Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
5



Tidak terasa sudah tiga bulan Min-Jeong menjalani hari-hari bersama dengan member BTS, ia semakin akrab semenjak kejadian mengharukan di stasiun televisi lokal kala itu dan ia juga jadi tidak perlu menghindar lagi dari Jungkook karena sudah mendapat ijin dari Jungkook untuk tetap menyukainya sebagai idola, sebenarnya ia tak sengaja mengungkapkan dirinya adalah salah satu ARMY belum lama ini, tepat seminggu sebelum sekarang ini Min-Jeong melakukan persiapan syuting video klip terbaru BTS, saat itu ia sedang di taman memainkan ponsel di atas ayunan, ia melihat galeri di ponselnya itu banyak foto-foto para member BTS yang ia dapatkan dari google, sesekali ia tersenyum begitu melihat beberapa foto Jungkook yang merupakan member idolanya.


“Kamu menyukai kami?” Tanya suara pria yang ia kenali dari arah belakang.


“Iya...Jungkook oppa!” Min-Jeong tersentak begitu menoleh ke belakang.


“Hm...jadi kamu salah satu dari para ARMY?” Tanya Jungkook berlutut dengan satu kaki.


Min-Jeong mengangguk lemah.


“Lalu apa kamu menyukaiku?” Tanya Jungkook.


Min-Jeong sekali lagi mengangguk kemudian bertanya.”Apa aku boleh menyukaimu lebih dari sekedar idola?”


“Jangan! Aku tidak mau kamu terluka” jawab Jungkook menunduk sedih.


“Tapi aku masih boleh menyukaimu sebagai idola kan?” Min-Jeong mulai menitikan air mata.


“Hmm...iya” jawab Jungkook sembari menghapus air mata Min-Jeong.


“Terima kasih” ucap Min-Jeong senang.


“Kenapa bukan aku yang kamu suka...ihhh” rengekan berasal dari Taehyung yang datang bersama kelima member yang lainnya.


“Taehyung oppa” Min-Jeong langsung berdiri tegak.


“Aishhh...lagi-lagi kita kalah dengan adik kita” kata Suga tersenyum miris.


“Iya...mau bagaimana lagi? Bayi kita sudah besar dan semakin tampan” kata RM mengangkat kedua bahu.


“Sudahlah...JK memang tidak tertandingi...hehehe” tawa Jimin.


“Hahh...aku benar-benar kesal, kamu tidak menyukaiku...hahhhh...kamu membuat aku patah hati” kata Jin merengek seperti anak kecil.


“Hyung...aku jijik melihatmu seperti itu” kata j-Hope terkikik geli.


“Hei!!!” Teriak Jin tak terima.


“Hahahhahaha...sudah malam...kita masuk yuk!” Ajak Taehyung mengandeng tangan kanan Min-Jeong.


“Hei hyung!!!” Teriak Jungkook saat Taehyung membawa paksa Min-Jeong.


“Sudah jangan dengarkan dia! Hehehe” kata Taehyung tertawa.


“Hahaha...Taehyung oppa jahat!” Min-Jeong ikut tertawa.


“Hei...jangan tinggalkan aku!” Suga langsung merangkul Min-Jeong hingga terlepas tangan Taehyung dari tangan gadis mungil yang mereka sayangi.


“Hyung...” rengek Taehyung.


“Yuk kita lari!” Suga meraih tangan Min-Jeong lalu berlari.


“Hei!!! Tunggu kami!!!” Teriak enam member yang lain.


“Hahahahahaa...” Min-Jeong tertawa bersama Suga.


“Saat aku jatuh cinta pada salah satu ARMY justru ternyata cintaku bertepuk sebelah tangan” kata Suga dalam hati sembari tertawa memandangi wajah Min-Jeong yang imut.


Sekarang waktunya kembali ke masa kini, saat ini set syuting RUN sudah siap dan para member juga sudah siap dengan pakaian santai karena tema kali ini hanya bermain-main saja. Permainan ini melibatkan seluruh member mencari voucher belanja berjumlah tiga buah dengan hadiah 1000 won di tiap voucher belanja tersebut, voucher belanja ini hanya untuk membeli snack atau makanan ringan yang lainnya, tidak kebayang seberapa banyak yang bisa di dapat jikamemenangkan seluruh voucher tersebut, inilah yang aneh dari para member, mereka sudah jadi selebriti terkaya abad ini namun masih saja menyukai hadiah-hadiah gratis. Padahal uang segitu jauh lebih sedikit dari uang yang ada di dalam rekening pribadi mereka masing-masing. Semua member bersemangat dengan menggunakan pakaian santai mereka dan yang paling bersemangat ialah Jung Jungkook dalam prinsip pribadi seorang Jungkook sang member termuda di BTS ini, tidak ada dalam kamusnya untuk yang namanya menyerah, ia selalu ingin menjadi juara dan maka tak heran di setiap permainan Jungkook selalu menjadi pemenangnya.


“Ayo kita mulai mencari!” Seru Taehyung sangat bersemangat.


“Ayo!” Sahut keenam member yang lain.


Suara tawa mengiringi permainan tersebut begitu juga suara-suara celotehan renyah menjadi tawa bagi para member dan juga staf BIG HIT, ya...selain mereka terkenal dengan suara dan gerakan dance yang memukau, mereka juga lawakannya yang menggelitik perut semua orang yang melihat kelakuan konyol mereka. Tingkah laku yang tak tahu malu mereka justru membuat mereka tak mampu dilupakan walaupun baru satu kali bertemu, mereka langsung akrab karena sifat mereka hamble.


“Hyung...aku menemukan satuuuu!!!” Teriak Jungkook kegirangan sembari melompat-lompat.


“Kerja bagus!” Puji Suga tersenyum.


“Hyung...lihat ini...aku juga menemukan satu” kata Taehyung berlari menghampiri Suga.


“Iyaa...bagus!” Sahut Suga mengacak-acak rambut Taehyung.


“Hehehe...aku akan membagi hadiah ini denganmu hyung” kata Taehyung lagi nyengir kuda.


“Baik...terima kasih” kata Suga.


“Kau menemukannya?” Tanya RM.


“Tidak...hufff” jawab Suga menghelahkan nafas.


Min-Jeong melihat dari kejauhan dengan senyum mengembang indah ia berjalan ke arah Suga.”Ini oppa...” bisik Min-Jeong.


“Wah...terima kasih!” Kata Suga terkejut melihat voucher yang ada di tangannya.


“Sama-sama” sahut Min-Jeong.


“Hei...hahhh...kau curang hyung!” Rengek RM.


“Haishhhh...benar-benar kau mendahului kami!” Kata J-Hope ikut merengek.


“Ini tidak adil...arggghhhhhh...” teriak Jin di akhir kalimat.


“Hahahaha...kalian benar-benar seperti anak kecil!” Min-Jeong tertawa sembari menarik tangan Suga lalu berlari.


“Tangkap mereka!!!” Teriak Jimin sembari tertawa.


“Awas kalian!!!” Teriak keenam member yang langsung mengejar Suga dan Min-Jeong.


Mereka tertawa bersama sembari terus saling mengejar, Jungkook berhasil membuat Min-Jeong terjatuh lalu tanpa sengaja Min-Jeong menimpah tubuh Suga karena ia tak sempat mengelak.


BRUGGGHHH


DEG


DEG


DEG


Suara degup jantung Suga dan Min-Jeong beradu berirama, entah karena apa yang membuat debaran itu terasa semakin menjadi, apa karena mereka berdua lelah berlari atau apa? Hanya mereka berdua-lah yang paling mengetahuinya.


“Maaf oppa...” ucap Min-Jeong menunduk.


“Tidak apa-apa...” kata Suga tersenyum.”Dia begitu imut hingga aku tak mampu menahan senyumanku”kata Suga dalam hati.


“Sudah berdiri dari sana!” Titah Jungkook sembari menarik pinggang Min-Jeong lalu Min-Jeong pun berdiri.


“Huhh...kau selalu saja menang hyung” kata Taehyung mengerutu.


“Hahaha...kau cemburu?” Tawa Suga.


“Tidak...” sanggah Taehyung memerah pipinya.


“Hahaha...V sudah besar ya...aigooo...bayiku sudah besar...” tawa Jin mencubit gemas pipi kanan Taehyung.


“Aku bilang tidak...” Taehyung menekuk wajahnya.


“Aishhh...dasar kau!!!” Kata RM ikut tertawa.


Tiba-tiba saja Jungkook berlari pergi sementara para member tertawa, Min-Jeong menyadari kepergian maknae ini segera berlari menyusul Jungkook, begitu tiba di taman yang tak jauh dari lokasi syuting berlangsung Min-Jeong berjalan perlahan menghampiri Jungkook yang terduduk di rerumputan.


“Oppa baik-baik saja?” Tanya Min-Jeong.


Grepppp


Jungkook langsung memeluk erat Min-Jeong, hingga Min-Jeong mematung karena terlalu terkejut.


“Maaf...” ucap Jungkook.


“Eh...maaf? Untuk?” Tanya Min-Jeong bingung.


“Maaf karena aku tidak memperbolehkan kau untuk menyukaiku lebih dari seorang idola” jawab Jungkook.


“Aaa...ppp...aa...maa...kkkkkssss...”


“Aku sepertinya menyukaimu Kim Min Jeong” kata Jungkook memotong perkataan Min-Jeong.


****


*****


******


*******


Malam harinya...


Min-Jeong berada di taman biasa saat ia ingin sendirian, masih samar-samar ia mengingat apa yang dikatakan idolanya, namun lagi-lagi ia merasakan perasaan campur aduk, ia kira setelah Jungkook menyukainya juga, ia akan merasa bahagia namun sayang sekali ia justru merasa terbebani, ia membuka ponsel miliknya lalu menghapus semua foto Jungkook yang ada di galeri setelah itu ia memakai esrphone lalu mendengarkan lagu Dynamite yang menjadi lagu favoritnya. Ia mulai menirukan gerakan dance di lagu tersebut, ketika ia merasa tertekan ia juga akan melakukan hal ini, ia akan menari dengan lagu-lagu dari BTS, itulah cara ia meredakan perasaan yang kurang menyenangkan. Gerakan dance Min-Jeong sangat luwes tak seperti seorang pemula, sampai membuat staf pria yang tak sengaja ada di lokasi tersebut terpanah melihatnya.


“Dia semakin cantik ketika berkeringat” gumam staf pria itu tanpa ragu menghampiri Min-Jeong.


“Ini...” staf pria itu mengulurkan tangan kanan yang dimana ia menggenggam minuman kaleng rasa leci.


“Hahhh...tidak usah...” kata Min-Jeong berjalan perlahan ke ayunan lalu duduk.


“Minumlah...kau pasti haus” kembali staf pria itu menawarkan minuman kaleng tersebut.


“Minjun oppa...hiks...” Min-Jeong menangis.


“Eh...apa yang terjadi?” Tanya staf pria yang bernama Minjun Kim.


“Aku kira...hiks...aku akan senang jika dia juga menyukaiku...hiks...tapi...hiks...aku justru takut oppa...huawwwwhhhhhhhh”


Minjun langsung memeluk kepala Min-Jeong membiarkan jaketnya basah karena air mata Min-Jeong.


“Hiks...aku takut dia akan terluka jika sampai kehilangan penggemarnya...hiks...aku egois ya oppa? Hiks...hiks...hiks...” kata Min-Jeong lagi.


“Hm...siapa dia?” Tanya Minjun.


“Dia...dia...Jungkook...” jawab Min-Jeong ragu-ragu.


“Hahhh...dia sudah dewasa rupanya...” kata Minjun menghelahkan nafas.


Minjun berlutut lalu menggenggam kedua tangan Min-Jeong.


“Idola dan penggemar seharusnya hanya sebatas itu...jangan melanggar batasan jika kau tidak siap dengan konsekuensinya, segala apapun yang akan kita pilih bukan tidak mungkin ada dampak buruk dari pilihan itu...jadi...selagi bisa kau meredam...redamlah...apa kau mengerti?” Kata Min-Jun panjang lebar.


Min-Jeong mengangguk mengerti.


"Sudah malam...aku antar kau kembali ke kamarmu" kata Minjun menggandeng tangan Min-Jeong.


"Aneh tapi nyata...aku merasa tenang mendengar kata-katamu oppa...terima kasih..." kata Min-Jeong.


"Baguslah...lain kali...jika kau sedih, kau bisa menghubungi aku ya..." kata Minjun tersenyum manis.


"Baik oppa...terima kasih..." sahut Min-Jeong ikut tersenyum.


"Iya...sama-sama..." Minjun menatap lekat wajah Min-Jeong kemudian membuang muka ke samping."Astaga...dia manis sekali bahkan dengan mata bengkak sehabis menangis" gumam Minjun tanpa suara.


"Kupikir bersaing dengan adik sendiri sudah sangat menyusahkan tapi bersaing dengan dia justru lebih menyusahkan..." gumam seorang pria dari kejauhan.


to be countinued