
Suga menangis tanpa suara dari lokasi kejadian sampai di Rumah sakit, ia terus menyesali apa yang sudah terjadi pada Min-Jeong. Sebuah kasur dorong Rumah sakit mengantarkan Min-Jeong ke ruang Unit Gawat Darurat, Suga senantiasa mendampingi Min-Jeong yang masih memejamkan kedua matanya.
“Pasien korban pengeroyokan Dok, detak jantung tidak stabil dan pendarahan di telinga dan juga bagian otak kanan” kata Dokter muda junior pada Dokter seniornya.
Tittttttttt
Suara diktektor jantung tanda pasien dalam bahaya.
“Apa yang terjadi?” Tanya Suga cemas.
“Siapkan ruang operasi!!!”Titah sang Dokter senior pada juniornya.
“Baik” sahut sang junior lalu berlari.
“Apa yang terjadi? Jawab!!!” Suga berteriak histeris.
“Pasien mengalami gagal jantung dan pernapasan akibat pendarahan otak! Mohon tunggu disini pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan pasien” kata sang Dokter.
“Tidak!!!! Hiks...hiks...Min-Jeong...hiks....” Suga tersungkur ke lantai.
Di dalam mobil, enam member yang lain dan pak Direktur nampak mencemaskan keadaan Min-Jeong, mereka mendapat kabar Min-Jeong di serang dari halaman internet yang menyebutkan jika pacar seorang idola dikeroyok oleh segerombolan gadis SMA. RM ketakutan setengah mati karena baru saja ia bermimpi jika ia melihat Min-Jeong mati dengan cara yang sangat mengenaskan yaitu tubuh Min-Jeong penuh luka dan bersimbah darah segar. Sesampainya mereka di Rumah sakit, mereka sudah harus menghadapi pertanyaan dari awak media yang sudah lama menunggu.
“Siapa gadis ini pak? Apa benar Suga BTS sedang berkencan?”
“Apa anda tahu siapa nama gadis ini?”
“Bagaimana dengan keluarga gadis ini?”
“Kapan pastinya mereka mulai berkencan?”
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh awak media, tapi tak satupun dari mereka yang menjawab, mereka memilih bungkam sembari terus melangkah maju masuk ke dalam Rumah sakit.
RM menatap sinis Suga BTS yang duduk di kursi ruang tunggu. Ia mengambil langkah lebar menghampiri Suga, RM menarik kerah baju Suga memicingkan mata.
“Puas kau hyung??? Hahhhh!!!” Teriak RM memaki Suga.
“Aku tahu aku salah! Cukup!!!” Suga menepis kasar tangan RM.
“Sekarang bukan saatnya kalian saling menyalahkan, Min-Jeong masih berjuang antara hidup dan mati, jadi hentikan pertengkaran kalian ini!” Kata pak Direktur melerai pertengkaran antara RM dan Suga.
“Sabar hyung!” Kata Jimin menepuk pundak RM.
Tiba-tiba...
Bughhh
Jungkook meninju pipi kiri Suga.
“Kau ceroboh hyung!!!” Sentak Jungkook marah.
“Maaf...” ucap Suga.
“Hentikan!!!” Teriak Jin geram.
“Jungkook...sabar...ya...” kata Taehyung menepuk-nepuk punggung Jungkook.
“Haishhh...hiks...hiks...hiks...” J-Hope menangis terduduk lemas.
“Kita berdoa saja, semoga Min-Jeong bisa melewati masa kritisnya” kata Taehyung.
Sementara di ruang operasi, keadaan tak semestinya terjadi, jika umur memang sudah Tuhan yang menentukan maka kita sebagai manusia tidak bisa berbuat apa-apa, Min-Jeong menghembuskan nafas terakhir di ruang operasi, Dokter yang menangani Min-Jeong hanya bisa menunduk begitu keluar dari ruang operasi.
“Maafkan kami...” kata sang Dokter menunduk berbela sungkawa.
“Maaf??? Apa yang terjadi?” Tanya Suga dengan wajah memucat.
“Pasien tidak dapat kami selamatkan, maaf...” jawab sang Dokter.
“Tidak...hiks...hiks...tidak...ini tidak boleh terjadi...hiks...hiks...hiks...tidaaakkkkkk!!!!” Teriak Suga histeris.
“Suga oppa...Suga oppa...kau baik-baik saja?”
Suga membuka penuh kedua matanya.
“Min-Jeong!!!” Pekik Suga langsung memeluk Min-Jeong tanpa mempedulikan keadaan sekitar.
“Eh...kenapa???” Tanya Min-Jeong bingung.
“Kau baik-baik saja? Syukurlah...” Suga bernafas lega.
“Haishhh...kau tertidur saat syuting, ini jarang terjadi...hehehe” Jimin terkikik geli.
“Hahaha...ada-ada saja kau hyung...” giliran Taehyung tertawa geli.
“Ck...sudah jangan ledek oppa-ku” kata Min-Jeong mengelus kepala Suga.
“Ck...bukan urusanmu...weehhhhh” Min-Jeong menjulurkan lidah lalu bersembunyi di balik punggung Suga.
“Hahahahahahaa....” Semua staf dan ketujuh member tertawa bersama.
Lima bulan kemudian...
Di sebuah gereja, sedang berlangsung pernikahan seorang gadis manis yang baru saja lulus dari Universitas kedokteran, Min-Jeong adalah pengantin wanita tercantik saat ini, dengan balutan gaun putih panjang menjuntai sampai ke lantai, ia terlihat cantik sekaligus seksi dengan belahan dada yang meng-ekspos bulatan bulat padat berisi. Suga masuk ke dalam ruang make up pengantin wanita dengan balutan jas hitam tampak sangat tampan dan juga seksi. Ia mengadahkan tangan pada Min-Jeong.
“Ayo!!!” Kata Suga.
“Iya oppa!!!” Sahut Min-Jeong.
Suara musik tanda pengantin memasuki ruang pernikahan. Suga dan Min-Jeong berjalan beriringan memasuki ruang ikrar suci janji pernikahan. Sembari tersenyum manis Suga menaruh tangan kanan Min-Jeong di atas tangan sang mempelai pria.
“Semoga kau selalu bahagia...Min-Jeong...” kata Suga.
“Terima kasih...” ucap Min-Jeong.
“Silahkan dimulai pak pendeta” kata sang mempelai pria.
“Minjun Kim...apa kau bersedia menemani Kim Min Jeong istrimu dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit dan menerima juga mencintai istrimu dengan segenap jiwa dan raga?”
“Aku bersedia” sahut Minjun sang mempelai pria.
“Kim Min Jeong, apa kau bersedia menemani Minjun Kim sebagai suamimu dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit dan menerima juga mencintai suamimu dengan segenap jiwa dan raga?”
“Iya...aku bersedia...” sahut Min-Jeong.
“Maka atas nama Tuhan kalian ku resmikan sebagai sepasang suami istri...” kata pak pendeta.
Setelah janji suci pernikahan usai dilakukan, kedua mempelai berciuman.
Ketujuh member memandangi wajah Min-Jeong dari kejauhan, mereka juga turut bahagia dengan pernikahan Min-Jeong dan Minjun. Meskipun mereka merasakan sakit karena patah hati namun mereka bahagia melihat senyum di bibir Min-Jeong.
“Hahh...aku bahagia melihatmu tersenyum Min-Jeong” kata Suga menghelahkan nafas.
“Hiks...Min-Jeong...aku cinta kamu...hiks...” kata Taehyung menitikan air mata bahagia.
“Hahaha...nanti aku akan mencari pengantin wanita yang paling cantik untukmu, jangan khawatir!” Jimin tertawa sembari merangkul Taehyung.
“Bukan waktunya untuk bersedih hyung, kita harus memberikan kado untuk Min-Jeong” kata Jungkook.
“Iya...ayo!!!” Sahut keenam member yang lain.
Sebuah lagu pengantar untuk kado pernikahan Min-Jeong dan Minjun dilantunkan, tujuh member BTS mempersembahkan lagu “PerPermission to Dance”, semua para tamu undangan terhanyut dan terbuai mengikuti alunan musik dan juga perform dance para anggota BTS, Min-Jeong tersenyum hangat pada ketujuh member yang menatapnya dari kejauhan.
“Fans dan idola mempunyai batasan dan aku sudah tidak sanggup melewati batasan tersebut, jadi...aku hanya ingin menjadi fans kalian saja...bukan kandidat calon pendamping salah satu dari kalian...terima kasih sudah membuat hari-hariku bahagia selama bekerja disana, semoga kalian terus menjadi idola di hati seluruh manusia di seluruh dunia...Amen...” kata Min-Jeong dalam hati sembari membayangkan beberapa kejadian yang menguras emosi dan air mata kala ia bekerja sebagai staf BIG HIT ENTERTAIMENT.
“Terima kasih sudah hadir dalam hidup kami...Kim Min-Jeong...” kata tujuh member dalam hati mereka masing-masing.
END...
Flashback on
Sebulan kemudian pasca memutuskan hubungan Min-Jeong menemui Suga di kamarnya, dengan berat hati Min-Jeong menolak perasaan Suga dengan tegas, mendapat ketegasan dari Min-Jeong membuat hati Suga hancur sekaligus tenang karena ia tidak perlu lagi memaksakan apa yang tidak mungkin ia miliki.
“Suga oppa! Aku mencintaimu sebagai seorang idola dan aku tidak mau melewati batasan itu karena bagiku, memiliki Minjun oppa di sisi ku adalah hal terbaik yang pernah ku miliki, ku mohon padamu oppa...kita berhenti sampai disini” kata Min-Jeong dengan mata berkaca-kaca.
“Baiklah...” sahut Suga menunduk sedih.
“Kalau begitu...aku permisi...” Min-Jeong menunduk hormat lalu memunggungi Suga.
“Min-Jeong...” panggil Suga lirih.
“Iya oppa...” sahut Min-Jeong.
“Bolehkah aku memelukmu...untuk yang terakhir kali...” pinta Suga.
“Hmm...” Min-Jeong mengangguk.
Suga memeluk erat Min-Jeong sampai Min-Jeong tak lagi bisa menahan air mata yang sedari tadi ia tahan.
“Hiks...maaf...hiks...maafkan aku oppa...hiks...hiks...hiks” kata Min-Jeong.
“Aku baik-baik saja, jangan khawatir...tidak apa-apa...hmm...” sahut Suga menangis dalam diam.
Flashback off
REALY END