Bloody Heart

Bloody Heart
Prince



"Turunkan aku!!! " Anna memukul pelan bahu Pria itu namun tidak ada respon dari Ellano. pramugari menyapa mereka dengan tersenyum melihat aksi Yang dilakukan bossnya itu,


Menurunkan wanitanya dengan perlahan ke tempat duduk dengan wajah tanpa merasa bersalah tersenyum kepada Anna "Aku sudah menurunkan mu baby dan kita akan segera berangkat, " Anna menyandarkan dirinya ke kursi dan memejamkan matanya karna buat apa berdebat toh dirinya juga sudah kalah


Ell duduk dihadapannya merasa menang karna sudah berhasil membuat Anna diam tidak berkutik.


Pov


Setelah mengantarkan Anna ke hotel Ell segera menyuruh Taylor untuk mendapatkan informasi kegiatan Anna selama di Dubai namun informasi yang dia dapatkan jika Anna akan segera flight ke Washington besok pagi. Ell tidak ingin kejadian yang kedua kalinya itu ditinggal pergi oleh wanitanya.mencoba menghubungi Gia sekretaris kepercayaan Anna,


"Selamat malam Mr. Scott ada apa anda menghubungi saya?" Gia yang tengah sibuk makan malam bersama para investor bossnya itu,


"Bisakah kau sedikit membantuku agar membatalkan penerbangannya?" Gia sudah bisa menebak jika Ell akan flight bersama sahabatnya itu. "Look Mr. Scott jika anda menghubungi saya pada diluar jam kerja itu artinya kau sedang menghubungi sahabatnya itu berarti aku tidak seharusnya berbicara formal terhadap mu deal?


Ell yang mendengar itu memegang keningnya "Asalkan aku bersamanya," Ell menerima permintaan Gia,


"All right Anna besok akan flight pada pukul 08.00 dan jika kau meminta untuk flight bersamamu makan aku akan membatalkan jet nya,"


"Thanks Gia, " Ell mematikan telfonnya dan segera menyuruh sekretaris nya untuk mempersiapkan penerbangannya untuk besok pagi,


Dua jam berlalu


Melihat Anna yang diam dan dingin sibuk memainkan telfonnya itupun membuat Ell sangat geram "Baby apa perutmu tidak lapar? dan apa tenggorokan mu itu tidak kering,? " Dihadapan Anna telah tersedia wine dan Lunch untuk mereka,


Anna hanya menatapnya saja enggan untuk menjawab pertanyaan pria yang ada dihadapannya itu. tidak ada respon dari Anna, Ell memotong wagyu steak dengan kaviar diatasnya ingin menyuapi wanitanya itu. melihat pria dihadapannya itu sangat berusaha sekali untuk membuat dirinya membuka mulutnya terpaksa menerima suapan dari Ell.


"Bagaimana? enak,?" Anna merespon "Hm not bad," memotong daging itu sendiri dan makan dengan tenang. hingga mereka telah selesai dengan lunch. Ell disibukan dengan laptop yang ada dihadapannya meeting melalui video call Anna pun juga sama sibuknya dengan Ell memakai kacamatanya terus bermain di tab nya mengerjakan pekerjaan nya dari situ.


Waktu ditempuh perjalanan dari Dubai menuju Washington DC memakan waktu lebih 15 jam. tepat 8 jam penerbangan mereka. Ell masih sibuk dengan pekerjaannya membuat Anna terus saja memandangi pria itu.


Anna akui jika Ell memang sangat tampan badanya dirawat dengan sangat bagus apalagi Ell hanya memakai kaos kemeja yang ketat menampakan tubuh abs nya turun kebawah Anna melihat diantar ************ itu kepemilikan pria itu yang tentu saja ditebak oleh fikiran Anna sangat besar dan panjang.


"Apa kau ingin mencobanya?" Ell yang sedari tadi tak sengaja melihat Anna memperhatikan badannya itu dan tepat melihat kearah adik kebanggannya itu. Anna terkejut dan mengalihkan pandangannya "What? haha tidak tertarik,"


"Oh benarkah," Ell beranjak dari tempat duduknya menuju Kursi Anna, mendekatkan tubuhnya ke Anna berbisik ditelinga wanita itu "Tak kusangka jika kau menginginkan milikku Anna,."


Anna yang dibuat panas dingin dengan perkataan Ell berusaha untuk tetap stay cool "Bisa kau singkirkan badanmu dariku Ms. Scott,? aku sungguh lelah dan aku ingin beristirahat," Anna beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Ell menuju kamar yang telah disediakan untuk dirinya


Namun kamar itu bukan hanya untuk dirinya melainkan satu kamar bersama Ell karna Ell yang telah menyuruh seluruh pramugari untuk memasukan barang perlengkapan Anna kedalam kamarnya.


Tampak tersenyum dari raut wajah Ell karna Anna memasuki kamar mereka.


Seorang anak gadis cantik yang tengah bermain di sebuah halaman belakang menyusun sebuah balok satu persatu dan membuatnya menjadi rumah yang sangat bagus.


"Prok prok prok.. " terdengar suara tepuk tangan yang mengejutkannya Lily menoleh dan menampakan senyuman itu kearah seorang pria yang tepat dihadapannya tersenyum


"It's beautifull," Liliy tersenyum dengan gembira karna hasil kreatif nya dipuji oleh uncle kesayangannya itu "Thankyou Uncle Liam," Liam mendekati Liliy dengan memberikannya sebuah bunga mawar merah yang sangat bagus, membuat Lily terkesima melihatnya


"Owww it's my favorit flowers,i love you uncle Liam," Lily mencium pipi Liam dan meninggalkannya ingin segera meletakkan mawar itu ke wadah yang berisi air agar tidak mudah layu.


Seorang pria dari balik pintu melihat Liam dan menghampirinya "Sebegitu lengket nya Lily padamu hm," Liam yang menyadari ada kakak kandung laki-lakinya itu telah berada disana menjabat tanganya dan mereka saling berpelukan "I know becouse aku adalah uncle favoritnya" Dion mengajak Liam adiknya masuk


Kerumahnya dan bertemu dengan kakak iparnya,


"Oww you coming in,?" Rosslie menyambut adik iparnya itu dan memeluknya Liam pun membalas pelukan itu. Dion bertanya kepada adiknya itu sambil meminum bir ditangannya "Well sudah setahun kau tidak kemari, whats wrong?" Liam duduk mengalihkan pandangannya "Aku benar-benar sibuk sekali akhir-akhir ini,"


"Apa kau tidak ingin berkunjung ke kampung halamanmu? Liam melihat kakaknya itu dan mengangguk tipis "Aku akan kesana jika sudah waktu nya," Liam beranjak dari tempatnya dan pamit pergi dari rumah kakaknya itu melajukan Bugatti chironnya


Liam sempat termenung dengan ucapan Dion, bagaimana tidak sudah lama sekali dirinya tidak pulang ke negaranya mengunjungi kedua orang tuanya itu ya Liam seorang pangeran Brunei Darussalam putra kedua dari Sultan Ibrahim Shah.namun Liam enggan untuk mendapatkan gelar dirinya sebagai Pangeran karna tau dirinya akan terikat oleh sebuah pemerintah.



Liam telah sampai dikediamannya dengan seluruh pelayan menundukkan kepalanya dirinya segera membersihkan dirinya dan istirahat namun Ceaser sang asisten pribadi Liam memberitahukan bahwa Wanitanya akan tiba tepat pukul 9 malam nanti di Washington DC.


Liam yang tersenyum dengan berita yang dibawa oleh Ceaser segera bersiap untuk menjemput kedatangan Annaitu Namun Liam tidak tahu jika Anna satu pesawat dengan Ellano,


Liam tahu jika Anna sudah pergi keluar negara ketika dirinya berada di kediaman rumah Anna. secepat itu dirinya berhasil menemukan informasi jika Anna tengah berada di Dubai,


"Aku sungguh merindukannu Anna," Liam sejenak membaringkan badannya menahan kerinduan terhadap wanitanya itu


Makan malam bersama para klient pun dimulai Gia yang menggantikan posisi Anna harus terpaksa menghadiri pesta itu. berdandan dengan make-up yang natural, dress yang sungguh menampilkan dirinya cantik & elegan melihat siapapun yang memandinginya terkesima karna pesonanya,



Sembari meminum wine yang ada di tangannya itu Gia dibuat terkejut karna badanya diselimuti dengan jas oleh seorang pria yang pernah bercinta dengannya itu "Mr.shaw? sedang apa kau disini, ? " David tersenyum kearah wanitanya itu dan merangkul wanitanya agar tidak dilihati oleh pria yang sedang melirik Gia


"Apa kau tidak punya baju yang tidak kurang bahan,?" David menatap Gia dengan dalam dan mendekap badan mungil itu "Kau tidak menjawab pertanyaan ku David," David merangkul tubuh itu dan membawanya keruangan khusus untuk David yang telah disediakan oleh manager restorant tersebut


"Se.. sedang apa kau? Gia dibawa pergi oleh David dan itu membuatnya bingung "Tenanglah sayang aku hanya membuatmu jauh dari mereka yang terus saja melihat tubuhmu ini lebih tepatnya tubuh yang hanya milikku ini," David mengeratkan tanganya di pinggang Gia dan mencium bibir itu dengan sangat dalam