Bloody Heart

Bloody Heart
Dubai




Anna akan flight menuju Timur Tengah Dubai dengan jet pribadi nya.


"Please Ms.Steell."


Seorang pramugari telah menunggu agar segera masuk.


Anna bergegas masuk dan meninggalkan Pulau tersebut


Pramugari berjalan membawa troli makanan di Koridor pesawat, mengenakan seragam, sarung tangan lateks,


"Ms.Stell Here is the wine you ordered, Chateau Margaux 1787 salah satu satu wine koleksi anda,"


Pramugari itu membuka tutup botol wine dan menuangkan di gelas tersebut.


"Thank you."


"Your welcome Ms. Steell."


Anna melihat flashdisk itu di tangannya flashdisk yang berisi bukti rekening bank sebesar US$14 miliar atau sekitar Rp. 200 triliun dari mata uang britinia raya kepada wakil presiden Rusia untuk melanjutkan operasi senjata nuklir di Manhattan.


Dampak terbesar akan mengakibatkan PDIII (perang Dunia 3) untuk itu Anna sebagia Anggota MI6 dilibatkan pada tahun 1992 dalam misi operasi rahasia anggota ke Afganistan dan bekerja sama pada Andy Anggota KGB Rusia.


Namun dalam peroperasian tersebut Andy menjadi kaki tangan kepada Wakil Presiden Rusia berkhianat dengan negaranya itu satu-satunya agar misinya itu berhasil Andy memfitnah Anna dengan Mempalsukan database profil Anna membuat Anna menjadi kambing hitam mereka.


Pov


Setelah melihat pesan dari Gia Anna dibuat terkejut atas kedatangan Pablo yang masuk ke markas bersama Anak buahnya menyerahkan disk itu kepada Anna,


"Untuk ini kau kemari,"


"Ya, karna ini aku berjumpa denganmu lagi," Anna tersenyum menatap Pablo


"Jika saja kau memberiku waktu lebih mungkin kau bisa menetap lebih lama," Pablo menatap Anna dengan sangat dalam meluapkan kerinduan terdapat wanita yang pernah membuatnya bertahan hingga saat ini.


"Don't.kau akan membenciku kelak,"


Pablo tersenyum kearah Anna


"Aku akan segera pergi, mereka menungguku diluar,"


"l see you soon."


"I will,"


Pablo memeluk Anna dan mencium pipi Anna. meninggalkan pulau tersebut menuju Dubai.


.


.


.


.


.


Mr. Rebrad belum pulang dari RS karna harus menjalankan beberapa tes lagi. Melinda istrinya senantiasa menemani suaminya itu dengan penuh kehangatan. melihat Melinda sangat perhatian terhadap dirinya tiba saja apa yang ada dibawah sana tengah mengeras dan ingin segera dikeluarkan,


membuat tangan Rebrad memegang tengkuk Melinda mengarahkannya tepat pada miliknya itu namun belum saja mulai terdengar suara perempuan yang sedang berteriak histeris yang tidak lain putri bungsu nya Morgan yang tengah masuk ke kamarnya bersama putranya Ellano


"Aaaaaa!!! oooh **** my eyes ternodai," sembari menutup matanya lebih tepatnya dengan matanya yang melotot jarinya yang sengaja tidak tertutup rapat sedang berteriak.


Ell yang melihat adiknya itu memegang tangannya dan melihat kearah adiknya


"Apa yang kau tutupi dengan matamu itu hm? dengan jarimu yang sengaja kau buka,?"


Melinda dan Rebrad yang kaget karna terpergoki mesum oleh Anaknya itu walaupun mereka sebagai sepasang suami istri sah saja melakukanya. Melinda sangat kesal kepada kedua Anaknya itu.


"Dasar anak nakal,"


"Mom, dad why? kalian itu sudah tua kenapa kalian melakukan hal mesum seperti yang dilakukan oleh kami sebagai anak muda. benar-bebar sangat menjijikan." Morgan tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.


"Kau!! memang anak kurang ajar," Melinda mencubit paha Putri nya Morgan dengan sangat jengkel


Ell melihat itu tertawa dan duduk di bangku sebelah papahnya.


"Papa baik-baik saja,? "


"Hm, hanya saja badan papa melemas,"


Papa harus banyak istirahat,"


Melihat putranya itu bersama suaminya Melinda tersenyum dan melirik kearah putrinya,


"Apa kau tidak bisa bersikap seperti kakakmu itu hm,? "


Morgan yang melihat mamahnya terlihat kesal


"Stop memperlakukan aku berbeda mom. i hate that, tetap saja aku di mata papah hanya satu-satunya anak kesayangannya." Morgan melirik papahnya dan mencium pipi papahnya


Melinda yang melihat itu memutar bola matanya tidak percaya.


terdengar suara ketukan dari arah luar pintu dan membukanya. keluarga besar Hunt Howard tengah berkunjung untuk menjenguk Rebrad


"Oh good. welcome Mr. Howard And Mrs. Howard " Melinda menyapa mereka sangat antusias karna kedatangan orang terpandang di seluruh Asia.


"Thank you Mrs. Rebrad" Hunt dan istrinya Hadid sangat senang dengan sambutan hangat dari Melinda


"Bagaimana keadan anda Mr. Rebrad?" Hunt memegang pundak Rebrad dengan penuh baik melihat sahabatnya itu.


"Ya, sepertinya disuruh berbaring sejenak haha," Rebrad terkekeh


"Haha anda sangat lelah harus banyak istirahat."


"Oh good! apakah ini Morgan? kau sangat cantik sekali sayang," Hadid memeluk gadis dewasa yang cantik itu


"Thank you Mrs. Howard."


"And this. Good! sangat tampan sekali Ellano Scott? " Hadid terpanah dengan ketampanan Anak sahabatnya itu,


"Mrs.Howard" Ell tersenyum dan menundukan kepalanya tipis,


Seorang gadis berjalan kearah Rebrad dan memberi salam serta menanyakan keadaannya


"Mr.Rebrad Bagaimana keadaan anda? apakah anda baik-baik saja? Diana Putri sulung semata wayang kelurga Howard tengah sedikit berbincang kepada Rebrad.


"Diana. aku sungguh baik-baik saja sejauh ini. kau gadis yang sangat dewasa hm," Rebrad menatap Diana yang sangat sopan kepadanya,


"Diana kau sangat cantik sayang. kau tumbuh dengan sangat baik. prestasi mu dalam pencapaian mu aku benar-benar bangga padamu" Melinda memeluk tubuh mungil itu dan memegang kedua bahunya "Jika kau jadi mantuku, ahhh bahagianya aku" Melinda memeluknya lagi membuat Diana mematung mendengar ucapan dari Melinda,


"Thank you Mrs. Rebrad," Diana tersenyum


"Ahh iya. bagaimana jika kita menjodohkan mereka bukankah Ell juga masih melajang," ucapan dari Hadid membuat Ell mendengar itu merasa tidak nyaman


"Ide bagus sekalii. Hadid aku sangat ingin sekali. mereka segera menikah," Melinda sangat kegirangan dengan perkataannya yang membuat Diana membulatkan matanya tidak percaya dan Ell sungguh sangat ingin menyudahkan pembicaraan itu.


Melihat kakaknya Ell sedang tidak nyaman Morgan sangat mengerti situasi tersebut dan segera memainkan jurus pandai berbicara itu.


"Well. i wanna go home. so, My brother bisakah kau yang akan mengantarkan aku pulang,? "


Ell yang melihat adiknya itu menyelamatkan dirinya tersenyum tipis dan segera beranjak pergi.


"Exscume, aku akan pergi mengantarkan Morgan. selamat Sore."


Morgan yang sedari tadi menunggu kakaknya itu di lobi berdiri dengan memakai kacamatanya berwarna hitam melipat tangannya sembari memainkan kakinya yang jenjang. menjadi pusat perhatian semua orang yang memandangi nya melihat Morgan yang sangat cantik bak barbie hidup membuat semua pria ingin mengencani nya namun Morgan tidak sembarang memilih pria yang akan dirinya kencani.


Ell yang sedang berada disampingnya melirik kearah Morgan "Apa kau hanya diam berdiri disitu sampai besok pagi,?" berlalu mengambil mobilnya


Morgan yang mendengar itu kesal melihat tingkah laku kakaknya itu yang barusan dirinya selamatkan.


Morgan memasang safety belt-nya "Adikmu yang sexy ini baru saja menyelematkanmu dan kau berhutang padaku Ell,"


"Thanks baby. katakan padaku apa yang kau mau,? " Ell yang menyetir sambil melirik kearah Morgan


"Belum untuk saat ini," Morgan memainkan ponselnya