Bloody Heart

Bloody Heart
Pertemuan



"Kau terlihat sangat sibuk sekali hm? " Anna menghubungi Gia melalui Video Call dengan posisi dirinya yang tengah menikmati breakfast nya di dalam pesawat,


"Ya, aku sedang mengerjakan pekerjaan mu dan meeting menggantikan kan mu, karna kau tidak berada disini Ms.Steell" Gia yang sangat sibuk membolak balikan berkas mencari file penting yang berserakan di atas meja Boosnya itu. Gia yang melihat Anna yang tengah menikmati hidupnya itu menghela nafas yang panjang


"Dan kau sungguh sangat menikmati hidup sekali hm, menyantap makananmu dengan tenang, melihat pemandangan dari atas sana. Ow one more, i know it, kau sangat happy karna akan berjumpa dengan calon mertua mu right," Gia tertawa tipis


"Ya, itu memang tugasmu sebagai sekretaris ku lalu kau ingin berharap apa,?" Anna tersenyum dan memotong steak yang ada di piring nya itu namun perkataan Gia yang terakhir membuat Anna buyar dan langsung menatap ke layar ponsel nya. "What?? what are you talking about calon mertua ku,? " Anna membelokan bola matanya bingung dengan omongan Gia.


"Ouch. aku akan segera pergi bye." Gia mematikan telfonnya tertawa lepas melihat reaksi Anna yang sedang kebingungan karna dirinya. ya, Anna tidak tau jika Ell adalah Putra kandung Dari Mr. Nassef Rebrad.


Bandar Udara Internasional Dubai


Privat jet Anna telah sampai dinegara tersebut pada siang hari Namun kali ini Anna meminta pada pimpinan bandar udara di Uni Emirat Arab agar kedatangannya dirinya di Airport dirahasiakan. Anna bergegas memasuki Mobil Rolls-Royce yang telah dipersiapkan untuk dirinya menuju Hotel termewah di Dubai.


"Jika mereka sedang menunggu kedatanganku makan biarkan saja mereka kembali bekerja." Anna duduk dibelakang setir berbicara kepada sopir nya memakai bahasa Arab, menutup matanya karna dirinya sangat lelah sekali bolak-balik perjalanan.


Sopir sekaligus asisten Anna yang hanya ditugaskan dirinya di Dubai itu pun mengerti jika bossnya itu meminta agar manager hotel dan resepsionis tidak berbaris menyambut kedatangannya,segera menghubungi salah satu resepsionis yang berasa di hotel agar secepatnya membubarkan mereka.


"Yes Ms. Steell."


Mobil terpakir di depan lobi salah satu mereka membukakan pintu mobil Anna. Anna berjalan segera memasuki kamarnya itu dan istirahat sejenak lalu bersiap untuk pergi menjenguk Nassef Rebrad.


Pov


Diana melihat Ell yang tengah duduk dengan Mr. Rebrad menatap dengan rasa kerinduan dengan pria itu.


Melihat wanita yang pernah mengisi hatinya membuat Ell merasa canggung atas kedatangan Diana. mereka pernah menjalin hubungan tanpa diketahui oleh kedua pihak keluarga mereka masing-masing


Namun keduanya memutusukan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka karna keduanya sangat sibuk dengan urusan pekerjaan. Ell yang sebagai CEO Milyader Ternama di dunia dan.


Diana sebagai CEO Fashion Brand ternama di negaranya. memtusukan hubungan dengan secara baik-baik membuat Diana canggung dengan Pertemuan itu.


Ell yang sudah melupakan Diana sejak lama terlihat biasa saja dengan pertemuan mereka.


.


.


.


.


.


Anna telah berpakaian casual dan elegan bersiap untuk menuju RS Dubai.


"Here Ms. Steell," sopirnya membuka pintu mobil Anna dengan pelan. Anna berjalan masuk dengan asisten yang diperintah oleh Gia untuk menekankan Anna.


"Ms.Stell," Mia sang asisten menyapa Anna dan menundukan kepalanya memberi ruang untuk Anna agar segera berjalan ke lift


"Mia." Anna menjawab panggilan dari asistennya itu


"Please Ms. Stell." Mia mengetuk pintu dan membukakan pintu itu agar bossnya segera masuk


Anna masuk dengan senyumannya yang manis kepada Mr. Rebrad dan Mrs. Rebrad.


"Apa kabar anda Mrs. Rebrad," Anna memegang tangan Melind dan mencium pipi kanan dan kiri


Melihat ada yang mengetuk dan masuk keruangan itu Melinda dan Rebrad menoleh kepada Anna yang tengah berjalan menghampiri mereka.


"Oh god Annastasya, " Melinda memegang tangan Anna dengan erat dan memeluk serta mencium kedua pipi Anna.



"Aku sangat baik sekali, bagaimana denganmu hm,oh god kau sangat cantik sekali"Melinda menyentuh dagu Anna dengan lembut penuh kegembiraan Anna datang,


"Sama halnya dengan mu Mrs. Rebrad," Anna tersenyum dan berjalan kearah Rebrad


"Kenapa anda bisa disini Mr. Rebrad," Anna memegang tangan Rebrad dengan wajah yang sendu karna bagi Anna sosok Rebrad sudah seperti ayah kandungnya sendiri


"Oh Anna," Rebrad tersenyum kepada Anna "Aku sudah berumur lagipula aku menikmati moment ku ini supaya kau datang menjenguk ku,"


"No. jangan berkata seperti itu Mr. Rebrad anda harus sehat dan lekas sembuh. Maafkan aku yang sudah lama tidak berkunjung,"


Melinda yang melihat itu tersenyum


Ell yang tengah berjalan menuju kamar papahnya dibuat terkejut dengan kedatangan Anna yang saat ini duduk dan mengobrol kepada papah dan mamahnya itu.


"Ell kemari nak. mamah mau memperkenalkan mu dengan Anna" Melinda memegang tangan putranya itu dan melihat Anna yang tengah melihat Ell,


"Anna,ini Ellano Scott putra sulung ku," Melinda tersenyum kepada Anna sambil memegang tangan putranya


Sama halnya dengan Ell, Anna pun dibuat terkejut dengan Datangnya Ell kemari


"Mrs.Rebrad dia anakmu,? " Anna bertanya dengan bingung kepada Melinda dengan semua yang terjadi disini


Ell tersenyum kearah Anna dan melihat papahnya itu "Pah, mah, wanita yang ada bersama kalian saat ini adalah Annastasya Steell wanitaku yang akan menjadi tunangan ku,"


"Apaa..." Melinda syok dan terkejut atas ucapan putranya itu. bagaimana tidak Ell tidak pernah mengenalkan Anna sebelumnya kepada Dirinya. "God.apakah aku bermimpi,?" Melinda memegang tangan suaminya itu tidak percaya "sayang. apakah aku sudah di surga,?"


"Kenapa kau tidak bilang Anakku jika Anna adalah calon mantuku," Rebrad sangat senang mengetahui Anna akan menjadi Anaknya itu.


"Tidak sayang, kau belum mati," Rebrad melihat istrinya itu


"God, Ellano kenapa kau baru mengatakannya sekarang jika Anna akan menjadi mantuku," Melinda kesal karna tidak mengetahuinya lebih dulu.


Anna menatap tidak percaya kearah Ell dengan ucapanya dirinya tadi.


"Ya tuhan, aku sangat senang sekali jika kau akan menjadi mantuku" Melinda mencium Anna dan memegang kedua bahu Anna "maafkan aku yang tidak mengetahuinya oh god i cant believe it"


"Wait, jadi kau datang kemari karna sekaligus ingin berjumpa dengan Calon mertua mu aaaa sungguh manisnya, " Melinda menangis bahagia karna Ell akan segera menikah dengan gadis yang Melinda sukai dari dulu


"Oh sayang, kau tidak perlu menangis," Rebrad melihat istrinya itu yang sedang menangis


Anna hanya dibuat diam oleh suasana ini sekarang. dia tidak tau harus berkata apa lagi dengan perlakukan Ell yang mengatakan jika dirinya adalah tunangan nya dihadapan Rebrad dan Melinda


Ell tersenyum memandang Anna dengan wajah pucatnya itu atas kelakukanya sendiri


"Ehm," Ell mendehem kearah mereka "Bisakah aku membawa wanitaku? aku sangat rindu padanya," Ell manatap Anna dalam mereka saling bertatapan menggenggam tangan Anna dan membawa Anna pergi dari situ.


"Oh Mr. Rebrad Mrs. Rebrad saya permisi, semoga lekas sembuh untuk anda Mr. Rebrad,"


Melinda dan Rebrad sangat gembira dengan berita itu.


Mereka berjalan keluar


Anna yang sangat kesal terhadap Ell melepaskan tanganya dari genggaman Ell diluar ruangan itu.


"Apa yang kau lakukan Ellano,?" Anna menatap tajam kearah Ell,


"Apa yang kulakukan? aku hanya mengatakan jika kau wanita ku dan akan menjadi tunangan ku. apa aku salah,?" Ell menatap Anna tanpa ada rasa bersalah


"Kau!!!! " Anna ingin meluapkan kemarahannya namun Ell berbisik kearah nnya "Hussst see, ada banyak pasang mata sedang memandangi mu apa kau akan terus menerus seperti ini,? " Ell tersenyum meletakan tanganya di pinggang ramping Anna dan mendekatkan ke dirinya.


Anna melihat sekelilingnya benar semua orang yang berada disana sedang melihat dirinya dan Ell, tidak bisa berkutik apalagi pasrah dan mengikuti permainan yang Ell lakukan. sungguh saat ini rasa hatinya mendidih ingin menghajar Ell


Mia Asisten serta bodyguard Anna berjalan dibelakang bossnya dan mengikuti mereka.


mereka berjalan keluar dari RS sampai lobi. diam-diam memotret mereka dan tentu saja Anna melihatnya,


Taylor sang sopir&bodyguard pribadi Ell membukakan pintu untuk Anna. "Please Ms. Steell" Anna terpaksa harus masuk karna banyak sekali wartawan yang tengah memotret wajahnya itu. Mia tentu saja mengikuti Anna dengan mobilnya sendiri.


Visual Diana Howard



Ellano Scott



Mia Amber