
RM memandang kepergian Suga dengan wajah kebingungan, apa hubungannya mengambil makanan untuk Taehyung dengan Minjun, walaupun binggung namun RM enggan mempertanyakannya, ia kembali melangkah menuju kamar pribadinya, setelah mandi dan berganti pakaian, RM pergi ke dapur guna melihat apa yang dimasak oleh Suga untuk sarapan pagi, setibanya ia disana, suasana mencekam tiba-tiba saja sangat terasa, ia melihat wajah Suga yang nampak seperti sedang kesal, Jin sebagai hyung tertua tidak berani menanyakan mengapa Suga marah atau siapa yang membuat Suga marah? Jin hanya membantu Suga menyiapkan sarapan pagi, sarapan pagi hari ini adalah sayur sawi bening, kimchi dan daging tumis saus hitam, semua menu ini dimasak oleh Suga dan juga Jin, setelah semua menu siap, mereka berenam pun mulai sarapan pagi. Suga lebih dulu selesai makan langsung mengambil makanan untuk dibawa ke kamar Taehyung. Jungkook ikut bersama Suga menolong membawakan air minum untuk Taehyung dan juga Min-Jeong.
“Min-Jeong kemana?” Tanya Suga pada Taehyung yang sudah asik dengan gadget miliknya.
“Mandi” jawab Taehyung.
“Mandi dimana?” Tanya Jungkook melirik kesana-kemari.
“Hahhh...mandi di kamarnya lah, masa mandi di sini? Aishhh...” jawab Taehyung kesal.
“Ini makanlah...” kata Suga lalu menyuapi Taehyung.
Sementara Min-Jeong sudah selesai membersihkan diri, ia pun pergi menuju minimarket terdekat, tanpa ia sadari ada yang mengikutinya sedari tadi, setelah berbelanja untuk sarapan pagi, Min-Jeong menemui Minjun, di taman biasa mereka bertemu, Min-Jeong mengajak Minjun untuk sarapan pagi.
“Wahhh...kimbab tuna, aku sangat suka ini!” Seru Minjun senang.
“Enak kan?” Min-Jeong makan dengan lahap.
“Hm...enak....” kata Minjun.
“Minjun oppa, jadwal hari ini kita akan kemana?” Tanya Min-Jeong.
“Hmm...menghadiri Acara Gramy Awards di salah satu stasiun televisi dan ada jadwal manggung juga di berbagai stasiun televisi, oh ya...ada Acara Radio juga yang memanggil mereka untuk wawancara” jawab Minjun secara detail.
“Hm...jadi kita pasti sangat-sangat sibuk ya...” kata Min-Jeong.
“Begitulah...” sahut Minjun.
“Kau sudah selesai?” Tanya Minjun.
“Belum...” jawab Min-Jeong.
“Aku masih ada pekerjaan, aku duluan ya...” pamit Minjun.
“Okay oppa...selamat bekerja...” sahut Min-Jeong tersenyum pada Minjun.
“Iya...makan dengan perlahan, aku kerja dulu ya...” Minjun mengecup pucuk kepala Min-Jeong kemudian ia pun pergi.
“Hyung...kenapa kita mengintip begini sih?” Bisik Jimin.
“Sudah diam! Ssttt...” kata RM pelan.
“Aishhh...daripada mengintip, lebih baik kita menghampiri Min-Jeong” kata Jimin langsung keluar dari tempat persembunyian mereka.
“Min-Jeong!!!” Teriak Jimin memanggil Min-Jeong.
“Jimin oppaaaa...” sahut Min-Jeong melambaikan tangan.
Jimin mengingat kembali ulah RM yang memaksa ia membututi Min-Jeong, aneh menurutnya jika ia membututi Min-Jeong, toh tidak ada yang special dari tindakan Min-Jeong.
“Aishhh...Namjoon hyung...buat aku malu saja” gumam Jimin geram.
“Jimin oppa sudah sarapan?” Tanya Min-Jeong.
“Tidak...” jawab Min-Jeong merasa bersalah karena sudah berbohong.
Tiga jam yang lalu...
“Minjun oppa!” Min-Jeong melambaikan tangan memanggil Minjun.
“Iya...” sahut Minjun.
Min-Jeong berlari ke arah Minjun namun ia tak tahu jika Suga juga berada disana, begitu ia sampai di hadapan Minjun pun, ia masih tidak menyadari Suga yang terus menatapnya dengan tatapan tajam setajam pisau dapur.
“Oppa...aku lapar...” rengek Min-Jeong.
“Haruskah aku memberi pacarku ini makan?” Tanya Minjun mengacak-acak rambut depan Min-Jeong.
“Ayo kita beli sesuatu! Aku lapar...sangat lapar...” kata Min-Jeong manja.
“Hm...pacarku lapar karena semalaman menjaga pria lain, aishhh...aku benar-benar kecewa dan sakit hati!” Kata Minjun seraya memegang dadanya.
“Aish...dasar kau...pencee....mmm...buru...Suga oppa!” Min-Jeong berkata sembari melirik ke sebelah kiri lalu tersentak melihat Suga.
“Bermesraanlah di tempat lain! Jangan sampai aku melihat kejadian ini lagi!” Kata Suga datar lalu pergi.
“Minjun oppa...” Min-Jeong menoleh pada Minjun.
“Hahh...dia menanyakan perihal hubungan kita, aku menjawab sejujur-jujurnya, tapi ia justru menantangku, bahwa ia bisa merebutmu kapan saja, aku marah dan hampir saja memukulnya” kata Minjun mendesah kesal.
“Jika kau berani memukul Suga oppa, aku akan membalasmu 10 kali lipat! Paham!!!” Kata Min-Jeong mengepalkan tangan kanan ke wajah Minjun.
“Aish...kau membuatku tambah kesal!!!” Kata Minjun marah.
“Sudahlah...kita pergi beli makan saja ya...aku lapar...eummmm...” kata Min-Jeong kembali ke mood manja.
“Aisshhhh...kau memang tak terkalahkan Min-Jeong!” Kata Minjun menutup mata dengan tangan kiri lalu meraih tangan Min-Jeong.”Ayo!!! Kita makan!” Kata Minjun tersenyum merangkul bahu kiri Min-Jeong.
“Ayo!!!” Seru Min-Jeong.
“Hahhh...sementara, jangan sampai member yang lain tahu kita pacaran ya” kata Minjun.
“Kenapa???” Tanya Min-Jeong cemberut.
“Aku akan menang jika lawanku satu orang tapi tujuh orang jumlah yang lumayan banyak, aku ingin menikahimu bukan meninggal di tanganmu, paham!” Jawab Minjun.
“Mereka tidak akan membunuhmu oppa...hehehe...lagi pula...aku tahu, mereka adalah malaikat tak bersayap jangankan pada orang yang baik pada mereka yang jahat pada mereka saja, mereka tidak pernah membalasnya, itulah yang membuatku mencintai mereka selama 7 tahun lebih” kata Minjun tersenyum mengenang perbuatan baik yang dilakukan oleh para member BTS.
“Iya...tapi...aku rasa, demi menjaga perasaan mereka, lebih baik hubungan kita disembunyikan saja” kata Minjun.
“Baiklah...aku mengerti!” Sahut Min-Jeong.
Flashback berakhir.
To be continued