Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
3



Siapa yaa...yang menekan tombol lift? Pertanyaan kalian


akan Athour jawab.


“Jika perlu bantuan katakan saja jangan malu!” Kata Suga


tersenyum manis pada Min-Jeong.


Deg


Deg


Deg


Serangan mendadak dari Suga membuat Min-Jeong tidak


berdaya, ia pun hanya mematung saat pintu lift sudah terbuka.


“Ayo!” Ajak Suga menadahkan tangan kanan pada Min-Jeong.


“Terima kasih oppa!” Ucap Min-Jeong tersipu malu.


Meskipun malu-malu akhirnya Min-Jeong diantar oleh Suga


ke tempat Laundry, berikutnya mereka mampir ke minimarket yang tak jauh dari


lokasi tempat Laudry tersebut, Min-Jeong masih tak sadarkan diri bukan berarti


pingsan ya, ia hanya terdiam lebih tepatnya melamun, ia melihat-lihat area


sekitar minimarket, ia terus melamun sampai Suga tertawa, Min-Jeong terhenti


sejenak karena ia ternyata salah mengambil barang.


“Untuk apa kau memerlukan ini hah? Hahahaha” Tawa Suga.


“Hm...ini untuk...” Min-Jeong tersenyum getir melihat


tangan kanannya yang tengah memegang k0nd0*.


“Sudahlah...jangan melamun!” Kata Suga sembari mengambil


barang aneh tersebut lalu mengembalikannya ke tempat semula.


Perjalanan Min-jeong dan Suga pun usai, kini Min-Jeong


sedang mempersiapakan persiapan untuk para member BTS untuk acara talkshow. Ia memasukan


satu persatu koper ukuran sedang ke dalam bagasi mobil Van, lalu ia masuk ke


dalam mobil Van tersebut.


“Loh...kalian?” Min-Jeong melotot kaget saat melihat


Taehyung dan Jungkook yang duduk di kursi belakang.


“Ayo kesini!” Taehyung menarik tangan Min-Jeong sampai si


empunya tangan terduduk.


“Auch...” Taehyung meringis memegangi pergelangan tangan


kirinya.


“Taehyung oppa...apa kamu baik-baik saja?” Tanya


Min-Jeong.


“Iya...aku baik-baik saja!” Jawab Taehyung.


Min-Jeong menyadari ada yang tidak benar dengan Kim


Taehyung, iapun menarik perlahan pergelangan tangan Taehyung.


“Jangan menahan sakit lagi oppa...hiks” sembari menangis


Min-Jeong memberikan krim pijat di pergelangan tangan Taehyung.


“Hei!!! Kamu kenapa menangis?” Tanya Jungkook


terheran-heran.


“Tidak apa...aku hanya sedih melihat tangan oppa cedera”


jawab Min-Jeong.”Aku pamit ya...jangan sakit lagi oppa...” kata Min-Jeong pada


Taehyung dengan senyuman manis.


Deg


“Hah...jantungku mau copot!” Kata Taehyung sembari


memegangi dadanya.


“Kau baik-baik saja V hyung?” Tanya Jungkook.


“Iya...” jawab Taehyung tersenyum menatap Min-Jeong dari


kejauhan.


Senja berganti malam, rutinas yang menguras tenaga


akhirnya selesai sudah. Kim Min Jeong merapihkan ruangan tempat bermain para


member yang baru saja menjadi tempat acara syuting berlangsung, jangan ditanya


dimana para member BTS, tentu mereka tidak tinggal diam, mereka juga membantu


para staf untuk membersihkan kehebohan yang sudah mereka perbuat tadi,


yaa...begitulah member BTS yang sudah sangat terkenal tapi masih saja rendah hati,


mereka tak segan membantu para staf setelah selesai syuting, seluruh member


membantu para staf, ada yang memunguti sampah, ada yang menyuci piring bekas


mereka makan dan ada juga yang menyapu dan mengepel lantai. Kim Min Jeong juga


tidak tinggal diam, ia membereskan kursi-kursi tempat tadi para member duduk,


walaupun melelahkan tapi ia sangat menikmati pekerjaannya, bisa melihat


wajah-wajah tampan setiap hari bagaikan berkah yang tak akan pernah ia lupakan.


“Sini aku bantu” kata suara pria pada Min-Jeong.


“Tidak perlu aku biss....” ucapan Min-Jeong terhenti


karena melihat pria yang hendak membantunya itu ialah Jung Jungkook.


“Astaga Jungkook oppa???” Batin Min-Jeong.


“Hei...kamu baik-baik saja?” Tegur Jungkook.


“Iya..hah..aku baik-baik saja” sahut Min-Jeong gugup.


“Duh...aku harus cepat-cepat pergi” batin Min-Jeong.


“Aku bisa sendiri! Terima kasih Jungkook oppa!” Kata


Min-Jeong sembari berlari membawa kursi kayu.


“Eh...aneh...aku kan hanya ingin membantu” gumam Jungkook.


Tiba-tiba saja Jimin merangkul pundak Jungkook.


“Ada apa?” Tanya Jimin tersenyum.


“Jimin hyung...” kata Jungkook.


“Iya...ada apa?” Jimin memiringkan kepala bingung.


“Min-Jeong selalu lari saat aku mendekatinya, apa aku


sudah berbuat salah tanpa aku sadari?” Kata Jungkook berpikir keras.


“Dia tidak begitu kok ke kami...” kata RM bersama dengan


J-Hope, Suga, Jin, dan Taehyung.


“Lalu...kenapa ia bersikap begitu hanya padaku? Hiks...” Jungkook memeluk Jimin sembari merengek.


“Hahaha...mungkin karena kau terlalu tampan, dia jadi


malu melihatmu” tawa Jimin menepuk-nepuk pundak Jungkook perlahan.


“Hahahahhaaa...” semua member tertawa kecuali Jungkook


menatap tajam pada Min-Jeong.


“Duh...marah aja ganteng...hiks...aku ingin memeluknya”


kata hati Min-Jeong lirih.


Di taman Apartemen tempat tinggal para member, Kim Min


jeong main ayunan sembari menunduk, ia sedih sekaligus menyesal karena ia mendapat tatapan tajam dari Jungkook. Di tengah lamunan yang tak menentu


tiba-tiba saja Suga datang bersama dengan Jin.


“Kau enggak kedinginan?” Tanya Jin pada Min-Jeong.


“Iyaa...ohhh Jin oppa” Min-Jeong angguk-angguk.”Duh Jin


oppa dan Suga oppa lagi” gumam Min-Jeong.


“Pakai ini...udaranya terlalu dingin malam ini” kata Suga


memberikan sweater miliknya pada Min-Jeong.


“Hah...tidak apa-apa aku baik-baik sa...” ucapan Min-Jeong terhenti setelah Jin memakaikan topi kumpluk pada kepala Min-Jeong.


milik Suga pada Min-Jeong.


“Terima kasih” ucap Min-Jeong menunduk sembari memegang


dadanya yang berdegub kencang.


“Aigo...gimana aku enggak jatuh hati sama mereka, mereka


baik banget...” batin Min-Jeong memerah pipinya.


“Duh...kamu kedinginan banget ya?” J-Hope tiba-tiba saja


sudah memegang kedua pipi Min-Jeong.


Jedarrrrr...


“Argghhhhh...tampan sekali J-Hope oppa dari dekat” teriak


Min-Jeong dalam hati frustasi dengan keadaannya sekarang ini.


“Hyung...jangan membuat dia kaget begitu dong!” Tegur


Taehyung menarik perlahan tangan J-Hope dari pipi Min-Jeong.”Kamu baik-baik


saja?” Tanya Taehyung.


Min-Jeong mengangguk cepat.


“Ini...balasan untuk krim yang tadi” kata Taehyung


memberikan coklat kaleng panas.


“Terima kasih semuanya...kalian baik sekali...hiks” ucap


Min-Jeong sembari menghapus air mata yang mengalir di kedua pipinya.


“Hahaha...sama-sama” tawa keempat member BTS.


“Ada apa ini? Seru sekali kalian?” Teriak Rm sembari


berjalan menghampiri mereka berlima.


“Apa kami ketinggalan sesuatu?” Tanya Jimin tertawa


kecil.


“Apa-apaan sih kau Jimin” Jin memiting kepala Jimin.


“Hahaha...hyung...tega sekali kau!” Tawa Jimin.


“Pada dasarnya mereka memang orang-orang baik, tidak


sia-sia bagiku cuti kuliah dan menjadi staf sementara disini, aku bahagia


semakin bahagia setelah dan sebelum berada disini, mengenal mereka sebagai


idola ku adalah sebuah anugerah dan juga keberkahan karena mereka adalah para


malaikat tanpa sayap...setidaknya bagiku mereka seperti itu” Min-Jeong


memandangi wajah satu persatu para member BTS yang masih asyik bercanda.


“Jimin hyung...”Panggil Jungkook sembari berlari.


“Duh gawat!” Gumam Min-Jeong.”Terima kasih sekali lagi,


aku permisi” kata Min-Jeong menunduk hormat lalu berlari kencang melewati


Jungkook.


“Dia kenapa?” Tanya Taehyung.


“Mana  aku tau!”


Kata Suga.


Jimin tersenyum langsung menggandeng lengan Jungkook lalu


berbisik.”Aku rasa Kim Min Jeong menyukaimu”


“Apa???” Jungkook melotot terkejut.


“Apa?” Tanya kelima hyung nya pada Jungkook.


“Tidak ada apa-apa” jawab Jimin terkikik geli.


“Apa benar Min-Jeong menyukaiku?” Batin Jungkook


memblusing malu.


Keesokan paginya, para staf mempersiapkan keberangkatan


member BTS menuju lokasi pemotretan, jadwal para member memang sangat padat


setelah melewati masa liburan karena sudah bekerja keras selama ini, jadi


mereka diberikan waktu berlibur bersama keluarga mereka masing-masing.


Pemotretan kali ini akan dilaksanakan di studio BIG HIT ENTERTAIMENT, tema kali


ini ialah para pangeran tampan, mereka akan memakai pakaian pangeran untuk


konsep baru perdana mereka come back, ya...tak salah memang mereka dikatakan


sebagai pangeran karena memang benar mereka bak seperti pangeran negri dongeng,


tak satupun dari mereka yang tak berwajah tampan bukan, justru mereka bertujuh


sangat tampan. Benar gak para ARMY.


Tidak butuh waktu lama rombongan tiba di tempat


pemotretan, semua sibuk dengan tugas mereka masing-masing tak terkecuali


Min-Jeong yang menyiapkan pakaian untuk para member, di saat ia sudah


menyelesaikan tugasnya, seorang staf meminta ia membawakan pedang yang menjadi


properti pemotretan.


“Tolong berikan pada satu persatu pada para member ya”


titah staf pria pada Min-Jeong.


“Iya pak...” sahut Min-Jeong.


Pertama ia memberikan pada RM, lancar jaya, berikutnya,


Suga, Jin, J-hope, Jimin, Taehyung, selanjutnya ia memberikan pedang tersebut


pada Jungkook, disini seperti biasa ia akan langsung kabur begitu Jungkook


menatap dirinya.


Grepp...


Jungkook menarik tangan kanan Min-Jeong lalu menariknya.


Brughhh...


Tanpa sadar sudah berada di posisi yang menyulitkan bagi


Min-Jeong. Dia dan Jungkook sangat dekat sampai Min-Jeong menahan nafas saking


terkejutnya.


“Apa aku tampan?” Tanya Jungkook malu-malu.


“Iya...eh...iya...kamu sangat tampan oppa” jawab


Min-jeong segera menarik diri dari Jungkook.


“Lalu...” Jungkook menatap tajam pada Min-Jeong sembari


berjalan menghampiri Min-Jeong yang melangkah mundur.


“Duh...matanya itu loh...siapa yang enggak khilaf?” Batin


Min-Jeong.


Glekk...


Susah payah Min-Jeong menelan slavina saat Jungkook


menunduk mendekati wajahnya.


“Lalu...kenapa kamu selalu berlari begitu melihatku?”


Tanya Jungkook.


“Ah...itu...karena...karena...”Min-Jeong terus mundur


sampai ke ujung tembok.


“Duh...gimana nih?” Batin Min-Jeong bingung. Ia melihat


kesekeliling lalu nampak J-Hope seperti sedang mencari sesuatu.”Hahh...maaf


oppa, sepertinya J-Hope oppa membutuhkan bantuan, aku pergi dulu ya” kata


Min-Jeong segera berlari kencang.


“Sebenarnya, aku salah apa ya?” Tanya Jungkook dalam


hati.


>>>>to be continued<<<<