Bts And Fan Girl

Bts And Fan Girl
18



J-Hope



RM



Suga



Jimin



Jungkook



Jin



V



Nah...segitu dulu ya foto-foto mereka, ini aku lanjut lagi ya...




*****


Sebulan kemudian...


“Min-Jeong, bangunkan RM ya...” titah staf pria pada Min-Jeong.


“Baik” sahut Min-Jeong berlari menuju kamar RM.


Greppp


Brughhh


Seseorang menarik pergelangan tangan Min-Jeong lalu menubrukan punggung Min-Jeong sedikit agak kasar.


“Ssttt...” pria yang menarik tangan Min-Jeong itu tersenyum.


“Ck...dasar!” Min-Jeong membalas senyuman pria itu.


“Biar aku saja yang membangunkan RM, kau makan ini!”


“Suga oppa, tapi...nanti...”


“Aku yang bertanggung jawab, kau makan dulu, semalam kau tidak makan malam dengan benar” kata pria yang menarik Min-Jeong itu yang ternyata Suga BTS.


“Baiklah...” kata Min-Jeong pasrah.


“Gadis pintar” puji Suga lalu mengecup lembut pucuk kepala Min-Jeong.”Sudah...sana makan!” Suga tersenyum manis lalu pergi.


“Hmm...” Min-Jeong tersenyum menatap punggung Suga dari kejauhan.


Deg


Deg


Deg


“Aishhh...bagaimana bisa tidak jatuh cinta, jika begini caramu memperlakukan aku oppa...hiks” Min-Jeong meratukan kepalanya sendiri ke dinding sebelum ia kembali ke tempat ia bekerja.


Sementara di kamar RM, RM nampak gelisah, ia berbaring ke kanan dan ke kiri, Suga yang masuk ke kamar RM mencoba membangunkan RM.


“Namjoon...ayo bangun!” Suga mengguncang pelan tubuh RM.


“Min-Jeooongggg!!!” Teriak RM tanpa sadar.


“Min-Jeong?” Suga melirik tajam pada RM.


“Hahh...maaf...aku mimpi buruk” kata RM menunduk.


“Okay...sudahlah, ayo kita harus syuting hari ini” kata Suga datar.


“Hyung” panggil RM.


“Kenapa?” Tanya Suga.


“Min-Jeong baik-baik saja?” Tanya RM.


“Hmm” jawab Suga mengangguk beberapa kali seraya berlalu pergi.


Di ruangan yang berbeda, Min-Jeong dan para staf yang lain sudah selesai mempersiapkan acara RUN BTS, Min-Jeong membereskan sisa pekerjaan yang lain, di temani oleh J-Hope dan juga Jimin. Jimin membantu Min-Jeong membersihkan sampah-sampah yang berserakan, J-Hope juga membantu Min-Jeong menyusun botol air mineral.


“Sudah selesai, terima kasih Jimin oppa...Ho-Seok oppa” kata Min-Jeong menunduk hormat.


“Hahaha...memang sangat imut!” Tawa Jimin sembari menyingkar J-Hope dari hadapan Min-Jeong.


“Apa yang kau lakukan Jimin?” Tanya J-Hope kesal.


“Apa???” Tanya balik Jimin meledek J-Hope.


“Awas kau!!!” J-Hope hendak memiting Jimin namun sayang sekali Jimin menghindar lalu bersembunyi di balik punggung Min-Jeong.


“Sini kau!” J-Hope mencoba meraih Jimin.


“Hehehe, kalian seperti anak-anak saja” tawa Min-Jeong.


“Hahaha...Min-Jeong, hyung membuli aku, hiks” Jimin tertawa seraya merengek pada Min-Jeong.


“Kau yang lebih dulu nakal Jimin!!!” Sentak J-Hope.


“Hahaha...sudah ya...” Min-Jeong tertawa sembari meraih tangan J-Hope dan Jimin.”Ayo istirahat!” Ajak Min-Jeong kemudian.


J-Hope dan Jimin sama-sama bersemu malu.


“Gadis ini...sungguh membuat resah” kata hati Jimin dan J-Hope.


Min-Jeong duduk di sofa panjang dengan di apit oleh Jimin di sisi kanan dan J-Hope di sisi sebelah kiri, ia membuka kotak makan pemberian dari Suga, ia tak lupa memberi sedikit untuk Jimin dan juga J-Hope, mereka bertiga makan dengan lahap, selesai makan, J-Hope dan Jimin sibuk dengan ponsel mereka, sementara Min-Jeong pergi keluar, ia ingin membeli sesuatu untuk Suga, di minimarket yang tak jauh dari Apartemen, Min-Jeong berjalan dengan perasaan riang gembira.


Setelah membeli dua susu dan dua bungkus kimbab, ia kembali ke Apartemen, tak berselang lama ia berjalan keluar dari minimarket, sekelompok remaja mengepung dirinya.


“Kalian siapa?” Tanya Min-Jeong.


“Kau yang merayu oppa kami?” Tanya balik gadis remaja pada Min-Jeong.


“Iya...oppa yang mana?” Min-Jeong menatap bingung pada gadis itu.


Salah satu segerombolan gadis SMA itu langsung menjambak rambut panjang Min-Jeong.


“Arghhh...auchhh...sakiiitt...” teriak Min-Jeong kesakitan.


“Tinggalkan oppa kami atau kami akan menghancurkan wajahmu yang pas-pasan ini!” Ancam gadis yang menjambak rambut Min-Jeong.


“Siapa oppa kalian? Aku tidak tahu” kata Min-Jeong sembari menahan tangan gadis yang satunya lagi.


Brughhhh


Gadis yang lain mendorong Min-Jeong sampai terbentur ke tiang listrik.


“Hajar dia!!!” Seru gadis yang menjambak Min-Jeong.


Bugh...bugh...plakk...plakkk...bughhh...bughhh...


Sekelompok remaja itu mengeroyok Min-Jeong, menampak, menendang, meninju sampai beberapa bagian wajah dan kening Min-Jeong mengeluarkan darah segar.


Sementara di lokasi syuting RUN BTS...


Brakkk


Pak Direktur BIG HIT datang langsung mendobrak masuk, padahal syuting sedang berlangsung.


“Suga!!!” Panggil pak Direktur.


“Iya...ada apa pak?” Sahut Suga menghampiri pak Direktur.


“Dimana Min-Jeong?” Tanya pak Direktur panik.


“Ada apa ini pak?” Tanya Taehyung ikut nimbrung.


“Aku tanya dimana Min-Jeong?” Pak Direktur berteriak geram.


“Dia...” Suga bingung harus jawab apa karena ia sendiri tak tahu, dimana Min-Jeong berada?.


“Dia sedang keluar pak” jawab salah satu staf bagian make up.


“Hahhh...Suga, cari Min-Jeong, foto dia dan kau bersama di sebuah kedai menyebar luas di internet, dia dalam bahaya!” Pekik pak Direktur panik.


“Apaa???” Kali ini RM yang berteriak.”Hyung...cari dia, cepatlah, aku bermimpi buruk tentang dia, aku bermimpi dia mati bersimbah darah”


Deg


“Min-Jeong!” Desis Suga melotot kemudian ia segera berlari mencari Min-Jeong.


Suga berlari kesana kemari, ia lupa memakai masker penutup wajah, saking panik dan takut terjadi sesuatu pada Min-Jeong. Ia berlari ke arah Minimarket, tak jauh dari sana ia melihat segerombolan gadis SMA keluar dari gang sembari tersenyum. Suga menunggu segerombloan gadis itu pergi lalu ia berlari ke arah gang tersebut. Kaki Suga terasa mati rasa mendapati Min-Jeong terkulai lemah bersimbah darah. Dengan langkah gontay, ia menghampiri Min-Jeong lalu mengangkat tubuh Min-Jeong dari batas kepala sampai pinggang.


“Hiks...Min-Jeong...hiks...buka matamu, ku mohon!” Suga menangis mengguncang tubuh Min-Jeong.


“Eughh...oppa...sarange” racau Min-Jeong sembari membelai pipi kanan Suga.


“Tidak...Min-Jeooongggggggg!!!!” Teriak Suga begitu tangan Min-Jeong terjatuh.


Suga menggendong Min-Jeong, di taruh Min-Jeong di belakang punggungnya, setelah itu ia berlari kencang menuju rumah sakit terdekat.


“Maaf...maafkan aku Min-Jeong...hiks” kata Suga dalam hati.


To be continued