Bloody Heart

Bloody Heart
Dunia sempit



Washington DC


David yang terbangun karna cahaya matahari yang menyilaukanya. menggeserkan lengan nya yang kekar itu ke sampinnya berusaha untuk memeluk seseorang namun David menyadari jika tidak ada orang di ranjang nya itu.


Membuka matanya perlahan dan melihat wanita yang sexy menghabiskan malamnya itu hingga membuatnya sangat puas sudah tidak ada lagi di ranjang itu.


Mengambil handuk tanpa membersihkan badanya terlebih dahulu keluar membuka pintu kamarnya. seluruh pelayan yang berada di ruangan itu dibuat terkejut karna pemandangan yang sangat sexy itu bagaimana tidak tubuh kekar perut yang abs tidak tertutupi oleh baju yang seperti roti sobek terpampang jelas dihadapan mereka,


David bertanya pada seluruh pelayanya itu dengan raut wajah menahan amarahnya itu membuat seluruh pelayanya tertunduk takut.


"Dimana wanitaku, ??? "


"Jawab!!! jika aku bertanya,! "


Seorang kepala pelayan disitu unty Renata, tetua disitu sudah dianggap seperti bibinya sendiri bagi David, dan David pun menghormati unty Renata itu. unty Renata keluar dari ruangannya dan membuka suaranya,


"Apa begitu caramu bertanya padaku David,?"


Melihat unty nya keluar dari ruangan dan bertanya seperti itu pada dirinya membuat David kehilangan kata,


"Bukan begitu maksudku unty. arghhhh aku mencari wanitaku kemana dia pergi,?"


"Wanita yang bernama Gia Luitz sudah pergi pada pukul tujuh pagi tadi, dan dia tidak bilang kemana tujuan hanya mengatakan jika dia sedang terburu buru karna pekerjaannya."


David pun bergegas membersihkan badanya dan menyuruh asistennya James untuk cepat menemukan wanitanya itu.


"Gia Luitz dimana kau wanitaku."



Hanya beberapa menit untuk mencari identitas dan keberadaan Gia oleh James,


"Mr.Shaw, Ms. Gia sedang berada di Paris karna urusan bisnis,"


"Apa pekerjaannya,?"


"Ms.Luitz menjadi direktur utama di perusahaan A Group Company, dan menjadi sekretaris pribadi Ms. Steell,"


"Dia bekerja di Perusahaan Anna,? "


"Yes sir."


David menyenderkan kepalanya di kursi dan membatin didalam hatinya


"Ternyata dunia ini sempit."


Ya David mengenal Anna dulu dirinya pernah menjadi salah satu investor di perusahaan tersebut. dimulai dengan pertemuan meeting yang membuat David harus sering bertemu dengan Anna. timbul perasaan ingin memiliki wanita tersebut,berbagai cara yang telah dilakukan untuk menaklukan Anna namun Anna tak sedikit pun merespon olehnya.wanita itu sangat sulit untuk dimiliki,


Namun setelah menemukan Gia ada rasa yang lain dengan perasaannya. Gia membuatnya mampu membuka hatinya kembali.segera menghubungi wanitanya dengan rasa kerinduan yang mendalam David mencoba menelfon wanitanya itu namun tidak ada respon darinya.


Tokyo Japanese


Operasi telah memakan waktu 5 jam seluruh ruangan begitu mencekam para perawat tengah sibuk memainkan tangannya yang lincah untuk dokternya itu.


"Kau sentuh apa? apa yang barusan kau lakukan,?"


Dwyne teriak kepada asisten nya itu.


"Kita perlu dekompresi jarum, ambilkan jarum 14"


"Siapkan Alat pacu jantungnya. daya siap? hitung mundur tiga, dua, satu,"


"Naik kan dayanya. hitung mundur tiga, dua, satu,"


"Tekanan darah dan denyut kembali normal dokter,"


"Itu berarti pasien sudah stabil, kau selesaikan ini."


Dwyne keluar dari ruangan operasi dan membuka seluruh pakaian bedahnya. berjalan keluar dan dihampiri oleh Keluarga pasien tersebut,


"Dokter Dwyne, Apa, bagaimana apakah operasinya berjalan dengan lancar,?"


"Mrs.Smith putra anda baik baik saja, silahkan tunggu jika pasien sudah siuman karna pengaruh bius anestesi yang masih berjalan, saya permisi,"


"Arigato hakase, aku sangat berhutang padamu."


Dwyne berjalan keruanganya sebagai Presdir pemilik RS di Tokyo yang terbesar. melihat asisten nya itu sudah menunggu dirinya dirungan itu sambil berdiri menghadap meja nya. Dwyne terus saja berjalan dan duduk dengan santai raut wajahnya yang tampak amarah.


"Jika tangan mu lambat maka kau potong saja. dan jika otakmu tumpul sebaiknya kau tahu diri. dan lepaskan jas mu yang berwarna putih itu. kau fikir dengan siapa yang diatasmu aku bisa tunduk dengan mu? jika kau ingin tetap mengenakan jas mu itu maka stay **** out my way."


Lana asisten dokter Dwyne yang tidak pernah dirinya anggap itu harus menjadikan asisten dokter ternama itu karna scandal politik dengan seseorang Presiden Dmitry Boris Rusia lana adalah putri dari Presiden.


Lana pergi dengan wajah yang menahan amarahnya itu ya dirinya ingin sekali menjadi dokter namun gagal karna tidak terampil dibidang itumencoba membujuk ayahnya agar menjadikan dirinya dokter terkenal.



Dwyne yang profesinya sebagai Dokter Ahli bedah memiliki RS ternama di seluruh Asia, eropa dan Amerika kecerdasan nya yang diluar nalar itu membuat dirinya menjadi satu satu nya dokter yang terkaya dirinya tercatat menjadi orang terkaya nomor 5 didunia. Dokter yang tidak pernah gagal untuk mengurusi para pasiennya itu.


Tampak Dwyne dengan para bodyguard nya itu mengiringinya jalan dengan sangat ketat. wanita itu menuju negara Moskow Rusia.