jangan sampai ketahuan kalau kau sangat menyukai Jungkook, kau
hanya boleh berinteraksi dengan para member untuk pekerjaan saja! Tidak untuk
meminta foto atau yang lainnya dan juga...” kakak perempuan Min-Jeong berkata
sembari menyipitkan mata melirik tajam pada sang adik kandung.
“Juga apa on-ni?” Tanya Min-Jeong harap-harap cemas.
“Juga...jangan pernah memotret mereka secara diam-diam!
Mengerti!?” Jawab sang kakak tegas.
“Iya...aku janji...aku tidak akan melakukan apapun yang baru
saja on-ni sebutkan, aku janji!” Kata Min-Jeong membentuk jari telunjuk dan
jari tengah serta memegang dada mengucapkan janji.
“Bagus!” Kata sang kakak tersenyum pada sang adik.
Kembali pada Min-Jeong yang melamun seusai menyelesaikan
tugas-tugasnya, ia duduk di lantai sembari meluruskan kedua kaki yang terasa
pegal akibat mondar-mandir karena pekerjaan, ia meraih ponsel miliknya lalu
membuka galeri musik, ia mendengarkan lagu Dynamite yang menjadi lagu
favoritnya, ia sangat merasa bersemangat setiap kali mendengarkan lagu ini,
Min-Jeong berdiri setelah merasa cukup beristirahat, ia mengikuti gerakan dance
yang sering ditampilkan untuk lagu yang ia dengarkan, ia bergerak dengan sangat
luwes seakan lupa jika ia masih bekerja, ia seperti larut akan lagu yang
memberi ia semangat lagi setelah sebelumnya rasa lelah menerjang menyelusup di
setiap darah yang mengalir di tubuhnya.
Di saat ia melakukan gerakan terakhir di lagu tersebut, ia
membalikan badan dan apa yang ia dapati sungguh sangat membuat ia malu, Suga
memperhatikan Min-Jeong sedari tadi, ia sengaja diam dan hanya memperhatikan
karena Suga memang bukan tipe pria yang senang mengganggu kesenangan orang
lain.
“Oppa...” desis Min-Jeong tanpa sadar memanggil Suga dengan
sebutan oppa.
“Iya...” Suga tersentak memblushing malu.
“Maaf...tuan...” kata Min-Jeong menunduk.
“Pfftt...tidak apa, kau bisa memanggilku dengan sebutan itu,
tidak apa-apa...yaa” kata Suga sembari menahan senyum.
“Ada yang bisa aku bantu oppa?” Tanya Min-Jeong malu-malu.
“Tidak ada, aku hanya ingin memberitahu, jika sekarang kita
sudah waktunya pulang kembali ke rumah” jawab Suga, sebenarnya rumah yang
dimaksud oleh Suga adalah sebuah Apartemen untuk para member BTS dan para kru
yang bertugas melayani para member.
“Baik oppa!” Seru Min-Jeong berjalan mengekori Suga yang
sudah jalan lebih dulu.
“Astaga...gadis ini sangat imut!” Batin Suga tersenyum
tipis.
Setelah sampai di halaman parkir bawah tanah semua member
BTS menaiki sebuah mobil Van yang masuk dalam kategori kelas menegah dengan
kisaran harga 20.903,39 dolar atau setara dengan 270 juta rupiah, sebenarnya
mereka sudah memilki mobil masing-masing seperti Kim Seok Jin, ia memiliki
mobil dengan merk Lamborghini Aventador dengan harga kurang lebih 7,3 milyar
rupiah, Jung Ho Seok ia memilki mpbil sport dengan jenis Porsche 911 yang
ikonik dengan harga 1,6 milyar rupiah, Jeon Jungkook ia memiliki mobil Marcedes
Benz GT 63 S dengan harga 2,3 milyar, Kim Taehyung memiliki mobil Ferrari
dengan harga 3,7 milyar, Park Jimin memilki mobil Lamborghini Countach dengan
harga 3,7 milyar, Kim Namjoon dan Min Yoongi sendiri belum pernah terlihat mengendarai
mobil mewah namun tentu saja hanya masalah wktu mungkinuntuk melihat mereka
dengan mobil masing-masing. Dan apakah kalian tahu jika RM tidak bisa
mengendarai mobil entah hingga saat ini atau tidak? Belum ada artikel baru lagi
tentang mobil RM dan Suga BTS. Nah segitu dulu ya tentang koleksi mobil member
BTS, kita lanjutkan lagi...
Para member BTS tertidur pulas di dalam mobil Van karena
kelelahan setelah menggelar konser comeback mereka, memang sudah lama mereka
berencana mengadakan konser untuk para ARMY yang merindukan penampilan mereka
secara langsung, mereka bertujuh adalah aset bagi BIG HIT ENTERTAIMENT karena
mereka-lah sumber pemasukan pertama yang sukses di tangan agensi ini,
kebanggaan bagi Kim Min Hyuk sebagai pemilik agensi tersebut karena kesuksesan
BTS membuat agensi miliknya itu tak lagi dipandang sebelah mata.
Seperti sekarang ini, masih banyak tawaran menyanyi
ataupun iklan untuk BTS, dan inilah bukti jika usaha tidak mengkhianati hasil,
sebagai seorang ARMY pasti akan bangga pada mereka bertujuh tak terkecuali Kim
Min Jeong yang merasa sangat bangga pada grup idolanya itu, bahkan ia merasa
semakin bangga dan kagum pada BTS setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri
bagaimana menderitanya para member BTS saat mereka di belakang panggung tadi,
sekarang ini ia duduk di kursi paling belakang bersama dengan J-Hope dan Suga,
ia berada ditengah-tengah mereka berdua, walaupun berat menahan kepala J-Hope
dan Suga, ia tetap merasa bahagia karena ia bisa sedekat ini dengan idolanya
yang selama ini hanya bisa ia lihat di balik layar ponsel miliknya.
“Pasti capek ya...tidurlah dua pangeran tampan...” gumam
Min-Jeong dengan suara sangat pelan.
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Taehyung melihat ke arah
belakang.
“Iya...” jawab Min-Jeong.
“Bangunkan saja mereka jika kamu sudah lelah...huahhhh...”
kata Taehyung lagi sembari menguap lalu tertidur kembali.
“Huff...telinganya sungguh peka...” gumam Min-Jeong
menghelahkan nafas.
“Tidurlah...perjalanan masih jauh” racau Taehyung.
“Ya Ampun...ia punya telinga kelinci ya?” Batin Min-Jeong
tersenyum memandang Kim Taehyung dari belakang.
Setelah setengah jam perjalan mereka tiba di Apartemen mewah
tempat dorm member BTS beristirahat, setelah melewati kepedihan beberapa tahun
sebelum debut dan sesudah debut mereka kini bisa merasakan kehidupan jauh lebih
layak setelah mereka menjadi Superstar yang mengguncang dunia, Kim Min Jeong
melongo melihat tempat tinggal baru bagi para member BTS, sangat takjub ia
sampai menutup mulutnya sembari terus memandangi pemandangan sekitar, tanpa
sadar ia duduk tegak membuat dua kepala pria yang bersandar pada bahunya itu
terperantuk.
“Astaga! Sakit!” Pekik Suga dan J-Hope.
“Hahh...maaf...” kata Min-Jeong menunduk hormat pada Suga
dan J-Hope.
“Tidak apa-apa...” sahut J-Hope tersenyum ramah.
“Aigooo...meleleh hatiku...” batin Min-Jeong menatap wajah
J-Hope.
“Hey!” Teriak Jimin sembari tertawa renyah melihat Min-Jeong
yang tak henti menatap J-Hope.
“Iya...ada apa oppa?” Tanya Min-Jeong kelagapan.
“Tidak ada apa-apa...kita sudah sampai...hehehe” jawab
Jimin.
“Aish...kamu ini oppa!” Min-Jeong tersenyum mengelengkan
kepala.
Rombongan pun turun berjalan pelan menuju kamar mereka
masing-masing, Min-Jeong menaruh semua barang-barang milik para member ke dalam
kamar mereka satu persatu, tiba saatnya ia menujuu kamar Jungkook, ia mengambil
nafas panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar Jungkook, ia buru-buru
meletakan barang-barang milik Jungkook kemudian ia keluar dari kamar itu.
memberikan sebotol air mineral pada Min-Jeong.
“Iya...terima kasih” sahut Min-Jeong menunduk lalu mengambil
botol air tersebut.
“Hyung...sedang apa kau disini?” Tanya Jeon Jungkook pada
RM.
“Aku...hmm...tidak ada” jawab RM menaikan kedua bahu sembari
berlalu pergi.
“Aku permisi dulu oppa...terima kasih...selamat malam”
Min-Jeong segera berlari kencang meninggalkan RM dan Jungkook.
“Dia kenapa hyung?” Tanya Jungkook mengaruk kepalanya yang
tak gatal.
“Entahlah...” jawab RM yang juga ikut kebingungan akan sikap
aneh Kim Min Jeong.
“Sudahlah...lebih baik kita tidur, selamat malam bayi
besar!” Kata RM mengacak-acak rambut Jungkook lalu pergi ke kamarnya.
“Sudahlah...” gumam Jungkook.
Setelah masuk ke dalam kamar tempat ia beristirahat Jungkook
masuk ke dalam kamar mandi, ia mandi lalu setelah itu ia pun tertidur, lain hal
dengan para member BTS yang terlelap dalam mimpi Kim Min Jeong justru tengah
melamun memandangi satu persatu foto para member BTS, ia masih tidak percaya
jika ia kini bekerja sebagai staf di BIG HIT ENTERTAIMENT bahkan melayani tujuh
pria tampan yang menjadi idolanya, ia tersenyum sesekali ia seperti
menggertakan gigi karena merasa gemas pada ketujuh pangeran tampan yaitu BTS,
ya...siapa sih yang gak mau jika mendapatkan kesempatan melayani tujuh pangeran
sekaligus, lagi pula mendapatkan bonus melihat wajah-wajah tampan setiap hari.
Sedang asik melamun Min-Jeong dikagetkan dengan panggilan
suara dari sang kakak.
“Yaa on-ni...” sahut Min-Jeong saat mengangkat panggilan.
“Kau baik-baik saja?” Tanya sang kakak.
“Iya...bagaimana kandungan on-ni?” Jawab Min-Jeong lalu
balik bertanya.
“Keponakanmu di dalam baik-baik saja, ia sudah sering
menendang” jawab Min Ah.
“Hehehe...aku tak sabar melihat wajahnya” tawa Min-Jeong.
“tinggal 4 bulan lagi kitabisa melihat wajahnya, kau
sabar ya dalam menghadapi tingkah mereka” kata Min-Ah memberi nasihat di akhir
kalimat.
“Iya on ni...aku akan selalu sabar” sahut Min-Jeong.
“Tidurlah...kau pasti sangat lelah” titah Min-Ah.
“Iya...on-ni juga tidur ya...jaga kesehatan dan jaga
keponakan aku” sahut Min-Jeong.
“Selamat malam” ucap Min-Ah.
“Selamat malam on-ni” sahut Min-Jeong lalu tertidur
pulas.
Keseokan paginya, Kim Min Jeong melakukan persiapan untuk
syuting chanel youtube milik BIG HIT ENTERTAIMENT yaitu BANGTANTV. Bersama
dengan staf yang lain, ia menyiapkan ruangan untuk bermain, hari ini member BTS
akan bermain tebak judul lagu tapi bukan lagu-lagu mereka melainkan lagu-lagu
milik grup boyband dan girlband asal negri gingseng. Setelah menyiapkan tempat
duduk untuk masing-masing member, ia kembali sibuk melayani tujuh pangeran
impiannya itu, dari mulai mengambilkan minum, mengipasi dan masih banyak yang
lain tapi ada yang unik disini, ia hanya melayani enam pangeran sedangkan satu
pangeran lagi ia abaikan, itu semua ia lakukan karena janjinya pada kakak
perempuannya agar tidak terlalu mencolok sebagai salah satu ARMY yang menggilai
Jung Jungkook.
“Min-Jeong, tolong ambilkan aku tissu” titah Jungkook.
“Iya...” sahut Min-Jeong lalu memberikan kotak tissu pada
staf yang lain agar memberikannya pada Jungkook.
“Ini...” kata salah satu staf pria pada Jungkook.
“Hyung...aku meminta Min-Jeong yang mengambilnya bukan
kau!” Kata Jungkook protes.
“Sudahlah...sama saja, bayi besar ini banyak sekali mau
nya, hehehe” sahut staf pria itu.
“Apa-apaan dia? Hanya aku saja yang tidak ia layani
sedari tadi...huh...” batin Jungkook sedikit kesal.
Setelah persiapan selesai mereka mulai memainkan
permainan yang sudah disiapkan oleh para staf dan juga kru kreatif BTS,
Min-Jeong tersenyum sepanjang acara dimulai, ia merasa sangat bahagia karena
selama ini ia hanya melihat mereka bertujuh dari balik layar ponsel pintar, di
yooutube atau di aplikasi yang sering member BTS gunakan yaitu Vlive, ia sangat
bahagia juga masih merasa ini semua hanya mimpi, tanpa terasa sudah 1 jam 50
menit acara berlangsung tiba bagi mereka untuk beristirahat untuk sekedar makan
siang bersama, semua member BTS memang dikenal semuanya sangat doyan makan,
ya...itulah yang terjadi saat ini mereka berbagi makanan satu sama lain,
melihat keakraban member BTS Kim Min Jeong semakin cinta pada ketujuh pangeran
tampan BANGTAN ini, bagaimana tidak? Terlihat sekali mereka akrab dari dalam
hati bukan hanya untuk opini publik saja, bahkan saat keakraban mereka saat ini
tidak ada camera yang menyorot mereka hanya sesekali para staf yang iseng
merekam kehangatan dari keluarga BANGTAN.
“Tidak punya alasan lagi untuk membenci
mereka...hmm...aku mencintai kalian...BTS!!!” Batin Min-Jeong tersenyum
memandang wajah satu persatu para member BTS.
“Kamu tidak makan?” Tanya Suga sembari membawakan
sepiring berisi makanan yang mereka makan lalu memberikannya pada Min-Jeong.
“Iya...tidak apa, aku akan makan nanti saja!” Jawab
Min-Jeong.
“Sudahlah...makan saja!” Kata Suga datar.
“Ini orang perhatian abis tapi juga sangat cuek di saat
yang bersamaan, aneh...” batin Min-Jeong.
“Kamu tidak suka daging sapi?” Tanya Suga lagi melihat
Min-Jeong hanya terdiam tanpa menyentuh makanan yang ia berikan.
“Tidak...aku suka...terima kasih Suga oppa...” jawab
Min-Jeong segera berbalik arah menjauh dari Suga.
“Ck...masih ada gadis yang tidak ber-make up
tebal...salut!” Batin Suga tersenyum menatap Min-Jeong dari kejauhan.
“Hyung...aku mau tambahan nasi!” Teriak Jungkook
memanggil Suga.
“Iya...aku datang...” sahut Suga sembari berjalan menuju
meja makan.
Suga mengambilkan nasi untuk adik kesayangannya itu lalu
duduk kembali memakan makanannya.
Sementara para member makan, Min-Jeong justru sibuk
memperhatikan Jungkook dari kejauhan, ia merasa Jungkook sangat imut ketika
mengunyah makanannya, ia terlihat seperti anak kecil yang kelaparan di mata
Min-Jeong, tak sadar ia pun tersenyum. Saat ia tersenyum tiba-tiba saja
Jungkook menoleh ke arahnya, Min-Jrong buru-buru mengalihkan pandangan ke lain
arah.
“Dia terlihat imut ketika malu-malu” gumam Jungkook.
“Siapa yang imut JK?” Tanya Taehyung.
“V hyung yang imut” jawab Jungkook nyengir kuda.
“Cih...” Taehyung tersenyum malu-malu mendengar pujian
dari sang adik.
Sekitar satu jam kemudian, mereka melanjutkan lagi acara
yang belum tuntas, Min-Jeong dan staf yang lainnya sibuk dengan tugas mereka
masing-masing. Setelah acara benar-benar rampung, Min-Jeong diberi tugas untuk
membawa pakaian kotor milik para member ke Binatu atau Laundry, tergopoh-gopoh
ia membawa semua pakaian para member yang ada di dalam kantung plastik hitam,
ia berupaya menekan tombol lift menuju lantai paling bawah, namun karena tak
sampai tangan mungil itu meraih tombol lift, ia meletakan kantong itu di
samping dirinya lalu ia hendak menekan tombol lift, tapi sebuah tangan indah
menekan tombol lift terlebih dahulu.
>>>to be continue