Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
16



Keesokan harinya...


Di parkiran basement, Min-Jeong ragu-ragu untuk melangkah ke sebuah mobil mewah pabrikan Italia, Ferrari 458 dengan kisaran harga 3,7 milyar, mobil ini juga cukup ikonik di segmen produk Ferrari. Kembali pada Min-Jeong yang masih berusaha untuk melangkah ke arah mobil Kim Taehyung, dengan langkah tertatih ia mencoba melanjutkan langkah demi langkah, sampai akhirnya Taehyung tidak sabar melihat Min-Jeong yang tak kunjung memasuki mobilnya.


“Ck...sedang apa dia disana?!” Kata Taehyung menggerutu sembari keluar dari dalam mobil.


“Lama sekali! Ayo!!!” Taehyung menarik paksa pergelangan tangan Min-Jeong.


Cklekkk...brughhh...klapppp...setttt...


Dengan cekatan Taehyung mendudukan Min-Jeong ke kursi penumpang lalu masuk ke dalam mobil, ia memasang seatbelt pada kursi penumpang dan juga memasangnya untuk dirinya sendiri.


“Sudah siap! Ayo!!!” Seru Taehyung mulai mengendarai mobil mewahnya itu.


Dalam perjalanan entah menuju kemana, Taehyung hanya fokus menyetir sementara Min-Jeong fokus memandang pahatan tangan Tuhan, yaitu wajah sempurna dari seorang V BTS, ia masih tidak percaya jika ia kini sedang berada di dalam mobil V BTS, seorang V yang selama ini hanya ia lihat di balik layar ponsel dan dari kejauhan saat menyaksikan penampilannya di atas panggung konser.


“Tidak ada cacat sama sekali, bahkan tanpa make up, dia masih terlihat sangat tampan” gumam Min-Jeong dengan suara pelan.


“Terima kasih” ucap Taehyung malu-malu.


“Oh...my God, oppa punya pendengaran yang sangat baik ya” pekik Min-Jeong.


“Jangan terus memujiku...aku jadi sangat malu...” kata Taehyung menutup mulutnya dengan tangan kanan.


“Hahaha...imutnya...” tawa Min-Jeong tanpa sadar mencubit gemas pipi kanan V BTS.


“Min-Jeong!” Teriak Taehyung.


“Maaf...” ucap Min-Jeong menarik kembali tangannya.


“Kita sudah sampai...iya...kita sudah sampai...hehehe” kata Taehyung nyengir kuda lalu keluar dari dalam mobil.”Hahhh...baru kali ini aku begini...hufffttt...” batin Taehyung.


“Cih...apa harus berteriak segala! Dasar aneh!” Gerutu Min-Jeong namun tersenyum melihat tingkah imut dari Kim Taehyung.


Di sebuah Mall, Taehyung dan Min-Jeong berjalan beriringan namun dengan jarak yang cukup jauh, penutup wajah seperti masker tidak lupa mereka kenakan, Min-Jeong juga memakai topi dan membiarkan rambutnya tergerai indah guna untuk menutupi wajahnya dari sorot kamera yang bisa saja ada disana, Taehyung juga memakai pakaian yang tertutup juga topeng wajah dan topi, ya...bagaimanapun mereka menutupi pasti ada saja yang mengenali personil BTS, baik Taehyung dan yang lain, pasti ada yang bisa mengenali wajah mereka walaupun mereka susah payah menutupinya.


“Apa anda V BTS?” Tanya salah satu pengunjung Mall pada Taehyung.


Taehyung hanya menggeleng seraya menarik lengan baju Min-Jeong.


“Maaf...pacarku ini memang terlihat mirip V kalau memakai masker, maaf ya...” kata Min-Jeong menarik lengan kanan Taehyung lalu pergi menjauh.


“Haishhh...makanya kalau punya muka jangan ganteng-ganteng banget!” Gerutu Min-Jeong sembari masuk ke dalam toko baju.


Greppp


Bruggghhhh


Taehyung menarik lengan Min-Jeong sedikit agak kasar sampai Min-Jeong berada di pelukannya.


“Apa menurutmu, aku ini...ehemmm...tampan?” Tanya Taehyung malu-malu.


“Hahhh...oppa demam?” Tanya balik Min-Jeong sembari menaruh tangannya di kening Taehyung.”Tidak demam...tapi kenapa oppa mengigau ya?” Gumam Min-Jeong.


“Sudahlah...hahhhh...apa yang ku harapkan dari gadis polos sepertimu...” kata Taehyung lalu berjalan mendahului Min-Jeong.


“Maksud oppa apa ya???” Min-Jeong menatap bingung pada Taehyung yang membelakangi dirinya.


“Dia menyukaimu bodoh!” Bisik suara pria pada Min-Jeong.


“Oh...dia suka aku...apaaaaaaa????” Min-Jeong berteriak lalu menoleh.


“Aku harus menjaga gadisku baik-baik kan?” Kata pria itu lagi sembari membuka masker lalu mengedipkan sebelah mata.


“Suga oppa!!!” Desis Min-Jeong dengan suara sangat amat rendah.


“Bagaimana bisa oppa disini? Bagaimana kalau ada yang mengenali oppa?” Tanya Min-Jeong panik menoleh ke kanan dan ke kiri.


“Sudah...kau temui Taehyung, aku akan mengawasi kalian dari jauh! Sana!!!” Suga mendorong pelan punggung Min-Jeong.”Pergilah...” titah Suga.


Min-Jeong mengangguk cepat lalu berlari ke arah Taehyung yang sedang memilih baju wanita. Hampir saja sampai, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seorang gadis yang berlarian bersama teman-temannya, Min-Jeong memejamkan kedua mata karena ia pikir akan terjatuh namun...


Grepppp


“Kau baik-baik saja?” Tanya Taehyung menahan pinggang ramping milik Min-Jeong.


“Iya...terima kasih...” jawab Min-Jeong buru-buru menyingkir.


Deg


Deg


Deg


“Oppa sakit? Kok wajah oppa memerah, apa sakit yang kemarin masih terasa?” Tanya Min-Jeong beruntun.


“Otakmu nyangkut dimana sih Min-Jeong! Aku benar-benar geram padamu...huhhh!!!” Taehyung meninju keningnya sendiri.


“Eh...aku hanya khawatir” kata Min-Jeong lalu memilih baju.


“Oppa...bagaimana yang ini?” Tanya Min-Jeong menunjukan setelan jins dengan kaus menggantung dan celana jins robek-robek sampai dekat paha.


“Bagus! Tapi jangan di pakai sekarang ya!” Jawab Taehyung tersipu malu.


“Loh...bukankah kita membeli ini untuk teman oppa?” Tanya Min-Jeong bingung.


“Iyaa...temanku adalah kamu, lagipula aku belum mengucapkan terima kasih karena kau sudah merawatku” jawab Taehyung memblushing malu.


“Oh...kenapaaaa???” Min-Jeong berkata “OH” namun memekik di akhir kalimat.”Wah...hebat sekali aku bisa menjadi temanmu” kata Min-Jeong loncat-loncat kegirangan.


Grepppp


Taehyung menarik lengan kanan Min-Jeong, ia langsung membuat adegan bak di drama Korea, yaitu membuat posisi laksanakan tuan putri dan sang pangeran berdansa.


Deg


Deg


Deg


Jantung Taehyung berdegub kencang, seakan ada ribuan kupu-kupu dan ribuan bunga di hatinya saat ini.


Glekkk


Taehyung menelan kasar slavinanya sebelum ia mengajukan pertanyaan.”Kau sebahagia itu menjadi temanku?”


“Oppa...kita harus makan Ttoebokki!!!” Seru Min-Jeong sembari menyingkirkan tangan Taehyung dari pinggangnya lalu meraih tangan itu kembali.”Ayo!!! Kita bayar ini dulu!” Seru Min-Jeong menarik paksa tangan Taehyung.


“Aishhh...aku sudah menurunkan harga diriku namun tetap saja ia tidak peka...hiks” kata Taehyung dalam hati.


“Terima kasih...” ucap Min-Jeong pada pelayan toko.


“Sama-sama...pacarmu sangat tampan nona...” sahut nona pelayan sembari melirik V yang mengambil kembali blackcard miliknya.


“Dia bukan pa..aa.a.....euuummmmm...” Taehyung membungkam mulut Min-Jeong dengan tangan kanan, sebelum sempat Min-Jeong menyelesaikan kata-katanya.


“Terima kasih...pacarku agak pemalu...kami permisi” kata Taehyung lalu pergi dengan masih membungkam mulut Min-Jeong.


Tiba mereka di parkiran basement Mall, mereka kembali menaiki mobil milik Taehyung. Sesudah masuk ke dalam mobil, Min-Jeong menatap tajam Kim Taehyung.


“Apa???” Tanya Taehyung seraya menyalakan mesin mobil.


“Hufff...Taehyung oppaaaaaaaa!!!!” Min-Jeong meniup poni depan lalu berteriak kencang.


“Astaga!!! Kaget!!!” Pekik Taehyung melotot pada Min-Jeong.


“Oppa kenapa tidak mengelak saat pelayan tadi bilang bahwa oppa adalah pacarku? Memangnya oppa tidak keberatan jika di anggap pacarku? Dan lagi ya oppa, kalau gadis yang oppa taksir tahu akan hal ini, apa oppa tidak takut dia cemburu?” Min-Jeong terus mengoceh kesal.


“Gadis yang ku suka adalah kamu bodoh!” Kata Taehyung geleng-geleng kepala.


“Oh...oppa suka aku...” kata Min-Jeong menganggukan kepala beberapa kali.


Lalu...


“Apa??? Kenapa???” Tanya Min-Jeong berteriak kebingungan.


“Entahlah...aku juga tidak tahu, kenapa aku suka kamu?” Jawab Taehyung santai.


“Cih...tadi bilang aku adalah teman oppa sekarang oppa bilang suka padaku, mungkin sebentar lagi oppa akan melamarku...ck...” Min-Jeong menggeleng lalu membuang muka ke samping jendela mobil.


“Haissshhhh...kau ini!!!” Taehyung geram langsung memeluk Min-Jeong.


“Taehyung oppa...” desis Min-Jeong.


“Aku suka kamu...terserah padamu, aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku karena aku tahu, yang kau suka adalah Jungkook” kata Taehyung lalu melepaskan pelukan hangat tersebut.


To be continued